
Pada akhirnya Lyra memilih untuk tidak merespon Edgar. Dia masih marah karena perlakuan pria itu pada sahabatnya. Lyra masih tidak menyangka kalau pria itu tidak benar-benar memiliki perasaan pada sahabatnya.
Sedangkan Auri harus mendapatkan introgasi dari sang kekasih. Karena pergi ke café berduaan dengan pria lain. Padahal dia sudah menjelaskan rincian rencananya. Satu satunya adalah berbincang di café bersama targetnya yaitu Royce. Tidak mungkin mereka berbicara di toko Lyra.
“Jadi kamu berniat bekerja di tempat pria lain?”tanya Marcello dengan tatapan tajam setelah dia menjelaskan detail pembicaraanya dengan Royce. Kekasihnya sedang dilanda rasa cemburu karena dia akan bekerja sebagai sekertaris. Otomatis dia akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama Royce dibandingkan marcello. Pria itu tidak bisa meneriman.
“Iya, aku tidak akan selingkuh Marcel.” Ucap Auri yang mencoba meluruhkan amarah sang kekasihnya. Sayangnya usahanya tidak semudah yang dibayangkan. Pria itu benar-benar marah dengan wajah yang sedang ditekuk.
Tidak hanya pria yang duduk di sampingnya saja. Sahabatnya juga ikut marah padanya karena sudah melemparkan dirinya sendiri ke kandang buaya darat seperti Royce. Tapi Auri tidak ada cara lagi untuk mendapatkan keburukan dari pria itu selain menjadi pekerjanya.
Dia tidak mungkin meretasnya karena Auri sudah mencoba dan hasilnya tidak ada. Royce sangat rapih dalam menyembunyikan kejahatannya. Bahkan dia terlihat tidak pernah melakukan kesalahan dalam berbisnis. Tentu saja itu tidak mungkin karena Auri tahu kalau pria itu sering melakukan penyuapan untuk memudahkan jalannya.
“Ayolah marcello kita sudah membicarakan ini sebelumnya dan kamu sudah menyetujuinya bukan sebelumnya.” Ucap Auri pada kekasihnya.
“Ya aku memang mengizinkanmu untuk bertemu dengan pria itu. Kamu tidak menyatakan akan bekerja dengan pria itu.” Ucap Marcello yang membuat Auri membuang wajahnya ke sisi lain saat mendapatkan tatapan tajam dari kekasihnya kembali. Dia memang tidak menyatakan kalau akan bekerja dengan Royce. Tapi dia tidak ingin berlama-lama untuk menunggu pria itu menunjukkannya sendiri.
__ADS_1
“kamu bahkan tidak ingin bekerja denganku.” Ucap pria itu yang membuat kelima orang di sini menatap jengah pada marcello. Pria itu ternyatanya cemburu karena Auri tidak pernah memingikuti ajakannya.
“Lyra ada yang ingin aku tanyakan sesuatu, bagaimana kamu bisa memiliki hubungan yang baik dengan Royce? Sepertinya pria itu senang saat bertemu denganmu tadi. Dia bahkan bersyukur karena kamu masih hidup hingga saat ini. Aku pikir pria itu akan lebih sering mendatangi kamu bukan.” Ucap Auri yang membuat Edgar menatap wanita di sampingnya. Dia menatap tajam gadis kecil. Sedangkan Lyra sama sekali tidak memperdulikan tatapan pria di sampingnya.
“Royce adalah teman masa kecil aku. Ibuku dan ibunya adalah sahabat. Jadi kita sering main bersama. Dia teman yang baik dan aku suka bermain dengannya dulu. Aku masih tidak menyangka kalau pria itu sejahat itu.” Ucap Lyra yang membuat mereka terkejut. Tidak menyangka wanita itu memiliki hubungan yang baik. Orang yang paling tidak suka itu adalah Edgar. Dia baru tahu ada pria lain yang besar bersama gadis kecilnya.
“Aku tidak pernah tahu kalau berteman dengan pria itu. Kamu tidak pernah menceritakan padaku dulu.” Ucap Edgar yang membuat suasana canggum sekali. Terlihat pria itu sedang cemburu dengan kedetan Lyra dengan Royce sang musuhnya.
“Aku sering menceritakannya padamu, anak laki-laki yang aku panggil Roy. Kamu tidak ingat Edgar.” Ucap polos pada pria di sampingnya. Lyra kecil tidak pernah berbohong pada Edgar. Dia memangs selalu menceritakan semua kegiatannya pada Edgar.
Edgar sudah suka dengan anak perempuan yang sangat mudah senyum dan cerewet itu. Padahal dia kalau bertemu dengan anak perempuan lain selalu menatap kesal. Hanya pada Rara kecilnya saja, Edgar menjadi pria lembut dan sabar saat kecil.
Edgar membuang nafas kesal. Dia sekarang ingat pria kecil yang selalu membuatnya uring-uringan kalau Rara kecilnya bertemu dengan anak laki-laki itu. Dia ada rivalnya sejak kecil, Si roy pria yang memiliki senyuman manis kata Rara kecilnya. Tapi Raranya bilang senyuman edgar lebih menawan.
“Kenapa dia malah kembali lagi si pria pengganggu itu?” gumam Edgar yang terdengar oleh kelima orang yang menahan tawa. Lihatlah dia sangat jelas sedang cemburu pada Lyra. Sedangkan wanita itu sudah memerah karena mendapatkan tatapan dari kedua sahabatnaya.
__ADS_1
“Kembali kita ke pembicaraan, Aku akan menyusup dan mencari laporan yang menujukkan kesalahannya. Sehingga kita bisa menjatuhkannya.” Jelas Auri yang tidak dianggukkan oleh sang kekasih. Pria itu sedang merajuk.
“Aku tetap tidak setuju, pria itu malah mengusulkan kamu untuk menjauhiku bukan?”Ucap pria itu yang membuat Auri sedikit tidak enak hati. Mereka harus membatasi pertemuan agar Royce percaya kalau dirinya mendengar ucapannya.
“Ya seperti itu, kalau aku tidak mengikuti ucapannya. Rencana kita akan gagal marcello. Aku mohon sekarang kamu lebih pengertian.” Ucap Auri yang membuat pria itu menatap kesal kekasihnya tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Dia juga ingin segela membalas pria itu. Tidak akan dia biarkan pria itu mengganggunya dan kekasihnya.
“Baiklah, hanya 1 minggu saja kamu boleh berada di samping pria itu. Tidak lebih tapi lebih cepat akan lebih baik. Aku akan lebih suka itu.” Jelas marcello pada Auri yang membuat wanita itu langsung memeluk badan kekasihnya. Tentu saja pria itu tidak menolak pelukan kekasihnya. Kapan lagi Auri berinisiatif, kekasihnya bukan wanita yang seperti itu.
Sedangkan dua pasangan lain menatap jengah pada marcello. Terlihat pria itu sepertinya menyimpan rencana. Tentu saja marcello tidak benar- benar melepaskan kekasihnya pada Royce. Karena tidak ada di kamus pria itu untuk membiarkan miliknya pada orang lain.
Sedangkan Edgar dan Oskar yang mengerti pikiran atasannya hanya bisa meratapi nasibnya. Mungkin mulai malam ini mereka akan disibukkan dengan perintah sahabatnya itu. Bekerja lebih keras atau nyawa menjadi taruhannya.
“Kamu baik-baik saja?”tanya Mahlika yang melihat wajah frustasi kekasihnya. Sedangkan Edgar hanya tersenyum untuk menangkan kekasihnya. Mungkin setelah hari ini dia akan sulit bermesraan dengan mahlika. Karena tugasnya akan menghabiskan waktunya.
“aku hanya merasa akan sulit bertemu denganmu setelah hari ini.” Ucap Oskar yang membuat wanita itu bertanya-tanya. Kenapa kekasih bucinnya seperti itu. Apakah dia sudah memiliki wanita lain.
__ADS_1
“Jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku akan kesulitan dengan tugas yang diberikan oleh atasan yang menyebalkan itu.” Ucap Oskar yang lebih serupa sindiran pada marcello. Sayangnya orang yang disindir sedah kasmaran pada wanita di sampingnya. Sedangkan Mahlika sekarang mengerti kalau kekasih sahabatnya akan memberikan tugas pada kekasihnya agar sahabatnya tidak membutuhkan waktu lama bersama kakak tirinya.