Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 103


__ADS_3

Hari ini Royce sudah boleh keluar dari rumah sakit. Tentu saja hal itu menjadi kabar yang membahagiakan untul Lyra. Tapi tidak untuk Edgar yang selama satu minggu ini selalu uring-uringan tidak jelas. Alasannya karena Lyra selalu saja mengurusi Royce dengan sangat baik. Sedangkan dia benar-benar dicueki begitu saja.


“Sepertinya ada orang yang sedang galau selama satu minggu ini.” Sindir Oskar yang sangat senang membuat wajah sahabatnya kesal. Seperti saat ini Edgar menekuk wajahnya dan melemparkan bantal kursi pada wajah Oskar. Tapi dengan mudah ditangkap oleh pria itu.


“Sialan kamu bukannya membantu sahabatmu yang sedang galau. Kamu harusnya memberikan saran untuk bisa mendekati Lyra. Bukan malah menggodaku.”Ucap Edgar pada sahabatnya yang malah mendapatkan respon menyebalkan. Oskar malah tertawa keras. Tidak hanya pria itu saja Marcello dan Auri juga ikut menertawakannya. Karena wajah Edgar sangat jelek hari ini.


“Kamu tahu hukuman selalu datang bagi orang yang membuat salah. Kamu sudah melukai Lyra jadi terimalah kalau wanita itu mendiamkanmu. Kamu juga bisa-bisanya tidak sadar dengan Lyra yang merupakan cinta pertama kamu. Sedangkan Royce sekali lihat saja tahu kalau Lyra adalah sahabat sekaligus cinta pertamanya. Kamu kalah saing dengan Royce.” Ucap Oskar yang sudah mengetahui cerita percintaan Edgar yang penuh drama ini.


Walaupun dia sangat sulit mendapatkan hati Mahlika di awal. Tapi dia bukan pria yang tidak peka seperti Edgar. Pria itu terlalu lama tenggelam di rasa bersalah. Hingga matanya menjadi buta untuk orang sekitarnya.


“Apa yang diucapkan Oskar benar. Sakit yang kamu sekarang rasakan tidak sebesar Lyra.” Ucap Marcello yang membuat wajah Edgar murung. Dia sadar sudah menolehkan luka yang sangat besar di hati wanitanya. Tapi dia sudah berusaha untuk meminta maaf pada Lyra. Sayangnya hal itu tidak semudah meminta maaf pada sahabatnya atau Auri.


Dia baru sadar seberapa keras hati Lyra. Padahal gadis itu juga merasakan yang sama saat menunggunya membuka hati. Rasanya Edgar ingin membunuh otak bodohnya itu.

__ADS_1


“Berusahalah, Lyra tidak mungkin mencintai Royce meskipun pria itu menaruh hati pada sahabatku.” Ucap Auri yang membuat Edgar berdiri dari posisi duduknya. Dia terkejut mendengar kalau Royce menaruh hati pada wanitannya. Hal ini tidak bisa dibiarkan. Dia langsung keluar dari ruang inap Cherry.


Orang-orang yang berada di ruang inap Auri tertawa keras saat melihat wajah pucat Edgar. Hanya satu orang saja yang tidak tertawa. Orang itu adalah mahlika yang sejak tadi asik dengan hp kekasihnya. Dia sedang menonton oppa tampannya. Fokusnya teralihkan saat suara keras dari tawa ketiga orang di hadapannya.


“Kalian kenapa tertawa? Masih waras?”tanya Mahlika dengan wajah polos yang membuat Auri dan Marcello kesal dengan wanita itu. Sedangkan Oskar terkejut saat kekasihnya membuka photo pria lain di hpnya.


“kamu yang masih waras berseringkuh di hadapanku.” Ucap Oskar dengan nada tinggi yang membuat Mahlika tidak kalah terkejut. Dia tidak sedang selingkuh kenapa kekasihnya malah menuduh itu.


Sedangkan Auri dan marcello sudah malas dengan pasanga gila di hadapannya. Keduanya sama-sama menyebalkan. Tidak Mahlika maupun Oskar kalau sudah seperti ini akan membuat drama.  Rasanya marcello dan Auri ingin melempar pasangan ini keluar dari rumah sakit dari lantai 5.


“kamu tidak usah ngeles dari kesalahan yang sudah kamu perbuat.” Ucap Oskar yang tidak kalah kesal. Dia bahkan melihat kalau kekasihnya malah menatap lagi layar hpnya. Mahlika memang tidak ingin berdebat dengan Oskar. Jadi dia lebih baik menatap oppa tampan. Tapi dia tidak tahu hal itu membuat kekasihnya semakin marah.


“Kamu bilang tidak selingkuh. Lalu ini apa.” Ucap Oskar sambil menunjukkan layar hpnya pada Mahlika. Wanita itu masih tidak mengerti maksud kekasihnya. Berbeda dengan Auri dan Marcello yang sudah kesal. Mereka tahu apa yang membuat Oskar marah pada Mahlika. Bukankah hal itu terlalu kekanak-kanakan.

__ADS_1


“Itu photo oppa ganteng. Kenapa? Aku tidak selingkuh.” Ucap Mahlika yang mencoba merebut hp Oskar. Tapi pria itu malah mengangkat tangannya lebih tinggi. Sehingga Mahlika sulit mengambil hpnya oskar. Bukannya mendapatkannya dia malah tidak sengaja menggeser dan muncul sebuah video boy band korea sedang tampil di salah satu acara.


Mahlika langsung histeris yang membuat Auri kesal pada sahabatnya. Dia sudah biasa melihat tingkah gila sahabatnya bila melihat biasnya tampil. Rasanya dia benar-benar ingin melempar Mahlika dari ruang inapnya ke bawah dari jendela. Auri sudah tidak kuat dengan sahabatnya.


“OMG OPPA GANTENG, MAHLIKA CINTA OPPA.”teriak mahlika yang membuat Oskar terkejut. Apalagi kekasihnya malah menyatakan perasaannya. Padahal mahlika hampir tidak pernah menyatakan rasa sukannya padanya. Apa-apaan ini, dia selingkuh di hadapannya. Sunggu kekasihnya sudah sangat menyebalka. Oskar yang tidak bisa menahan amarah, lalu melempar hp berlogo apple kegigit keluar dari jendela kamar inap Auri.


“Kenapa kamu lempar oppaku.” Ucap Mahlika dengan wajah kesal.


“Kamu selingkuh padaku, bahkan kamu mengatakan cinta pada pria lai. Kamu tidak pernah menyatakan cinta padaku. Kamu selingkuh menggunakan hpku. Aku tidak akan membiarkan ini. Kamu harus dihukum.” Ucap Oskar yang mengangkat kekasihnya seperti mengangkut karung beras. Mahlika memberontak dan beberapa kali memukul punggu Oskar. Sayangnya hal itu tidak membuat Oskar merasakan sakit. Malah dia merasakan pukulan itu seperti elusan saja.


“Turunkan aku Oskar, kamu gila. Aku tidak pernah selingkuh. Dia oppaku bagaimana bisa kamu memperlakukannya begitu.” Ucap Mahlika dengan suara yang menggelegar sepanjang lorong rumah sakit. Banyak orang yang menatap mahlika dan Oskar dengan wajah kesal. Karena suara mereka mengganggu kenyaman orang-orang di rumah sakit. Tapi tidak ada yang berani memarahi Oskar saat melihat wajah yang sedang penuh amarah.


Kembali ke dalam kamar inap Auri. Pasangan yang tersisa hanya Auri dan Marcello yang bisa bernafas lega karena penggangu mereka telah pergi. Mereka tidak menyangka akan melihat drama receh seperti di depan mereka. Tentu saja Auri dan marcello tidak pernah seperti itu.

__ADS_1


“kamu tidak akan seperti itukan Marcello?”tanya Auri pada kekasihnya yang membuat marcello tersenyum lebar. Dia mengelus dahi kekasihnya dengan lembut.


“Aku tidak akan seperti Oskar, Kalau kamu benar-benar tertarik pada pria lain. Aku lebih suka menghabisinya secara diam-diam. Biar kamu tidak menyadari kehilangan pria itu.” Ucap Marcello yang membuat Auri terkejut. Ternyata kekasihnya lebih gila dari dua orang sebelumnya. Dia tidak sadar kalau hal itu lebih kejam.


__ADS_2