Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 140


__ADS_3

Auri tidak menyangka perkataan Marcello tentang niatnya untuk mengganti tempat bulan madu. Semua itu benar-benar dilakukan. Tengah malam suaminya itu tanpa membangunkan langsung membawanya meninggalkan maldives. Sekarang Auri hanya menatap bingung pada suaminya yang berada di sampingnya.


“Jadi kita benar-benar akan pindah ke tempat yang lebih private lagi?”tanya Auri pada suaminya yang dianggukkan kepala tidak lupa senyuman di wajahnya.


“kamu bisa tidur lagi, kita baru sampai 5 jam lagi.” Ucap Marcello pada istrinya. Dia bisa melihat wajah lelah dari istrinya. Karena sebelum mereka pergi tentu saja marcello meminta istrinya melakukan hal itu dulu.


“Aku memang masih mengantuk. Ayo peluk aku.” Ucap Auri yang sekarang terlihat sangat manja pada suaminya itu. Tentu saja marcello tidak akan menyia-nyiakan tawaran dari istrinya.


Marcello membawa kepala istrinya di atas dadanga. Sedangkan kedua tangan mereka saling memeluk. Seakan mereka tidak ingin berpisah satu sama lain.


“Jadi kita akan pergi kemana sekarang?”tanya Auri pada suaminya tidak lupa dia sesekali mengendus aroma badan suaminya yang entah kenapa sangat nyaman di hidungnya. Sedangkan marcello gemas sendiri dengan tingkah istrinya. Katanya ingin tidur lagi tapi malah mengajaknya berbincang.


“Kita akan pergi ke tempat dimana tidak orang yang mengganggu kita lagi. Bukankah itu yang kamu inginkan sayang.” Ucap marcello yang dijawab anggukan pelan. Mata marcello tidak lepas dari setiap gerakan istrinya yang sekarang terlihat seperti kucing saja.


“Aku malas bertemu dengan kedua pengganggu itu. Entah harus menggunakna apa lagi untuk mengusir Alan dari sisiku. Padahal aku sudah mengatakannya jangan mendekatiku.Bagaimanapun aku tidak akan pernah memberikannya kesempatan.” Ucap Auri dengan wajah ditekuk sekarang. Sungguh dia tidak ingin hubungannya dengan Alan hancur karena perasaan yang belum selesai ini. Bukankah harusnya dia yang lebih awal move on darinya. Tapi malah Alan yang masih menyimpan perasaan dalam waktu yang sangat lama.


“Aku pastikan dia tidak akan bisa mendekatimu lagi sayang. Kamu jadi berhenti dari pekerjaanmu itu?”tanya marcello pada istrinya. Dia memang tidak melarang kesukaan istrinya. Karena dia merangkai bunga adalah cara Auri untuk mengenang adiknya kembaran yang sangat suka dnegan kegiatan itu. Jadi Marcello tidak akan pernah melarang. Apalagi tempat istrinya bekerja adalah toko dari kekasih sahabatnya. Tentu saja dia tenang membiarkan Auri bekeliaran di tempat itu. Tidak hanya itu saja marcello juga selalu mengamati setiap kegiatan Auri dari cctv yang dipasangnya.

__ADS_1


“Aku memang berniat untuk keluar karena ingin fokus mengurus bayi besarku ini. Tidak hanya itu juga saat kita mempunyai anak. Aku ingin menyurahkan seluruh waktu untuk anak kita.” Ucap Auri pada marcello yang membuat pria itu tersenyum lebar. Dia tidak pernah memaksa istrinya untuk menghabiskan waktunya di rumah. Karena dia tahu hal itu akan membuat istrinya bosan.


Tapi dia senang dengan keinginan Auri. Dia memang tidak salah memilih Auri menjadi istrinya dan ibu dari anak-anaknya kelak. Dia berharap di dalam perut istrinya akan segera ada anaknya dan Auri. Sungguh marcello tidak sabar melihat anaknya nanti.


“Aku harap di dalam perut ini segera ada anak kita.” Ucap marcello yang membuat senyuman di wajah Auri. Dia juga berharap seperti itu. Dia tidak sabar melihat wajah auri kecil dan marcello kecil. Anakanya akan mirip dirinya, suaminya atau campuran keduannya.


“Bagaimana kalau kita melakukannya lagi? Kita pastikan kalau Auri kecil ada di dalam sini.” Ucap Marcello yang sudah merubah posisi mereka. Sekarnag dia sudah berada di atas istrinya. Mereka sedang berada di kamar pribadi yang berada di pesawat pribadi mereka.


“Kamu ini selalu saja tidak bisa menahan itu.”


“Tentu saja setelah melakukannya denganmu aku jadi ketagihan terus.” Ucap marcello yang membuat wajah Auri memerah karena mendengar perkataan suaminya itu. Benar-benar membuatnya malu saja.


“Tidak apa mesum dengan istri sendirikan?”ucap marcello dengan kedipan mata yang membuat Auri terkekeh sedikit. Setelah itu Auri malah yang lebih dulu memulai tentu saja membuat marcello terkejut. Tapi dia tidak membiarkan wanitanya memimpin kegiatan mereka.


“kamu sangat ganas sayang.” Ucap marcello pada istrinya yang dibalas dengan senyuman menggoda oleh Auri. Hal itu semakin saja membuat marcello tidak bisa menahan keinginannya. Dia tidak menyangka istrinya akan sangat semenggoda ini.


Sedangkan sepasang kekasih sedang berada di luar kamar pesawat hanya bisa mengelus dada mereka. Ternyata Edgar dan Lyra ikut menemani Auri dan marcello untuk meneju pulai pribadi milik marcello.

__ADS_1


Lyra ikut karena ajakan dari kekasihnya yang tidak ingin berjauhan beberapa waktu ini. Karena pria itu melihat kekasihnya sedang didekati seorang pelanggan di tokonya. Jadi pria itu sekarang tidak ingin berjauhan dengan kekasihnya itu.


“Kapan kita bisa menikah sayang? Jangan siksa aku seperti ini.” Ucap Edgar pada Lyra yang dijawab kekehen pelan. Lucu sekali kekasihnya ini kalau sudah merajuk.


“Kamu saja tidak melamarku dengan benar. Bagaimana aku bisa menerima pinanganmu itu.” Sindir Lyra yang sekarang sedang menyandar di bahu kekasihnya itu. Sedangkan Edgar tidak bisa menahan senyuman saat mendengar sebuah lampu hijau. Dia pastikan akan memberikan lamaran paling indah untuk kekasihnya itu.


“Tungguh saja tanggal mainnya, aku akan berikan kejutan yang tidak bisa kamu lupakan sayang.” Ucap Edgar yang membuat Lyra tidak bisa berhenti tersenyum mendengar perkataan kekasihnya ini.


“ya aku akan menunggunya sayang.” Ucap Lyra pada kekasihnya.


Sedangkan di tempat lain, Alan sedang uring-uringan karena tahu Auri dan marcello sudah tidak ada di maldive. Dia tidak menyangka saingannya itu akan meninggalkan tempat ini saat malam hari. Apalagi dia tidak bisa mendekati Auri karena mereka akan melakukan bulan madu di tempat pribadi milik marcello.


Tempat yang tidak akan mudah di deteksi oleh orang lain karena tempatnya sangat rahasi. Karena itu marcello sengaja sudah mengatur hal ini. Agar Alan tidak menyadari rencana sebenarnya marcello.


Tidak hanya itu saja, perusahan Alan juga tiba-tiba mengalamai penurunan harga saham. Walaupun dia masih bisa mengatasinya. Tapi dia tahu siapa pelaku yang sudah membuat perusahaannya goyah. Siapa lagi kalau marcello yang sedang memberikan peringatannya.


Tapi Alan tidak memperdulikan peringatan pria itu. Dia yakin bisa memiliki Auri karena sejak awal wanita itu sudah menjadi miliknya. Wajahnya berubah dengan senyuma misterius.

__ADS_1


Nathasia juga tidak jauh kesal seperti Alan. Dia marah karena pria yang dia cintai malah pergi bersama istrinya. Padahal dia berniat untuk menggoda marcello di tempat ini. Tentu saja dia sudah merancang rencana untuk menjebak marcello di atas ranjang. Hal itu akan membuat hubungan keduannya akan hancur. Nathasia juga berencana membuatnya hamil anaka marcello. Sehingga Auri akan mundur secara perlahan bukan tapi rencannya hanya bisa menjadi angan-angan sekarang.


__ADS_2