Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 67


__ADS_3

Hari ini Auri sudah boleh pulang dari rumah sakit. Marcello dan Mahlika berdebat tentang kemana Auri tinggal. Tentu saja Mahlika ingin sahabatnya kembali ke apartement. Sedangkan Marcello ingin Auri tinggal bersamanya.


“Auri akan tinggal bersamaku.” Ucap marcello.


“Tidak, Auri akan pulang bersamaku.” Ucap Mahlika.


Sedangkan Auri tidak lagi memperdulikan perdebatan mereka. Tentu saja dia akan kembali ke apartementnya. Dia tidak nyaman jika tinggal bersama Marcello.


“Bisakah kalian tidak usah berdebat, Aku akan pulang ke apartementku.” Ucap Auri yang membuat mahlika senang tapi tidka marcello. Pria itu langsung menunjukkan ketidak sekuaan dengan rencana kekasihnya.


“Tidak kamu ikut denganku. Tinggal di apartementmu terlalu berbahaya.” Ucap Marcello.


“Bukankah lebih bahaya jika aku tinggal bersamamu. Kamu tidak ingat kejadian terakhir di rumahmu itu.” Ucap Auri yang membuat marcello tidak bisa membantah  kekasihnya.


“Tenanglah aku hanya beristriahat beberapa hari di apartement. Setelah lukaku sepenuh sembuh. Aku akan tinggal bersama dan melaksanakan pembalasan untuk Royce.” Ucap Auri pada marcello yang membuat pria itu senang.


“Kamu yakin kalau Royce yang berada di belakang semua itu?” tanya Marcello yang masih tidak yakin jika adik dari sahabatnya adalah pelaku pembunuhan Aura.


“Kamu masih belum percaya, Aku sudah mengumpulkan semua buktinya.” Ucap Mahlika yang memberikan satu map beresi Royce.


“Berhentilah percaya pada Royce, Dia hanya pria yang bermuka dua. Kamu akan menyesal jika terlalu percaya padanya.” Ucap Mahlika yang dianggukan oleh Auri dan Oskar.


Oskar sudah menemukan bukti yang menunjukkan Royce adalah pelaku pembunuhan Auri. Mungkin Pria itu lupa membersihkan satu cctv yang tidak begitu jauh dari TKP pembunuhan Auri. Karena cctv itu berada di titik yang tersembunyi dan Royce tidak menyadari keberadaan benda itu.

__ADS_1


“Aku sudah menemukan rekaman cctv dari sebuah rumah yang berada di sekitar situ. Pada rekaman ini terlihat Royce dan bawahannya membawa badan Aura.” Ucap Oskar sambil menunjukkan sebuah video cctv dari laptopnya.


Seketika emosi Auri dan Edgar tidak bisa ditahan. Bagaimana tidak Aura di dalam rekaman cctv dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Badannya diseret oleh bawahan Royce. Kondisi Aura terlihat tidak baik-baik saja. Mungkin dia sempat memberontak dan mendapatkan penyiksaan yang membuat Aura tidak bisa memberontak lagi.


“Sialan.” Umpat Auri.


“Shit, Royce aku pastikan akan membunuhnya sekarang juga.” Ucap Edgar yang berdiri dari posisi duduknya. Dia berjalan menuju keluar dari ruangan inap Auri. Tapi ucapan Auri membuat pria itu mengurungkan niatnya.


“Edgar kematian untuk pria itu bukan hari ini. Kita tidak mungkin hanya memberikannya kematian dengan cepat. Bukankah memberikannya sedikit penyiksaan agar dia memohon sendiri untuk dibunuh?” ucap Auri dengan senyum tipis. Terlihat wajahnya Auri sedang menahan amarah setelah melihat adik kembarannya mendapatkan perlakuan seperti itu.


Selama ini Auri selalu memperlakukan Aura dengan baik dan lembut. Dia tidak pernah mendukung adiknya melakukan hal yang berbahaya. Bahkan luka kecil saja Auri akan marah besar pada adiknya. Apalagi sekarang dia melihat perlakuan yang didapatkan oleh adiknya. Tentu saja dia tidak akan melepaskan pelakunya begitu saja.


Kematian bukanlah hukuman yang terbaik untuk pelaku pembunuhan Aura. Dia ingin membuat Royce merasakan pembalasan yang lebih dari luka yang didapatkan oleh Aura. Mungkin membuatnya menderita sebelum kematian lebih baik.


“Aku setuju, walaupun dia tidak memiliki hubungan yang baik tapi membuatnya merasakan kehilangan orang sekitarnya memang hukuman terbaik. Tentu saja dia harus merasakan kehancuran dalam hidupnya.” Ucap mahlika.


Sekarang kedua wanita itu terlihat sudah memiliki rencana kejam yang membuat ketiga pria menatap takut. Bagaimana bisa mereka merencanakan untuk menyakitkan orang di sekitar Royce. Bukankah mereka sesama wanita yang semestinya tidak melakukan hal itu.


“Bagaimana kalau dia melihat ibunya lebih memilih uangnya dibandingkan dirinya?” tanya mahlika pada Auri.


“Apakah hal itu akan terjadi?” tanya balik Auri.


“Tentu saja wanita iblis itu lebih mencintai uang dibandingkan apapun. Dia tetap berada di samping ayahku hingga saat ini karena perusahaan. Wanita itu ingin merebut perusahaanya dan menjadi milik Royce. Tapi alasan dia memberikan perusahaan itu pada Royce hanya karena ayah tidak lagi percaya pada wanita itu.” Ucap mahlika yang tahu kalau ayahnya sekarang sudah tidak percaya dengan istri barunya karena wanita itu malah berselingkuh saat suaminya sakit.

__ADS_1


Mungkin ayahnya mendapatkan karma seperti yang dilakukan pada ibunya. Sekarang istrinya hanya ingin memiliki hartanya. Bahkan anak tirinya tidak memberikan perlakuan yang baik padanya.


Mahlika bukan tidak ingin melindungi ayahnya. Tapi berdekatan dengan kedua iblis itu sama saja membahayakan ayahnya. Biar dirinya menjaganya dari jauh dengan mengirimkan salah satu orangnya di samping ayahnya. Dia selalu mengawasi keadaan keluarga baru ayahnya di kediaman Oriathi.


“Mungkin sedikit bermain dengan hati pria itu menarik bukan?” tanya auri pada mereka.


“Apa rencanamu sayang?” tanya marcello dengan suara dinginnya.


Dia sangat mengerti maksud dari kekasihnya. Marcello tidak akan suka kalau Auri mencoba untuk mendekati pria itu. Bagaimanapun sekarang mereka adalah sepasang kekasih.


“Tenanglah aku tidak akan benar-benar mendekatinya. Hanya membuat pria itu tertarik padaku dan membuatnya terluka dengan sedikit permainan.” Ucap Auri dengan senyum tipisnya.


“Marcello kamu tidak tahu kalau Royce menaruh hati pada Auri sejak lama.” Ucap mahlika yang memang sengaja membuat kekasih sahabatnya panas. Terlihat dari wajahnya sekarang, marcello marah mendengar ucapan sahabat kekasihnya. Dia menatap tajam pada Auri. Sedangkan wanita itu tidak memperdulikan tatapan kekasihnya.


Apa yang diucapkan oleh Mahlika tidak sepenuhnya salah. Tapi mau Royce menaruh hati padanya. Auri tidak akan pernah menyukainya sekarang maupun beberapa tahun lalu. Pria itu selalu membuatnya tidak nyaman. Apalagi saat tahu dia hampir saja mengambil hal penting dari sahabatnya.


“Tenanglah, aku tidak akan pernah mencintainya ataupun tertarik pada Royce. Dia bukanlah pria baik sejak awal. Jadi tidak ada alasan untukku mencintainya.” Ucap Auri yang membuat Marcello bisa sedikit bernafas lega.


Walaupun dia juga tidak rela kalau nanti harus melihat Royce mendekati kekasihnya. Auri hanya miliknya tidak akan dirinya biarkan orang lain tertpesona pada kekasihnya.


“Aku tetap tidaks setuju dengan hal itu.” Ucap Marcello yang masih teguh dengan pendiriannya.


“Tenanglah tuan possesif, Auri tidak perlu mendekatinya. Kalian hanya perlu datang ke salah satu pesta. Pastikan di pesta itu Royce datang dan melihat kehadiran Auri. Setelah itu pria itu pasti akan datang menghampiri secara sendirinya.” Jelas mahlika yang langsung dianggukkan Auri. Marcello masih diam dengan tatapan tajam pada kedua wanita yang tidak memperdulikan ketidak sukaan atas rencana mereka.

__ADS_1


__ADS_2