Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 78


__ADS_3

Edgar terdiam setelah mendengar ucapan Auri. Apa yang diucapkan wanita itu tidak sepenuhnya salah. Dia memang hampir merupakan Rara-nya karena berpikir gadisnya sudah tiada. Ternyata gadis itu selalu ada di sekitarnya. Dia memang tidak pernah memperdulikan wanita itu.


“Sudahlah Edgar, aku tidak menyalahkanmu. Hanya saja aku ingin kamu memastikan hatimu. Jika kamu masih mencintainya kejarlah. Sebelum dia melepaskan perasaanya sepenuhnya.” Ucap Auri pada sahabat kekasihnya. Dia memang tidak akan menyalahkan Edgar yang sampai sekarang belum sadar keberadaan Lyra.


Karena Lyra itu salah juga. Sahabatnya tidak pernah berani untuk jujur dengan pria di depannya. Hal itu membuat Edgar tidak sadar kalau teman kecinya masih hidup hingga saat ini. Pada akhirnya pria itu memilih melupakan keberadaan cinta pertamanya untuk menerima adiknya.


“Terima kasih Auri. Kalau kamu tidak memberi tahuku. Mungkin suatu hari aku akan menyesalinya.” Ucap pria itu pada kekasih sahabatnya.


“Cih kamu saja tidak sadar keberadaan gadis yang kamu cintai. Apalagi menyadari perasaanmu pada Lyra.  Kamu tidak benar-benar mencintai sahabatku. “ ucap mahlika yang mendapatkan tatapan tajam Auri.


Mahlika memang wanita bermulut pedas. Sepertinya dia terlahir untuk menyakiti perasaan orang lain dengan kata-kata pedasnya. Lihat akibat dari ucapnya membuat Edgar terlihat murung saat ini.


“Apa Auri, aku tidak salah bukan. Kalau dia benar-benar mencintai seorang wanita. Dia pasti sudah menyadari keberadaan wanita saat beberapa kali pertemua. Dia terlalu cuek dengan orang sekitarnya. Menutup diri seakan dia yang paling terluka di dunia ini.” Ucap mahlika yang membuat Auri tersentil. Apakah temannya tidak sadar kalau perkataanya juga menyakiti Auri. Dia juga seperti saat kematian Aura. Auri memilih untuk meninggalkan keluarganya seakan dirinya yang paling terluka atas kepergian adiknya. Padahal seluruh keluarganya juga merasakan hal yang sama.


“hey mulut pedasmu itu bisa dihentikan tidak. Kamu tidak sadar ucapanmu tidak hanya menyakiti Edgar. Kamu juga menyindir sahabatmu sendiri.” Ucap marcello sebal karena mahlika sudah membuat kekasihnya murung.


“maaf Auri, sepertinya aku terlalu berlebihan.” Ucap mahlika yang merasa bersalah karena membuat sahabatnya mengingat masa lalunya.


“Tidak apa mahlika, aku sudah bisa berdamai dengan kepergian Aura.” Ucap Auri dengan senyum tipis. Dia memang sudah bisa menerima kepergian adiknya. Mungkin setelah dia melalui berbagai kejadian di hidupnya. Saat dia berada di antara hidup dan mati, Auri sadar kalau tidak ada kehidupan yang abadi. Dia saja bisa kapan saja meninggalkan orang terdekatnya. Karena itu Auri memilih untuk menggandeng orang yang dicintainya.


“Kenapa sayang?” tanya marcello yang ditatapa oleh kekasihnya. Auri menggelengkan kepala, dia menyandarkan badannya ke bahu kekasihnya.

__ADS_1


“Aku hanya sadar kalau pilihan untuk membuka hati untukmu tidak salah. Aku senang karena ada kamu di sampingku terus.” Ucap Auri yang membuat marcello tidak bisa menahan untuk mengecup bibir manis kekasihnya. Tapi mahlika sudah menatapa tajam pada marcello. Hal itu membuat marcello harus menahan keinginanya.


“Bisakah kamu tidak menatapku seperti itu. Aku seperti sudah melakukan kejahatan saja.” Ucap marcello pada mahlika.


“kamu memang berniat melakukan hal itu jika aku tidak menatapmu tajam.” Ucap Mahlika yang langsung di tarik ke dalam pelukan oskar. Wanita itu terdiam dan tidak kembali banyak berkomentar.


“cih, Oskar sepertinya kamu harus menjinakan betinamu yang menyebalkan itu.” Ucap marcello yang mendapatkan tatapan tajam dari mahlika. Tapi dia tidak memperdulikan seakan-seakan dia sedang tidak ditatap oleh wanita itu. Malah dia sengaja mengecup kening Auri yang diterima oleh kekasihnya itu.


Mahlika melotot melihatnya. Tapi itu bertahan hanya sebentar saja karena Oskar juga tidak mau kalah dengan tuannya. Hal itu membuat mahlika tersipu malu dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada kekasihnya.


“Lihatlah sayang, sahabatmu itu tidak tahu malu sekali. Dia melarangku melakukannya sedangkan dia malah senang diperlakukan seperti itu oleh Oskar.” Ucap marcello pada kekasihnya yang membuat Auri tertawa mendengarnya. Sedangkan mahlika semakin merapatkan pelukan di badan kekasihnya. Oskar tersenyum senang dan bangga.


Bahkan dia menatap sombong pada Edgar yang membuat temannya mendengus sebal. Temannya itu sepertinya sengaja memanasinya. Padahal tadi dia sudah mengatakan jangan bermesraan di depannya, sepertinya mereka sangat suka melihatny menderita karena tidak bisa memanjakan wanita.


“Bukankah kamu harus merasakan perasaan kita saat kamu sombong bermanja dengan Aura.” Ucap Oskar yang masih ingat tingkah menyebalkan sahabatnya. Pria itu selalu membuat Oskar iri saat mendengar ceritanya bersama Aura.


“Kalian memang benar-benar menyebalkan.” Ucap Edgar.


“kamu lebih menyebalkan Edgar.” Ucap Marcello pada tangan kananya itu. Dia juga merasa kesal dulu saat sahabatnya dengan angkuhnya mengatakan kisahnya bersama Aura. Sekarang dia harus merasakan perasaan mereka selama  ini.


“Mumpung kamu kembali Edgar, aku juga mau mengatakan rencana selanjutnya.” Ucap Auri yang membuat ketiga pria itu menatapnya. Mereka sepertinya lupa dengan rencana menghancurkan Royce. Dasar ketiga pria itu terlalu larut dalam kehidupan percintaan akhir-akhir ini.

__ADS_1


“Rencana apa?” tanya Oskar.


“Rencana menghancurkan Royce.” Ucap Mahlika dari pelukan oskar. Sekarang mereka mengerti alah pembicaraan mereka.


“Aku sudah memiliki cara untuk menghancurkan Royce. Tapi aku harap kamu tidak menolak rencana ini marcello.” Ucap Auri yang membuat Marcello menatap bingung pada kekasihnya.


“Aku tidak marah jika kamu tidak berdekatan dengan pria itu.”


“sayangnya kamu harus menahan kecemburuanmu tuan marcello.” Ucap mahlika yang membuat Auri menatap tajam padanya.


“Apa rencanamu sayang? Jangan bilang kamu berniat mendekati si Royce.” Ucap marcello dengan tatapan tajam padanya. Senyuman muncul di wajah Auri yang membuat marcello kesal. Dia ingin mengunci kekasihnya di rumah saja sekarang. Sepertinya Auri tidak sadar kalau marcello tidak pernah suka kalau dia berdekatan dengan pria lain. Bahkan marcello cemburu saat Auri berbincang dengan oskar dan Edgar saja.


“Ayolah marcello. Tidak ada cara lain untuk mendapatkan informasi tentang pria itu. Kita akan lebih mudah menemukan bukti kejahatanya.” Mohon Auri yang tidak di perdulikan oleh marcello. Pria itu tetap diam dan tidak memberikan respon pada kekasihnya. Dia sedang ngambek dengan Auri.


“Aku tidak benar-benar mendekatinya marcello. Aku akan bekerja di toko bunga Lyra saja. “ ucap Auri.


“kamu pikir aku suka dengan pekerjaanmu. Saat kamu berada di toko bunga sahabatmu, akan banyak antrian pria yang menanti berbincang denganmu. Aku tidak suka saat pria lain mengagumimu sayang.” Ucap marcello yang membuat mahlika sedikit setuju dengan pria itu. Dia juga tidak suka saat banyak laki-laki yang mengantri untuk dibuatkan satu buket bunga.


Mereka hanya kumpulan pria yang sangat mengganggu. Mahlika saja yang sering di datangi oleh beberapa pelanggan pria saja kesal. Apalagi Auri yang dikurumuni oleh para pelanggan pria.


“ayolah marcello. Saat aku bekerja di toko bunga. Royce pasti akan datang dan mengajakku untuk mengobrol. Saat itu aku bisa memanfaatkan untuk menggali informasi. Aku mohon sekali ini saja.” Ucap Auri pada kekasihnya yang sedang cemburu buta.

__ADS_1


Apa dia tidak ingat kalau semua rencananya hanya untuk menghancurkan pria itu. Auri tidak memiliki perasaan sama sekali pada Royce. Bahkan dia malas bertemu dengan pria itu kalau boleh jujur. Karena dia sadar tatapan pria itu menjijikan.


“Baiklah, tapi aku akan selalu memantaumu dari jauh. Aku akan membuka akses dengan telepon selulermu. Agar aku bisa selalu melacak keberadaanmu.” Ucap marcello yang mau tidak mau. Auri harus menyetujuinya. Pria itu seperti tahu saja cara mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.


__ADS_2