Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 52


__ADS_3

Lyra keluar dari lift apartement sahabatnya. Dia berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depannya. Tapi langkah terhenti saat melihat seorang pria di depannya. Lyra terdiam melihat pria yang selalu dirinya hindari sejak sahabatnya menyatakan tentang hubungannya.


Kenapa saat hatinya sudah perlaha melupakan pria itu. Tapi takdir malah menemukannya saat ini. Hatinya belum sepenuhnya melupakan tentang pria yang tidak pernah melihatnya. Hanya Lyra yang menaruh perasaan pada pria itu.


“nona Lyra.” Panggil Edgar.


Pria yang membuat perasaan Lyra gundah adalah tangan kanan marcello. Edgar datang karena tuannya meminta untuk mengambil mobilnya. Entah alasan marcello menyuruhnya membawa mobilnya. Edgar tidak berniat bertanya.


Saat Edgar baru saja mau masuk ke dalam mobil. Dia melihat wanita yang sangat familiar. Edgar sekarang tahu kalau wanita itu adalah sahabat kekasinya. Wanita yang memiliki toko bunga tempat Aura bekerja. Edgar memang tidak pernah berbincang dengan Lyra. Walaupun dia sering datang ke toko bungannya.


“Tuan Edgar.” Jawab Lyra.


Edgar tidak terlalu memikirkan nada bicara wanita di depannya yang sedikit pelan. Mungkin Lyra sedang tidak enak badan pikirnya. Selain itu dia juga tidak punya urusan dengan sahabat kekasihnya.


“Sebaiknya nona tidak pulang terlalu larut. Saya duluan.” Ucap Edgar yang langsung masuk ke dalam kursi kemudi. Mobilnya meninggalkan Lyra yang masih menatap kepergian pria itu.


“kenapa kita harus bertemu kembali? Hati aku belum sepenuhnya bersih dari nama anda.” Ucap Lyra.


Lyra berjalan dengan lesuh ke dalam mobilnya. Dia tidak memiliki semangat lagi. Rasanya Lyra ingin secepatnya masuk kekamarnya. Lyra tidak bisa menahan perasaanya bukan bahagia tapi rasa sedih.


Perlakuan Tuan Edgar padanya menunjukkan seberapa tidak pentingnya di kehidupan pria itu. Mungkin perasaanya akan selalu tersimpan di hatinya untuk sendiri. Tanpa bisa tersampaikan pada Edgar hingga kapanpun.


“kenapa kita harus mencintai orang yang sama Aura? Rasanya sangat sakit setelah kamu pergi. Sikapnya menunjukkan kalau tidak ada lagi celah untukku mengisi hatinya meskipu kamu sudah pergi untuk selamanya.” Gumam Lyra sebelum meninggalkan apartement sahabatnya.


Lyra ingin cepat sampai dan mencurahkan perasaan sakitnya. Sungguh lelah memendam perasaan bertahun-tahun pada Edgar. Tak pernah bisa dirinya sampaikan hanya menyimpan dan merasakan sakitnya sendirian.


Sedankan ditempat lain lebih tepatnya di rumah Auri. Wanita itu sedang menahan kesal dengan perbuatan pria di belakangnya. Marcello sedang memeluknya yang sedang fokus dengan acara Tv. Sesekali kegiatan marcello membuat Auri tidak bisa kosentrasi.


Marcello sedang memeluk badan kecil Auri. Tangannya mengelus perut rata gadisnya. Sesekali dia mengupi tungguk Auri hal itu membuat wanita itu tidak nyaman. Perlakuan marcello benar-benar meresahkan bagi Auri yang tidak pernah berdekatan dengan pria lain selain keluarganya.

__ADS_1


“Bisakah kamu lepaskan pelukanmu. Aku risih.” Protes Auri dengan kedua matanya masih fokus dengan acara di Tv.


“Kamu menyueki aku sayang.” Ucap Marcello dengan nada manja. Auri merasa geli mendengarnya.


Auri tidak bisa kalau harus berdekatan dengan marcello lebih lama lagi. Dia melepaskan pelukan pria itu dan langsung berjalan menuju kamarnya. Sebelum dia mengunci kamarnya. Auri memberikan ancaman pada Marcello.


“Jangan masuk ke kamarku atau aku pastikan besok adikmu sudah menghilang dari tempatnya. Tidur saja di kamar tamu yang berada di sebelah kamarku.” Ucap Auri sambil menunjukkan kamar sebelah.


Walaupun Auri awalnya tidak ingin memberi tahu pria itu tentang kamar tamunya. Berharap saja marcello akan pulang ke rumahnya sendiri. Tapi melihat keteguhan pria itu. Tidak ada cara lain selain menunjukkan kamar tamu. Sehingga dia tidak ada alasan untuk masuk kamarnya.


Bruk.


Auri menutup kamarnya dengan keras. Marcello tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan gadisnya. Kenapa Auri sangat lucu saat sedang marah.


Sebelum dia berniat masuk ke dalam kamar Auri. Marcello mendapatkan panggilan dari Edgar. Dia tidak tahu alasan tangan kananya menghubunginya saat ini. Padahal marcello sudah bilang jangan mengganggunya. Berarti ada hal yang mendesak sehingga Edgar menghubunginya.


“hallo.”


Sepertinya kelompok mafia itu sudah bosan hidup. Mereka dengan senang hati melemparkan dirinya ke dalam kandang singa. Rasanya sudah lama marcello tidak menyalurkan hasratnya.


Tanpa marcello sadari Auri mendengar pembincaraannya dengan Edgar. Auri langsung keluar dari kamarnya dan membuat marcello terkejut. Sepertinya dia salah sudah mengangkat panggilan dari Edgar di depan kamar Auri.


Marcello memang berniat untuk masuk ke kamar Auri sebelum pergi ke kamar tamu. Tapi sekarang itu sudah tidak penting. Memberikan hukuman pada sampah-sampah itu lebih menarik pikir Marcello.


“Aku akan pergi.”


“aku ikut.” Ucap Auri yang membuat marcello berhenti.


Dia menatap wanita yang berada di depannya. Sungguh marcello tidak ingin mengajak Auri bersamanya. Walaupun keahlian gadisnya tidak bisa diremehkan. Tapi dia tetap khawatir pada Auri. Marcello tidak bisa seterus berada di samping Auri saat menyerang pada kelompok sampah itu.

__ADS_1


“Tidak.” Tolak marcello yang kembali berjalan menuju lift.


“Aku tidak meminta izinmu. Aku bergerak sesuai keinginanku.” Protes Auri yang sekarang berjalan menuju ruang kerjanya.


Marcello mengacak-acak rambutnya mendengar ucapan gadisnya. Auri emang sulit untuk diatur. Apakah dia tidak tahu kalau marcello sangat mengkhawatirkannya.


Akhirnya marcello memilih meninggalkan Auri. Gadisnya tidak tahu tepat penyerangan kelompok tiger. Jadi Auri tidak akan bisa ikut. Saat dia igin menekan lift ada password dan sidik jari yang harus dimasukkan untuk membuka liftnya.


Padahal Oskar tadi bisa dengan mudah keluar tanpa menggunakan password atau sidik jari. Marcello ingat kalau bawahannya pernah diperintahkannya untuk mencari tahu keseluruhan tentang Auri. Selain itu bawahannya pasti tahu passwordnya karena tempat tinggal gadis incarannya.


“Kamu tidak bisa membuka pintunya bukan? Aku sudah menguncinya dan tidak bisa dibuka jika kamu tidak mempunyai passwordnya. “ ucap Auri yang baru saja keluar dengan pakaiannya saat bekerja di dunia hitam.


Sungguh marcello tidak suka dengan penampilan auri saat ini. Pakaiannya memang tidak terlalu pas tapi masih membentuk badannya yang indah. Apalagi rambutnya digulung yang memperlihatkan leher putihnya.


“Aku tidak suka dengan gaya rambutmu. Lepas ikat rambutmu.” Protes marcello.


“Ayolah kalau diurai membuatku sulit bergerak.” Ucap Auri yang sekarang membuka pintu lift dengan sidik jarinya. Auri masuk bersamaan dengan marcello. Pria itu langsung menarik ikat rambu Auri dan sekarang rambutnya terurai indah. Ternyata pilihnnya untuk mengurai juga salah.


Kenapa Auri terlihat cantik dengan gaya rambut apapun. Muka marcello langsung menggelap. Sedangkan Auri menatap aneh pada wajah marcello. Dia mengambil ikat rambut lain yang sengaja dirinya bawa.


Rambutnya sekarang hanya diikat ekor kuda. Walaupun tetap membuatnya sedikit gerah tapi dibandingkan diurai. Marcello hanya diam saja walaupun hatinya kesal karena Auri terlihat tetap cantik.


“Kita pergi menggunakan motorku saja.” Ucap Auri.


Auri berjalan menuju sebuah garasi yang berada di lantai paling bawah. Ternyata di dalam garasi itu berisi banyak motor sport koleksi Auri. Sebelum Auri naik, marcello lebih dulu naik. Dia tidak mungkin membiarkan Auri mengendarai motor lagi.


“naiklah.” Ucap Marcello yang sudah menggunakan helm yang ditemukan di tempat itu. Auri yang malas berdebat hanya mengikuti ucpaan marcello. Keduanya pergi meninggalkan apartement Auri dengan kecepatan tinggi menuju markas


Hai readers. Terima kasih sudah selalu mengikuti cerita Auri dan marcello. Selalu ikut perjalanan cerita mereka hingga akhirnya. Apakah keduanya akan bersama atau berpisah? Jangan lupa komen, like, follow, dan vote agar cerita pencuri hati ketua mafia terkenal dan pembacanya semakin banyak.

__ADS_1



Sayangnya Edgar dan Lyra belum berlayar :((


__ADS_2