
Keduannya sudah sampai ke tempat tujuan. Satu hal yang ingin dikatakan Auri saat melihat pemandangan di depannya yaitu indah. Sungguh ciptaan allah yang sangat luar biasa. Tempat ini bisa seindah ini tentu tidak jauh dari campur yang pemilik dunia ini.
“Kamu suka?”tanya marcello yang dijawab dengan anggukkan kepala. Auri memeluk badan suaminya yang dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari wajahnya.
“makasih sayang sudah memberikan hal-hal paling luar biasa untukku.” Ucap Auri yang senyumannya itu menular pada marcello. Dia menarik dagu istrinya mendekat. Sebuah kecupan terjadi dalam waktu beberapa saat. Tidak ada penolakan Auri tentu saja membuatnya bahagia.
“Kamu harus ingat seberapa berharga kamu untukku. Tentu saja kau akan selalu memberikan hal istemawah untuk ratu dalam hidupku.” Ucap marcello membuat perasaan Auri berbunga. Sungguh seornag marcello sangat suka memanjakan istrinya dengan perhatiannya itu.
“Sekali lagi terima kasih.” Ucap Auri yang dijawab dengan anggukkan kepala oleh suaminya.
“ayo kita masuk.” Ucap marcello yang menarik tangan istrinya ke dalam resort yang sudah di sewannya untuk acara bulan madu. Dia pastikan tempat ini menjadi saksi bisu keduannya.
“Auri.” Panggil suara pria yang sangat dikenali oleh Auri. Wajah marcello dan Auri sudah berubah menjadi sangat dingin saat melihat sosok pria yang sedang berdiri di dibelakang mereka. Siapa lagi kalau bukan Alan. Sahabat Auri yang sedang secara terang-terangan mengejar seorang Auri yang sudah bersuami.
“Kenapa kamu bisa ada di sini?”tanya Auri dengan tatapan tidak ramah tentu saja nada bicarannya juga terdengar sangat sebal pada Alan.
“hahahha, aku ke sini karena ada kepentingan kerja saja. Jangan berpikir buruk tentangku.” Ucap Alan yang berjalan mendekati Auri. Namun marcello langsung berdiri di depan istrinya. Dia sudah cukup sabar dengan tingkah pria di hadapannya. Mulai saat ini marcello benar-benar akan memulai rencana penyisihan seorang pengganggu di hubungannya dan istrinya.
“Berhenti mendaki istriku. Kamu pikir kita percaya dengan perkataanmu itu. Sejak awal kamu datang ke sini karena ingin mengganggu BULAN MADU kami bukan? Sayang hal itu hanya harapan yang akan berakhir kekecewaan saja untukmu.” Ucap marcello pada pria itu.
__ADS_1
“Alan aku sudah katakan untuk berhenti mengikutiku.” Ucap Auri sebelum wanita itu menarik suaminya menjauh dari alan. Pria itu marah dan tidak terima dengan penolakan dari Auri. Die mengepalkan tangannya sangat kuat.
“Tenanglah kita masih memiliki kesempatan untuk merebut pasangan itu.” Ucap seorang wanita yang baru saja muncul dengan sebuah kaca mata bertengger di hidung mancungnya itu.
“kamu pastikan bisa merebut marcello. Karena aku tidak suka pria itu berada di samping wanitaku.” Ucap Alan yanng membuat senyuman sinis tergambar di wajah seorang Nathasia.
“Bukan hal yang sulit, kamu yang bisa tidak menarik wanitamu itu dari samping kekasihku itu.” Ucap wanita itu pada marcello yang sekarang menatap tajam padannya.
“Semua dari permasalahan adalah kamu yang terlambar menjadikan marcello menjadi milikmu jadi sekarang kamu memiliki kesempatan untuk merebutnya bukan. “ ucap Alan pada wanita itu sebelum meninggalkannya.
Sedangkan marcello dan Auri sudah di dalam kamar yang sudah di sewa. Auri sedang merebahkan badannya di tempat tidur. Wajahnya sangat buruk setelah melihat alan di tempat ini. Dia tidak menyangka sahabatnya itu akan datang ketempat ini.
“Tidak usah dipikirkan, aku pastikan mereka tidak akan mengganggu kita.” Ucap marcello yang baru masuk dari balkon ruangan itu. Dia baru saja menelepon seseorang yang tidak Auri ketahui siapa.
“Mereka?”tanya Auri yang tidak paham dengan perkataan suaminya itu. Bukankah alan datang sendiri. Jadi apa maksud dengan kata mereka.
“ya sahabatmu itu tidak datang sendiri. Wanita yang kemarin datang ke kantor juga ikut datang ke tempat ini.” Ucap marcello yang sekarang sudah berbaring seperti istrinya.
“Mereka ini slealu saja mengganggu kita.” Ucap Auri dengan wajah sebal mengingat sosok wanita yang berani duduk di pangkuan suaminya itu. Dia tidak suka dengan wanita itu. Dia pastikan akan menjaga suaminya itu dari para kucing gatal seperti itu.
__ADS_1
“kamu jangan jauh-jauh dariku.” Ucap Auri yang terlihat sedang kesal karena mendengar perkataanya. Sedangkan marcello tersenyum lebar melihat perubahan suasan istrinya itu.
“ya sayang aku tidak akan membiarkan kamu keluar dari kamar sebelum kita berhasil membuat Auri kecil.” Ucap marcello yang sudah berada di atas Auri yang membuat wanita itu terkejut. Dia menatap wajah suaminya yang sedang tersenyum misterius.
“apa maksud kamu sayang?”tanya Auri pura-pura dia tidak paham. walaupun dia tahu arti dari tatapan marcello. Senyuman yang membuat buru kuduk Auri berdiri semua.
Marcello mendekat bibirnya ke samping telingannya. Nafas marcello yang terkena lehernya saja sudah membuat seluruh badan kaku seketika. Apalagi saat suara sexy dari marcello terdengar indah dan menggoda di telingannya.
“tidak perlu berpura-pura sayang, kita akan melakukannya malam ini. Sehingga kamu benar-benar menjadi milikku.” Ucap marcello yang langsung mengangkat kepalanya dan menatap wajah istrinya yang sudah merona karena perlakuannya.
“Kamu tersipu malu?”goda marcello yang membuat wanita itu semakin salah tingkah. Setelah itu keduannya saling berciuman dan menyalurkan perasaan cinta dan hasrat yang mulai muncul karena gerakan dari pria itu.
Akhirnya hal itu terjadi diantara keduannya. Sedangkan di tempat lain Alan sudah menghancurkan seisi kamar. Dia tidak suka saat Auri secara terang-terangan mengusirnya dari samping wanita itu. Dia sangat benci marcello yang sudah merebut wanitanya itu.
“hey kamu sudah gila.” Ucap seorang muncul dengan gaun sexy melekat di badannya.
“kenapa kamu ada di kamarku, pergi dari sini.” Usir Alan yang tidak didengarkan oleh Nathasia. Wanita itu berjalan menuju pria yang sedang menatap tajam padanya itu. Kedua tangannya tanpa izin bergelayut di leher pria itu. Wajahnya di dekatkan di samping kepala alan yang memberikan sesansi tersendiri bagi pria itu.
Alan langsung mendorong Nathasia untuk menjauh darinya. Nathasia jatuh ke lantai dengan posisi tidak enak dilihat. Alan berjongkok di hadapan wanita itu dengan tatapan tajam pada wanita itu.
__ADS_1
“Jangan kamu pikir untuk menggodaku Nathasia, aku tidak tertarik dengan wanita seperti kamu. Hanya Auri saja yang boleh menyentuh badanku ini. Pergi dari sini sebelum aku tidak bisa menahan keinginan untuk menguliti wajah kamu itu.” Ucap Alan yang membuat wajah Alan pucat saat mendengar ancaman dari pria di hadapannya.
Ada amarah yang muncul karena kedua pria tampan dengan kekuasaan tinggi ini malah jatuh cinta pada seorang wanita seperti Auri. Dia tidak pernah mendapatkan penolakan seperti ini kecuali marcello. Ada kebencian yang tumbuh karena perlakuan kedua pria itu yang secara langsung merendahkannya. Dia tidak bisa menerima hal ini terus menerus.