
Mahlika dan Oskar belum meninggalkan root top. Wanita itu sekarang sedang memandang kota dari atas. Tatapannya kosong seperti jiwanya tidak sedang berada di sini. Sedangkan pria yang duduk di sampingnya menatap sedih keadaan mahlika.
“jangan seperti ini mahlika. Nona Auri akan sedih jika melihatmu seperti ini.” Ucap Oskar yang membuat wanita itu memandang pria di sampingnya.
Mahlika menatap pria yang telah melindunginya dari kakak tirinya saat di pesta. Dai tidak menyangka akan ada orang lain selain Auri yang berada di sisinya saat Royce mengeluarkan taringnya. Ada rasa tenang saat Oskar menjaganya seperti saat itu.
“Terima kasih Oskar.” Ucap mahlika yang langsung membuang pandangannya. Karena dia merasakan seluruh wajahnya memerah. Sedangkan Oskar tidak bisa menahan rasa senang yang menghampirinya. Saat dia melihat wanita di sampingny bersemu merah.
Dia tarik wajahnya mahlika untuk menatapnya. Tanpa menunggu waktu lama, Oskar menempelkan kedua bibir mereka yang membuat mahlika terkejut. Tapi dia tidak langsung melepaskan ciuman mereka. Hingga beberapa saat Mahlika sadar, dia langsung mendorong badan Oskar.
Senyuman muncul di wajah oskar. Berbeda dengan mahlika yang sudah bersemu merah. Tidak ada senyuman tapi dia merasa senang dengan perlakuan pria itu. Dia hanya tidak berani menatap wajah oskar.
“bibir kamu sangat manis sayang.”ucap oskar yang membuat wajah wanita itu bersemu merah. Sekarang dia ingin bersembunyi dari Oskar yang gencar menggodanya.
“berhenti menggodaku Oskar.”
“wajahmu merah membuat wajahmu semakin cantik saja.” Ucap Oskar bersamaan wajah mahlika di tarik mendekati wajahnya. Sekarang kedua mata mereka saling bertatap. Hal itu terjadi cukup lama hingga Oskar menarik badan mahlika kedalam pelukannya.
“Jangan mendorong aku untuk menjauh darimu Mahlika.”ucap Oskar saat mereka saling berpelukan. Mahlika sama sekali tidak menolak pelukan dari pria itu. Dia merasakan kehangatan seperti saat bersama ibunya dulu. Peraasaan yang selama ini dirinya rindukan sejak lama.
__ADS_1
“Mahlika aku mencintaimu. Aku tidak peduli kalau kamu tidak mempunyai perasan untukku tapi jangan mendorongku untuk mejauh. Hal itu lebih menyakitkan dibandingkan aku tahu kamu tidak memiliki perasaan padaku.” Ucap Osakr dengan lirih.
Mahlika mengelus punggu Oskar. Hal itu membuat pria itu senang secara tidak langsung wanita itu sudah bisa menerima dirinya bukan.
“Kamu bisa menerima kondisiku oskar. Aku tidak seperti wanita normal yang lain. Trauma yang aku dapatkan bisa saja membuatmu terluka. Aku bukan wanita yang baik untuk bersanding denganmu.” Ucap pelan mahlika yang masih bisa terdengar oleh oskar.
Oskar menjauhkan pelukan mereka. Sekarang mereka saling bertatapan. Dia selalu suka melihat mata wanitanya yang bisa membawanya tenggelam dalam kegelapan matanya.
“Bukankah aku tidak kalah buruknya Mahlika. Aku tidak akan pernah mempermasalahkan hal itu. Karena itu hingga saat ini aku masih mengejar dan menunggu kamu mahlika.” Ucap Oskar sambil mengelus wajah wanita di depannya.
Wanita yang sudah membuatnya tertarik sejak pertemuan pertama mereka. Oskar masih tidak menyangka akan semudah itu hatinya jatuh kedalam pesona Mahlika. Padahal pertemuan pertama mereka tidak bisa dibilang baik dan indah. Tapi perlakuan mahlika yang apa adanya membuat oskar suka dengan wanita itu.
“Aku belum memiliki perasaan padamu tapi aku sedikit nyaman bersama denganmu.” Ucap mahlika yang membuat sebuah senyuman terbit di wajah tampan oskar. Hal itu membuat wanita itu terpesona untuk kesekian kali terhadap ketampanan pria di depannya. Bukankah sekarang dia tidak masalah kalau terpesona dengan oskar.
“ya berusahalah terus Oskar untuk membuat hatiku menjadi milikmu.” Ucap mahlika dengan diakhiri sebuah kecupan pada bibir oskar. Hal itu membuat pria itu terkejut karena wanita yang disukainya bernisiatif untuk menciumanya.
“Terima kasih Oskar kamu masih bertahan sampai saat ini.” Ucap Mahlika setelah wanita itu melepaskan ciuman mereka. Sedangkan Oskar masih terkejut dan tidak merespon ucapan mahlika. Hal itu membuat mahlika gemas dengan tingkah pria di depannya. Kemana pria yang suka menggodanya ini.
Mahlika memeluk badan oskar yang membuat pria itu sadar kalau dia tidak sedang bermimpi. Kalau wanitanya menyerang terlebih dahulu. Tentu dia sangat senang hingga tidak bisa dia jelaskan seberapa bahagianya oskar.
__ADS_1
“Aku yang harusnya berterima kasih karena kamu memberikan kesempatan aku untuk membuatmu mencintaiku.” Ucap Oskar yang memberikan kecupan di dahinya.
“hem oskar kita mau sampai kapan disini. Aku sudah mulai merasakan rasa dingin.” Ucap mahlika pelan yang membuat oskar gemas dengan tingkah wanita di sampingnya. Dia mencubit pipi mahlika yang tidak cubbi itu. Tentu saja hal itu membuat mahlika menatap tajam pada Oskar.
“sakit oskar.” Ucap mahlika.
“kamu menggemaskan, ayo kita pulang.” Ucap oskar sambil menyodorkan tangannya untuk dipegang oleh mahlika. Mereka berjalan menuju tempat parkir. Mobil mereka melaju menuju kediaman marcello.
Sedangkan di tempat lain, seorang pria sedang merenung di kamarnya. Beberapa hari ini dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Tidak lagi dirinya terlalut dengan kekasihnya yang sudah berpulang. Dia masih memikirkan ucapan sahabatnya mengenai wanita yang selama ini Edgar tunggu bahka sebelum dia berpacaran dengan Aura.
“Bukankah wanita itu sudah dinyatakan meninggalkan. Tidak mungkin dia masih menungguku hingga saat ini.” Ucap Edgar di depan potret dua anak kecil yang terlihat perbedaan usianya.
Potret seorang anak perempuan cantik yang masih berusia 5 tahun dengan seorang pria yang berbeda 10 tahun dari anak perempuan itu. Keduanya saling tersenyum di dalam potret itu.
Gadis yang dirinya cari setelah kecelakaan yang menimpa anak kecil itu. Edgar sudah mencarinya kemanapun tapi dia tidak mendapatkan kabar mengenai keberadaan gadis itu. Selain itu kepolisian menyatakan kalau gadis itu telah tiada karena kondisi mobil yang sangat memprihatinkan.
“Kalau kamu memang masih hidup kenapa kamu tidak menunjukkan keberadaanmu. Kamu pergi kemana sebenarnya selama ini. Kenapa marcello mengatakan kalau kamu masih hidup dan sedang menungguku. Bahkan dia mengatakan kalau kamu selalu ada di dekatku.” Ucap Edgar pada potret yang dipegangnya. Dia sangat mencintai gadis kecil yang selalu berada di sampingnya saat keluarganya satu persatu meninggalkannya.
“aku sangat merindukanmu rara-nya Edgar.” Gumam edgar dengan lirih.
__ADS_1
Sedangkan seorang wanita menatap potret anak laki-laki yang lebih tua beberapa tahu. Anak laki-laki yang memberikan dirinya motivasi untuk tetap berjuang dari kematian. Tapi dia harus melepaskan pria itu sekarang.
“Aku akan melepaskan perasaan ini kak Edgar. Aku yakin hingga kapanpun kamu tidak akan menyukaiku. Aku lelah jika harus terlalu berharap kalau kamu ingat rara kecilmu ini.” Ucap Lyra pada potret yang dipegangnya. Sebuah air mata berjatuhan membasahi potret yang dipegangnya. Dia tidak menyangka akan datang dimana Lyra memlih untuk menutup rapat-rapat masa lalunya.