
Auri keluar dari kamar mandi dengan wajah ditekuk. Sedangkan marcello malah tersenyum melihat istrinya yang dalam keadaan yang sangat buruk. Dia tahu kalau tamu istrinya datang. Walaupun dia harus menahan hasratnya tapi Marcello tidak mempermasalahkannya. Dia akan menunggu hingga istrinya benar-benar siap saja.
“Kenapa seperti itu sayang? Roti jepangmu ada bukan?”tanya Marcello yang tidak canggung membincangkan kebutuhan setiap wanita. Tapi berbeda dengan Auri yang wajahnya bersemu merah. Kenapa suaminya itu tidak sadar kalau ucapannya itu sedikit tabu. Biasanya para pria tidak suka membicarakan hal itu.
“Aku bawa, maaf ya marcello.” Ucap lirih Auri yang sekarang sudah berdiri di depan suaminya. Bukannya marah Marcello malah tertawa melihat wajah sang istri yang ditekuk.
“Kamu tidak perlu meminta maaf, kamu tidak salah sama sekali. Aku menikahmu bukan karena hal itu walaupun aku dengan senang hati melayanimu sayang.” Goda marcello berakhir mendapatkan pukulan dari sang istrinya. Tawa Marcello kembali pecah.
Rasanya satu hari ini marcello banyak tertawa dan tersenyum. Tentu saja hal itu berbahaya untuk jantung Auri yang menikmati pemandangan seperti ini. Bagaimanapun wajah marcello benar-benar sangat menawan apalagi saa tertawa dan tersenyum. Seakan pusat dunia Auri hanya berporosa pada sang suaminya ini. Sungguh tidak baik jika hal ini terus terjadi untuk jantungnya dan matanya.
“Kenapa sih kamu tertawa terus. Gak ada yang lucu tahu.” Ucap Auri yang masih berdiri di hadapan sang suami. Marcello langsung menarik tangan sang istri yang menyebabkan Auri jatuh ke dalam pangkuan Auri.
Auri mencoba untuk berdiri tapi kedua tangan suaminya sudah melingkari pinggangnya. Hal itu membuatnya tidak berniat memberontak. Sekarang mereka sudah sepasang suami istri jadi tidak masalah bukan kalau mereka bermesraan.
“Sepertinya kamu juga menikmati posisi ini ya sayang.” Ucap Marcello sambil mengecupi pipi istrinya. Sedangkan Auri menatap sebal karena ketahuan sang suami kalau dia juga sudah tidak masalah dengan bermanjaan dengan marcello lagi.
__ADS_1
“Ih nyebelin kamu. Emang masalah kalau aku ingin bermesraan dengan suami sendiri.” Ucap Auri dengan wajah ditekuk yang mambuat senyuman marcello mengembang. Dia selalu gemas jika melihat wajah Auri yang sedang cemberut. Rasanya dia menerkam lagi tapi marcello harus menahan mengingat kondisi sang istri.
“Aku suka dengan kamu yang manja sama aku. Lakukan hal itu sesuka hatimu.” Ucap Marcello yang membuat otak kecil Auri berdenting. Dia memiliki ide untuk menggoda sang suami. Tak masalah bukan jika sesekali menjaili sang suaminya ini.
“Kamu benar, mulai sekarang marcello hanya milik Auri. Jangan pikir bisa dengan mudah melirik wanita lain. Kamu akan mendapatkan hukumannya jika melakukan hal itu.” Bisik Auri tepat ditelinga marcello yang memberikan dampak yang besar pada marcello.
Sepertinya istrinya sedang mencoba menggodanya. Bukannya marah Marcello malah menikmati aksi sang istri. Kapan lagi dia bisa melihat seorang Auri jadi wanita yang menggodanya terlebih dahulu. Tapi marcello menyesal setelah tindakan yang dilakukan oleh sang istrinya.
Gairahnya meningkat drastis hanya dengan sebuah gigitan di telingannya saja. Tentu saja wajah marcello sudah berubah memerah karena menahan gairah yang muncul. Apalagi istrinya sangat cantik malam ini. Kalau bukan tamunya yang datang. Sudah pasti marcello tidak akan membiarkan sang istri lepas dari pelukannya meskipun itu pergi ke kamar mandi.
“Ih mesum.” Ucap Auri yang langsung melepaskan peluakannya. Dia memilih bersembunyi di dalam selimut. Auri tidak menduga niat menjaili semuanya malah berimbas pada dirinya. Sekarang dirinya sangat malu karena sudah membuat adik sang suaminya itu terbangun. Apalagi tadi dia bisa merasakan kalau ukurannya sangat besal dan mengganjal. Sungguh otaknya sekarang sedang berkelana.
Sedangkan marcello tidak bisa menahan tawannya. Dia tertawa keras selama perjalanan menuju kamar mandi. Dia tidak sabar melakukan ronda malam bersama sang istri. Pasti akan sangat menarik, marcello pastikan saat itu Auri tidak akan bisa turun dari tempat tidur hingga pagi.
“Tunggu saja sayang nanti kamu harus membayar malam ini karena sudah menggoda adikku.” Ucap marcello dari kamar mandi yang membuat wajah Auri memerah mendengarnya saja. Sepertinya suaminya sedang membalasnya. Karena sekarang Auri harus menahan debaran jantung yang bekerja lebih cepat dari biasannya. Tidak hanya itu ekdua pipinya sudah memerah dan panas seperti tomat merah saja. Sungguh serangannya malah berbalik menyerangnya. Sepertinya Auri tidak semestinya memancing lagi.
__ADS_1
Marcello harus menyelesaikan urusannya dengan sang adiknya yang tidak mau turun. Sungguh efek istrinya sangat besar pada miliknya itu. Dia bahkan harus berendam hampir satu jam lebih. Badannya sedikit kedinginan tapi hanya bertahan beberapa saat saja.
Marcello keluar dari kamar mandi dengan badan yang segar meskipun dia habis berendam. Setelah mengambil celana pendek. Dia berjalan menuju tempat tidur. Dia memang tidak biasa menggunakan pakaian di badan bagian atasnya kalau sedang tidur.
Sebelum ikut berbaring di samping istrinya. Dia menatap wajah istrinya yang sudah terlelap lebih dulu. Hari ini sangat melelahkannya untuknya maupun Auri. Apalagi hari ini sang istri baru saja kedatangan tamunya. Pasti wanitanya itu sedang kelelahan. Setelah pulas menikmati wajah sang istri dalam waktu yang terbilang cukup lama.
Marcello memilih untuk membaringkan badannya di samping sang istrinya. Dia menarik badan Auri ke dalam pelukannya.Posisi saat ini dirinya bisa melihat wajah istrinya lebih dekat.
Sungguh dia bersyukur bisa mendapatakan istri secantik Auri. Tidak hanya cantik wanita yang sedang terlelap itu wanita yang luas biasa. Wanita yang tahu cara melindungi dirinya sendiri dan mejaga batasaan denga para pria di luarnya.
Tentu saja Marcello tahu kalau Auri sangat sedikit teman laki-laki. Alasannya istrinya itu memang bukan yang suka bergaulan dengan lawan jenis. Mungkin itu juga karena taurama yang diidapnya. Beruntungnya kejadian buruk itu tidak berdampak hingga saat ini.
“Aku harap kamu bisa selalu bahagia dan kita selalu bersama hingga tuhan memanggil kita. Jangan pernah tinggalkanku Auri. Aku mencintaimu sayang melebihi diriku sendiri. Terima kasih sudah memilihku menjadi suamimu sayang.” Ucap Marcello dengan diakhiri sebuah kecupan di dahi sang istri dengan sayang. Tanpa dia sadari sang istri tidak benar-benar tidur. Dia hanya berpura-pura tidur karena masih malu dengan tingkahnya sebelumnya.
“Aku juga mencintaimu suamiku. Terima kasih sudah memilihku menjadi wanitamu dan menjadikanku ratu di cerita masa depan kamu. Aku berharap kita akan selalu bersama apapun masalah yang mendatangi kita di masa depan.” Ucap Auri dalam hati. Perlahan dia mulai merasa mengatuk dengan elusan dari suaminya di rambuntnya itu.
__ADS_1