
Lyra tidak menyangka Mahlika dengan santainya menanyakan hal itu. Walaupun dirinya juga berpikir sama dengan mahlika. Seorang Auri yang sangat suka diperintah. Sekarang seperti kucing jinak yang sangat patuh dengan majikannya.
“apa maksudmu mahlika?” tanya Auri yang tidak menyangka pertanyaan sahabatnya.
“ya kamu gak kesurupan jiwa wanita yang tergila-gila dengan tuan marcello. Seorang Auri tidak mungkin nurut pada orang lain.” Ucap mahlika yang membuat marcello tersenyum lebar.
Rasanya dia berhasil sudah mengalahkan Auri. Berbeda dengan Auri yang menatap kesal pada sahabatnya. Dia tidak masalah kalau mahlika mengatakannya saat tidak ada marcello. Tapi mahlika malah mengatakannya sekaran. Satu hal yang pasti pria di sampingnya sedang senang karena sudah mengalahkan sikap Auri.
“Mahlika.”
“aaaaaaw.” Teriak mahlika saat mendapatkan pukulan dari Lyra.
Mahlika memang manusia yang tidak peka. Apa dia tidak lihat Auri sedang menahan amarah. Walaupun Lyra sudah menduga kalau Auri memiliki perasaan pada marcello.
Tidak sulit untuknya tahu tentang itu. Karena Aura juga sama seperti Auri saat didekati oleh Edgar. Sekarang kedua anak kembar itu baru terlihat sangat mirip.
“Marcello sebaiknya kamu pulang sekarang.” Ucap Auri yang sekarang ingin sekali memberikan hukuman pada Mahlika.
Secara tidak langsung mahlika memberitahu pada marcello kalau dirinya memiliki perasaan padanya. Sekarang Auri sudah tidak memiliki muka untuk menatap marcello. Rasanya dia sangat malu. Auri mengakui kalau dirinya luruh dengan marcello.
“Bukankah aku sudah bilang kalau rumahku adalah kamu Auri.” Ucap marcello yang sekarang malah merangkul tangan Auri.
Wajahnya cemberut seperti anak kecil yang sedang merajuk pada ibunya. Mahlika dan Lyra kembali terkejut dengan eskpresi si ketua mafia yang berada di depan mereka. Apakah setan tadi berpindah pada marcello.
“Apa sekarang setannya pindah ke tuan marcello?” ucap Mahlika dengan polos yang membuat ketiga orang yang ada di ruangan itu melotot bukan main. Bahkan marcello ikut kesal dengan sahabat gadisnya. Sekarang dia tahu kenapa bawahannya tergila-gila pada mahlika. Karena mereka memiliki sikap yang sama-sama menyebalkan.
“MAHLIKA.”teriak Lyra dan Auri yang kesal dengan tingkah polos wanita itu.
__ADS_1
Auri yang sadar mood Marcello menjadi sangat buruk karena ucapan sahabatnya. Langsung memberikan kode pada Lyra. Beruntungnya sahabatnya yang satunya memahami kode Auri. Dia langsung menarik mahlika.
“kenapa sih harus teriak gak ada yang salah. Terus kenapa kamu tarik aku segala. Makannya belum abis nih.” Prote mahlika yang ditarik oleh Lyra.
Lyra langsung membawa kotak makanan punya mahlika. Jika sahabatnya dibiarkan terus bisa-bisa nyawanya melayang malam ini. Mahlika memang harus berada di kamarnya dan tidak boleh dipertemukan dengan siapapun.
“Kenapa sih kamu bawa aku keluar dari apartement Auri?” tanya mahlika yang sekarang asik dengan ayam yang dibawa oleh Lyra.
Sungguh Lyra ingin sekali mencuci otak sahabatnya yang lemot tiada tara. Kenapa dia bisa menjadi lulusan jenius tapi hal sederhana seperti tadi saja dia tidak tahu.
“kamu tahu karena ucapanmu nyawa kita himpir saja melayang.”
“Apa yang salah dengan ucapanku?” tanya mahlika yang mencoba mengingat-ngingat apa yang baru saja dirinya katakan. Beberapa saat kemudia wajah mahlika memucat. Dia baru sadar kesalahannya pada Marcello.
“kenapa kamu gak berhentikan aku sih. Aku mati apalagi sudah membuat Auri marah.” Ucap mahlika yang berdiri dan berjalan bulak- balik di depan Lyra.
Bagaimana ini Dia sudah membuat manusia es itu marah. Bisa-bisa utangnya semua ditagih malam ini. Belum juga mahlika menemukan solusi atas kesalahannya.
Bunyi pintu lift membuat Mahlika menatap takut pada orang yang berdiri dengan tatapan tajam padanya. Mahlika langsung berlari dan bersembunyi di belakang Lyra. Sedangkan Lyra mendesah lelah dengan sahabatnya yang selalu saja membuat onar.
“Mahlika sekarang bayar hutangmu. “ ucap Auri yang membuat mahlika terkejut bukan main.
“Aku tidak ada uang Auri jadi bisa nanti saja.” Ucap Mahlika.
“Tidak ada nanti-nanti berikan atmmu padaku. Akan aku ambil uangmu karena telah membuatku marah.”
“tidak Auri aku mohon. Jangan ambil uangku. Nanti aku miskin. Kalau aku miskin bagaimana aku bisa membeli makanan untuk bertahan hidup. Aku juga tidak bisa menonton konser oppa korea. Jangan ambil uangku hikks” Ucap Mahlika yang sudah menangis dan memeluk badan sahabatnya. Auri membuang nafas kasar.
__ADS_1
Sebenarnya dia tidak benar-benar ingin menagih hutang Mahlika. Selain itu dia juga tidak ingat sebanyak apa mahlika berhutang dengannya. Namun dengan cara ini saja Mahlika akan mengakui kesalahannya. Sahabatnya sangat takut jika harus membayar hutang karena dia juga tidak tahu hutangnya sebesar apa pada Auri.
Lyra menatap lelah dengan drama di depannya. Selalu seperti ini jika mahlika membuat Auri marah. Sahabatnya akan menangis karena takut uangnya di ambil oleh Auri.
Satu yang membuat Lyra kesal adalah mahlika tidak pernah menggunakan uangnya untuk membiayai hidupnya selama satu tahun ini. Dia menumpang hidup pada Auri. Seluruh biaya makan dan apartement ini yang menanggung Auri. Sedangkan dia menggunakan uangnya untuk membeli koin komik online dan nonton konser oppanya.
Bukankah Mahlika adalah sahabat yang sangat menyebalkan. Dia harusnya dibuang sejak awal oleh Auri kalau sahabatnya tidak baik. Karena mahlika hanya memberikan beban hidup pada orang sekitarnya.
“Sudahlah sana duduk. Aku lelah.” Ucap Auri yang melihat sahabatnya menangis dan berbagai kata-kata yang mengikuti agar dirinya tidak Auri lelah mendengarnya.
“Tapi kamu tidak akan mengambilkan uangku bukan?” tanya Mahlika yang masih memeluk tubuh Auri.
“ya jadi lepaskan.” Ucap Auri.
Mahlika langsung melepaskan pelukannya. Lihat tangisan bombaynya langsung menghilang. Senyuman di wajah mahlika muncul yang membuat Auri dan Lyra menatap sebal dengan akting sahabatnya. Mungkin mahlika akan langsung mendapatkan piagam jika menjadi artis. Karena dia sangat handal dalam berakting. Sayangnya Auri dan Lyra sudah hafal dengan tingkah sahabatnya.
“Dasar ratu drama.” Ucap Lyra yang melihat Mahlika tersenyum seperti tidak ada yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
“Dasar wanita ribet.” Ucap Mahlika pada Lyra.
“kamu harus mengganti profesi menjadi artis saja Mahlika.” Ucap Lyra yang langsung mendapatkan tatapan tajam. Saat itu Lyra sadar kesalahan yang telah diperbuatnya. Wajah mahlika langsung berubah murung mendengar ucapan sahabatnya.
“Sudahlah kamu tidak usah sedih. Semua itu hanya masa lalu. Ada hal yang penting aku bahas adalah Mahlika kamu sudah membuatku kesal. Jadi belajarlah untuk menyaring ucapanmu.” Ucap Auri dengan tatapan tajam pada mahlika yang menjawab dengan anggukan kepala.
“Mahlika kamu tidak usaha bekerja saat rencanaku dilakasnakan. Marcello yang akan menggantikan posisimu. Jadi kamu bantu Lyra saja di toko bunga.”
“Tidak bisa kenapa jadi pria itu. Hanya aku yang bisa melakukannya.” Protes Mahlika yang tidak suka kalau marcello mengambil pekerjaanya.
__ADS_1