Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 91


__ADS_3

Oskar datang ke rumah atasanya dengan wajah khawatir setelah mendapat panggilan dari marcello mengenai kekasihnya. Kata tuannya kalau mahlika terus menangis dan tidak ingin berhenti. Tapi pria itu tidak mengatakan alasan kekasihnya kenapa terus menangis.


Saat dia masuk ke dalam rumah. Dia bisa mendengar suara tangisan kekasihnya yang menggelegar. Dia segera melangkah cepat mendekati kekasihnya yang sedang menangis.


“Sayang, kenapa?” tanya Oskar yang sudah berada di depan mahlika. Wanita itu mendengar suara dari pria yang sudah membuatnya galau seharian ini. Tapi hal itu sudah tidak menjadi masalah lagi untuknya.


Mahlika langsung menerjang kekasihnya. Dia memeluk badan kekasihnya dengan tangisan yang tidak berhenti. Sedangkan yang lain melihat mahlika menangis menatap dengan jengah terutama kedua kakak adik. Mereka sudah terbiasa melihat tangisan buaya dari mahlika. Sudah tidak mempan untuk mereka lagi semua bujuk rayu wanita yang sangat mencintai uang itu.


“Sayang kenapa kamu menangis? Berhenti ya nanti pita suaramu terluka kalau seperti ini terus.”Bujuk Oskar yang kasihan dengan keadaan kekasihnya. Dia menatap tiga orang yang sedang duduk di sofa. Dia berharap mendapatkan penjelasan tapi tidak ada satu orangpun yang berniat membantunya. Terutama sahabat kekasihnya yang langsung membuang muka begitu saja.


“Kalian bisa jelaskan kenapa mahlika seperti ini?”tanya Oskar pada ketiga orang itu. Hanya marcello yang menjawab ucapan sahabatnya itu.


“Tanya saja pada pacarmu itu.” Ucap Marcello yang membuat oskar mendengus kesal dengan sahabatnya. Sama sekali tidak membantunya untuk menangkan kekasihnya. Mahlika masih tetap menangis bahkan pakaiannya sudah basa dengan air mata wanita itu.


Oskar menlonggarkan pelukan mereka. Dia menatap kekasihnya yang masih menangis. Tapi Mahlika tidak juga menatapnya.

__ADS_1


“Tatap aku sayang, jelaskan kenaka kamu menangis. Aku tidak bisa membantu kalau kamu tidak mejelaskan apapun.” Ucap Oskar pada mahlika yang mulai bisa sedikit menenangkan karena suara lembut dari pria di depannya.


“AKU MISKIN OSKAR, UANGKU SEMUA DI AMBIL OLEH AURI.”teriak mahlika yang kembali menangis saat mengingat dia akan hidup susah. Sedangkan Oskar terkejut mendengar alasan kekasihnya menangis. Terdengar sangat konyol di telinganya. Kekasihnya menangis karena uangnya diambil oleh sahabatnya sendiri.


“Aku tidak mengambil uangmu kalau kamu tidak menjadi tangan kanan kakakku. Kamu tahu akau paling tidak suka dengan orang yang membohongiku. Jadi berhenti menangis terima saja semua itu.” Ucap Auri sebelum wanita itu meninggalkan mereka. Dia ingin melebahkan badanya. Dia sangat lelah mendengar fakta yang silir berdatangan kepadanya. Tentang kakaknya yang selama ini mengetahui pelakunya hingga dia tidak pernah membiarkannya begitu saja. Apalagi shaabatnya sendiri menjadi mata-mata kakanya sendiri. Sangat membuat amarah yang sudah lama tidak dia keluarkan.


“Mereka memang selalu suka mempermainkanku.” Ucap Auri yang sedang berdiri di balkon kamarnya. Tanpa dia sadari marcello mengikutinya saat dia meninggalkan acara drama yang dibuat oleh mahlika. Sekarang pria itu tepat dibelakang kekasihnya. Dia memeluk badan kekasihnya yang membuat wanita itut terkejut saa merasakan sebuah tangan memeluknya.


“Kamu mengagetkanku.” Ucap Auri pada kekasihnya. Dia bisa tahu kalau pria itu adalah marcello dari aroma yang digunakan kekasihnya. Menurut Auri aroma yang dimiliki marcello sangat berbeda dari pria lain.


“Tentu tidak ada orang yang berani masuk ke kamarmu selain aku.” Ucap marcello yang sekarang menyusupkan kepalanya di celah leher Auri. Wanita itu merasakan ketenangan di dalam pelukan pria itu.


Marcello yang sadar kalau kekasihnya sudah terlelap langsung memindahkan Auri ke tempat tidur. Dia melebahkan badan kekasihnya ke tempat tidur. Dia tidak langsung pergi. Tangannya menjelajahi wajah cantik Auri. Bahkan saat tidurpun wanitanya terlihat sangat cantik dan indah.


“Jangan terlalu lama kamu menatapnya. Nanti nafsumu itu tidak bisa ditahan.” Ucap seorang pria yang tak lain adalah Antara yang sudah berdiri di depan pintu. Dai tidak bisa membiarkan pria lain berduan dengan sang adiknya. Meskipun pria itu adalah sahabatnya sendiri. Dia tidak akan menurunkan ke waspadaan orang sekitar Auri.

__ADS_1


“Kamu selalu saja mengganggu kesenangan orang lain.” Ucap Marcello sambil berdiri dari posisi duduknya. Dia berjalan mendekati sahabatnya yang menatapnya dingin. Marcello juga tidak kalah dingin.


“Aku hanya tidak suka kalau adikku berdekatan dengan pria sepertimu.” Ucap Antara yang membuat Marcello kesal dengan sahabatnya.


“Berhenti egois Antara, Auri bahagia bersamaku. Aku juga tidak akan hal buruk terjadi pada wanitaku. Jadi jangan seperti ini.”Ucap marcello sebelum meninggalkan sahabatnya yang masih terdiam. Dia menatap sahabatnya dengan tatapan misterius. Antara membuang nafas kasar.


“Kamu tidak perlu pura-pura lagi tidur Auri. Aku sudah tahu.” Ucap Antara pada adiknya yang langsung bangun. Dia memang sempat terbangun saat mendengar suara tinggi dari kekasihnya. Sepertinya kedua pria itu kembali bertengkar.


“Kenapa kakak tidak suka dengan hubunganku dan marcello.” Ucap Auri dingin yang sekarnag sedang menyandarkan punggungnya. Antara berjalan mendekati adiknya yang keras kepala ini. Akan membutuhkan waktu lama untuk bisa memuaskan adiknya ini.


“Dia bukan pria yang baik untukmu.” Ucap Antara dengan tangannya mengelus kepala adiknya. Rasanya dia sangat merindukan adiknya ini. Satu tahun dia harus menahan rasa rindu pada adik yang kuat sekaligus lemah.


“Kakak yang menentukan marcello baik atau buruk adalah aku. Hanya aku saja yang bisa menilai pria itu. Jadi kakak berhenti memisahkan kami.” Ucap Auri pada kakaknya dengan tegas. Hal itu membuat Antara membuang nafas kasar. Selalu saja sulit untuk mendengarkan sarannya.


“Dia seorang ketua mafia, hidupmu akan dalam bahaya jika berhubungan dengannya. Marcello mempunyai banyak musuh. Kamu bisa lihat seberapa berbahaya musuh kekasihmu. Royce bahkan dengan berani melakukan hal buruk pada adik kita bukan. Kita tidak tahu siapa lagi orang yang membenci kekasihnya. Tidak ada kepastian kamu bisa hidup aman dan tentram saat bersama dengan marcello.” Jelas Antara yang membuat Auri sedikit terdiam. Dia tidak berniat menuruti ucapan kakaknya. Auri hanya merenungkan yang diucapkan kakaknya benar. Berhubungan dengan kekasihnya sangat berbahaya. Tapi dia juga sudah sangat nyaman dengan sosok itu.

__ADS_1


“Aku tidak peduli itu kakak, Aku bisa bertahan di samping marcello. Selain itu aku tidak yakin bisa menemukan pria lain selain marcello. Kakak tahu aku tidak mudah untuk mencintai orang lain.” Ucap Auri dengan wajah yang menunduk. Sekarang ada rasa bersalah yang menghinggapi Antara. Dia seperti membuka lama yang sudah adiknya sembuhkan. Tapi bekasnya pasti masih ada hingga saat ini. Apakah pada akhirnya dia harus mengalah saja dengan kebahagian adiknya.


“Baiklah, tapi kakak tidak akan mengizinkan kalian menikah jika marcello belum keluar dari dunia gelap itu. Tidurlah.” Ucap Antara yang menarik badannya untuk kembali berbaring. Setelah itu Antara meninggalkan Auri.


__ADS_2