
Antara keluar dari kamar adiknya dan sahabatnya dengan wajah yang sangat buruk. Dia sebal saat mereka membicarakan wanita itu terus menerus. Karena sejak awal dia tidak mungkin menerima penawaran wanita itu. Tidak ada perasaan menjadi alasannya menolak semua itu.
Sedangkan Marcello dan Auri masih dalam posisinya. Dia menatap kamarnya yang di depannya. Bukankah mereka bisa meminta kunci cadangan dibandingkan mendobrak pintu kamar mereka. Beruntungnya hotel ini milik keluarga marcello jadi tidak akan yang marah. Karena pemilik hotel ini adalah orang yang menempati kamar itu.
“Bukankah mereka terlalu berlebihan hingga mendobrak kamar kita. Aku merasa sedang digerebek.” Ucap Auri yang membuat Marcello tertawa mendengarnya.
Mereka digerebek ketika stasus keduanya sudah berubah menjadi sepasang suami istri bukankah hal itu aneh rasanya. Rasanya dulu dia sering berduaan dengan Auri di kamarnya tapi tidak ada yang menggerebeknya. Sekarang mereka sudah sah malah seperti ketahuan berzinah saja.
“Kamu benar mereka itu tidak memiliki otak sepertinya.” Ucap marcello yang membuat Auri tertawa mendengarnya. Bukankah terlalu kejam suaminya mengatakan mereka semua tidak memiliki otak walaupun faktanya memang begitu.
“Sudah kita harus bersiap, Aku harus mandi badanku sudah lengket sekali.” Ucap Auri yang membuat sebuah senyuman tipis mundul di wajah marcello. Tentu saja hal itu membuat Auri menatap aneh pada sang suami. Rasanya tidak ada yang membuatnya bisa tersenyum saat ini.
“kamu seperti habis meronda saja bersamaku. Padahal rondanya saja belum.” Ucap marcello yang membuat Auri tidak bisa mengerti maksud dari suaminya.
“Apa maksud kamu meronda marcello? Aku tidak mengerti kenapa kamu dan kakak menggunakan kata meronda.” Ucap Auri yang membuat senyuman marcello bukannya luntur malah semakin lebar. Dia sadar kalau istrinya tidak maksud dari kata merondanya itu.
“nanti malam kamu juga tahu, sekarang kamu mandi sana. Aku akan mandi di kamar yang ada di luar saja.” Ucap marcello pada sang istrinya yang langsung dianggukkan oleh Auri tanpa ada niat bertanya lagi.
__ADS_1
Karena dia sadar waktu sudah hampir mepet. Auri maupun marcello tidak ingin mendengar omelan dari kedua ibu mereka itu. Mereka harus menyelamatkan telinganya dari suara toa yang akan menghancurkan pendengaran dalam seketika.
Setelah selesai Auri langsung keluar menggunakan anduk baju. Karena dia akan berganti gaun untuk pesta pernikahan mereka. Sedangkan marcello lebih memilih menunggu istrinya di ruang tamu. Kamar yang mereka gunakan saat ini bertipe panthouse. Lebih tepatnya itu ruangan khusus untuk digunakan oleh marcello selama tinggal di hotelnya ini.
Sedangkan Auri langsung dirias dan dibantu dalam menggunakan gaunnya. Tentu saja orang yang membantu Auri bukan orang asing. Marcello tidak akan mengizinkannya. Sekarnag yang membantu Auri adalah sahabatnya sendiri kalau bukan mahlika dan Lyra.
Beruntungnya hari ini kedua sahabatnya sedang akur. Jadi tidak ada keributan yang merusak perasaannya hari ini. Mungkin hal itu karena mahlika sudah menemukan Oskar yang menjadi tempat sikap menyebalkannya dikeluarkan.
Karena hanya Oskar saja yang menganggap sikap menyebalkan mahlik adalah sikap menggemaskan. Bukankah Oskar sudah tidak normal lagi. Ya mungkin pria itu sudah gila seperti sang tunangan. Jodoh memang tidak kemana keduanya memang saling melengkapi.
Memang Lyra hanya ada satu di dunia. Bisa bertahan di samping Royce padahal dia tahu pria itu menyukainya. Lebih tepatnya sahabatnya itu kejam pada sahabat sendiri dan kekasihnya. Mungkin itu cara untuk menghukum kedua pria itu.
“kamu terlihat cantik Auri.” Ucap Lyra setelah selesai membantu menggunakan gaun yang sudah dipilihnya bersama marcello. Walaupun akhirnya keduanya harus mendapatkan hukuman dari kedua ibu mereka. Alasannya karena gaun yang dipilih Auri sangat sederhana dari gaun yang mereka pilihkan.
Marcello berpikir sama dengan kedua wanita tua itu. Tapi dia setuju karena hanya gaun ini yang menutupi badan Auri dengan sangat baik. Walaupun sudah tertutup saja marcello masih suka uring-uringan karena bajunya membentuk badan seksi milik istrinya itu.
“Ya kamu benar Lyra, Auri sangat cantik. Aku saja yang wanita saja terpesona apalagi suami nanti.” Ucap mahlika yang langsung membuat Auri tersenyum lebar. Dia berharp hal itu terjadi.
__ADS_1
Auri keluar dengan mahlika dan Lyra di sampingnya. Benar saja yang diucapkan oleh sahabatnya. Marcello menatapnya dengan mata yang mengaguminya. Pria buta yang tidak bisa melihat kecantikan dari sosok Auri saat ini. Dia jadi sedikit tidak rela membiarkan para tamu menatap istri cantiknya.
Marcello mendekati istrinya. Dia langsung melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Badan Auri di dekatkan padanya. Sedangkan kedua teman Auri memilih untuk menyingkar dari sahabatnya. Mereka tidak ingin merasakan iri karena keromantisan pasangan suami istri baru ini.
“kamu sangat cantik sayang, aku jadi tidak rela kalau harus membiarkan kamu ditatap oleh para tamu.” Ucap Marcello yang mendapatkan cubitan di pinggangnya dari sang istri.
“kamu ini tidak bisa menghilang sikap berlebihanmu itu. Aku itu sudah jadi istri kamu tidak akan ada pria yang berani menatapku seperti itu.” Ucap Auri pada sang suami yang membuat wajah marcello di tekuk. Sekarang suaminya itu sedang meranjuk pada Auri.
“Kamu tahu sekarang penampilanmu itu sangat luar biasa. Padahal kamu sudah menggunakna gaun yang menutup seluruh badanmu. Tapi kamu masih terlihat sexy dan menawan. Aku jadi tidak rela para tamu menatap keindahanmu ini.” Ucap marcello.
“Marcello sudah cukup ayo kita masuk ke ballroom. Nanti mami dan mom marah lagi. Kamu mau kita dihukum seperti waktu itu.” Ucap Auri yang langsung digelengkan kepala oleh marcello.
“aku tidak mau berpisah darimu sayang. Selain itu kita sudah sah menjadi suami istri. Mom dan mami tidak akan mengganggu kita lagi sayang. Mari.” Ucap Marcello sambil memberikan tangannya untuk digandeng oleh Auri.
Keduanya masuk kedalam ballroom yang sudah dihias sebagai mana rupannya yang membuat terlihat indah dan mewah. Tidak hanya itu saja para tamu langsung terpesona dengan kedua raja dan ratu dalam pesta ini. Keduanya terlihat sangat serasih yang satu cantik dan satunya lagi tampan. Bukankah keduanya sangat sempurna.
Auri dan marcello menaiki panggung tempat mereka akan menyambut para tamu. Para wanita muda harus menelan pil pahit karena salah satu dari pria yang paling diinginkan di dunia ini sudah menjadi milik seorang wanita cantik. Tentu mereka sudah tahu seberapa besar dan berpengaruh dari keluarga istri seorang marcello. Karena itu mereka hanya bisa menatap sedih melihat keharmonisan psangan yang sedang dimabuk asmara itu.
__ADS_1