Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 128


__ADS_3

Hari ini keduannya kembali ke sibukannya masing-masing. Mungkin bedannya adalah Marcello kembali sibuk dengan perkejaan sebagai pemimpin perusahaanya. Sedangkan Auri kembali menjalankan hobinya setelah hidup di negara ini. Apa lagi kalau bukan merangkai bunga. Mungkin dulu dia merasa merangkai bunga hanya menghabiskan waktu saja.


Setelah dia setahun menjalaninya. Auri sangat menikmatinya walaupun dia kadang sebal dengan para pembelinya yang membeli karena keberadaanya. Entah itu bungannya bagus atau jelek mereka tidka peduli. Bagaimana Auri bisa tahu semua itu. Karena dia pernah dengan sengaja memberikan buket yang sudah bagus lagi.


Apa yang dia dapatkan adalah pujiannya saat besoknya. Seakan-akan tidak ada yang salah dengan rangkaian bungannya. Tentu saja hal itu berlaku hanya pada para fansnya.


“Aku kira mereka akan berhenti saat kamu menikah. Ternyata penggemarmu semakin bertambah saja.” Ucap Lyra yang membuat Auri bingung.


“Bagaimana bisa mereka mengetahui statusku? Kalau aku saja tidak pernah memberi tahu mereka.” Ucap Auri yang entah mengapa setelah berhubungan dengan marcello sahabatnya ini berubah mejadi mahlika kedua.


Apakah Cinta bisa membuat orang pintar menjadi bodoh. Pergi kemana kecerdasan sahabatnya ini. Hal seperti ini saja dia tidak menyadarinya.


“kamu lupa kalau menikah dengan pembisnis yang sudah mendunia. Tentu saja Marcello menyiarkan pernikahan ini di seluruh dunia. Kamu menjadi sangat terkenal bahkan melebih para artis dunia.” Jelas Lyra yang membuat Auri terkejut. Bagaimana bisa hal itu terjadi.


“Tidak mungkinkah, masa aku jadi terkenal.” Ucap Auri pada sahabatnya.


“Ayolah sahabatku berhenti menjadi seperti mahlika yang harus berpikir seperti keledai saja.” Ucap Lyra pada sahabatnya.


“Kamu harus ingat siapa suamimu itu.”

__ADS_1


“Marcello, Apa ada yang salah dengan suamiku hingga kami terkenal.” Ucap Auri dengan polosnya yang membuat Lyra gemas sekali sekaligus ingin membunuh sahabatnya ini. Kenapa jadi sangat lambat seperti ini.


“Kamu tahu tidak suamimu itu bergerak dalam bisnis apa?”tanya Lyra pada sahabatnya itu. Berharap Auri bisa menjelaskan lebih baik atau Lyra benar-benar akan melempar sahabatnya.


“Tahulah, dia memiliki bisnis hampir seluruh sektor. Bahkan dia juga menjadi perusahaan yang mengayomi para artis dunia.” Ucap Auri dengan lancar dan tenang. Tapi hal itu membuat Lyra benar-benar ingin mengecek sebanyak apa kotoran di dalam otaknnya hingga bekerja sangat lambat seperti ini.


“Lalu kalau suamimu seorang boss para artis maka dia pasti terkenal juga bukan?” tanya Lyra yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Auri.


“Lyra marcello tidak membuka identitasnnya tentang dia menjadi boss para artis dunia.” Jawab Auri yang membuat Lyra sudah bingung lagi untuk mengingatkannya. Rasanya dia ingin mengibarkan bendera putih saja dari pada harus memberi tahu Auri lagi.


“Auri kenapa kamu menjadi bodoh.”


“hachim”hidung mahlika merasa sangat gatal. Dia merasa seperti ada yang sedang menghina saat ini.Tapi dia hiraukan.


“Auri suamimu pembisnis yang bisa dibilang paling berpengaruh di dunia. Tentu saja banyak orang yang mencari informasi tentang pernikahan seorang marcello. Apalagi suamimu juga menyiarkan pernikahanmu di setiap stasiun TV yang dia punya.” Jelas Lyra yang dijawab dengan anggukkan kepala oleh Auri.


“Aku tahu itu, jadi dari tadi kamu ingin membicarakan hal itu. Kenapa tidak langsung pada intinya saja. Kamu seperti mahlika kalau berbicara berbelit-belit membuat orang lain tidak mengerti.” Ucap Auri dengan polosnnya. Sedangkan Lyra sudah terkejut mendengar penuturan sahabatnya. Jadi tadi Auri bukan tidak mengerti hanya caranya yang menyampaikan tidak apda intinya saja.


“Aku sengaja berpura-pura Lyra. Ternyata kamu lebih sabar dari mahlika.” Ucap Auri dengan senyuman lebar yang membuat Lyra tidak bisa menahan amarahnya. Dia lempar satu tangkai bunga pada sahabatnya. Tapi dengan mudah oleh Auri di tangkap.

__ADS_1


“Kamu harus berlajar ribuan tahun untuk bisa mengenaikku Lyra. Ilmu kamu masih terlalu jauh untuk bisa mengalahkanku.” Ucap Auri dengan sombong itu.


Ditempat lain kedua pria sedang tertawa melihat tingkah kedua wanita itu. Siapa lagi kalau bukan Edgar dan Marcello yang baru selesai rapat. Mereka langsung mengecek CCTV di toko bunga wanita mereka itu.


Sekarang keduannya terlihat sangat kompak. Sama-sama bucin jadi tidak ada satupun yang akan menghalangi. Tapi keduannya malah sering bersantai yang membuat para sekretaris memiliki kerjaan menumpuk. Beruntungnya gaji yang ditawarkan oleh marcello sebanding dengan penyiksaan yang di dapatkan.


“Saya baru tahu nona Auri sangat jail.” Ucap Edgar yang dianggukkan oleh marcello.


“Aku juga baru tahu itu Edgar, Dulu dia sangat dingin sekarang berubah menjadi kucing manis yang suka bermanja padaku. Apalagi dia sekarang terlihat lebih mudah tersenyum. Tidak sikap jailnnya yang suka kambu bila bertemu dengan Antara, Mahlika dan pacarmu itu.” Jelas marcello yang dianggukkan oleh Edgar. Dia tidak menyangka istri tuannya semenyenangkan itu. Padahal dulu dia terlihat sama seperti marcello. Kulkas berjalan yang sangat sedikit tertawa maupun tersenyum.


Sekarang kedua orang itu sudah terlihat normal. Marcello tidak lagi dingin walaupun sikap dinginnya masih sama jika bertemu wanita lain. Dia tidak ingin ada wanita yang berpikir sikap ramahnya bentuk kebebasan dirinya untuk menerima wanita lain di sisinya. Hanya pada Auri saja dia bersikap sangat ramah dan hangat.


Beberapa saat kemudian wajah Marcello berubah. Saat ada seorang pria yang memanggil istrinya. Dia tahu banyak penggemar istrinya yang suka membeli buket bunga. Tapi mereka semua tidak pernah memanggil istrinya dengan namannya. Selain itu ada perubahan dari wajah Auri saat melihat kedatangan pria itu.


“Edgar aku akan menjemput Auri.” Ucap marcello sebelum Edgar melarang tuannya itu. Karena masih banyak laporan yang harus ditanda tangani. Mungkin malam ini dia harus mendatangi kediaman tuannya.


Edgar sudah keluar dari kediaman marcello sejak Auri dan tuannya menikah. Dia tidak mungkin terus tinggal di atap yang sama. Meskipun tuannya maupun nyonya barunnya menerimanya dengan lapang dada.


Dia tidak ingin menjadi setan ketika mereka berdua sedang bermesraan. Nanti Edgar menjadi orang paling tersiksa. Apalagi kekasihnya itu belum mengibarkan bendera putih untuk melanjutkan hubungan kejenjang selanjutnya.

__ADS_1


“Rasanya masih sangat panjang perjalanku untuk membawa Lyra ke pelaminan. Entah cara apa lagi untuk membuktikannya kalau Aku benar-benar mencintainnya. Aura tidak bisakan kamu membantu untuk meluruhkan hati sahabatmu yang berubah menjadi sekeras batu itu. Bahkan dia tetap ingin mengujiku. Padahal aku sudah mencintiannya sejak lama bahkan sebelum bertemu kamu. Maaf Aura kalau aku tidak bisa memiliki perasaan padamu akhirnya.” Gumam Edgar saat melihat photo kekasihnya di atas meja kerjanya. Bukan Photo Aura, adik dari nyonya. Tapi potret Lyra dan dirinya saat di indonesia. Banyak kenangan yang dibuat oleh mereka saat berada di negara asal wanitanya itu.


__ADS_2