Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 135


__ADS_3

Marcello hanya ingin mendengarkan keresahan dari sang istrinya yang berada di pelukannya itu. Mungkin Auri sangat tidak nyaman dengan tingkah sahabatnya itu. Karena itu pada akhirnya istrinya memilih untuk datang ke tempatnya. Tapi malah melihat wanita lain sedang mencoba menggodannya.


“Sepertinya kau lebih baik berhenti bekerja di toko Lyra saja.” Ucap Auri pada suaminya dengan tatapan sendu. Wajah lelah terlihat jelas sekali di wajah cantiknya.


“Kamu bisa melakukan apapun sesuka hatimu sayang.” Ucap Marcello pada sang istri.


Marcello memang jarang menuntut pada Auri. Dia awalnya menolak niat Auri untuk bekerja di toko lyra. Tapi pada akhirnya dia juga tidak akan benar-benar melarang hal yang diinginkan istrinya. Semasih hal itu bukan tentang berdekatan dengan pria lain.


“Aku lelah melihat Alan yang tidak henti mendekatiku. Aku sudah bingung harus gunakna cara apa biar pria itu menjauhiku. Padahal dia sudah tahu kalau aku sudah menjadi milikmu. Mungkin aku lebih baik menjadi anak bebek yang mengikuti kamu saja.” Ucap Auri yang membuat wajah marcello cerah seperti matahari. Karena istrinya berniat untuk selalu mengikutinya. Bukankah itu usulan yang sangat bagus.


“Aku dukung usulanmu itu. Kamu bisa selalu berada di sampingku. Jadi kalau aku rindu padamu aku bisa langsung membawa istriku ke dalam pelukanku.” Ucap Marcello yang membuat senyuma lebar muncul di wajah Auri. Tentu saja dia senang saat tahu suaminya tidak mempermasalahkannya.


“Kamu tidak masalah istrimu ini akan mengikutimu dan menjagamu agar tidak bisa melirik wanita lain selama ini.” Ucap Auri yang membuat Marcello malah tertawa keras. Dia merasa kalau istrinya sangat menggemaskan.


“Tentu saja aku malah senang saat tahu kamu akan mengikutiku. Aku bisa menikmati kecantikamu setiap waktu. Sayangnya aku tidak suka saat ada pria lain menikmati keindahamu sayang.” Ucap Marcello yang wajahnya berubah cemberut malah mamebuat Auri sekarang tertawa dengan sikap cemburu sang suaminya. Selalu saja menggemaskan di matanya itu.


“hahahahha mungkin kamu bisa membungkusku jadi hanya bisa dilihatmu saja.” Ucap Auri yang langsung dianggukkan.


“Kamu benar, istriku ini harus dibungkus dan sembunyikan ke dalam jasku agar tidak ada satu orang yang bisa melihatmu.” Ucap Marcello yang membuat keduannya saling tertawa keras.

__ADS_1


Edgar yang berada di depan ruang kerja ikut senang. Padahal tadi dia sempat berpikir akan terjadi perang dunia karena kehadiran nathasia yang tiba-tiba. Saat itu jga Edgar tidak menyangka wanita itu sudah kembali lagi ke negara ini.


Dia melihatnya saat Edgar baru saja tiba dari pertemuan dengan kliennya. Dia melihat wanita yang paling dihindari oleh atasannya sekaligus sahabatnya itu. Dia juga tidak suka dnegan sosok Nathasia. Dia berpikir wanita itu terlalu murah dengan selalu berada di sekeliling sahabatnya itu.


“Jadi kamu berniat untuk mejadi bodyguard suamimu ini.” Ucap marcello pada istrinya yang sedang memikirkan usulan dari suaminya itu.


“Sepertinya aku akan menjadi heartguard untuk suamiku ini. Agar matanya hanya mengarah padaku dan tidak pada wanita lain.” Ucap Auri yang membuat wajah marcello berubah. Dia menarik dagu sang istrinya. Sekarang tatapan mereka bertemu.


“Tenang sayang hatiku hanya menjadi milik Auri saja bukan wanita lain di dunia ini. Hanya auri yang menjadi istri seorang marcello.” Ucap pria sebelum sebuah kedua bibir mereka bertemu. Saling menyalurkan perasaan sayang satu sama lain.


“Aku mencintaimu.”


“Aku juga mencintaimu marcello.”


Auri hanya mengangguk dengan kepala saja. Senyuman di wajah marcello merekah cerah. Dia tidak sabar menjadikan benar-benar miliknya. Agar tidak ada lagi penggangu di hubungan mereka.


“Edgar aku tahu kamu ada di balik pintu. Jadi urus pesawat pribadiku. Aku akan bulan madu dengan istriku.” Ucap Marcello yang membuat Auri terkejut mendengarnya. Dia tidak menyangka tangan kanan dari suaminya berada di balik pintu yang terbuka sedikit saja. Edgar muncul dari balik pintu itu.


Wajah Auri berubah menjadi merah padam. Karena dia tidak menduga kalau ada orang lain yang mendengarkan pembicangannya dengan sang suaminya. Apalagi tadi mereka sempat saling berciuman. Dia langsung menyusupkan wajahnya ke dada sang suami. Hal itu membuat marcello gemas sendiri melihatnya.

__ADS_1


“Baik tuan akan sayan urus semua persiapan untuk bulan madu anda. Apa yang akan anda lakukan pada nona Nathasia tuan?”tanya Edgar pada atasannya yang langsung berubah suasana hatinya saat mendengar nama wanita yang hampir membuat istrinya ini marah.


“Kamu tahu apa yang harus lakukan untuk mengenyahkan hama itu. Jangan lupa pastikan Alan menjauh dari istriku.” Ucap Marcello yang dianggukkan oleh Edgar.


“Baik tuan saya izin undur diri. Saya pastikan sore ini anda seluruh persiapan bulan madu anda selesai.” Ucap Edgar sebelum meninggalkan sang kedua pasangan yang sedang panas-panasnya itu.


“Jadi kita akan langsung bulan madu?” tanya Auri yang sudah berani menatapa wajah suaminya lagi. Wajahnya masih memerah yang membuat marcello gemas sendiri.


“Jangan lihatin pipi menggemaskanmu ini pada pria lain ya sayang.” Ucap marcello bersamaan dengan pria itu menggigit pipi merah milik Auri yang semakin saja memerah karena perbuatan pria itu.


“Marcello jangan menggodaku.” Ucap Auri yang sedang menatap sebal pada suaminya itu. Sayangnya marcello malah tertawa keras serasa dia sangat senang saat istrinya sedang kesal.


“nyebelin.” Ucap Auri pada suaminya itu.


Sedangkan di tempat lain senyuman merekah di wajah pria itu saat mendapatkan informasi mengenai saingannya. Orang itu adalah Alan yang baru saja mengetahu sosok Nathasia yang sepertinya bisa digunakannya untuk menjauhkan wanitanya dari suaminya. Setelah itu dia akan mendapatkan kembali wanitanya yang sudah direbut itu.


“Bagus sekali pekerjaanmu dengan ada wanita itu rencanaku akna lebih mudah dilaksanakan. Dia kan membuat hubungan Auri dan marcello semakin buruk saja.” Ucap Alan yang sedang memegang data mengenai wanita bernama Nathasia.


“Kamu bawa wanita itu ke hadapaanku sekarang juga. Bukankah aku harus membuat rencana untuk segera memisahakan kedua orang itu. Tidak akan aku biarkan Auri berada di tangan pria lain.” Ucap Alan pada tangan kananya.

__ADS_1


“Tuan ada hal lain, saya baru mendapatkan informasi mengenai nona Auri yang akan melakukan bulan madu dengan tuan marcello.” Ucap tangan kanan Alan yang membuat peruabahan wajah pria itu saat ini. Dia mengekram pinggir kursinya dengan sangat keras.


“Sialan pria itu berniat merebut Auri dariku. Kamu pastikan untuk menyiapkan pesawat dengan tujuan yang sama dengan Auri. Aku harus memastikan hal itu tidak terjadi.” Ucap Alan dengan senyuman dingin di wajahnya. Dia pastikan saat itu Auri akan menjadi miliknya dan bukan marcello. Walaupun dia harus menggunakan cara kotor untuk mendapatkannya.


__ADS_2