Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 96


__ADS_3

Auri sadar dari efek obat biusnya. Dia berada di rungan tidak begitu besar. Tapi kurangnya pencahayaan yang membuatnya sulit untuk mencari cara untuk kabur. Jika terjadi hal buruk. Saat ini badan Auri diikat di kursi kayu. Beberapa saat kemudian Royce masuk ke dalam ruangan itu.


“Kamu terlalu menganggap aku bodoh Auri.” Ucap Royce sambil memegang dahu Auri. Wanita itu malah tersenyum tipis pada pria di depannya. Walaupun rencana pertamanya dikatakan gagal tapi tidak dengan rencana B yang telah dibuatnya. Secara keseluruhan pria itu sudah masuk ke dalam kandang yang telah dia buat.


“Aku pikir kamu akan mencoba membuka hatimu padaku dan meninggalkan pria itu. Tapi aku lupa kalau kamu wanita yang handal dalam menipu orang lain Auri.” Ucap Royce yang dibalas sebuah tawa kecil Auri. Hal itu membuat Royce sedikit bingung. Bukankah harusnya dia takut saat dirinya dalam keadaan tidak bisa melakukan apapun. Bahkan dia bisa saja melakukan yang sama seperti Aura.


“Kamu tidak takut aku melakukanmu seperti Aura.” Ucap Royce pada Auri dengan senyum tipis.


“Aku tidak takut, Royce.” Ucap Auri dengan santai yang membuat pria itu geram. Dia mendakati wajahnya pada Auri. Tapi saat itu Auri malah meludahinya yang membuat Royce marah. Dia menampar pipi wanita itu dengan keras.


“Sialan kamu Auri. Aku sudah menyukai kamu sejak lama tapi kamu malah memilih si marcello itu. Dasar wanita J*lang.” ucap Royce yang menarik rambut lulus Auri. Hal itu membuat Auri berteriak karena rasa sakit di kepalanya.


“kamu pikir aku bodoh Royce, Sejak awal kamu tidak benar-benar menyukaiku. Karena wanita yang kamu cintai hanya Layra. Makanya kamu ingin membunuh adikku karena Edgar malah menyakiti perasaan Layra. Meskipun saat itu kamu tahu Layra telah tiada. Tapi kamu tidak terima Edgar yang mendapatkan hati gadis kamu cintai malah memilih wanita lain.” Jelas Auri yang membuat pria itu terdiam. Dia tidak menyangka kalau Auri mengetahuinya. Royce memang hanya mencintai Layra sejak kecil. Tapi gadis kecilnya malah mencintai Edgar. Pria yang menjadi tetangga gadis kecilnya.


Karena itu dia ingin membuat Edgar merasakan perasaannya. Tapi dia tidak menduga kalau Layra masih hidup hingga saat ini. Apalagi wanita itu adalah sahabat dari wanita yang dibunuhnya. Ada rasa bersalah yang menghinggapinya. Dia semakin membenti Edgar. Karena pria itu dia melakukan hal ini.


Sedangkan pada Marcello, Dia marah karena pria itu menyebabkan kakanya meninggal dunia. Tidak hanya disitu saja, Rayce kakak kembarnya malah menyangi marcello dibandingkannya. Hal itu yang membuat Royce sangat ingin menghancurkan marcello dan Edgar yang telah merebut kebahagiannya selama ini.

__ADS_1


“Kamu memang wanita yang pintar Auri. Sayangnya aku hanya tertarik dengan badanmu yang sexy ini. Kita harus memulai dari mana. Mungkin kamu akan senang seperti adik kembarmu saat disentuh. Aku tidak sabar saat marcello dan kakakmu antara mengetahui kalau adiknya berakhir seperti adik paling kecilnya.” Ucap Royce dengan senyuman lebar. Hal itu tidak membuat Auri takut. Tapi dia sedikit empati pada pria yang berada di depannya. Dia hanya kurang perhatian dari orang sekitanya.


Mungkin Royce merasa hidupnya tidak adil. Saat Edgar malah mendapatkan cinta Layra dengan begitu mudah. Sedangkan dia yang selalu bersama Lyra malah hanya dianggap kakak saja. Sedangkan Dia harus kehilangan kakaknya yang sudah berpisah lama dengannya karena menyelamatkan sahabatnya kakaknya.


“Jangan menatap aku seperti itu. Aku tidak suka saat orang lain menatap seperti itu padaku. Aku lebih kuat dari kalian. Kamu pikir aku akan kalah begitu saja. Aku pastikan sahabatmu, kakakmu, dan kekasihmu itu akan pergi menyusulmu.” Ucap Royce yang memilih untuk meninggalkan Auri begitu saja.


Ternyata keberadaan Auri saat ini di sebuah rumah kayu yang jauh dari markas utama. Setelah Royce keluar dari rumah itu, beberapa orang bawahan pria itu menyirami rumah kayu itu dengan minyak tanah. Dia tidak tega jika harus melecehkan wanita yang sempat menarik hatinya dari kegelapan. Walaupun pada akhirnya dia di kembalikan pada titik yang sama.


“aku harap kamu bisa bertemu dengan adik tercintamu itu.” Ucap Royce sebelum meninggalkan rumah itu.


Sedangkan para bawahan Royce melemparkan korek api yang menyebabkan bangunan itu terbakar.  Auri yang mencium bau asap sadar kalau dia sangat bahaya. Dia tidak berpikir pria itu akan langsung menyingkirkannya. Beruntungnya dia dengan mudah membuka ikatan di kedua tangannya.


Sedangkan Oskar dan bawahannya sedang menyerang markas  Royce. Saat mereka sedang bertarung dengan bawahan Royce yang sangat banyak. Pria itu muncul dari gedung lantai dua dengan senyum sinisnya.


“Kalian sudah telat menyelamatkan Auri, Mungkin sekarang dia hanya tersisa abu saja.” Ucap Royce pada orang-orang yang sedang bertarung. Oskar mencoba untuk tidak percaya. Dia fokus dengan mengalahkan orang-orang dari kelompok tiger. Sedangkan sisanya dia serahkan pada tuannya dan kakak Auri. Kedua pria itu sudah menyusup terlebih dahulu.


Sedangkan Auri yang sudah bisa keluar dari rumah itu dengan beberapa luka bakar ditubuhnya. Semua itu tidak bisa dicegah karena tidak ada cara lain selain membiarkan badannya terkena api. Saat itu marcello dan Antara datang diwaktu bersamaan. Mereka terlihat sangat khawatir saat tahu kondisi wanita itu.

__ADS_1


“Auri kamu baik-baik saja.” Ucap Marcello pada Auri yang dianggukan kepala oleh wanita itu. Kedua orang berjalan mendekati Auri. Sayangnya mereka tidaks sadar dengan keberadaan Royce. Pria itu menarik pelatuknya pistol yang diarahkan pada kepala marcello.


Auri langsung berlari menuju marcello dan mendorong badannya. Mereka terjatuh ke tanah. Beruntungnya pistol tidak mengenai siapapun. Marcello langsung berdiri dari posisinya dan melihat kondisi Auri yang ternyata baik-baik saja.


Sedangkan Antara sudah menembakkan pelurunya pada Royce. Tapi pria itu dengan muda menghindarinya. Terjadi aksi saling tembak-tembakkan. Tapi tidaks satupun peluru yang bersarang dikeduanya.


“Ternyata kamu semakin handal saja dalam menggunakan senjata itu Antara.” Ucap royce yang tidak dijawab oleh Antara. Pria itu terlalu malas berbincang dengan pria seperti Royce.


“Kamu masih sama saja, tetap sombong tidak suka basa-basi.” Ucap Royce pada Antara.


Sedangkan badan Auri berada di belakang Marcello. Dia menatap sekitarnya, rasanya ada hal yang mencurigakan. Tidak mungkin tempat ini hanya didatangi oleh Royce. Meskipun pria itu memiliki kemampuan yang baik dalam beladiri dan menggunakan senjata. Tapi tak mungkin dia menempatkan dirinya dalam bahaya. Melawan Auri saja dia sudah kesulitan apalagi dia harus menghadapi tiga orang sekaligus.


Saat itu Auri menemukan beberapa penembak jitu yang sedang mengarah marcello dan Antara. Sepertinya mereka sedang menunggu aba-aba. Auri mendekati marcello, Dia membisikkan sesuatu.


“Aku akan menghabisis para penembak jitu itu. Kamu pastikan untuk menjaga kakakku. Walaupun dia tidak bisa di pandang sebelah mata. Tapi kakak tidak sadar posisi para penembak jitu.”bisik Auri yang langsung dianggukan oleh pria itu. Dia sekarang akan percaya pada gadisnya.


“Dalam hitungan ketiga, kamu berlari pada Antara. Aku akan menembak mereka semua.” Jelas Auri dengan suara pelan.

__ADS_1


“satu,dua, tiga.” Ucap Auri saat itu Marcello langsung berlari pada Antara. Sedangkan Auri menembak 3 orang pemebak jitu dengan hanya pistol kecil yang selalu dia bawa. Semua tembakkannya tepat sasaran. Hal itu membuat Royce terkejut. Sedangkan Marcello berhasil membantu Antara dalam menghindari tembakan dari 3 orang penembak jitu itu.


“Sialan kaamu.” Ucap Royce pada Auri. Dia telah melupakan seberapa ahlinya Auri dalam menggunakan senjata. Dia menembakkan dua peluru pada kedua pria yang masih belum sadar dengan tembakkanya. Karena mereka sibuk menghindari tembakan. Sedangkan Auri yang sadar langsung berlari. Di waktu besamaan dia menembakkan satu peluru tepat di dada kiri Royce. Sedangkan Auri mendapatkan tembakan pada perut dan dada kananya. Hal itu membuat Marcello dan Antara terkejut melihatnnya. Tubuh Auri jatuh bersamaan dengan tubuh Royce yang lubuh karena tembakan wanita itu.


__ADS_2