
Setelah Auri dan mahlika memutuskan untuk tinggal di kediaman marcello untuk beberapa waktu. Mungkin sampai Royce bisa dikalahkan oleh mereka. Sekarang mereka sudah mengibarkan bendera perang dengan pria itu.
Sejak Auri dan marcello masuk ke dalam mobil. Wanita yang duduk di samping marcello hanya diam saja. Saat ini mereka tidak hanya berdua. Marcello sengaja memanggil supirnya untuk bisa berbincang dengan kekasihnya. Sayangnya Auri sedang dalam perasaan yang tidak baik setelah menenangkan sahabatnya.
“Jangan terlalu menyalahkan diri kamu sendiri sayang.” Ucap Marcello sambil menarik badan kekasihnya mendekatinya. Dia memeluk badan Auri yang mulai bergetar. Perlahan-lahan Auri mulai menangis.
“Aku terlalu jahat pada mahlika. Aku tahu kalau selama ini dia mencoba bersembunyi dari Royce. Sekarang aku malah menggunakan sahabatku sendiri menjadi pion dalam rencana kita.” Ucap Auri dengan air mata yang terus mengalir.
Marcello mencoba menenangkan tangisan kekasihnya. Auri memang terlalu memperdulikan perasaan orang lain dibandingkan dirinya. Bukankah apa yang dia pilih demi kebaikan keduanya. Jadi semua tindakannya sama sekali tidak bisa disalahkan.
“Tenanglah sayang, mahlika juga tidak bisa selalu bersembunyi terus. Lambat- laun juga dia harus melawan ketakutannya untuk kebaikannya sendiri.” Jelas Marcello yang membuat Auri pelahan bisa berhenti menangis. Apa yang diucapkan oleh kekasihny tidak sepenuhnya salah.
Mahlika memang harus melawan Royce yang sudah membuat keluarganya hancur. Tidak hanya sampai di situ, pria itu beberapa kali hampir membunuh mahlika. Tapi rencana itu bisa digagalkan oleh Auri tanpa pria itu sadari.
“Terima kasih marcello kamu sudah menenangkan aku.” Ucap Auri yang membalas pelukan kekasinya. Keduanya saling berpelukan.
“Aku akan membawamu kesuatu tempat yang akan kamu sukai.” Ucap marcello pada Auri yang membuat wanita itu melepaskan pelukannya. Dia menatap kedua mata marcello.
“Kita akan kemana?” tanya Auri yang sangat penasaran mereka akan kemana.
“Ke tempat yang akan menjadi tempat favorit kamus setelah ini sayang.” Ucap Marcello dengan kecupan di dahi Auri.
__ADS_1
Auri merasakan perasaan bahagia dengan perlakuan marcello. Pria di sampingnya selalu tahu cara membuat Auri merasa senang dan bahagia. Dia bisa menangkan dirinya ketika sedang terguncang.
“aku harap ktia terus bersama Marcello.” Ucap Auri dalam hati.
Mobil melaju membelah malam hari. Keduanya saling berpegang tangan sesekali marcello mengecup tangan kekasihnya. Tidak ada penolakan yang ditunjukkan oleh Auri. Wanita itu hanya merasakan setiap perlakuan kekasihnya yang terbilang romantis.
Tiba-tiba mobil marcello berhenti di sebuah perbukitan. Marcello mengajak untuk keluar dari mobil. Auri mengikuti marcello tanpa berniat bertanya. Saat pria itu berhenti, Auri menatap kagum dengan pemandangan di depannya.
Langit malam yang sangat indah. Dari tempat ini dia bisa melihat seluruh kota tempat dirinya tinggal satu tahun ini. Semuanya terlihat kecil dan bercahaya pada malam hari yang gelap.
“kamu suka?”tanya marcello yang dijawab anggukan kepala. Auri sangat menyukai tempat ini. Sepertinya yang diucapkan kekasihnya beberapa waktu lalu benar. Tempat ini menjadi tempat favoritnya untuk menangkan dirinya.
Langit malam menghembus pada Auri. Dia merasakan kedingin saat udara malam melewati kulitnya. Hingga jas yang digunakan marcello tersampai untuk menutupi punggungnya yang terbuka.
“bagaimana kamu bisa mengetahui tempat ini marcello?”tanya Auri pada pria di sampingnya.
“Aku tahu dari Rayce. Dia memberitahu tempat favoritnya yang menjadi tempat kami berlima untuk melepaskan beban selama ini. Kamu tahu seberapa berharga Rayce bagiku, Edgar, Antara, dan Oskar.” Ucap marcello dengan kedua matanya menatap lurus. Dai ingat saat Rayce pertama kali mengenalkan tempat ini.
Flash back
“Marcello kamu pasti suka tempat ini.” Tunjuk rayce pada marcello.
__ADS_1
Marcello terpesona dengan pemandangan di depannya.Dia tidak menyangka sahabatnya dapat menemukan tempat ini. Padahal tempat ini terbilang sepi karena harus masuk ke dalam hutan lindung yang lebat.
“Tempat ini indah , bagaimana kamu menemukannya?” tanya marcello pada sahabatnya.
“Saat kedua orang tuaku memutuskan untuk berpisah. Aku pergi dari rumah dan menemukan tempat ini. Jadi jangan kamu kasih tahu tempat ini kesembarang orang. Bawalah orang yang berharga bagimu ke tempat ini Marcello.” Ucap Rayce pada sahabatnya yang sangat dirinya sayangi. Rayce sudah menganggap marcello seperti adiknya sendiri yang sekarang entah berada di mana. Karena sejak ibunya pergi bersama Royce. Dia tidak pernah mendapatkan kabar lagi adik dan ibunya.
Flashback End
“Sepertinya kamu memiliki hubungan yang baik dengan Rayce.”
“Tentu saja aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri. Dia seorang pria yang baik hati dan tidak tega melihat orang tidak bersalah di tindas. Karena itu aku tidak percaya saat mengetahui adik kembar sahabatku sejahat itu.” Ucap Marcello yang dianggukan oleh Auri.
Auri mungkin akan berpikir sama dengan marcello jika mengenal Rayce yang sangat baik. Tapi Royce dan Rayce adalah orang yang berbeda. Walaupun mereka kembar dan memiliki ciri fisik yang sama. Tentu saja karakter dan sifat mereka akan berbeda. Seperti halnya Aura dan Auri. Aura sangat berbeda jauh dengan Auri yang sangat dingin dan tegas.
“Meskipun mereka kembar tidak menjamin mereka memliki pembawaan yang sama marcello. Aku dan Aura kembar tapi kami sangat berbeda. Tidak satu hal yang kami suka bersamaan.” Jelas Auri pada marcello.
“Tapi sekarang aku sadar kalau Royce bukanlah Rayce. Jadi tidak ada belas kasih padanya lagi.” Ucap Marcello sambil menghadap kekasihnya.
Beberapa waktu lalu sebelum dia bertemu di pesta dengan Royce. Marcello belum sepenuhnya percaya kalau pria itu sudah melakukan hal keji yang paling dibenci oleh Rayce. Tapi saat dia melihat bagaimana cara royce memandang Auri. Saat itu marcello sadar kalau Royce sangat berbeda dengan Rayce sang sahabat.
Apalagi perbuatannya pada mahlika sudah menunjukkan kalau dia hanya seorang iblis yang menggunakan topeng malaikat untuk menyembunyikan keburukannya selama ini. Dia menyesal telah mempercayainya. Sekarang marcello sudah tidak perduli lagi kalau pria itu adalah adik sahabatnya.
__ADS_1
Karena marcello yakin, Rayce pasti akan melakukan hal yang sama saat tahu adiknya sudah memilih jalan yang salah. Tidak akan lagi pengampunan untuk semua kesalahannya. Dia sudah membuat orang lain terluka karena keserahkaannya itu. Keluarga dari sahabat kekasihnya yang hancur karena Royce.
“Jadi rencana apa selanjutnya yang akan kamu lakukan Auri?”tanya Marcello pada kekasihnya. Wanita di sampingnya belum menjelaskan langkah selanjutnya setelah pertemuan mereka dengan Royce. Sebuah senyuman muncul di wajah Auri yang membuat marcello merasakan perasaat buruk. Dia harap bukan rencana yang membuanya harus menahan kesal. Apalagi saat marcello mengingat bagaimana cara pandang Royce pada Auri saat itu. Dia ingin sekali menyolok kedua mata yang sudah menatap kekasihnya.