Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 120


__ADS_3

Setelah acara ijab kobul yang berlangsung dengan khitmah dan penuh kekeluargaan. Memang acara ijab kobul  Marcello dan Auri hanya dihadiri orang terdekatnya seperti keluarga dan sahabat dekatnya saja. Tidak ada alasan yang spesifik untuk keduanya mengatur hal itu. Karena acara yang akan didatangi oleh kolagen saat pesta penikahan nanti malam.


Auri langsung merebahkan badannya tanpa ada niat untuk membuka baju kebaya puti yang melekatnya atau sanggul rambutnya. Padahal dia hanya berdiri sekitar beberapa jam saja tapi rasanya sangat lelah. Sedangkan marcello hanya menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya.


“Ganti dulu bajunya sayang, kamu pasti tidak akan nyaman kalau tidur dengan menggunakan itu semua.” Ucap marcello pada istrinya.


Auri meretangkan tangannya. Marcello masuk kedalam pelukan sang istrinya. Auri melebahkan kepalanya di bahu sang suami. Entah kenapa hari ini Auri terlihat lebih manja dibandingkan saat mereka masih berstatus sebagai kekasih. Tapi marcello sangat menyukai perubahan yang terjadi pada istrinya. Dia merasa kalau wanita yang berada di pelukannya menunjukkan kenyaman padanya kalau seperti ini.


“Aku sangat mengantuk marcello.” Ucap Auri yang malah tertidur di dalam pelukan sang suami. Sedangkan marcello hanya bisa membuang nafas kasar. Dia tidak menyangka kekasihnya mudah sekali terlalap.


Dia merebahkan badan istrinya di tempat tidurnya. Sekarang dia bisa melihat wajah cantik dari istrinya. Setelah puas menikmati kecantikan auri. Marcello berjalan keluar dari kamarnya menuju tempat pakaian mereka disimpan. Tidak membutuhkan waktu lama dia kembali dengan satu kopak kapas dan satu botol untuk menghapus makeup.


Bagaimana marcello mengetahui hal itu. Tentu saja dari hp kecilnya setelah berselancar beberapa saat di internet untuk mencari cara membersihkan makeup. Akhirnya dia menemukan benda itu dari salah satu laman.


Beruntungnya marcello sudah tahu dimana Auri menyimpan barang-barang perawatan kulitnya itu. Jadi dia tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukannya. Setelah mendapatkannya dia dengan telaten dan lembut menghapus seluruh makeup yang melekat di wajah sang istrinya.


Auri sama sekali tidak terganggu dengan setiap usapan kapas di wajahnya. Bahkan dia hanya tersenyum saat sesekali merasa geli saja. Sekarang wajah Auri terlihat lebih segar dari sebelumnya.


Tidak sampai disitu saja marcello juga mencoab melepas sanggul di rambut istrinya. Ternyata tidak begitu sulit. Karena rambut Auri cukup panjang. Jadi dia tidak membutuhkan rambut palsu untuk membuat sanggulnya.

__ADS_1


Setelah selesai dengan wajah dan rambutnya. Sekarang Marcello berniat untuk membantu mengganti baju istrinya. Tapi untuk hal ini dia sedikit mengalami kesulitan. Bagaimanapun tubuh istrinya sangat menggoda imannya. Beberapa kali dia harus menarik nafas untuk mengontrol imannya agar tidak melakukan hal itu. Karena dia ingin melakukannya saat Auri juga sadar.


Meskipun butuh perjuangan yang sangat besar. Akhirnya Marcello dapat menggantikan kebaya Auri dengan kaos besar milik istrinya yang menutupi hampir seluruh paha mulus istrinya.


“Aku harus mandi.” Ucap Marcello setelah dia selesai menggantikan baju istrinya yang penuh dengan pejuangan itu. Sekarang dia harus menenangkan adiknya yang mulai memberontak.


“Aku pastikan nanti malam kamu harus membayarnya sayang.” Ucap marcello sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Tidak membutuhkan waktu lama dia selesai membersihkan badannya dan menidurkan sang adik. Sekarang dia berniat untuk tidur sambil memeluk badan sang istrinya.


“selamat tidur sayang.” Ucap Marcello dengan sebuah kecupan mendarat di dahi sang istri. Keduanya tenggelam dalam mimpi masing-masing.


Keduanya terbangun setelah mendengar suara dobrakan dari pintu kamarnya. Pelaku dobrakan itu adalah sahabat marcello yang mendapatkan perintah dari kedua ibu sang pengantin. Karena Auri dan marcello tidak kunjung bangun padahal pesta pernikahan mereka sebentar lagi akan dimulai.


“Marcello Auri kenapa masih tidur, sekarang kalian bersiap sebentar lagi MUA akan membantu Auri berdandan.” Ucap mami Auri yang sedang menatap tajam anaknya yang malah kembali menutup mata sambil memeluk tangan suaminya itu.


“auri jangan tidur lagi.” Ucap mami yang membuat Auri membuang nafas kasar. Dia masih mengantuk kenapa sih harus diganggu tidur nyenyaknya. Padahal dia tidak pernah merasakan tidur senyenyak ini.


“Sayang apa yang dikatakan mami benar.” Ucap marcello yang menyadarkan Auri kalau dia sudah menikah. Tanpa sadar dia menatap bajunya yang sudah berubah. Kedua pipinya berubah merah mengingat kebodohannya. Bagaimana bisa dia membiarkan suaminya membantunya dalam mengganti bajunya dan membersihkan hiasannya.


Kenapa Auri tahu karena marcello tidak akan membiarkan orang lain menyentuh wanitanya. Auri saja mengganti gaun dibantu oleh sang ibu. Berarti tadi kebayanya dilepask oleh suaminya.

__ADS_1


“Marcello.” Panggil Auri dengan wajah yang sudah memerah. Sedangkan Marcello menatap khawatir pada istrinya yang wajahnya memerah. Dia takut kalau istrinya sakit.


“kamu sakit sayang?”tanya marcello sambil menyentuh dahi istrinya. Auri menggelengkan kepala. Marcello juga merasa kalau badan istrinya tidak panas. Lalu kenapa wajahnya memerah. Beberapa saat di sadar kalauistrinya sedang tersipu malu. Senyuman muncul di wajah tampan itu yang membuat Auri kesal.


“Tenang sayang seluruh badan kamu indah.” Ucap marcello dengan suara rendah di telinga Auri.Tentu saja hal itu membuat seluruh bulu di badannya berdiri.


“Marcello jangan menggodaku.” Ucap Auri yang membuat marcello tertawa renyah. Sedangkan Auri bersembunyi di dada bidang sang suami. Semua adegan itu ditonton gratis oleh orang-orang di kamar itu. Mereka seperti tidak memperdulikan keberadaan kedua wanita tua yang sekarang jadi rindu kedua suami mereka. Sedangkan para sahabat marcello merasa iri dan ingin merasakan hal yang sama dengan sahabatnya itu.


“kalian membuat mami jadi rindu papi saja.” Ucap mami yang membuat Auri dan marcello sadar dari kegiatan mereka itu. Mereka terkejut saat melihat orang-orang itu masih di dalam kamar mereka.


“mom juga juga jadi ingin bermanja dengan dad.” Ucap mom yang langsung meninggalkan mereke berdua bersama dengan maminya Auri.


“marcello kamu membuatku ingin segera membawa mahlika ke pelaminan saja. Awas ya aku akan lebih romantis dari kalian.” Ucap Oskar sebelum meninggalkan kamar marcello.


“ya aku juga ingin segera menjadikan Layra menjadi istriku. Setelah ini kamu harus memberikan aku cuti lama untuk bulan madu ya teman.” Ucap Edgar yang langsung meninggalkan marcello setelah mendapat jawaban anggukkan kepala.


“kalian kenapa bermesraan di hadapanku. Aku jadi ingin nikah tapi tidak ada calonnya.” Ucap Antara dengan wajah murung yang membuat kedua pasutri tidak bisa menahan tawa mendengar curhatan kakak Auri itu.


“makanya terima saja lamaran wanita itu.” Ucap Auri dengan nada yang menggoda.

__ADS_1


“Enak ajah kamu kalau ngomong dipikir dulu lah. Sana siap-siap jangan sampai mami datang lagi nanti karena kamu lama.” Ucap Antara sebelum meninggalkan Auri dan marcello yang masih asik menertawakannya itu.


__ADS_2