Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 68


__ADS_3

Sudah satu minggu lamanya, Auri menghabiskan separuh waktunya di dalam ruang kerja. Sesekali Marcello datang untuk mengecek keadaanya. Tentu saja pria yang sekarang menjadi kekasih Auri sering mengomelinya. Karena Auri terlalu banyak bekerja dan kurang istrihat. Seperti yang terjadi pada hari ini.


Sudah lebih dari 2 hari Auri tidak keluar dari ruang kerjanya. Hanya istrihat ketika kedua matanya sudah tidak bisa menahan kantuk. Itupun dia hanya tertidur paling lama 2 jam. Makanya terlihat kantung mata yang hitam.


Auri sedang mencari informasi mengenai perusahaan Royce. Sebenarnya marcello sudah melarang kekasinya melakukan hal itu sendiri. Dia meminta untuk mengandalkan Oskar dan dirinya. Alasannya karena Marcello tidak ingin kekasihnya yang baru saja keluar rumah sakit malah kembali jatuh sakit.


“Bukankah aku sudah bilang untuk tidak bekerja terlalu keras sayang.” Ucap Marcello yang tiba-tiba muncul dari pintu masuk ruang kerja Auri.


Marcello sudah mendapatkan akses dari kekasihnya untuk bisa keluar masuk ke dalam apartement Auri. Tentu saja dai tidak semudah itu mendapatkannya diawal. Harus terjadi perdebatan dan ancaman pada Auri yang membuat kekasihnya akhirnya mau membuka akses untuknya.


Auri terkejut saat tiba-tiba mendengar suara marcello. Kenapa pria itu tidak ketuk dulu. Rasanya marcello seperti hantu yang tidak diundang saja.


“Kamu membuatku terkejut marcello. Ketuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan seseorang.” Protes Auri yang masih fokus dengan komputer di depannya. Terlihat jelas wajah lelah Auri yang sudah kurang tidur dan makan.


“aku sudah mengetuk beberapa kali tapi kamu malah fokus dengan komputer kamu itu. Sudahlah berhenti melakukan itu Auri.” Ucap marcello yang berjalan mendekati kekasihnya.


Tanpa menunggu izin dari kekasihnya. Marcello langsung mengangkat badan Auri. Hal itu membuat Auri terkejut dan meminta untuk diturunkan. Tapi bukan marcello jika tidak keras kepala.


“Turunin aku marcello. Jangan asal gendong aku.” Protes Auri yang tidak diperdulikan oleh marcello. Karena pria itu sedang kesal dengan auri.


Kekasihnya itu selalu saja mengabaikan kesehatannya. Marcello benar-benar tidak bisa hal itu terjadi terus. Sekarang dia akan memaksa Auri untuk tinggal bersamanya agar lebih muda mengawasi kekasih nakanya itu.


“Bisakah kalian tidak bermesraan di depanku.” Ucap seorang wanita yang berada di dapur dengan beberapa keresek yang dibawanya. Orang itu mahlika yangs secara rutin sekarang mengganti propesi menjadi pengantar makanan untuk Auri. Padahal dulu mahlika selalu menjadi pelanggan masakan sang sahabat.


“Suka-suka aku. Auri kekasihku jadi kamu tidak usah banyak protes.” Ucap Marcello yang berjalan ke ruang keluarga dengan Auri berada di gendongannya.


“Kamu tidak tahu malu bermesraan di depan orang lain.” Sindir Mahlika pada marcello yang sama sekali membuat pria itu tersindir.

__ADS_1


Bukannya menuruti ucapan mahlika. Marcello malah semakin menjadi saja. Dia langsung mengecup bibir kekasihnya. Hal itu membuat Auri dan Mahlika terkejut. Kedua wanita itu terkejut dengan kedua mata yang melotot.


“YA MARCELLO LEPASKAN AURI.” Teriak Mahlika yang berjalan mendekati sahabatnya dan kekasihnya.


Auri juga memukul keras kekasihnya yang membuat marcello sedikit merasakan kesakitan. Mahlika menarik kerah belakang marcello setelah menurunkan Auri.


“aaaaaaaaakh” teriak marcello yang merasa lehernya seperti tercekik.


“Rasakan karena kamu sudah mencium sahabatku.” Ucap mahlika.


Marcello terkejut mendapatkan perlakuan kekasihnya dan sahabatnya. Apakah dia salah mengecup kekasihnya sendiri. Dia seperti menjadi seorang pencuri karena diberikan hukuman oleh kedua wanita yang sedang menatapnya tajam.


Marcello sedang berdiri dengan kedua tangannya menjewer telinga sendiri. Alasan marcello melakukannya karena ancaman dari kekasihnya. jadi pria itu tidak bisa membantah.


“mau sampai kapan kalian menghukum aku seperti ini. Aku bukan anak remaja yang dihukum karena datang telat.” Protes Marcello.


“Aku hanya menunjukkan rasa cintaku padamu sayang. Bukankah kamu juga menyukainya?” goda Marcello yang membuat wajah Auri memerah.


Jujur Auri memang menyukai ciuman kekasihnya. Tapi melakukan hal itu di depan sahabat bukan hal yang bisa dibenarkan. Dia tidak ingin bermesraan di depan orang.


“Cih kamu juga menyukai juga. Ingat dosa hey.” Ucap mahlika pada Auri. Jarinya menekan dahi sahabatnya yang sempat melamun dengan wajah tersipu malu. Lihatlah tingkah Auri sangat menyebalkan di mata mahlika.


“ah sudah lah aku pusing dengan kalian berdua. Aku balik Auri.” Ucap mahlika yang memilih meninggalkan kedua orang yang sedang hangat-hangatnya.


Saat lift terbuka, Oskar ternyata berada di dalam lift. Mahlika tidak mempedulikan pria itu. Dia masuk ke dalam lift. Mahlika pikir oskar akan masuk ke rumah sahabatnya tapi pria itu malah diam saja.


“kenapa kamu tidak keluar?” tanya mahlika pada Oskar dengan ketus. Dia masih kesal dengan tingkah Auri dan marcello yang sangat menyebalkan.

__ADS_1


“Aku tidak ada urusan dengan Auri dan Marcello. Aku datang untuk menemuimu.” Ucap Oskar yang membuat mahlika terkejut.


“Aku tidak punya kepentingan denganmu jadi pulanglah.” Usir mahlika saat dirinya sudah keluar dari lift. Saat oskar baru saja berniat keluar dari lif. Tatapan tajam dari mahlika mengarahnya. Oskar awalnya tidak berpengaruh tapi sebuah tongkat baseball diarahkan padanya.


“Kamu maju selangkah tongkat baseball ini melayang.” Ancam Oskar yang mau tidak mau harus mengurungkan niatnya. Akhirnnya Oskar kembali ke rumah Auri.


“Sayang sampai kapan aku seperti ini?” tanya Marcello yang masih pada posisinya. Sedangkan  Oskar terkejut melihat atasannya dihukum seperti seorang murid yang datang telat ke sekolah.


“Ya sudah kamu boleh duduk.” Ucap Auri yang membuat marcello langsung tersenyum. Dia berjalan menuju tempat Auri duduk.


“Oskar kamu ngapain di sini?” tanya marcello saat melihat sahabatnya sudah berada di rumah Auri. Dia tidak suka dengan keberadaan oskar.


Sudah cukup mahlika yang tadi menganggu diirnya bermesraan dengan kekasihnya. Sekarang Oskar malah datang ke sini. Walaupun marcello tahu alasan pria itu datang. Tapi saat ini marcello sedang ingin berdua dengan Auri saja.


“Pergi sana.” Usir marcello dengan wajah kesalnya.


“Kamu ditolak lagi sama mahlika? Sekarang dia mengancam dengan apa?” tanya Auri pada Oskar yang membuat marcello cemberut.


Kekasihnya malah tertarik berbincang dengan sahabatnya. Sedangkan marcello malah dibiarkan saja. Marcello pastikan sahabat sekaligus bawahannya itu akan mendapatkan hukuman karena mengganggunya.


“Dia menggunakan tongkat baseball.” Ucap oskar dengan wajah sedih. Dia duduk di sebrang Auri dan Marcello.


“Kalian tidak berniat bermesraan di depanku yang sedang patah hati.” Ucap Oskar yang membuat marcello semakin marah.


“Kalau kamu tidak ingin iri karena melihat aku dan Auri besmeraan. Lebih baik kamu pergi sekarang dari tempat ini. Kamu dan mahlika memang pengganggu saja.” Ucap Marcello yang langsung mendapatkan cubitan di perutnya tentu berasal dari wanita di sampingnya. Auri sedang menatap tajam pada Marcello. Bagaimana bisa kekasihnya kejam pada sahabatnya yang sedang patah hati.


“APA? Aku salah? Dia salah malah datang ke sini.” Ucap marcello yang semakin membuat Auris sebal dengan tingkah kekasihnya. Memang marcello tidak punya hati pikir Auri.

__ADS_1


__ADS_2