Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 138


__ADS_3

Auri terbangun dari tidur nyenyak.Dia merasakan badannya seperti akan hancur saja. Sekarang dia merasa badannya akan sangat sulit untuk digerakkan. Penglihatan pertama adalah wajah polos suaminya yang sedang terlelap di sampingnya. Sebuah senyuman muncul di wajah saat melihat marcello.


Tanpa sadar dia selalu terpesona dengan sosok di hadapannya yang sudah menjadi suaminya itu. Dia sangat bersyukur dapat dipertemukan dengan marcello. Walaupun pertemuan pertama mereka tidak bisa dibilang memberikan kesan baik.


Apalagi dia masih ingat isi dari flashdisk yang dicurinya berisi tentnag video yang tidak enak di tonton. Mungkin suaminya itu sudah menduga kalau benda itu akan ada yang mencurinya. Makannya dia tidak benar-benar menyimpan barang berharga seperti design senjatanya di tempat yang mungkin dicuri oleh pihak lain.


Tangannya mengelus pipi marcello dengan lembut. Bersamana mata marcello terbuka tentu saja hal itu membuat Auri terkejut. Kedua tangan suaminya sudah berpindah ke pinggangnya. Dia menarik badan Auri mendekatinya.


“Good morning honney.” Ucap Marcello dengan suara seraknya. Padahal Auri sudah mulai terbiasa dengan sapaan pagi sang suaminya. Tapi selalu saja dia tersipu malu dengan wajah sexy sang suami di pagi hari. Tentu saja hal itu membuat wajah marcello bermekaran seperti bunga. Dia senang saat melihat Auri tersipu malu padahal mereka sudah melakukannya tapi hal itu sama sekali tidak berubah.


“Kamu masih tersipu malu saja.” Goda marcello pada istrinya yang sekarang memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya. Hal itu membuat kekehan terdengar jelas di telinga Auri. Sekarang marcello sedang gemas sendiri dengan tingkah wanitannya.


Rasanya tidak ada bosan untuknya jika hal itu menyangkut sang istri. Selalu saja ada alasan yang membuat perasaanya bertambah setiap hari seperti sekarang. Auri selalu saja membuatnya gemas dengan sikap tersipu malunya.


Sedangkan Auri yang sedang di dalam pelukan suaminya itu merasakan sesuatu yang memberontak di bawahnya. Tanpa sadar hal itu membuat wajah Auri semakin memerah. Berbeda dengan marcello yang tersenyum tipis saat merasakan pergerakan gelisah dari wanitanya itu.

__ADS_1


“Sayang nanti adikku bangun kalau kamu seperti ini.” Ucap marcello yang membuat Auri langsung melepaskan pelukannya. Wajahnya sudah merah seperti tomat saja. Sebuah pukulan pelan mendarat di dada marcello yang membuat pria itu tertawa keras.


“ih kamu mesum sekali, aku masih lelah. Kamu tadi malam tidak membiarkan aku istirahat.” Protes Auri yang tidak diperdulikan oleh marcello. Pria itu menarik badan istrinya yang sekarang menjadi di bawahnya. Sebuah senyuman tipis yang memiliki arti tersendiri itu.


“Aku sudah katakan kita baru keluar sampai Auri kecil muncul di perutmu ini.” Ucap Marcello yang membuat wajah Auri memerah saja. Setelah itu kejadian tadi malam terjadi kembali. Auri tidak bisa menolak pesona sang suami. Tidak hanya itu dia juga menikmati setiap sentuhan dari marcello.


Setelah melakukan beberapa kali pergulatan di pagi hari. Akhirnya Auri dan marcello baru keluar di siang hari. Itu pun tidak benar-benar keluar dari resort yang disewa mereka.


Auri sedang berada di kolam berenang dengan wajah kesalnya. Sedangkan Marcello malah tersenyum cerah sambil menatap istrinya. Dia memilih untuk duduk di kursi santai saja dibandingkan ikut dengan Auri masuk ke dalam laut.


“Kenapa wajahmu itu masih ditekuk saja sayang.” Godaan marcello seakan-akan dia tidak sadar dengan kesahalan yang telah diperbuatnya. Sedangkan Auri yang dalam mode kesalnya memilih tidak membalasnya. Dia asik menikmati pemandangan siang hari ini dari dalam sebuah kolam berenang yang disediakan oleh pihak resort.


Hal itu yang membuatnya memilih untuk mengurung istrinya di dalam kamar saja hingga tengah hari. Karena dia tidak ingin Auri bertemu dengan Alan. Walaupun dia yakin istrinya juga tidak suka bertemu dengan sahabat yang sedang mengejarnya itu.


Pada akhirnya Marcello memilih untuk masuk ke dalam kolam berenang. Dia menarik badan istrinya mendekat. Auri tidak menolak perlakuan suaminya itu. Keduanya saling berpelukan sambil menikmati keindahan siang ini.

__ADS_1


“Kamu masih marah padaku?”tanya marcello pada sang istrinya.


“tidak aku hanya sedikit kesal. Aku bosan kalau harus menghabiskan waktu seminggu di sini saja bukan.Aku juga ingin berjalan-jalan ke tempat lain juga.” Ucap Auri pada sang suaminya yang sekarang asik memberikan tanda di leher dan bahu putihnya. Auri tidak begitu memperdulikannya.


“Aku hanya tidak ingin kamu bertemu dengan pria itu.” Ucap Marcello yang membuat Auri langsung membalikkan badannya. Sekarang keduannya saling bertatapan.


“marcello lihat aku, aku tidak mungkin mengecewakan kamu. Kamu adalah pria yang sudah aku pilih untuk menjadi teman hidup dan pemimpin di keluargaku nanti. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Aku juga tidak tertarik dengan sahabatku itu. Meskipun dulu ada perasaan yang pernah tumbuh padanya. Tapi itu hanya masa lalu yang sudah aku lupakan.” Ucap Auri yang membuat wajah marcello tidak berubah dalam mode merajuknya. Apalagi dia mendengar kalau istrinya pernah menyukai pria itu. Sungguh dia tidak rela kalau dirinya bukan pria pertama yang mendapatkan hatinya.


“kamu jangan bilang cemburu karena aku bilang pernah menaruh hati padanya?”tanya Auri yang tidak dijawab oleh marcello. Pria itu memilih menarik badan istrinya mendekat. Dia sekarang sedang kesal karena dia tidak mendekati istrinya lebih cepat saja dulu.


Marcello hanya mengamati dari jauh saja tanpa ada keberanian untuk mendekati sang pujaan hati. Sekarang dia yang menyesal karena tidak menyatakan perasaanya lebih awal saja.


“Kamu ini selalu saja cemburu dengan hal yang sudah tidak berguna lagi, dengankan aku sayang. Perasaanku pada Alan sejak awal sudah menghilang bersamaan dengan pria itu meninggalkanku. Jadi jangan cemburu lagi. Bukankah aku yang harusnya kesal saat kamu malah bergelayutan dengan wanita lain di kantormu itu.” Sindir Auri pada suaminya yang membuat marcello malah tertawa.


“Sudah aku katakan wanita itu hanya seperti wanita murahan yang berharap bisa naik ke atas ranjangku. Aku tidak tertarik wanita manapun karena sudah ada wanita cantik yang mencuri semua perhatianku sejak dia lahir ke dalam dunia ini.” Ucap Marcello yang membuar Auri tersenyu lebar. Dia merasa seperti ada kupu-kupu terbang di hatinya sebuah perasaan senang karena pengakuan suaminya itu.

__ADS_1


“Kamu tahu aku hanya merasa menyesal karena tidak sejak awal menyatakan perasaanku padamu saja. Aku memilih memperhatikanmu dari jauh yang pada akhirnya membiarkan pria lain memasuki hatimu. Walaupun pada akhirnya kamu menjadi milikku.” Ucap marcello pada sang istri.


“kamu tahu kalau tidak saat itu kita bertemu. Aku tidak yakin bisa menyukaimu hahaha. Aku akan berpikir kalau kamu pria gila yang suka mengamati wanita muda seperti orang gila.” Ucap Auri sambil tawa kecil muncul di akhirnya itu yang menular pada marcello juga. Pria itu mengakui tingkat dirinya mengamati sang istri sudah jauh dari kata normal. Beruntungnya sahabatnya tidak menyadarinya.


__ADS_2