Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 65


__ADS_3

Sejak mahlika mengetahui tentang hubungan kedua orang tuanya telah berpisah. Dia tidak pernah pulang ke rumahnya.Mahlika memilih menghabiskan waktunya di rumah sakit. Awalnya ibunya tidak mendukung tindakannya. Bagaimanapun anaknya harus pulang ke rumah mantan suaminya. Tidak mungkin anaknya menghabiskan waktunya di rumah sakit terus-menerus.


“Kamu pulanglah, ayah pasti merindukanmu.” Ucap Ibu pada anaknya yang sedang fokus dengan laptopnya.


Mahlika tidak menyangka kalau ayahnya memilih wanita lain ketika istrinya sedang membutuhkan suportnya untuk bertahan hidup. Bukan sampai di sana saja, hubungan yang putus itu juga bersamaan dengan biaya perawatan ibunya yang harus ditanggung oleh ibunya sendiri. Hal itu yang membuat mahlika semakin membenci ayahnya dengan wanita yang sekarang menjadi ibu tirinya itu.


“Ibu sudah aku katakan untuk kesekian kalinya. Aku tidak ingin kembali.” Ucap mahlika pada sang ibu.


“Tapi nak kamu tidak mungkin hidup di sini. Kamu harus melanjutkan kuliahmu dan mengejar impianmu.” Ucap Ibunya.


“aku akan tetap kuliah dengan usahaku, Ibu tidak usah terlalu memikirkannya. Mahlika pergi dulu bu.” Ucap Mahlika sambil menutup laptopnya yang diletakkan di meja yang berada di ruangan ibunya.


Mahlika mencium tangan sang ibu dan pergi keluar dari kamar ibunya. Saat dia sudah di luar kamar ibunya. Ayahnya berada tepat di depannya dengan wajah sedih menatapnya. Mahlika tidak memperdulikan pada Ayahnya.Dia berjalan begitu saja melewatir ayahnya.


“Mahlika kenapa kamu meninggalkan ayah?” tanya ayah mahlika pada anak gadisnya.


Mahlika menghentikan langskahnya. Emosinya tiba-tiba meluap begitu saja.Dia ingin marah saat mendengar ucapan dari sang ayah. Pria yang sejak kecil sangat dirinya idolakan. Tapi sekarang dia sudah tidak menaruh respek pada ayahnya.


“Bukankah ayah yang lebih memilih wanita lain dibandingkan keluarga kecil ayah. Ayah yang meninggalkan Mahlika dan Ibu.” Ucap Mahlika yang membuat Ayah terdiam tidak bisa mengatakan apapun.

__ADS_1


Apa yang diucapkan oleh anaknya memang benar. Dia yang malah mengambil jalan lain dari keluarga kecil. Keluarga yang selalu ada untuknya sejak dirinya bukan siapa-siapa. Hingga dirinya saat ini seorang pengusaha yang tidak bisa dipandang sebelah mata.


Dia sadar kalau dirinya yang bersalah. Meninggalkan istrinya yang sedang terbaring sakit dan lebih memilih wanita lain yang merupakan kekasihnya di masa lalu. Tapi dia tidak bisa berbohong kalau masih ada yang tersisa pada wanita yang sekarang menjadi istri barunya.


“Ayah bukankah senang dengan pilihan ayah itu. Jadi terus lakukan saja tapi jangan pernah mengharapkan anak ayah akan kembali seperti semula. Karena ayah juga tidak akan seperti semula. Pasti ayah tidak akan mencintai aku lagi. Kembalilah ayah pada istri ayah yang baru itu. Lupakan mahlika seperti ayah melupakan keberadaan Ibu saat bertemu dengan wanita itu.” Ucap mahlika sebelum meninggalkan ayahnya yang masih menatapnya.


Tubuh pria tua itu terguncang. Dia telah membuat luka pada anak gadisnya yang mungkin akan memberi bekas besar. Dia bersalah tapi semua telah terjadi. Tidak ada yang bisa diputar kembali. Sekarang hubungannya dengan wanita yang sedang terbaring lemah hanya seorang manta suami.


Pria itu masuk ke dalam ruang inap mantan istrinya. Wanita itu masih menyambutnya dengan senyum. Padahal dia sudah melakukan kesalahan yang besar padanya. Kenapa melihat perlakuan wanita itu padanya membuat rasa bersalah yang besar muncul di hatiny. Sekarang dia menyesal karena meninggalkan istri yang selalu baik padanya. Anak yang sangat pintar dan baik seperti mahlika dia buang begitu saja hanya untuk wanita barunya.


“Apakabar mas? “ tanya wanita di depannya dengan senyuman manis.


“Baik, kamu bagaimana kondisimu?” tanya ayah mahlika pada mantan istrinya.


Semua orang yang melihat kondisi wanita itu pasti sadar kalau keadaannya tidak baik-baik saja. Semakin hari badannya menjadi kurus. Wajanya pucat seperti seorang yang sebantar lagi akan meninggalkan dunia ini.


“Mas aku titip mahlika jika nanti aku tidak bisa bertahan.” Ucap wanita itu yang membuat pria itu mulai menangis.


Pria itu berjalan mendekati wanita yang sudah bertahun-tahun menemaninya. Selalu  mendukungnya apapun yang dilakukannya. Tidak pernah membantah perintahnya dan menyangi keluarga kecilnya. Dia juga yang telah memberikan mahlika untuk dirinya.

__ADS_1


“Maafkan aku  Frenda.” Ucap pria itu lirih.


“Tidak apa-apa, kamu telah membuatku sedikit bisa melepaskan bebanku. Saat aku pergi nanti, aku sudah bisa tahu kalau mas bisa hidup bahagia tanpaku. Bukankah itu lebih baik.” Ucap Frenda.


Sejak awal dirinya bertemu dengan Frenda. Mantan istrinya memang wanita yang tidak pernah mempermasalahkan apapun tentang dirinya. Bahkan tentang latar belakang keluarganya yang berhasil dari ekonomi menengah kebawah.


Tapi wanita yang lahir dari keluarga kaya seperti Frenda. Dia memilih melepaskan semua kenyamanannya hanya untuknya. Tapi sekarang dia malah melepaskan wanita itu yang selalu menguatkan dirinya disaat kesulitan.


“Aku memang pria berengsek seperti yang diucapkan mahlika. Bagaimana aku bisa menjadi kepala keluarga yang melepaskanmu hanya untuk hasratku saja. Kamu harusnya marah Frenda.” Ucap pria itu dan menatap wanita di depannya yang masih tersenyum padanya.


“Kamu adalah pria yang terbaik untuk keluarga kecil kita. Kamu selalu memberikan hal terbaik untukku maupun mahlika. Jadi jangan menyalahkan diri kamu untuk kebahagiaan yang kamu kejar. Mungkin aku memang bukan wanita yang bisa miliki hatimu sepenuhnya hingga akhir.” Ucap wanita itu pada manta suaminya.


Mahlika tidak menyangka pembicaraan tadi sebelum dirinya pergi keluar dari kamar inap ibunya. Akan menjadi akhir dirinya berbincang dengan ibunya. Ibunya meninggal di depan pria yang dicintainya. Meskipun pria itu tidak mencintainya lagi.


Wanita itu masih tersenyum pada ayahnya yang sudah memberikan luka di akhir hidupnya. Mahlika tidak bisa menerima itu. Amarahnya tidka bisa dirinya tahan lagi. Kenapa ibunya pergi meninggalkannya sendiri di dunia yang sudah tidak ada lagi keluarga untuknya. Ayahnya sudah bukan miliknya lagi. Pria tua itu pasti sudah memiliki keluarga lagi.


“Sayang, kamu masih punya ayah.” Ucap ayahnya yang duduk di samping yang sedang menangis saat dirinya melihat ibunya menghembuskan nafas terakhir kali. Kata-kata terakhir adalah ungakapan cinta pada pria di sampingnya.


“Aku sudah tidak memiliki ayah lagi, Anda lupa kalau sejak anda memilih melepaskan ibu. Saat itu ayah sudah membuangku begitu saja. “ ucap mahlika pada pria di sampingnya.

__ADS_1


“Ayah tidak pernah melepaskanmu nak. Kamu tetap anak ayah sampai kapanpun.” Ucap pria tua itu dengan suara lirih.


“Maaf anda sekarang sudah bukan ayah saya lagi. Bukankah dari wanita yang anda nikahi memiliki anak yang memanggil anda sebagai ayah. Jadi sekarang saya sudah bukan lagi anak anda.” Ucap mahlika yang berjalan menjauhi pria yang sedang menatapannya sedih.


__ADS_2