
Auri maju dari tempat persembunyiannya. Sebelum itu dia sudah menemukan titik buta yang tidak akan disadari oleh para penysup. Sedangkan marcello masih dalam posisinya. Dia ingin melihat seberapa handal gadis kecil menyelesaikan para penyusup.
Tentunya marcello tidak akan melepaskan mereka setelah ini. Bukankah sedikit bermain dengan orang-orang yang berani memasuki kediamannya. Selain itu menggangu waktu gadis kecilnya.
Auri maju dan dengan waktu yang sangat cepat mengalahkan tiga orang. Mereka hanya mendapatkan luka yang tidak begitu parah tapi tidak bisa membuat mereka bergerak saat ini. Salah satu dari ketiga orang mengalahkan pistolnya tepat pada kepala Auri.
Tapi Auri mengetahuinya. Marcello terkejut dengan hal yang terjadi di depannya. Hampir saja nyawa Auri melayang jika gadis kecil itu tidak menghindar. Marcello sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.
Marcello menendang turang kering dari pria yang berniat membunuh Auri. Mungkin luka yang diberikan Auri masih bisa ditahan oleh pria itu tapi tendang marcello membuat tulangnya patah.
“Siapa yang menyuruh kalian masuk kedalam wilayahku?” tanya marcello sambil menarik kerah pria yang sudah tidak berdaya.
Sedangkan pistol yang mereka bawa sudah di ambil oleh Auri. Dia melihat jenis pistol yang digunakan oleh para penyusup. Setiap senjata memiliki ciri khas sendiri untuk membedakan asal pembuatnya.
Auri yang sangat menggemari senjata tentu dia dengan mudah dalam mengenali semua jenis senjata dan berasal dari mana senjata itu. Dia terkejut dengan senjata yang digunakan oleh 3 orang yang datang.
Senjata yang selama ini dirinya cari. Karena salah satu barang bukti yang tertigal di dekat mayit Aura adalah satu pistol dengan ciri polet hijau di bagian bawah.
Auri menatap tajam pada ketiga pria di depannya. Dia berjalan mendekati marcello dan mengarahkan pistol itu tepat pada kepala dari pria yang menyerangnya tadi. Marcello sedikit terkejut dengan perubahan Auri. Dia merasa ada sesuatu yang terjadi hingga Auri sangat marah seperti saat ini.
“Siapa pemimpin mu?” tanya Auri.
Pria yang ditanya badannya gemetar karena pistol yang diarahkan kepalanya. Salah sedikit nyawanya akan pergi. Tapi dia juga sadar kalau dia tidak akan pisah kabur dari rumah ini. Beberapa kawannya yang sudah mencoba menyerang marcello berakhir dengan keadaan yang sangat mengenaskan.
“Jawab.”
“Anda tidak perlu tahu.” Ucap pria itu sedikit berani meski badannya bergetar karena tatapan dari kedua orang di depannya.
“Jawab pertanyaan gadis itu sekarang.” Ucap marcello.
__ADS_1
“Aku tidak akan memberi tahu kalian. Lebih baik kalian membunuhku sekarang saja.”
“Kalau sekarang kamu tidak ingin mengatakannya. Mungkin sedikit kekerasan akan membuatmu membuka mulutmu.” Ucap Auri yang menembak kaki pria itu.
“Aaaaaaaaaaakh.” Teriak pria itu yang merasakan kesakitan pada kakinya. Sedangkan 2 orang lagi menatap takut pada sosok Auri.
Walaupun Auri seorang wanita. Ternyata mereka tidak bisa menganggap remeh pada wanita itu. Dia bukan wanita lemah yang akan goyah karena orang lain menangis atau berteriak kesakitan. Bahkan sekarang mereka melihat pasangan di depannya seperti singa jantan dan singa betina yang keraparan. Kapan saja akan siap menerkam mereka.
“Jawab pertanyaanku.” Ucap Auri.
“saya tidak akan menjawabnya.”
“Sudahlah, Edgar bawa ketiga orang ini ketempat biasa.” Ucap marcello saat melihat tangan kananya berlari mendekatinya. Edgar langsung menyuruh bawahannya untuk membawa ketiga penyusup dan beberapa orang yang telah di kalahkannya di luar.
“Kita harus bicara.” Ucap Auri dengan wajah yang masih sangat dingin.
Marcello dan Edgar saling melemparkan tatapan. Marcello tidak tahu apa yang membuat gadis kecil itu menjadi tidak mood seperti saat ini. Akhirnya keduanya mengikuti tubuh kecil di depannya ke dalam kantor marcello.
“Apa?”
“Tuan kita seperti bawahannya nona Auri.” Ucap Edgar dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh wanita di depan mereka.
“Tak apa sebentar lagi dia akan menjadi nyonya Fellardo.” Ucap marcello pada tangan kanannya.
Auri sudah duduk di salah satu sofa di ruangan marcello. Kedua pria duduk di berhadapan dengan Auri yang sedang dalam mode seriusnya. Tatapannya sangat tajam seperti erang yang sedang memandang mangsanya.
Auri menyodorkan pistol di hadapan kedua pria. Keduanya tidak mengerti maksud Auri. Akhirnya marcello mengambil pistol itu dan dia baru sadar dari maksud gadis di depannya.
“Pistol sama dengan barang bukti yang digunakan pelaku untuk membunuh Aura.” Ucap Auri.
__ADS_1
Sekarang Edgar mengerti dengan keadaan saat ini. Ternyata pelaku penyerangan hari ini ada hubungannya dengan kematian Aura. Dia jadi tidak sabar untuk menggali informasi dari orang-orang itu.
“Mari kita bekerja sama untuk menangkap pelakunya. Sepertinya atasan mereka sangat membenci kalian. Jadi kita akan lebih mudah untuk mencari orangnya bukan.”
“Anda benar, kelompok dari pembuat pistol ini sering menyerang kediaman tuan marcello ataupun kelompok mafia kami. Tapi sampai saat ini kami belum menemukan siapa dibalik kelompok itu.” Jelas Edgar.
Auri terdiam dan sedikit berpikir dengan situasi yang terjadi saat ini. Marcello seorang ketua mafia yang paling ditakuti dan berkuasa di seluruh dunia. Tentu saja musuhnya sangat banyak. Dia akan sulit untuk menemukan siapa pelakunya dari banyak musuh yang sering menyerangnya.
Selain itu senjata bisa saja mereka dapatkan dari mafia lain yang tidak menyerang marcello. Akan sangat panjang jalurnya jika diterusuri dari benda. Marcello juga tidak akan mendapatkan banyak informasi dari para tahanan.
Mereka juga belum tentu bertemu langsung dengan atasan mereka. Jadi keadaan sekarang masih sangat gelap untuk menentukan siapa pelakunya.
“Aku punya ide.”
“kalau boleh saya tahu ide nona seperti apa?”
“Hanya ada dua cara untuk mendapatkan informasi jalur penyebaran senajata ini. Jika kita tahu siapa saja yang menggunakan senjata ini. Beberapa langkah lagi kita dapat menemukannya. Tapi untuk tahu jalur penyebarannya kita harus masuk kedalam kelompok mafia yang sering bertransaksi dengan pembuat senjata ini. Selain itu kita juga bisa membeli senjata.” Jelas Auri.
“Lalu apa yang harus kita lakukan?”
“Aku akan masuk ke dalam kelompok dari para tahanan. Bukan hal yang sulit untuk berpura-pura menjadi anggota mereka.”
“Tidak, hal itu terlalu bahaya.” Ucap marcello. Dia tidak akan mempertaruhkan keselamatan Auri hanya untuk bukti yang belum jelas. Selain itu dia tidak tahu hal buruk apa yang akan terjadi pada Auri.
“Tenanglah untuk menjadi seorang anggota biasa tidak mudah. Selain itu aku sudah biasa melakukannya untuk menggali informasi mereka. Tentu saja informasi itu akan dijual pada orang yang berani membayar mahal.” Jelas Auri.
Marcello dan Edgar tidak menyangka gadis di depannya ternyata menjadi agen bayaran dalam sebuah mafia. Kedua pria itu saling pandangan.
“Tenanglah aku tidak pernah menjual informasi kelompok kalian. Terlalu sulit untuk masuknya kalian menggali informasi dari calon anggota buka.” Jelas Auri.
__ADS_1
Pada akhirnya kedua pria itu tidak bisa menolak rencana gila yang akan dilakukan oleh Auri. Marcello hanya akan mengirimkan bawahannya untuk melindungi gadisnya jika dalam situasi buruk terjadi pada Auri.