
Seorang pria masuk ke dalam toko bungan milik Lyra. Wajanya tidak lepas dari senyuman. Entah apa yang membuat pria itu terlihat bahagia. Pria yang terlihat sangat tampan dan menawan dengan jas yang menempel di badanya yang dijaga dengan sangat baik itu.
“Auri.” Panggil pria itu membuat wanita yang dipanggilnya mengalihkan fokusnya dari bunga-bunga kepada sumber suara. Dia pikir yang memanggilnya adalah Marcello. Karena tidak banyak pria yang dirinya kenali memanggilnya dengan nama secara langsung. Kedua bawahan suaminya juga tidak memanggilnya secara dengan nama depannya. Apalagi saat ini dirinya sudah menjadi istri dari marcello. Jadi dia sedikit terkejut ada orang yang berani memanggilnya dengan namanya secara langsung.
Tentu saja para penggemar Auri selama ini tidak ada yang memanggilnya dengan nama. Bukan karena dirinya melarang. Tapi mereka sangat menghormati Auri sebesar itu. Apalagi saat ini mereka tahu pendamping dari wanita pujaan mereka bukalah pria sembarang.
“Sepertinya kamu sudah melupakanku? Apakah semudah itu aku dilupakan olehmu Auri.” Ucap pria itu dengan senyuman sedih. Sayangnya hal itu tidak berpengaruh pada Auri yang memang pada dasarnya dingin pada pria lain di sekitarnya. Kecuali pria yang sudah dianggapnya keluarga dan sahabat.
“Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu.” Ucap Auri dengan suara yang sangat dingin. Sejak dirinya kecil hanya satu teman laki-laki yang menjadi sahabatnya dan Aura.
Anak laki-laki sudah sejak lama meninggalkan mereka. Entah alasan pria itu meninggalkan Auri dan Aura. Padahal saat itu Auri sangat dekat dengan anak laki-laki itu. Sayangnya semua harapannya hilang saat sahabatnya pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.
“Kamu benar-benar tidak ingat aku? Alan, anak kecil yang menjadi korban tangan lembutmu itu saat aku membully adikmu.” Ucap pria itu yang membuat Auri terkejut bukan main. Dia tidak menyangka anak laki-laki yang menjadi sahabatnya itu akan kembali. Di saat dirinya sudah bersama dengan pria lain.
Tidak ada penyesalannya pada hati Auri. Karena dia sudah bisa membuang perasaan itu pada Alan. Tpai masih tersisa sedikit saja yang membuatnya ingin mengenang kebersamaan mereka. Anak laki-laki yang membantunya untuk bisa kembali berinteraksi dengan lawan jenisnya.
__ADS_1
Tentu saja kejadian yang menimpan Auri di masa lalu membuatnya menjauhi lawan jenisnya. Bahkan kakaknya dan ayahnya yang merupakan keluarganya mengalaminya. Keberadaan Alan yang pernah membantunya dari kejaran para penculik. Memberikan kenangan yang berbeda pada Auri.
“Apakah sekarang kamu bisa mengingatnya? Maaf aku baru muncul saat ini. Aku sulit menemukanmu sejak keluargaku harus pindah. Saat itu banyak hal yang terjadi dan membuatku tidak bisa memberikan surat untuk menjelaskan kepergianku. Aku harap kamu bisa memaafkanku Auri.” Ucap Alan sambil memegang tangan wanita di depannya.
Wanita yang sudah mencuri perhatian sejak pukulan Auri saat kecil. Entah hal apa yang membuatnya tertarik pada wanita dingin di depannya. Padahal kenangan itu bisa dikatakn bukan hal baik untuk dikenang. Tapi keberadaan Auri sudah mengambil perhatiannya sejak kecil.
Bahkan saat dia harus pergi dari negara asalnya karena ayahnya. Sesungguhnya hal itu sangat berat untuknya. Meninggalkan anak perempuan lemah yang sangat membutuhkan keberadaan saat itu. Tapi dia tidak bisa egois dengan keinginannya waktu itu. Karena ayahnya saat itu lebih membutuhkan keberadaanya dibandingkan Auri. Saat itu Alan berpikir Auri masih memiliki Aura yang bisa menggantikannya.
Tapi kabar tentang meninggalnya sahabat kecilnya itu. Tentu saja membuat alan terkejut tahun lalu. Dia mencoba mencari keberadaan wanitanya itu. Tapi tidak semudah itu menemukannya. Apalagi Antara kakak dari Auri tidak ingin memberi tahunya.
Dia pasti yang menjadi pendamping Auri bukan pria lain. Ada rasa tidak terima dengan hal itu. Makanya dia memilih terbang ke negara ini untuk menemui sahabat kecilnya. Walaupun dia sadar akan mendapatkan penolakan dari Auri. Karena sekarang statusnya sudah berubah menjadi seorang istri dari pria lain.
“Alan?”tanya Auri yang masih belum percaya pria di depannya adalah sahabatnya dulu. Tidak ada perasaan suka hanya rasa rindu pada seorang teman yang pernah memberikan kenangan baik di hidupnya. Tentu saja sekarang orang dicintainya hanya marcello. Suaminya yang terkenal sangat overpossesif itu.
“Ya itu aku, maaf aku datang telambat. Bahkan aku tidak berada di sampingmu saat Aura pergi.” Ucap Alan yang mencoba menarik badan Auri mendekatinya.
__ADS_1
“Tidak masalah Alan, aku sudah bisa menerima kepergian Aura.” Ucap Auri bersamaan dengan badannya di tarik oleh orang lain. Tentu saja hal itu membuat Auri dan Alan terkejut.
Orang yang menarik badan auri menjauh dari Alan adalah Marcello. Pria yang memiliki status suami bagi wanita yang dicintai oleh sahabat kecilnya. Tatapan tajam di arahkan pada pria yang berniat memeluk badan istrinya.
Saudara pria istrinya saja marcello larang berdekatan atau bersentuhan. Apalagi pria asing yang tidak memiliki ikatan darah seperti pria di depannya itu. Tentu saja dia sekarang sedang menahan perasaan cemburu. Dia tidak tahu ikatan apa yang dimiliki pria di depannya itu. Satu hal yang bisa dia lihat dari tatapan pria itu adalah perasaan seperti yang dimilikinya pada istrinya. Hal itu membuatnya tidak bisa lagi menurunkan kewaspadaan pada pria itu. Bisa-bisa istrinya akan jatuh ke tangan pria ini.
“Marcello? Sejak kapan kamu datang? Tidak kerja?”tanya Auri yang masih terkejut dengan kedatangan suaminya. Tiba-tiba sosok Auri yang terkenal dingin di mata Alan berubah. Ada rasa cemburu karena pria yang merupakan suami sahabat perempuannya itu mendapatkan keperdulian tinggi dari wanita itu.
Sedangkan Marcello tersenyum lebar pada pria di depannya. Seperti dia bisa menenunjukkan pada pria itu seberapa cinta istrinya padanya. Tentu saja hal itu menunjukkan kalau Alan harusnya mundur saja. Karena Auri sudah menjadikan prioritas utamannya adalah marcello.
“Aku baru saja datang, tentu saja aku bekerja. Tapi aku merindukan istriku ini. Apalagi dia tidak menghubungiku sejak pagi.” Ucap Marcello dengan senyuman lembut yang membuat wajah Auri bersemu merah. Tentu saja itu membuat Marcello sangat bangga pada dirinya.
Berbeda dengan marcello yang senang melihat tingkah sang istri.Alan menahan amarah yang tiba-tiba muncul saat melihat Auri yang begitu manja pada suaminya. Seharusnya dia yang berada di posisi itu. Tentu saja dia tidak bisa mengiklaskan semua itu menjadi milik pria lain.
Auri bisa seperti ini karena semua usahannya untuk mendekati wanita itu. Sekarang pria lain yang menikmati hasil kerja kerasnya selama beberapa tahu mencoba membuat Auri terbuka. Dia tidak rela dengan hal itu.
__ADS_1
“Maaf Auri aku memang sangat egois. Tapi aku yakin kamu masih memiliki perasaan terhadapku.” Gumam dalam hati sambil menatap kemesraan dari pasangan baru itu.