
Marcello dan Antara terkejut saat tahu target mereka sadar dan berjalan mendekati Auri. Marcello langsung berdiri dari posisi duduknya. Dia mengambil kunci mobil untuk menyusul Auri tapi ditahan oleh Oskar. Tentu saja hal itu membuat pria itu marah karena bawahannya melarangnya untuk menyelamatkan Auri.
“Lepaskan Oskar, aku harus melindungi Auri.” Ucap Marcello yang mencoba melepaskan tangannya yang di tahan oleh sahabatnya.
“Marcello diam saja, Auri pasti bisa mengatasinya. Selain itu Oskar sudah mengirimkan orang untuk menjaga Auri jika terjadi hal buruk. Kalian berdua tidak boleh menunjukkan diri kalian sekarang. Biarkanlah Royce itu senang sekarang karena merasa berhasil dengan rencanya untuk menangkap Auri.” Ucap mahlika yang membuat kedua pria itu kesal tapi perkataan wanita itu tidak sepenuhnya salah. Entah rencana sebenarnya dari kedua sahabat itu. Sepertiny Auri dan mahlika menyembunyikan rencana sebenarnya dari para pria.
“Sebenarnya rencana kalian seperti apa?”tanya marcello.
“Rencana Auri gagal tapi dia masih memiliki plan B jika hal itu terjadi. Bahkan dia tidak akan memberontak meskipun dia ditangkap oleh Royce. Dia hanya akan memberikan kesenangan sementara pada targetnya.” Jelas Mahlika dengan santainya memakan cemilannya. Dia seperti sedang menonton sebuah film. Padahal orang yang sedang dirinya tonton adalah sahabatnya yang sedang bahaya.
“Kalian hanya perlu mengikuti rencana Auri saja. Tunggu beberapa jam lagi, dia akan memberikan pesan padaku. Saat itu kalian harus menggerakkan seluruh bawahan untuk menyerang markas Royce.” Jelas mahlika yang sekarang bisa dipahami oleh marcello. Ternyata niat kekasihnya tidak hanya menghancurkan perusahaan pria itu saja. Dia juga ingin menghancurkan bisnis ilegalnya juga.
“Marcello tenangkan diri kamu, Kamu tahu kalau seberapa berbahaya Auri yang sebenarnya.” Ucap Antara yang sudah bisa menenagkan dirinya. Dia ingat kalau adiknya pasti bisa melindungi dirinya sendiri.
“Kalian terlihat sangat tidak peduli pada kekasihku.” Ucap Marcello yang kembali duduk dan menonton cctv yang ruangan Royce.
__ADS_1
Sedangkan Auri masih dalam posisi yang sama. Pria itu menatap jengah saat mendapatkan respon biasa saja dari wanita itu. Padahal dia berpikir akan ada wajah ketakutan saat dia menodong pistol. Ternyata itu hanya ada di bayangan Royce saja.
Saat melihat Royce lengah. Auri langsung menjalankan asik penyelamatan dirinya. Dia menarik tangan Royce dan memberikan pukul yang membuat pistol itu berpindah pada tangannya. Tapi pria itu tidak tinggal diam. Dia menendang kaki Auri yang dulu sempat dilukai. Ternyata hal itu sangat mempan. Karena setelah itu Auri sedikit merasa sakit lagi pada lukanya yang sudah sembuh itu. Tapi dia tidak hiraukan.
Suara tembakan mengalun di ruangan royce. Beruntungnya ruangan itu kedap suara. Jadi tidak ada orang yang mengetahuinya kalau terjadi baku tembak antara Auri dan Royce.
Sayangnya Auri tidak sadar saat ada seorang pria yang dengan cepat menusukkan obat bius pada lehernya. Dalam hitungan detik badan Auri terkurai lemas. Tapi dia sempat menekan jam tangannya untuk mengirimkan sinyal pada sahabatnya. Perlahan matanya menutup karena rasa kantuk yang tiba muncul.
Badan Auri langsung dibawa oleh Royce menuju mobilnya yang terparkir di basement. Dia membawa Auri ke markasnya yang berada di tengah hutan. Royce tidak menduga kalau wanita yang berada di sampingnya itu sudah menduga hal ini akan terjadi padanya. Semuanya berjalan seperti yang direncakanan oleh Auri.
Mahlika tersenyum saat melihat sebuah sinyal yang dikirim oleh Auri. Sinyal untuk memberikannya perintah untuk segera menyerang tempat Auri setelah satu jam sahabatnya ditahan. Alasan Auri menahan penyerangan adalah dia ingin lebih menggali informasi dari Royce sedang dilingkupi oleh amarah.
Sedangkan marcello berjalan menuju ruang kerja diikuti oleh Antara. Pria itu tahu alasan sahabatnya pergi ke ruang kerjanya. Dia hanya ingin mengambil koleksi senjatanya.
“Kita harus memberikan pelajaran pada pria itu.” Ucap Antara yang dianggukan oleh marcello. Pria itu mengambil pistol kesukaannya yang dirancang khusus olehnya. Antara juga mengambil pistol di etalase tersembunyi milik marcello.
__ADS_1
“Ternyata hobimu itu masih terus dipertahankan. Senjatamu semakin menarik saja. Tapi buatan adikku lebih baik.” Ucap Antara pada marcello.
Marcello juga mengakui kalau rakitan senjata buatan kekasihnya sangat menarik. Meskipun dia merakitnya dengan tangan sendiri. Tapi senjata buatan Auri berkelas tinggi. Bahkan kalau dijual akan sangat mahal.
“aku mengakuinya kekasihku sangat handal dalam merakit senjata. Kenapa kamu bisa mengetahuinya?”tanya Marcello karena seingatnya Auri pernah menceritakan kalau tidak banyak yang tahu dengan hobinya. Hanya dirinya dan mahlika yang tahu kalau Auri suka merakit beberapa senjata sendiri.
“Tentu saja dari mata-mataku. Kamu pikir kenapa aku bisa melepaskan adikku begitu saja. Tentu saja semua itu karena aku sudah menempatkan orang kepercayaanku di sisi adikku.” Ucap Antara pada sahabatnya.
“kamu masih memiliki perasaan pada mahlika?”tanya Marcello yang membuat pria itu terkejut. Bagaimana bisa sahabatnya mengetahui itu. Padahal dia tidak pernah menceritakan pada siapapun tentang perasaannya pada adik sahabatnya yang sangat menyukai uang itu.
“Kamu pikir aku sebodoh oskar yang tidak sadar kalau sahabatnya itu menaruh hati pada kekasihnya.”Ucap marcello.
“Padahal aku sudah menyembunyikan semua itu.” Ucap lirih Antara.
Sebenarya niat dia pergi ke negara ini adalah untuk bertemu dengan mahlika. Wanita yang sudah menarik perhatiannya sejak bersahabat dengan adiknya. Dia baru saja ingin menyatakan perasaan yang sudah dipendamnya sejak lama. Sayangnya semua itu pupus saat tahu wanita yang takut berdekatan dengan pria itu sudah memiliki kekasih. Ironisnya pria itu adalah sahabatnya sendiri.
__ADS_1
“Kamu itu sama seperti Auri, Antara. Kamu pasti menyukai hal yang disukai oleh adikmu itu. Apalagi kamu bisa berbincang dengan baik bersama mahlika. Sudah pasti karena kamu memiliki perasaan padanya. Kamu itu paling anti berdekatan dengan wanita selain kedua adikmu itu.” Jelas Marcello yang memang benar adanya. Dia selalu menyukai hal yang disukai oleh adiknya. Hal itu juga terjadi pada wanita yang sudah mencuri hatinya.
Mahlika sangat disayangi oleh Auri. Hal itu juga terjadi pada Antara yang menaruh hati dan perhatian pada wanita itu. Bahkan dia rela membantu mahlika untuk merebut perusahaan keluarga wanita itu dari Royce yang malah berakhir adiknya meninggal. Royce saat itu sudah memberikan peringatan untuk tidak mengganggunya. Tapi Antara yang sudah mencintai Mahlika. Tidak ingin berhenti untuk memperjuang kebahagian wanita itu. Sayangnya hal yang dilakukannya berakibat buruk. Dia malah harus kehilangan dua adiknya diwaktu bersamaan. Aura yang pergi meninggalkannya selamanya dan Auri yang memilih untuk mencari Royce pelaku pembunuhan adik kembarnya.