
Mahlika melepaskan cengkraman pada kerah baju Marcello. Wanita itu menangis dengan suara yang sangat menyedihkan. Seluruh orang yang disana menatap bingung dengan respon wanita itu. Bukankah terlalu berlebihan untuk mahlika menangis seperti saat ini.
Marcello memang sempat menangis. Tapi dia sadar tidak semestinya berkepanjangan. Selain itu dia juga harus menjaga imejnya di depan Oskar maupun Edgar.
“Kenapa kamu tidak bisa menjaganya?” ucap Mahlika pada Marcello yang sedang terbaring dengan banyak memar yang bersarang di badannya.
Ternyata jika wanita sedang marah. Kekuatannya tidak bisa di pandang sebelah mata. Lyra segera menenangkan sahabatnya. Dia membantu Mahlika berdiir dan duduk di kursi tunggu. Sedangkan Edgar dan Oskar membantu marcello yang terkapar.
“Aku tidak ingin dirawat. Selain itu luka ini tidak begitu parah.” Ucap marcello setelah melepaskan kedua tangan sahabatnya. Dia duduk kursi tunggu di sisi lain.
“Tenanglah mahlika, Auri adalah wanita kuat.” Ucap Lyra berharap kata-katanya bisa menangkan wanita itu.
“Aku tahu tapi Auri tidak pernah separah ini. Aku tidak bisa membayangkan kalau Auri meninggalkanku. Aku hanya punya dia dan kamu saja Lyra. Tidak ada lagi orang yang berada di sisiku.” Ucap mahlika lirih yang membuat Lyra sedikit tersentuh dengan perkataanya.
Ternyata selama ini mahlika menganggapnya sebagai sahabat yang berarti. Padahal selama ini Lyra selalu memperlakukan mahlika dengan tidak baik. Walaupun Lyra sudah menganggap sahabat yang biasanya menyebalkan ini seperti keluarga sendiri.
“Tenanglah, semua kejadian ini tidak sepenuhnya kesalahn Tuan marcello. Tuan Edgar sudah menceritakan keadaan saat itu. Kamu lupakan kalau sahabat kita juga sangat kepala.” Ucap Lyra.
“hahhaha ya kamu benar, tidak ada yang bisa mengalahkan keras kepalanya. Aku jadi merindukannya. Hiks.” Ucap Mahlika yang kembali menangis. Kedua wanita itu saling berpelukan dan menguatkan. Mereka percaya kalau sahabatnya akan baik-baik saja. Karena Auri adalah wanita yang kuat.
“Kamu tahu Lyra, kadang aku berpikir kalau Auri seperti kucing. Dia seperti memiliki 10 nyawa. Hehehe.” Ucap Mahlika yang diakhiri tawa namun terdengar memilukan.
__ADS_1
Tidak jauh dari kedua wanita itu. Dua pria menatap haru dengan persahabatan ketiga wanita itu. Mereka memiliki perbedaan karakter dan sifat. Tapi bisa bersatu dan saling melengkapi. Tentu saja ketiga wanita itu tidak pernah jauh dari keributan jika berkumpul. Sepertinya malah hal itu yang membuat hubungan mereka sangat dekat dan baik.
“Sepertinya kamu sudah pernah bertemu denga nona Lyra.” Ucap Oskar yang sangat terkejut saat Edgar mengajukan diri untuk menghubungi nona Lyra.
“Dia sahabat dari kekasihku.” Ucap Edgar yang membuat Oskar terkejut.
Oskar memang belum tahu tentang hubungan pacar Edgar dan Auri. Semua itu disembunyikan oleh marcello dan Edgar atas permintaan Auri. Sepertinya rahasia itu akan diketahui oleh oskar sekarang.
“Kalau dipikir-pikir lagi wajah nona Auri dan pacarmu hampir sama. Mungkin hanya pembawaan dan karakternya saja yang berbeda.” Ucap Oskar.
“Mereka adalah saudara kembar. Nona Auri adalah kakak dari pacarku.” Ucap Edgar.
Oskar terkejut mendengar fakta itu. Kalau begitu Auri adalah adik dari tuan Antara. Bagaimana dia tidak tahu tentang fakta ini. Sepertinya tuanya memang tidak ingin menceritakannya jika dia tidak bertanya pada Edgar.
“Jangan bilang nona Auri masuk ke dunia hitam untuk mencari pembunuh adiknya?” tanya Oskar yang langsung dianggukan oleh Edgar.
Sungguh gila pikir Oskar. Bagaimana bisa nona seperti Auri dengan beraninya masuk ke dalam dunia yang penuh bahaya. Terlalu beresiko untuk seorang nona yang memiliki keluarga seperti Alaksana masuk ke dunia hitam.
“Jangan bilang karena itu datanya sulit di dapatkan?” tanya Oskar.
“Ya datanya memang dihapus oleh si Antara itu. Nona Auri membuat data baru. Bahkan kalau aku tidak teliti data itu mengatakan kalau dirinya sudah tinggal lebih dari 5 tahun di negara ini.” Jelas Edgar.
__ADS_1
“Sangat luar biasa, Ternyata nona Auri sudah memikirkan sampai situ.” Ucap Oskar.
“Kamu pikir si Antara itu bisa melepaskan adiknya begitu dalam bahaya jika tidak tahu seberapa ahli adiknya dalam hal melindungi dirinya. Kamu ingatkan seberapa sulitnya aku meminta restu untuk pacarku dulu.” Ucap Edgar sambil mengingat kejadian setahun lalu saat dia mendatangi sahabatnya yang berada di negara asalnya.
Edgar sampai meminta izin pada marcello hanya untuk bisa mendapatkan restu dari kakak kekasihnya. Saat itu dia mendapatkan berbagai ujian hingga akhirnya sahabatnya merestui hubungannya. Tapi Edgar juga harus menyembunyikan hubungannya dari kakak kembar Aura. Dia tidak tahu alasan Antara memintanya seperti itu. Pasti alasan yang mendasari Auri tidak tahu hubungannya dan Aura.
“Edgar bukan aku ingin menyinggungmu prihal kekasihmu itu. Tapi bukankah kamu mulai mencari wanita baru untuk menggantinya.” Ucap Edgar yang berakhir mendapatkan tatapan tajam dari sahabatnya.
“Baiklah anggap saja aku tidak pernah mengatakannya. Tapi Edgar kalau kamu seperti ini terus. Kamu akan kehilangan wanita yang selalu mencintaimu itu.” Ucap Oskar yang memilih meninggalkan Edgar setelah melihat ada panggilan dari bawahannya.
Oskar tentu saja tahu tentang Lyra dan Edgar. Dia hanya berpura-pura tidak tahu saja. Niatnya untuk menggali hubungan keduanya. Ternyata sahabatnya masih belum bisa melupakan kekasihnya itu . Sebenarnya Oskar cukup salut dengan perasaan Edgar.
Tapi Dia tidak tahu apa yang terjadi jika pelaku pembunuhan nona Aura sudah ditemukan. Sahabatnya itu sudah tidak memiliki alasan hidup selain membunuh pelaku pembunuhan Aura. Dia khawatir setelah semua berakhir sahabatnya akan memilih mengikuti Aura.
“Seharusnya kamu sadar ada wanita lain yang selama ini menantimu Edgar. Wanita yang selama beberapa tahun lalu selalu kamu cari. Sayangnya kamu sudah melupakan wanita itu.” Gumam Oskar.
Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang operasi. Marcello dan Mahlika langsung berdiri dan mendekati dokter itu. Sedangkan Lyra dan Edgar menjaga sahabatnya yang sedang menatap cemas keadaan Auri.
“Apakah kalian keluarga nona Auri?” tanya dokter.
“Ya, bagaimana kondisi sahabat saya?”tanya Mahlika.
__ADS_1
“Sebenarnya nona sempat mengalami serangan jantung dan kekurang darah akibat luka yang di deritanya. Tapi Nona bisa bertahan dan kita tinggal menunggu Nona Auri sadar akibat dari obat biusnya. Saya sarankan untuk nona tidak terlalu melakukan pekerjaan yang berat. Terutam untuk tangan kiri dan kaki kananya. Mungkin nona akan sulit berjalan karena tembakan itu mengenai sarafnya dan hampir saja memutus sarafnya.” Ucap Dokter yang membuat Mahlika tidak bisa berhenti menangis mendengar kondisi sahabatnya.
“Mungkin dia akan sulit berjalan seperti normal. Tapi nona Auri bisa mengikuti rehabilitas untuk mengembalikan fungsi kakinya dan tangannya seperti normal lagi.” Jelas dokter yang membuat mereka bisa bernafas lega. Setidaknya Auri masih bisa memiliki kesempatan sembuh dengan rehabilitas.