Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 88


__ADS_3

Auri tidak habis pikir dengan kakaknya. Kenapa dia tidak langsung memberi pelajaran pada Royce. Apakah dia tidak menyangi Aura. Berbagai pertanyaan silir berganti di otak kecilnya. Sedangkan Marcello tahu kalau wanita yang berada di depannya sedang memikirkan tentang Antara.


Pada akhirnya Marcello harus menceritakan rencana sahabatnya itu. Dia saja marah saat tahu selama ini Antara sudah mengenai tentang pelakunya. Tapi pria itu tidak berniat menceritakan pada siapapun selama ini. Dia baru mau membuka mulutnya saat marcello menceritakan niat adiknya beberapa jam lalu.


“kakak sudah membuat rencana untuk menghancurkan Royce. Dia sudah membuat sebuah kerja sama yang akan merugikan Royce. Hanya menunggu waktu saja dia mengaktifkan bom waktunya.” Ucap marcello pada Auri yang menatapnya dengan tatapan kosong. Sepertinya dia sangat kecewa pada kakaknya. Entah keberapa kalinya kakaknya itu menyembunyikan rahasia dari gadisnya.


“Dia juga memintaku untuk membiarmu bekerja di tempat kantor Royce tidak lebih dari 1 minggu saja. Kakak Antaramu meminta untuk menemukan dokumen yang bertulis Rechalien. Dokumen itu berisi semua kejahatan Royce selama ini.” Jelas Marcello yang hanya dianggukan kepala. Auri langsung berdiri dari duduknya. Sekarang dia ingin menangkan dirinya dahulu. Dia takut akan melampiaskan amarahnya pada kekasihnya. Fakta mengenai kakaknya itu yang selama ini dirinya percaya. Tentu saja membuatnya sulit untuk menyakini kakaknya lagi.


Sudah beberapa kali kakaknya melakukan hal itu pada Auri. Tentang hubungan adiknya dengan Edgar. Kakaknya juga selama ini tahu tapi tidak pernah menjelaskan padanya. Terlalu banyak yang ditutupi hingga Auri lelah dengan sang kakaknya.


“Jangan terlalu menyalahkan Antara.” Ucap Marcello sambil menahan tangan Auri saat wanita itu berniat meninggalkan ruang kerjanya. Dia tarik badan kekasihnya kedalam pelukannya. Mungkin saat ini dia membutuhkan sebuah pelukan untuk melepaskan rasa sesak yang bersarang di hati kecilnya.


Auri membalas pelukan marcello. Dia tidak munafik kalau sekarang yang dibutuhkannya adalah sebuah pelukan. Dia membutuhkan sandaran untuk semu drama yang selama ini dibuat oleh kakaknya. Seakan-akan selama ini dirinya adalah salah satu tokoh yang diatur oleh Antara.

__ADS_1


Selama ini Auri tidak benar-benar lepas dari gengaman kakaknya. Dia malah terikat dalam benang pelan yang digerakkan oleh kakaknya. Seakan boneka yang diatur dalam setiap gerakannya setelah dia memilih meninggalkan rumahnya.


“Auri, kakakmu hanya tidak ingin kamu terluka dan terjadi hal buruk padamu. Selama ini mungkin dia membebaskanmu tapi sebagai kakak Antara tidak sepenuhnya bisa tidak memperdulikan adiknya. Hanya tinggal kamu saja adik untuk Antara. Dia tidak ingin hal buruk yang terjadi pada Aura akan terulang lagi padamu.” Ucap marcello sambil mengelus punggu kekasihnya.


Dia tahu kalau kakaknya hanya takut terjadi hal buruk padanya. Tapi dia tidak habis pikir dengan rencana kakaknya. Kenapa dia harus menunggu hingga satu tahun. Sungguh waktu itu terlalu lama untuk memberikan pelajaran pada pelaku pembunuhan Aura. Dia tidak bisa menerima itu.


“Aku tahu kalau kamu marah karena kakakmu tidak bergerak selama satu tahun ini bukan? Dia hanya ingin kamu tahu siapa pelaku sebenarnya. Antara mengatakan kalau kamu memiliki hubungan yang cukup baik dengan Royce. Dia hanya tidak ingin pria itu memanfaatkanmu dan mahlika untuk menyelamatkan dirinya dari Antara.” Jelas marcello yang membuat Auri tidak percaya dengan penjelasan kekasihnya. Ternyata ada pertimbangan lain yang membuat kakaknya tidak bisa langsung menjalankan rencananya.


“kamu tidak ingin memeluk kakakmu sayang.” Ucap pria yang tak lain adalah kakak dari Auri. Segera saja wanita muda itu berlari ke dalam pelukan kakaknya. Dia sangat merindukan kakaknya.


“kakak aku sudah berjanji untuk tidak menemuiku hingga aku bisa memberikan hukuman pada pelaku pembunuh Aura.” Ucap Auri yang membuat kakaknya tertawa. Dia memang sejak awal tidak berniat menuruti adik nakal dan beraninya ini. Bagaimanapun setelah kepergian adiknya yang lain. Antara menjadi sangat ketakutan akan kehilangan adiknya satunya lagi. Karena itu dia memang membiarkan Auri bebas mencari pelaku pembunuh adiknya. Tapi dia juga selalu memantau setiap pergerakan adiknya.


Sebenarnya dia tidak menyangka, adik nakalnya ini akan berakhir di tangan sahabatnya yang sangat menyebalkan ini. Dia tidak pernah berharap kalau marcello jatuh cinta pada adiknya. Pria itu terlalu bahagia untuk adiknya. Dia tidak ingin nyawa adiknya menjadi taruhannya.

__ADS_1


Tapi melihat hubungan keduanya beberapa saat lalu. Antara menjadi tidak yakin bisa memisahkan kedua orang itu. Auri tidak pernah senyaman itu bersama dengan pria lain. Bahkan dengannya saja adiknya itu tidak seperti itu.


Dia baru sadar kalau banyak yang berubah dari adiknya. Auri tidak pernah mengikuti keinginannya untuk dipeluk. Lihatlah sekarang malah adiknya yang memeluknya lebih dahulu. Sungguh dia merindukan sikap adiknya yang seperti ini. Dulu adiknya semanja ini tapi kejadian saat kecil yang dialami Auri membuatnya menjauhi Antara.


Selama beberapa tahun Antara merasa kehilangan sosok adiknya. Tidak ada lagi Auri yang ramah dan sanga suka bermanja padanya. Bahkan dibandingkan Aura, Auri lebih manja padanya. Mereka sangat dekat hingga Auri memilih untuk menjauh secara perlahan.


Semua orang kehilangan sosok Auri saat kecil. Tapi sekarang dia kembali menemukan adiknya. Auri telah kembali. Tidak hanya itu perlahan adiknya sudah kembali tersenyum dan tidak sesuram sebelumnya. Apa sebesar itu pengaruh sahabatnya pada adiknya.


Namun Antara tidak berniat memberikan kemudahan untuk sahabatnya dalam mendapatkan restunya. Satu hal yang dirinya harapkan adalah marcello keluar dari bisnis gelap yang dapat membahayakanya maupun Auri kapan saja. Walaupun dia percaya adiknya bisa menjaga dirinya sendiri. Tapi dia tidak ingin nyawa adiknya selalu dalam keadaan bahagia.Cukup saja adiknya merasakan hal buruk saat kecil tidak saat dirinya telah dewasa dan menemukan orang dicintainya.


“Kamu sepertinya sayang merindukan kakakmu ya adikku sayang.” Ucap Antara yang membuat Auri mendengus kesal. Tapi dia juga belum berniat melepaskan pelukannya dari badan kakaknya. Sedangkan pria lain yang berada di ruangan ini sedang menahan kesal dan cemburu karena kedua adik dan kakak ini. Tidak bisakah mereka tidak bermesraan di depannya. Bagaimanapun sekarang Auri adalah kekasihnya dan dia tidak suka membagi gadisnya meskipun pada keluarga Auri.


Sedangkan Antara yang tahu karakter sahabatnya malah semakin menjadi. Dia memberikan kecupan di dahi adiknya dengan sayang. Hal itu membuat marcello tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia langsung menarik badan kekasihnya yang membuat Auri terlepas dari kegiatan memeluk badan kakaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2