
Auri sudah menyusun segala rencana untuk melaksanakan asik penolakan perjodohan. Tapi dia masih sangat gugup, takut jika ada kata-kata yang salah. Bagaimanapun itu semua akan membuat ibunya kecewa jika sahabat ibunya malah tersinggung.
“Sepertinya kamu sangat gugup?”tanya Antara yang baru masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak menyangka adiknya yang jenius ini bisa merasakan gugup hanya karena berniat menolak perjodohan yang dirancang sang ibu.
“Aku hanya tidak ingin terbawa emosi nanti. Bagaimanapun mereka adalah teman ibu.” Ucap Auri pada sang kakak.
“Tenanglah semua akan berjalan dengan sangat baik.” Ucap Antara dengan senyuman misterius muncul di wajah tampannya. Hal itu membaut Auri merasa ada yang sedang disembunyikan oleh kakaknya ini.
“Kakak menyembunyikan sesuatu?”tanya Auri yang langsung digelengkan oleh kakaknya. Antara lebih baik meninggalkan sang adik dibandingkan harus mendengat pertanyaan yang diarahkannya. Dia akan kalah kalau sampai itu terjadi.
Auri menatap rumah yang berada di depannya. Dia merasa gugup karena akan bertemu dengan teman ibunya dan calon suami yang dipilih oleh sang ibu. Tentu saja dia akan menolak perjodohan ini karena ada pria yang sudah menempati hatinya.
Antara mencoba menahan tawannya melihat wajah sanga adik yang sangat gugup. Bahkan dia tidak sadar sebegitu bodohnya adiknya saat sudah jatuh cinta. Sampai dia tidak sadar dengan pemilik rumah ini. Tentu saja dia sudah tahu orang yang akan dijodohkan pada adiknya ini.
“Kamu mau sampai kapan berdiri di situ sayang.” Ucap mami pada anak perempuannya. Auri tersadar dari lamunannya. Dia melangkah mendekati sang ibu yang sudah berjalan terlebih dahulu. Dia merasa tidak ingin masuk ke dalam rumah itu.
Tapi dia tetap harus masuk atau hubungannya dan marcello bisa berakhir begitu saja. Sekarang dia harus mempertahankan marcello di sampingnya. Setelah berbagai pengorbanan kekasihnya selama ini untuknya. Biarkan sekarang dia yang harus berjuang.
“Kamu sudah datang fio.” Ucap seorang wanita yang menyambut kedatangan meraka.
“Auri sudah besar dan cantik ya sekarang.” Ucap wanita yang sepertinya seusia dengan sang ibu. Wanita yang terlihat masih cantik meskipun sudah tidak muda lagi.
__ADS_1
“Makasih tante juga masih cantik saja.” Ucap Auri yang membuat wanita tua itu tersenyum lebar dan dia menarik tangan Auri masuk ke dalam rumahnya. Dia langsung menatap ibunya dan kakaknya. Dia berharap mendapat bantuan tapi mereka tida tertarik melakukan itu. Antara malah berjalan menuju tempat lain seperti dia sudah terbiasa dengan rumah ini.
“ Auri tidak perlu gugup seperti itu. Anggap seperti rumah saja. Dulu juga Auri sering main ke sini saat kecil. Kenapa tidak pernah datang lagi, padahal tante sangat rindu pada Auri.” Ucap wanita tua itu yang membuat Auri terdiam. Dia tidak ingat pernah datang ke rumah ini sebelumnya. Mungkinkah itu terjadi saat dia masih sangat kecil.
“kamu pasti tidak bisa mengingatnya. Karena saat itu kamu masih sangat kecil sekali.” Ucap wanita tua itu yang sekarang Auri bisa pahami. Berarti dia kenal dengan pria yang akan dijodohkan padanya. Tapi dia sudah membulatkan tekad untuk menolak perjodohan ini.
“Sebenarnya tante, Auri dan mami datang ingin megatakan kalau perjodohan ini tidak bisa terus di lanjutkan.” Ucap Auri dengan serius. Wanita tua itu mendengarnya jadi sedih. Dia tidak menduga akan seperti ini. Padahal dia sudah membayangkan anaknya dan anak sahabatnya menikah. Jadi mereka bisa menjadi besan.
“Kenapa Auri menolak perjodohan ini?”tanya wanita tua itu.
“Sebenarnya Auri sudah mempunyai kekasih. Jadi Auri tidak bisa menerima perjodohan ini.” Ucap Auri pada wanita tua itu.
“Kamu masih bisa menerimanya sayang, karena aku yang akan dijodohkan denganmu.” Ucap seorang pria yang selama beberapa hari selalu dirindukan olehnya. Dia tidak menyangka marcello ada di sini. Auri langsung menatap tajam pada kakaknya yang malah tersenyum lebar. Ternyata hal ini yang disembunyikan oleh kakaknya. Kenapa dia tidak mengatakannya lebih awal. Jadi Auri tidak perlu berpikir keras untuk mencari alasan memutuskan perjodohannya.
“Kamu saja yang tidak ingat dengan marcello yang merupakan sahabat kakak dari kecil. Padahal kalian dulu sangat dekat tapi bisa -bisanya lupa.” Ucap Antara pada sahabatnya dan Adiknya.
Awalnya Antara juga takut kalau adiknya dijodohkan dengan pria lain. Tapi semua itu hilang saat mami menjelaskan orang yang akan dijodohkan pada adiknya. Kalau tahu orang dijodohkan pada Auri adalah marcello. Antara tidak perlu pusing-pusing memikirkan rencana untuk menggagalkan perjodohan. Tentu saja dia memikirkan hal itu.
“Mana aku ingat kalau saat itu aku masih sangat kecil.” Ucap Auri pada kakaknya.
“jadi kalian sudah saling kenal?”tanya mami marcello pada anaknya.
__ADS_1
“Ya, Auri adalah kekasih Marcello yang tadi malam marcello ceritakan. Mami saja yang tidak ingin mendengarkan dengan sangat baik. Beruntung orang dijodohkan pada marcello adalah Auri.” Ucap Marcello yang baru sadar saat ibunya mengatakan kalau wanita yang dijodohkan padanya adalah adik dari Antara.
Karena Aura sudah kembali di sisi sang pencipta. Jadi hanya satu adik Antara yang tersisa yaitu kekasihnya. Ternyata takdir mendukung hubungan mereka. Tapi dia tidak berniat mengatakan pada kekasihnya. Biarkan Auri terkejut saat melihatnya nanti. Seperti saat ini Auri terkejut saat tahu dirinya adalah pria yang dijodohkan padanya.
“Aku tidak menyangka kalau kedua anak kita sudah saling berhubungan sebelumnya Fio.” Ucap wanita tua itu yang bernaama Olive.
“Aku juga tidak menyangka seperti itu Olive. Mungkin mereka sudah berjodoh.” Ucap Fio.
“Bagaimana kalau kita mempercepat pernikahan mereka saja?”usul wanita tua itu pada anaknya dan sahabatnya. Tentu saja Marcello akan sangat setuju dengan usulan sang ibu. Berbeda dengan Auri yang terkejut. Dia memang berniat menjalin hubungan serius dengan kekasihnya. Tapi tidak secepat ini bukan.
“Marcello setuju.”
“Auri tidak setuju.” Ucap keduanya berbarengan. Marcello menatap tajam pada kekasihnya. Sayangnya Auri tidak kalah tajam menatap kekasihnya balik. Keduanya saling melemparkan tatapan tajam.
Marcello menarik tangan kekasihnya ke sebuah taman yang ada di rumahnya. Dia harus mengetahui alasan kekasihnya malah menolak permintaan sang ibu. Tentu saja dia tidak suka dnegan hal itu.
“Kenapa kamu menolaknya?”tanya Marcello pada intinya yang membuat Auri jengah sendiri.
“aku merasa tidak pernah dilamar olehmu. Kamu tega langsung mengajakku menikahku begitu saja tanpa ada lamaran romantis.” Ucap Auri yang membuat Marcello tersipu malu sendiri dengan ke bodohannya. Kenapa dia bisa lupa dengan hal itu. Padahal dia sudah berjanji tidak akan melakukan hal yang dilakukan oskar pada mahlika.
“Tentu saja aku tidak akan membiarkan hal itu. Aku sudah menyiapkan semuanya. Nanti malam kamu tunggu aku dan jangan lupa berdanda cantik.” Ucap Marcello yang langsung dianggukkan oleh wanita itu. Marcello tanpa menunggu waktu langsung memeluk badan kekasihnya.
__ADS_1
“aku merindukanmu.” Ucap Marcello.
“Aku juga,” ucap Auri yang membuat keduanya saling tersenyum bahagia dan meresapi pelukan mereka.