Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 126


__ADS_3

Rencana bulan madu yang sudah dibuat oleh marcello harus diundur hingga waktu yang bisa melakukan ronda malam bersama dengan istrinya. Tentunya jadi tidak terlalu beguna jika tidak melakukan hal itu pikir marcello.


Beruntungnya Auri juga tidak mempermasalahkan tentang gagal rencana buran madu mereka. Sepertinya yang merasa keberatan malah Marcello. Tapi bagaimanapun dia tidak bisa melakukan apapun karena hal itu sudah takdir bukan.


“Sepertinya ada yang sedang uring-uringan karena tidak mendapatkan jatah tadi malam.” Sindir Antara pada marcello. Sayanya orang yang disindirnya itu tidak memperdulikannya. Dia malah asik bercengkraman dengan sang istri.


Bisa dibilang Auri sekarang sangat manja dengan marcello. Bahkan istrinya itu tidak ingin berjauhan dengan marcello. Dia selalu ingin tiduran di atas pahan sang suami. Entah alasan Auri melakukan hal itu.


“Kakak jangan mancing suami aku dong. Bilang ajah kakak ikut senang karena marcello senasib dengan kakak sekarang. Sayangnya nanti juga suami aku juga dapat jatah gak kaya kakak yang pacar ajah gak punya. Mau minta jatah sama siapa masa saama mami.” Ucapan Auri yang membuat orang-orang di rumah keluarga Alaksana tidak bisa menahan tawa. Sedangkan wajah Antara sudah memerah.


“Kalian ini kapan berhenti menggunakan aku sebagai lolucon.” Ucap Antara dengan tatapan kesal pada pasangan suami istri baru ini.


“Hingga kakak gak sendiri lagi dan punya istri. Makanya nikah sana. Sudah ada cewek yang nungguin tapi gak di ajak mulu. Malah nungguin yang sudah punya.” Ucap Auri yang untuk kesekian kalinya melukai hati seorang Antara.


Antara yang tidak ingin lagi mendengarkan ucapan kedua pasangan itu yang ketagihan menghina dirinya. Apalagi adiknya terus saja berniat menjodohkannya dengan sekertaris barunya itu. Apakah dia tidak tahu hal itu sangat tidak nyaman untuk dirinya.


Sekarang Antara jadi ingat kesalahan yang sudah diperbuatnya pada wanita itu. Dia belum memiliki kesempatan untuk mengucapkan pemohonan maaf. Karena sudah memandangnya dengan buruk.

__ADS_1


“Sial kenapa wajah wanita itu muncul di otakku.” Gerutu Antara yang sedang di dalam kamarnya. Beberapa hari ini dia tidak bisa terus memikirkan wanita yang memiliki hobi mengajak pria menikah. Lebih tepatnya mengajak Antara menikah seperti meminta permen ke orang asing.


Padahal Antara tidak tahu kalau orang yang diajak menikah hanya dirinya. Tidak ada pria lain atau belum ada calon yang tepat untuk kaila ajak menikah. Tentu saja wajah tampan Antara menjadi alasan setelah melihat sikap baik dari kakak Auri ini.


“Kalian ini terlalu kejam pada Antara.” Ucap Edgar yang tadi memilih diam dengan Lyra di sampingnya. Sekarang ketiga sahabat itu sedang berkumpul. Bisa dikatakan hanya Antara saja yang masih sendiri sedangkan ketiga sahabatnya itu sudah menggandeng wanita.


Apalagi Mahlika dan Oskar akan menikah awal bulan depan. Sedangkan Lyra dan Edgar ingin santai dulu. Mereka ingin menikmati pacaran mereka dulu. Mungkin untuk mengikat perjalinan cinta mereka yang pernah tergantikan dengan sosok lain.


Lebih tepatnya Lyra ingin memastikan kalau Edgar benar-benar memiliki perasaannya bukan karena rasa kasian selama ini. Dia juga ingin mengetahui kebenaran dari hubungan kekasihnya dengan sahabatnya di masa lalu itu.


Banyak hal yang ingin dipastikan oleh kedua orang itu. Tentu saja marcello dan Auri tidak memperdulikan hubungan kedua orang itu. Cukup mahlika saja yang sudah membuat kedua otak mereka hancur akibat perasaan  Antara itu.


“Mungkin besok.” Ucap Auri dengan santai yang membuat kedua pasang itu terkejut. Bukankah terlalu cepat mereka untuk kembali. Masalahnya Edgar dan Oskar jadi harus ikut bekerja juga jadinya. Padahal mereka sedang asik bisa berkencan dengan kekasihnya tanpa ada gangguan marcello.


“Kenapa emang?”tanya Auri pada sahabatnya.


“Gak kenapa-napa sih cuman mau nanya ajah. Aku juga ikut sama kalian ya.” Ucap mahlika yang langsung mendapatkan penolakan oleh marcello. Wajah sahabat Auri itu berubah menjadi sangat buruk.

__ADS_1


“Kenapa kamu buru-buru ingin kembali mahlika?”Selidik Auri pada sahabatnya yang langsung mengalihkan tatapannya. Dia tahu ada yang sedang disembunyikan oleh mahlika. Hal itu tidak akan sulit untuk dirinya mengetahuinya.


“Tidak ada apa-apa aku hanya sudah rindu rumahku sendiri.” Ucap mahlika yang masih tidak berani menatap langsung sahabatnya. Tentu saja dia tidak ingin rahasianya diketahui oleh Auri. Karena hanya dengan satu tatapan saja Auri bisa tahu apa yang sedang dipikirkan oleh sahabat.


Terkadang mahlika berpikir kalau Auri bukan manusia biasa. Lebih tepatnya sahabatnya itu seperti dukun yang bisa menebak dengan hanya menatap wajahnya. Sepertinya sahabatnya itu memiliki kemampuan gaib.


Padahal bukan itu sebenarnya, Auri sudah mengenal mahlika cukup lama. Hanya ada beberapa masalah di masa lalu yang membuat mahlika ingin cepat pergi dari negara asalnya. Hal itu pasti berhubungan dengan keluarga kandungnya.


“Kamu berniat kabur dari ayahmu lagi bukan?”tanya Auri yang membuat wajah mahlika memerah. Dia terkejut saat tebakan sahabatnya benar. Bagaimana Auri bisa tahu. Harap maklum saja kecerdasan mahlika memang sedikit kurang dalam hal ini.


“Kamu pikir sudah berapa lama aku mengenalmu. Ingat hanya tentang keluarga kamu saja seorang mahlika memilih bersembunyi beberapa tahun di apartement atas kakak Antara.” Ucap Auri yang membuat Oskar menatap kekasihnya. Dia tidak pernah tahu kalau tempat tinggal kekasihnya milik sahabatnya. Walaupun dia tahu Antara sempat membeli sebuah apartement atas adiknya itu.


Ternyata tempat itu ada hubungan dnegan Antara. Dia tidak tahu ada hubungan apa Antara dengan kekasihnya. Oskar tahu kalau ada hubungan yang antara kedua orang itu. Walaupun dia sudah melihat sahabatnya itu sedang menjauh kekasihnya.


“Hadapi mahlika kamu tidak bisa kabur terus menerus. Bagaimanapun dia adalah ayah kandungmu. Kamu tidak bisa seperti ini selamanya.” Ucap Auri pada sahabatnya sambil mengelus bahu mahlika yang mulai bergetar. Mungkin sahabatnya mengingat kenangan buruk yang pernah terjadi padanya sebelum seorang mahlika memilih untuk pergi dari negara asalnya. Tentu saja atas bantuan sahabatnya ini.


“Kamu tahu Royce memintaku bertemu dengan ayah. Tapi aku tidak ingin lagi menemui pria itu lagi. Aku benci dengan pria yang dengan tegannya memilih wanita lain dibandikan ibuku dulu.” Ucap mahlika dengan air mata yang sudah mengalir. Dia tahu seberapa besar kesalahan yang diperbuat ayah dari sahabatnya ini pada Mahlika maupun ibunya.

__ADS_1


Tapi tidak dibenarkan kalau sahabatnya malah membenci ayah kandungnya sendiri. Bagaimanapun dia ada di dunia ini karena ada pria itu juga. Selain itu dia tahu awal masalah dari hancur keluarga mahlika berada pada ibu Royce. Sekarang wanita tua itu harus mendapatkan bayarannya akibat kejahatannya. Ibu Royce harus merasakan penyakit berbahaya yang akan menggerogoti hidupnya hingga tuhan memanggilnya lagi. Sungguh sang pencipta tidak pernah menutup mata akan kepedihan umatnya.


__ADS_2