Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 122


__ADS_3

Beberapa jam berdiri menggunakan sepatu berhak tinggi benar-benar menyiksa Auri. Bahkan dia sudah merasakan sakit di bagian betis maupun kakinya yang sepertinya lecet. Padahal marcello sudah memintanya untuk duduk saja dan tidak perlu memperdulikan para tamu yang berniat bersalaman dengannya.


“Kamu tidak perlu memaksakan diri. Jangan sampai aku membawamu ke dalam kamar sekarang.” Ancam marcello pada istrinya. Tapi buka Auri kalau terpengaruh begitu saja dengan ancaman sang suami.


“Aku hanya merasa sedikit lelah, tenanglah.” Ucap Auri pada sang suami. Tapi hal itu tidak benar-benar bisa meyakinkan seorang marcello.


“Sepertinya bukan karena itu kamu ingin membawa adikku ke kamar. Jujur saja kamu sudah tidak sabar melakukan ronda bersama dengan adikku.” Ucap Antara yang baru saja naik ke atas panggung.


Sayangnya ucapan Antara hanya bisa dipahami oleh marcello. Sedangkan Auri menatap bingung dengan maksud sang kakak. Mereka tidak berniat untuk melakukan ronda malam. Selain itu tidak ada yang perlu di jaga oleh mereka.


“Tentu saja aku berniat melakukannya. Memang kamu tidak bisa melakukannya karena kekasih saja tidak punya.” Sindiran tajam dari marcello langsung menusuk harga diri seorang Antara. Dia tidak bisa terus menerus dipojokkan oleh sang sahabat yang sudah berubah menjadi adik iparnya.


Tapi ucapan dari marcello tidak salah juga. Dia memang tidak memiliki kekasih. Bukan berarti dirinya tidak bisa melakukannya. Hanya buat apa dia mengambil resiku hanya untuk menyalurkan nafsu prianya saja. Selain itu dia tidak ingin adiknya mengamuk kalah melakukan hal gila seperti itu.


“Tidak bisakah kamu berhenti mengejekku. Kamu bisa senang sekarang karena baru saja menikah. Lihat saja aku sumpahin malam ini kamu harus melakukannya sendirian.” Ucap Antara sebelum meninggalkan marcello. Dia lebih baik berjalan menuju sang adiknya.


“Selamat adikku.” Ucap Antara yang langsung memeluk badan adiknya. Tentu saja hal itu membuat api cemburu seorang marcello muncul. Meskipun pria yang sekarang memeluk istrinya adalah kakak kandung Auri. Tapi dia tidak pernah rela bahkan jika orang itu adalah ayah kandung sang istrinya.


“Lepaskan istriku.” Ucap marcello dengan wajah yang sudah tidak enak dipandangnya. Bukannya melepaskan seperti perintah sang sahabat. Antara malah semakin menjadi dengan mengecup pipi sang adik sebelum kabur.

__ADS_1


“Kakak kapan menyusul?”pertanyaan dari sang adik yang membuatnya geram. Tidak bisakah kedua orang itu berhenti memojokkanya. Dia bukan tidak ingin menikah. Hanya belum menemukan yang tepat saja.


“Kamu harusnya menolak pelukan kakakmu itu.” Ucap marcello yang dibalas dengan wajah kesal Auri. Bisakah suaminya itu tidak cemburu buta. Orang yang memeluknya tadi adalah kakak kandungnya sendiri. Bukankah dia terlalu berlebihan jika cemburu dengan kakak ipar sendiri.


“Bisakah kamu mengerungi kecemburuan gilamu itu. Dia kakakku dan kami memiliki darah yang sama.” Ucap Auri pada sang suami.


“Dia memang kakakmu tapi dia seorang laki-laki dan aku tidak suka melihat kamu berdekatan dengan pria lain selain aku.” Ucap Marcello yang membuat para wanita yang datang ke pesta itu ikut iri dengan Auri. Sayangnya orang mereka irikan tidak berpikir sama dengan mereka. Menurutnya tingkah suaminya terlalu berlebihan.


Auri tidak ingin berdebat lagi dengan sang suaminya sendiri. Jadi dia lebih baik fokus dengan para tamu yang menyapanya. Bersamaan dengan wanita yang sudah di nanti oleh Auri.


“Akhirnya kamu datang juga.” Ucap Auri pada wanita yang baru saja menghampirinya.


“tidak hanya sampai tua tapi sampai kami kembali ke sisinya.” Koreksi marcello yang membuat wanita itu tertawa canggung sedangkan Auri jengah dengan sikap menyebalkan kekasihnya itu.


“Maaf ya suamiku memang terkadang terlalu berlebihan.” Ucap Auri yang dibalas dengan senyuman oleh wanita itu. Sedangkan marcello menatap sebal pada sang istrinya itu.


“Kamu masih ingin memperjuangkan kakakku?”tanya Auri pada wanita itu yang dijawab dengan tawa kecilnya.


Sebenarnya dia tidak benar-benar ingin menikah dengan kakak dari wanita di hadapannya. Jikapun itu terjadi dia akan tetap melakukannya seperti istri pada umumnya. Meskipun dia juga memiliki niat lain dari pernikahannya bersama Antara.

__ADS_1


Bukan karena pria itu memiliki kekuasaan yang bisa dibilang sanga berpengaruh di beberapa negara. Tapi dia membutuhkan seorang suami untuk merebut harta keluarganya yang sekarang diperebutkan. Dia hanya bisa mengikuti perebutan kalau sudah memiliki seorang suami. Memang nasibnya sangat sial.


“Aku tidak yakin, bagaimanapun aku memiliki niat yang lain dalam pernikahan itu. Aku yakin tuan Antara tidak akan sudi melakukannya.” Ucap wanita itu yang membuat wajah Auri ikut sedih.


Auri sudah tahu nasib yang dari wanita di depannya. Alasannya menerima wanita itu menjadi calon istri kakaknya karena dia tidak seburuk wanita yang diluar sana. Dia tidak melihat kakaknya dari harta yang dimiliki oleh Antara.


Bisa dibilang ajakkan wanita ini sangat random sekali. Pertemuannya saja yang sudah ditakdirkan. Kalau saat itu bukan kakaknya, wanita di hadapannya tetap akan mengajak pria lain untuk menikah. Meskipun akan resiko yang ditanggungnya.


Alasan dari wanita di hadapannya gencar mengejar kakaknya karena dia berpikir kalau Antara bukan pria jahat. Dia bisa membuat keluarga yang baik bersama kakaknya. Hal itu yang membuat Auri mendukung niat dari wanita di depannya untuk mengejar kakaknya. Sayangnya  perjalannya memang masih panjang. Antara bukan sosok pria yang mudah luluh dengan wanita.


Karena sudah bertahun-tahun hati kakaknya tidak pernah bisa luntur oleh wanita manapun selain mahlika. Seakan keberadaan sahabatnya itu sudah melingkupi seluruh dunia milik kakaknya. Sekarang Antara harus perlahan mencoba dunia luar tanpa sosok Mahlika yang berada di bayang-bayang kakaknya itu.


“Berjuanglah, aku akan mendukungmu.” Ucap Auri yang membuat wanita itu tersenyum. Dia tidak menyangka akan mendapatkan dukungan dari adik pria yang sedang dikejarnya.


“Terima kasih Auri.” Ucap wanita itu yang sekarang memeluk badan Auri. Marcello tidak terlalu memperdulikannya. Karena orang yang memeluk istrinya seorang wanita dan dia tidak seperti memiliki kelainan untuk tertarik pada istrinya yang cantik. Marcello memang pria yang terlalu berlebihan.


“Sama -sama, sebaiknya kamu mendekati kakakku yang sedang melamun itu. Dia terlihat sangat menyedihkan sekarang. Apalagi sahabatku yang tidak peka itu malah bermesraan bersama kekasihnya di pernikahanku.” Ucap Auri dengan wajah sebal. Dia memang tidak berniat memberitahu mahlika tentang perasaan kakaknya. Karena tidak ingin membuat sahabatnya meninggalkan prianya.


Dia tahu mahlika sudah sangat menyangi kakaknya. Meskipun sahabatnya itu menganggap kakaknya seperti dirinya pada Antara. Tentu mahlika bisa memilih jalan yang akan melukai dirinya untuk menjaga hati seorang Antara. Kalau mahlika bukan orang yang tidak membalas jasa orang lain. Apalagi Kakaknya sudah sering membantu mahlika selama ini.

__ADS_1


__ADS_2