Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 104


__ADS_3

Edgar membuka pintu dengan keras yang membuat orang di dalam ruangan itu terkejut. Pria itut terkejut saat wanitanya sedang membantu seorang pria dalam menggunakan pakaiannya. Amarahnya naik begitu saja, dia berjalan mendekati Lyra dan Royce. Dia menarik tangan Lyra dari badan Royce. Wanita itu berniat protes tapi semua itu diurungkan saat tatapan tajam dilemparkan oleh Edgar.


“Kamu sudah besar jadi tidak perlu bantuan Lyra. Selain itu kamu punya banyak bawahan yang bisa membantumu.” Ucap Edgar sebelum membawa Lyra keluar dari ruang inap Royce. Wanita itu mencoba melepaskan cengkraman tangan Edgar. Tapi sangat sulit karena dia kalah tenaga denagn pria itu.


“Lepaskan aku Edgar.” Ucap Lyra pada pria di depannya yang tiba-tiba berhenti. Hal itu membuat Lyra menabrak punggung tegap Edgar. Dia merasakan sakit di dahinya.


“Aw.” Teriak Lyra saat dahinya tidak sengaja menabrak punggu pria itu. Edgar langsung membalikkan badannya dan memegang dahi wanitanya. Dia sangat khawatir dengan Lyra. Sedangkan wanita itu harus menormalkan debaran dadanya yang tiba-tiba bekerja sangat keras karena perlakuan Edgar. Sungguh dia ingin pergi dari Edgar sekarang. Lyra takut suara jantungnya terdengar dari pria itu.


“kamu baik-baik saja?”tanya Edgar dengan suara lembut. Tidak seperti saat berbicara dengan Royce. Sekarang Lyra malah terdiam karena terpesona dengan wajah di hadapannya. Hal itu membuat senyuman terbit di wajah Edgar.


Dia sadar kalau wanitanya sedang menatapnya dengan intens. Edgar mendapatkan ide untuk menjaili wanita yang sebentar lagi akan menjadi kekasihnya. Dia mendekati telinga wanita itu dan meniup tepat di telinga Lyra. Hal itu membuat Lyra merinding apalagi dengan suara seksi yang terdengar di teringanya. Ingin dia bersembunyi di lubang tikus saat ini.


“Apakah kamu sangat terpesona dengan wajah tampanku?” Tanya Edgar pada Lyra dengan suara yang sangat lembut tapi membuat jantung terus berdetak cepat. Pria itu tidak berniat menarik kepalanya menjauh dari telinga Lyra.


Hal itu membuat Keduanya saling tatap-tatapan saat Lyra menolehkan kepalanya. Wanita itu langsung bersemu melihat wajah Edgar yang sedang tersenyum. Setelah itu Edgar tertawa keras dan kembali menarik tangan Lyra dengan sangat lembut. Sedangkan wanita itu tidak berani mengangkat wajahnya sekarang. Dia sangat malu apalagi mereka sedang ditatap oleh banyak orang. Tidak hanya itu beberapa orang malah menggodanya.


“Waktu muda adalah yang sangat menyenangkan untuk menjalin cinta.”

__ADS_1


“Mereka sangat cocok aku jadi iri deh.”


“Aduh ini drama gratis yang buat hati senyum-senyum sendiri yang lihatnya.” Ucap orang-orang yang menyaksikan Edgar dan Lyra yang sedang berjalan menyusuri lolong rumah sakit menuju parkiran. Tapi fokus mereka hancur saat mendengar teriakan dari dua orang pasangan yang sedang memerankan drama lain. Kenapa hari ini penuh drama gratis di rumah sakit. Sedangkan Edgar dan Lyra tertawa melihat tingkah kedua orang itu.


“Apakah kamu mau aku lakukan itu padamu?”goda Edgar yang mendapatkan pukulan pelan dari Lyra. Sedangkan pria itu malah tertawa pelan karena mendapatkan respon menggemaskan dari wanitanya. Lyra dan Edgar lupa tentang kejadian beberapa waktu di ruang inap Royce. Seakan semua itu tidak lagi penting. Bahkan Lyra tidak berniat menolak ajakkan Edgar. Dia ingat ucapan sahabatnya beberapa waktu lalu tentang jangan terlalu menahan perasaan. Jika benar-benar dirinya suka dengan keberadaan pria itu.


“aku senang kamu tidak menolakku. Rara.” Ucap Edgar yang membuat wanita itu juga tersenyum. Kedua orang itu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah sakit begitu saja.


Sedangkan pasangan lain yang tak bukan Mahlika dan Oskar sedang berdebat di dalam mobil. Wanitanya masih tidak merasa sudah melakukan kesalahan. Sedangkan Oskar sudah menyatakan perbuatan kekasihnya adalah tindakan perselingkuhan.


“kamu bilang pria lain tampan bukankah itu termasuk selingkuh.” Ucap Oskar yang membuat Mahlika sulit menjawabnya. Dia tidak menyangka kekasihnya secemburu ini. Padahal dia tidak pernah menunjukkan ini sebelumnya. Oskar sekarang sangat menyebalkan di mata Mahlika walaupun sedikit sweet juga.


“Aku hanya memuji oppa saja.” Ucap Mahlika pada kekasihnya yang membuat pria itu kesal.


“bahkan kamu manggil dia oppa, sedangkan padaku kamu memanggil dengan nama saja tanpa ada panggilan sayang.” Protes Oskar yang membuat Mahlika ingin membuka isi otak kekasihnya. Dia pikir orang paling bodoh dan aneh hanya dirinya. Ternyata ada orang yang lebih para darinya. Orang itu adalah kekasihnya yang sedang cemburu seperti anak kecil.


“Ayolah sayang aku tidak mungkin cemburu. Kamu tahu kalau aku punya phobia berdekatan dengan pria. Aku hany nyaman bersamamu. Jadi lupakan semua pikiran negatifmu tentangku.” Ucap Mahlika yang membuat kekasihnya sedikit luruh hatinya. Apalagi dia memanggilnya dengan panggilan sayang. Sedangkan mahlika sangat jarang memanggilnya seperti itu. Rasanya amarahnya meluap begitu saja. Tapi dia tidak akan semudah itu tergoda. Dia harus mendapatkan hal lebih agar memastikan kekasihnya itu tidak pindah kelain hati.

__ADS_1


“Kamu pikir dengan panggilan itu bisa membuatku tidak marah lagi.” Ucap Oskar dengan wajah yang belum membaik. Dia masih dalam mode sangar dan menyeramkan. Tapi di mata mahlika berbeda. Mungkin itu terjadi karena dia sudah bucin pada Oskara tanpa pria itu sadari.


“Lalu aku harus apa agar kamu percaya padaku.” Ucap Mahlika yang akhirnya lebih baik mengalah saja. Dia tidak kuat kalau berdebat terus dengan kekasihnya. Dia takut otaknya yang kapasitas rendah akan meledak.


“kamu harus janji untuk menerima permintaanku tanpa ada penolakkan.” Ucap Oskar yang langsung dianggukkan dengan mahlika tanpa pikir dua kali. Dia pikir lebih baik menyelesaikan masalah lebih cepat. Sehingga dia bisa kembali menatap wajah para oppa ganteng di rumahnya. Dia tidak sadar kalau Oskar tidak akan membiarkan hal itu terjadi kembali.


Kalau Mahlika memang pintar dalam bidang IT. Tapi dia lupa kalau Oskar lebih pintar dan handal dibandingkannya. Bahkan dia setara dengan Auri. Meskipun wanita itu lebih cerdik lagi dalam menggunakan keahliannya. Hal itu membuat Auri bisa disamakan dengan tuannya.


Oskar mengambil sesuatu dari saku jasnya. Mahlika masih penasaran permintaan apa yang diajukan oleh kekasihnya. Dia akan berikan kecuali berhubungan badan. Karena dia sudah bertekad tidak ada se* before marriage. Dia memang bukan seorang umat yang rajin dalam ibadah. Tapi dia selalu menghindari dosa besar yang membahayakan nanti. Sudah cukup dosa dalam melakukan pekerjaan meretas data-data perusahaan orang lain. Tidak akan lagi dia tambahkan dosa zinah yang lebih besar.


“Will you marry me?”tanya Oskar sambil menunjukkan sebuah cincin di kotak buludru hitam. Awalnya dia akan membuat acara untuk melamar kekasihnya. Tapi melihat tingkah berbahaya kekasihnya. Dia tidak bisa lagi menunggu waktu lama. Bisa bahaya kalau Mahlika jatuh hati pada para oppanya.


Sedangkan Mahlika terkejut. Dia tidak menduga akan dilamar oleh Oskar. Tentu saja dia bahagia hingga tidak sadar air matanya jatuh. Padahal dia tidak menduga akan dilamar secepat ini oleh kekasihnya. Bahkan bisa menikah saja tidak pernah dalam impiannya. Karena dia sadar tidak akan ada pria yang menerima kondisinya.


“Kamu tidak boleh menolak.” Ucap Oskar yang kesal karena belum ada jawaban dari kekasihnya. Sedangkan Mahlika malah tertawa mendengar ancaman kekasihnya yang sedang merajuk. Tanpa pria itu duga, mahlika langsung mencium bibir kekasihnya dengan lembut. Lalu melepaskan tapi tangannya masih menggantung dileher.


“I will.” Ucap Mahlika yang membuat pria itu tersenyum bahagia. Keduanya saling berpelukan satu sama lain. Tanpa mereka sadar ada seseorang yang terluka melihat kemesraan keduanya. Pria itu meninggalkan tempat parkir menuju taman rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2