
Akhirnya rencana membalas dendam pada Royce akan dimulai hari ini. Auri sedang bersiap untuk datang ke acara ulang tahun perusahaan marcello. Awalnya kekasihnya tidak ingin auri ikut karena dia tidak ingin Auri berdekatan dengan Royce. Tapi bukan Auri yang tidak bisa membuat seorang Marcello tidak bertekuk lutut. Pada akhirnya dia yang harus mengalah pada Auri.
“Kamu tidak akan ikut mahlika?” tanya Auri pada Mahlika yang sedang duduk di tempat tidur. Sejak awal sahabatnya hanya memandangi saja. Tidak membantu apapun, Auri juga tidak mengharapkan banyak dari sahabatnya.
“aku belum siap bertemu Royce.” Jelas Mahlika.
Masih ada rasa takut yang hingga saat belum hilang. Mahlika takut saat bertemu Royce, Dia akan menyebabkan onar di pesta kekasih sahabatnya itu. Bisa menjadi bahaya kalau hal itu terjadi.
“Datanglah bersama Oskar, Kamu harus mulai mengibarkan bendera perang. Sekarang kamu tidak hanya sendirian. Ada aku, marcello, Oskar, Edgar yang akan mendukungmu. Semua akan berjalan dengan baik. Bukankah lebih baik jika Royce terkejut melihat ahli waris sebenarnya masih hidup hingga saat ini.” Ucap Auri yang membuat mahlika terdiam.
Apa yang diucapkan Auri tidak sepenuhnya salah. Dia tidak mungkin selalu bersembunyi dari Royce. Sudah cukup 3 tahun dirinya menyembunyikan kematiannya. Ayahnya hanya tahu kalau Mahlika, Anak semata wayang telah tiada.
“Baiklah aku akan bersiap.” Ucap Mahlika yang berjalan menuju keluar kamar Auri.
Auri tersenyum senang saat sahabatnya akan ikut pergi ke pesta marcello. Dia juga membutuhkan sahabatnya untuk membangkitkan amarah dari musuhnya. Pasti Royce akan terkejut saat tahu adik tirinya ternyata masih hidup.
Auri kembali melanjutkan kegiatan. Dia sedang berdandan untuk mempercantik penampilannya. Bukan make up tebal, hanya riasan tipis yang akan mempertegas auranya saja.
Hari ini Auri menggunakan dress berwarna hitam panjang dengan belahan pada kakinya hingga betis. Selain itu dress memperlihatkan bahu Auri yang putih susu. Mungkin marcello akan marah saat melihatnya. Tapi Auti menutupi punggu mulusnya dengan sebuah blazer yang dia pakai untuk menutupi punggungnya.
Marcello masuk begitu saja ke dalam kamar Auri. Dia terkejut dengan penampilan kekasihnya yang sangat cantik. Dia jadi tidak ikhlas membawa Auri ke pestanya. Pasti banyak pria keranjang yang menatap kekasihnya dengan pikiran kotor. Kenapa Auri selalu cantik mengunakan apapun.
__ADS_1
Marcello semakin kesal saat melihat ada belahan di bagian kakinya. Hal itu membuat Auri terlihat sangat sexy dan hot. Auri tersenyum melihat kekasihnya yang sepertinya sedang menahan kesal.
Seperti yang sudah diduga oleh Auri. Kalau marcello pasti akan marah dan merajuk padanya. Tapi untuk hari ini Auri tidak akan memperdulikannya. Karena dia harus membuat Royce terpesona dengannya.
“Sayang kenapa kamu tidak menggunakan dress yang lebih tertutup. Sekarang kamu ganti lagi gaunnya.” Protes Marcello yang membuat Auri tersenyum tipis.
Marcello memang sangat menjaga dirinya. Dia selalu melarang Auri berpakaian terbuka di depan banyak orang, Perlakuan kekasihnya yang membuat Auri selalu senang. Dia merasa diperlakukan sebagai porselin yang harus dijaga hati-hati. Karena jika sudah pecah, porselin tidak bisa digabungkan kembali.
Auri berjalan mendekati kekasihnya. Dia menggelayutkan tangannya di leher Marcello. Sedangkan pria itu memegang pinggang Auri. Keduanya saling tatapan. Terlihat jelas tatapan sebal marcello pada Auri. Sedangkan Auri malah tersenyum manis yang membuat Marcello luruh pada kekasihnya untuk kesekian kalinya.
“Ini terakhir kalinya kamu menggunakan gaun seperti ini.” Perintah marcello yang langsung dianggukkan oleh Auri. Senyumnya tidak pernah luntur.
“Tentu saja sayangnya Auri.” Ucap Auri yang membuat marcello kembali senang. Dia tersenyum lebar karena panggilan sayang dari kekasihnya. Marcello tidak pernah bosan berdekatan dengan Auri.
Saat marcello berniat mendekatkan wajahnya dengan Auri. Sebuah suara keras muncul dari belakangnya. Terlihat wajah kesal marcello kembali muncul. Dia sudah menduga pasti tidak akan semudah itu untuknya bermesraan dengan Auri. Sedangkan Auri menahan tawa melihat wajah marcello seperti seseorang yang menahan pup saja.
Brak.
“Auri bantu aku berdandan. Hey kalian sedang apa.” Ucap seorang wanita yang muncul dari depan pintu kamar. Marcello sangat ingin mengirimkan sahabat kekasihnya ke planet lain agar tidak mengganggunya.
Apakah mahlika tidak punya sopan santun. Dia tidak mengetuk dulu kamar Auri. Lansgung masuk begitu saja. Padahal marcello sedikit lagi akan mendapatkan kecupan manis dari kekasihnya.
__ADS_1
“Sabar sayang, kamu tunggu di luar ya.” Ucap Auri dengan sebuah kecupan di pipinya.
Hal itu membuat Marcello bisa sedikit menahan amarahnya pada wanita yang sedang berjalan mendekati kekasihnya. Dia sangat ingin menjauhkan mahlika dari Auri. Wanita itu terlalu sering mengganggunya.
“Segeralah kamu mendapatkannya Oskar.” Ucap Marcello pada Oskar yang sedang menunggu di ruang keluarga.
Sebenarnya Oskar sedang menahan tawa. Dia sudah menduga wanitanya akan membuat kesal bossnya. Terlihat saja marcello keluar dari kamar kekasihnya dengan wajah ditekuk. Sudah dirinya duga kalau mahlika sudah mengganggu waktunya bersama dengan Auri.
“Aku sedang berusaha.”
“Cih usahamu tidak pernah menunjukkan hasilnya.” Ucap Marcello yang tidak sadar membuat hati Oskar sakit. Bossnya benar sekali, mendekati Mahlika ternyata tidak semudah yang dipikirkannya. Wanita itu selalu saja bisa membuatnya tidak bisa berdekatan.
“Kamu harus menggunakan cara licik untuk bisa memiliki wanita menyebalkan itu. Pastikan nanti saat di pesta kamu menemukan caranya. Aku tidak akan memberitahu caranya.” Ucap Marcello yang sekarang sudah fokus dengan gadgetnya. Dia sedang menghubungi Edgar.
Edgar tidak datang ke tempat Auri. Dia harus mengurus rencana untuk menjerat musuhnya itu. Dia harus menanyakan alasan Royce sering menyerangnya. Bukankah dia tahu bagaimana hubungannya dengan kakak kembarannya.
Marcello tidak bisa menghabiskan royce begitu saja. Karena dia memiliki janji dengan sahabatnya untuk melindungi Royce dan selalu membantu pria itu dalam keadaan apapun. Rayce sudah seperti saudara untuk Marcello.
Rayce, Antara, Edgar adalah teman Marcello sejak kecil. Mereka sudah melewati banyak hal bersama-sama. Mereka bertiga sudah seperti seorang adik kakak yang selalu bersama dan tidak pernah terpisahkan. Tidak pernah membiarkan salah satu dari mereka terluka begitu saja.
“Oskar kamu sudah pastikan pasukan kita berjaga di sekitat tempat acara ulang tahu perusahaanku?” tanya Marcello pada Osakar yang langsung dianggukkan oleh bawahannya sekaligus sahabatnya.
__ADS_1
Walaupun hubungan marcello dan Oskar tidak selama dengan Edgar. Tapi kesetian Oskar tidak bisa dipandang sebelah mata. Oskar tidak pernah mengecewakan seorang marcello. Selain pria itu selalu menggangu waktunya bersama kekasihnya. Apalagi dalam waktu dekat ini, Oskar selalu datang dan menceritakan nasih percintaanya yang tidak ada kemajuan terus.