Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 102


__ADS_3

Antara tidak menyangka akan berdua bersama wanita yang sudah dicintainya sejak lama di dalam kamar inap adiknya. Kalau tahu mahlika akana menemani adiknya. Dia tidak akan datang ke rumah sakit. Ternyata sahabatnya berbohong kalau adiknya tidak ada yang menemaninya. Sekarang dia harusnya menahan gejolakkan hatinya pada wanita yang malah asik menikamati cemilan yang dibawanya.


“Hey mahlika, kakakku membawa itu semua untukku. Bukan untukmu jadi jangan habiskan.”protes Auri pada sahabatnya yang malah memakan seluruh pesanan yang dibawa oleh kakaknya.


“kak ambil semua makanan itu kalau berada di depan mahlika. Bisa -bisa habis. Aku saja belum menyicipinya.” Ucap Auri yang langsung dilakukan oleh Antara. Tapi mahlika malah memberikan tatapan pupy eyes. Mungkin tatapan itu tidak akan mempengaruhi Auri. Namun tidak untuk Antara. Pria itu tidak bisa menahan debaran hatinya melihat wajah gemas wanita di depannya.


“kakak jangan terhipnotis dengan tatapan matanya itu.” Ucap Auri yang menyadarkan Antara dari lamunanya. Dia langsung membawa es cream pesanan adiknya. Walaupun dia juga membawanya lumayan banyak. Tentu saja mahlika makan tidak menjadi masalah. Tapi Auri tidak suka membagi makanan kesukaanya.


“Dasar kamu pelit.”Ucap Mahlika dengan nada yang keras. Tapi tidak diperdulikan oleh Auri. Apakah sahabatnya tidak sadar kalau mahlika sudah sering menghabiskan makananya. Dasar Mahlika itu tidak sdar dengan kebiasaan buruknya.


“kamu bilang aku pelit. Kamu tidak ingat selalu menghabiskan es cream di lemari esku. Bahkan kamu tidak pernah menggantinya setelah memakannya sesuka hati.” Ucap Auri yang membuat mahlika tidak lagi bisa protes pada sahabatnya. Dia sadar kalau sering menghabiskan seluruh makanan sahabatnya. Salahkan Auri yang memiliki persedian makanan di apartemennya.


“Sekarang kamu tidak bisa protes lagikan. Ambil.” Ucap Auri sambil melempar satu bungkus escream yang langsung ditangkap oleh mahlika. Wajahnya langsung berubah senang karena mendapatkan es cream lagi.


“kalian ini selalu saja bertengkar karena hal sepele.” Ucap Antara yang sekarang duduk di samping adiknya. Dia tidak ingin berdekatan dengan mahlika. Tidak baik untuk hatinya yang harus berlajar melupakan keberadaan wanita itu. Dia tidak ingin hatinya berharap terus menerus dengan keberadaan wanita itu.

__ADS_1


“Kamu pulang saja sana.” Usir Auri pada sahabatnya. Mahlika menatap kesal pada sahabatnya. Apakah dia tidak bisa sadar pengorbanan Mahlika. Dia sengaja menemaninya di rumah sakit. Padahal dia bisa tidur manis di rumah. Apakah dia sekarang sudah tidak butuhkan lagi karena ada keberadaaan pria itu yang tak lain adalah kakak Auri. Mahlika menatap tajam pada Antara. Bukannya takut pria itu malah gemas sendiri.


“Aku mohon jangan menatap aku seperti itu. Aku tidak yakin bisa melupakan kamu kalau selalu segemas ini.” Ucap antara di dalam hati bersamaan kedatangan tiga pria yang baru masuk. Beruntungnya sekarang Antara selamat. Dia bisa pergi dari kamar inap adiknya yang berada Mahlika. Dia akan menitipkan adiknya pada kekasihnya saja.


“Marcello sudah kembali, kakak pergi dulu ya. Ada urusan yang harus diselesaikan.” Ucap Antara yang dianggukkan oleh Auri.


Auri sadar kalau kakaknya sedang tidak nyaman. Tentu saja dia tahu kalau kakaknya memiliki perasaan pada sahabatnya. Karena itu dia tadi dia mengusir mahlika. Karena kakaknya akan tersiksa jika harus satu ruangan dengan wanita yang dicintainya itu. Apalagi sekarang mahlika sudah berpacaran dengan Oskar. Sahabatnya memang bukan wanita yang peka terhadap orang sekitarnya.


Padahal kakaknya sudah lama menaruh hati padanya. Tapi Mahlika tidak menyadari setiap perlakuan baik dari kakaknya sebagai pria yang mencintainya. Bahkan sahabatnya sering memanfaatkan kebaikan Antara.


“Sabarlah, kenapa kamu tidak menerima tawaran pernikahan dari wanita itu.” Bisik Marcello sebelum Antara pergi. Antara kesal dengan ucapna sahabatnya itu. Dia jadi teringat wanita gila yang malah memintanya menikah. Padahal kenal saja tidak.


“Apa yang terjadi pada wanita itu?”gumam Antara saat melihat keributan yang terjadi begitu saja. Karena rasa penasaran, Antara mendatangi seorang suster. Wanita itu malah terpesona dengan wajah tampan Antara. Maklumlah kakak Antara memiliki wajah yang mempesona sayangnya tidak membuat mahlika jatuh cinta.


“Suster apa yang terjadi dengan wanita itu?”tanya Antara pada suster yang terlihat masih muda. Mungkin seusia adiknya.

__ADS_1


“Nona itu mendadak kejang-kejang. Sepertinya ada seseorang yang menyuntikkan racun di infusnya.” Jelas Suster yang membuat Antara terkejut. Dia tidak menyangka ada kejadian seperti ini. Bukankah tempat ini sangat bahaya. Dia jadi tidak yakin membiarkan adiknya dirawat di rumah sakit yang katanya sangat bergengsi ini.


“Bagaimana bisa ini terjadi? Bukankah kalian rumah sakit elite. Hal seperti ini saja bisa terjadi.” Protes Antara yang membuat suster itu menunduk takut. Saat ini Antara sangat kesal dengan pelayan di rumah sakit ini. Sedangkan susternya tidak bisa balas ucapan dari pria di hadapannya.


“Kami akan segera menyelidikinya tuan. Saya perwakilan dari rumah sakit ini mengucapkan banyak maaf karena pelayan yang kurang memuaskan.” Ucap wanita itu sambil membungkukkan badannya. Dia merasa sangat malu saat ini.


“Sudahlah, sebaiknya kamu urus masalah ini.” Ucap Antara sebelum meninggalkan suster itu.


Dia berjalan menuju keluar dari rumah sakit. Hingga dia mendengar perbincangan di sebuah sudut rumah sakit yang tidak akan terlihat oleh orang-orang. Karena tempat itu sedikit lebih gelap. Antara jadi penasaran dan berjalan di tempat yang lebih mudah untuk mendengar pembicaraan wanita misterius yang merupakan suster yang tadi dia marahi.


“Tuan sudah saya laksanakan perintah anda. Wanita itu mengalami kejang-kejang dan mungkin akan mati hari ini karena gagal jantung.” Ucap suster yang tadi dia marahi. Ternyata suster ini yang melakukan kejahatan itu. Dia sedikit merasa iba pada nasib gadisnya yang melamarnya tadi sore.


Antara kembali berjalan masuk kedalam rumah sakit. Dia malah duduk di kursi tunggu di depan ruang operasi. Tadi dia melihat wanita itu dibawa ke dalam ruang operasi. Entah apa yang sedang dilakukan oleh dokter pada wanita itu. Dia juga bingung kenapa dia malah duduk di sini.


Beberapa saat kemudian dokter keluar dan Antara malah berjalan mendekati dokter itu. Dia sangat penasaran dengan kondisi wanita itu.

__ADS_1


“Apakah anda keluarga dari nona Kaila?”tanya dokter pada Antara yang dijawab dengan anggukkan kepala.


“Beruntungnya nona Kaila bisa diselamatkan. Cairan yang masuk kedalam tubuhnya bisa menyebabkan serangan jantung. Tapi kami sudah berhasil mengeluarkan sisa dari racun yang jika dibiarkan akan membunuh nona Kaila. Sebaiknya anda mengawasi kondisi Kaila. Kejadian ini sudah terjadi hampir 3 kali dalam satu minggu. Kita tidak tahu dampak jika terus terjadi.” Ucap Dokter yang membuat Antara terkejut mendengarnya. Bukankah mereka harusnya disalahkan. Rumah sakit ini tidak bisa memberikan pengawasan hingga terjadi keracunan sebanyak 3 kali.


__ADS_2