Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 40


__ADS_3

Oskar membuka mata akibat efek bius yang diberikan oleh Auri sudah habis.Orang pertama yang dilihatnya adalah tuannya siapa lagi kalau bukan marcello. Pria itu menatap tajam pada tangan kanannya di dunia mafia. Bagaimana bisa keberadaan oskar dengan mudah diketahui oleh Auri.


Bukan hanya itu saja, Oskar yang sedang pingsan ternyata berboncengan dengan Auri. Hal itu yang membuat marcello marah pada pria muda di depannya.


“Sudah tidurnya?” tanya sinis marcello padan Oskar yang masih belum menyadari situasi saat ini.


Edgar juga tidak menyangka Oskar seceroboh itu hingga Auri tahu keberadaanya. Bukan hanya itu saja, seorang oskar dengan mudahnya terkena jarum bius milik seorang wanita.


“Tuan marcello.”


“Sekarang baru sadar.” Ucap marcello.


“Kenapa saya ada di sini?” tanya Oskar dengan wajah bingung


Dia sangat ingat terakhir kali orang di depannya adalah nona Auri. Tapi kenapa sekarang dia sudah ada di kediaman marcello dengan atasannya di depannya. Apalagi marcello sedang menatap tajam padanya. Sungguh dia tidak tahu apa yang terjadi padanya.


“Kamu masih belum mengerti situasi saat ini Oskar?’ tanya sinis Edgar pada pria muda yang berbeda beberapa tahun darinya.


“Situasi apa?” tanya Oskar yang masih mencoba mengingatnya.


“Aku hanya ingat saat itu terkena jarum bius dan orang yang aku lihat adalah nona Auri. Apakah terjadi sesuatu buruk pada nona Auri?” tanya Oskar yang cemas karena saat itu dia mendapatkan serangan secara diam-diam.


“huh.”marcello membuang nafas dengan kasar. Dia sudah malas menjelaskan pria muda ini. Walaupun amarahnya belum sepenuhnya hilang saat ini.


Beberapa saat kemudia seorang wanita masuk dengan teh hangat. Orang itu adalah Auri. Perlakuan Auri pada Oskar membuat marcello semakin marah. Apalagi Auri sama sekali tidak membawakannya apa-apa. Sedangkan pada oskar gadis itu terlihat sangat manis.


“minum teh hangat ini, mungkin kepalamu sedikit pusing karena dosis yang digunakan cukup untuk membuat seekor singa pingsan.” Ucap Auri dengan santai.

__ADS_1


Tapi berbeda dengan ketiga pria di ruang kerja marcello terkejut bukan main. Auri menggunakan dosis yang bisa membuat seorang manusia mengalami seluruh badannya kaku dan amnesia jangka pendek. Sekarang Oskar merasa ngeri dengan Auri. Hal itu sama seperti kedua pria lainnya. Dia tidak menyangka wanita di depannya sekejam itu.


Bukankah lebih baik terkena tembak dibandingkan terkena obat bius yang bisa menyebabkan kelumpuhan. Terlihat tidak kejam tapi memberikan efek berkempanjangan.


“Kalian tidak usah terkejut begitu. Aku sudah menambahkan obat untuk menetralisir bius di badanmu. Teh itu sudah aku campurkan dengan obat. Jadi tenanglah kamu tidak akan mendapatkan efek berkempanjangan.” Ucap Auri dengan santai.


Sekarang wajah ramah Auri berubah menjadi wajah marah pada marcello. Dia sudah mengatakan untuk tidak mengirimkan orang lain. Sebegitunya marcello tidak percaya pada Auri.


Walaupun dia seorang wanita, Auri sudah terbiasa berbuat kejam dengan siapapun. Selain itu dia tidak mengerjakan rencananya sendiri. Ada mahlika yang selalu memberi tahu keadaan sekitarnya. Rasanya Auri sudah sangat cukup dengan keberadaan sahabatnya.


“Kamu tahu kesalahan anda Tuan MARCELLO.” Ucap Auri dengan menekan nama marcello yang membuat pria itu sedikit pucat.


Sedangkan Oskar dan Edgar dibuat terkejut dengan ekspresi atasan mereka itu. Marcello tidak pernah merasakan takut bahkan jika nyawanya sedang terancam. Tapi hanya beberapa kata yang keluar dari Auri bisa membuat seorang marcello ketakutan.


“Aku hanya khawatir padamu.” Ucap marcello yang sudah mengendalikan perasaanya. Dia tidak menyangka Auri akan membuatnya seperti ini. Hanya wanita itu saja yang membuat seorang marcello tidak bisa berkutik.


“Faktanya dia bukan melindungiku tapi membuatku kesulitan. “ ucap Auri yang membuat ketiga pria terdiam.


“Tapi Auri terlalu bahaya kalau hanya kamu menyusup kedalam.” Ucap marcello.


“Benar nona Auri.” Balas Edgar yang merasa rencana kakak pacarnya terlalu berbahaya. Tidak ada kepastian kalau Auri tidak akan diketahui oleh para anggota mafia tiger.


“kalian terlalu khawatir. Aku tidak sendiri melakukannya.” Ucap Auri dengan senyum sinis.


“Ada teman yang bersamaku. Kalian pikir bagaimana aku bisa mengetahui kondisi tempat ini. Bukankah kamu sudah tahu tuan marcello kalau sahabatku meretas cctvmu.” Tambah Auri.


“Tapi sahabatmu itu melakukan kesalahan bukan?” ucap marcello yang menyedarkan kesalahan sahabatnya dalam meretas. Dia lupa mengunci akses baliknya.

__ADS_1


“Dia tidak akan melakukan kesalahan lagi.” Ucap Auri.


“Bagaimana anda bisa yakin nona Auri?” tanya Oskar yang sangat tahu siapa yang membantu Auri. Sekarang pria itu juga sadar kalau wanita itu yang memberi tahu keberadaanya tadi.


“Karena aku sudah mengancamnya dengan hal yang paling berharga dihidupnya.” Ucap Auri dengan senyum jahat.


Oskar dan Edgar saling melemparkan tatapan. Keduanya sepertinya memiliki pikiran yang sama untuk calon nyonya mereka. Auri sama kejamnya dengan marcello dalam hal mengancam.


“Bagaimana bisa mereka berdua sangat sama. Rasanya Aura tak sekajam kakaknya ini.” Ucap Edgar dalam hati.


“Bagaimana calon nyonya lebih kejam dari tuannya” ucap Oskar dalam hati.


“Jadi kamu tidak perlu ikut campur. Ada hal yang harus kalian lakukan dibandingkan menyuruh orang untuk melindungiku.”


“Sepertinya kamu menemukan hal yang menarik Auri.” Ucap marcello yang tersenyum seperti Auri.


“Sekarang mereka seperti seorang dua iblis. Sangat pasangan yang serasi.” Ucap Oskar dalam hati.


“Beberapa saat lalu aku menemukan penjualan obat penenang di sebuah toko roti yang berjalan beberapa blok dari toko bunga temanku. Masalahnya adalah Selena selalu pergi ke toko itu hanya untuk membeli obat-obat itu. Setelahnya akan ada seorang pria yang menjemputnya.” Jelas Auri.


“Kamu ingin aku untuk mencari tahu toko roti itu bukan?” tanya marcello yang dijawabkan anggukan kepala.


Marcello langsung menatap Oskar. Pria itu mengerti tatapan bosnya itu. Oskar sangat memahami tugas barunya.


“baiklah tuan, akan aku cari informasinya.” Ucap Oskar.


“Aku ingin secepatnya.”

__ADS_1


“baiklah\, nona Auri. Tak sulit untuk mendapatkan informasi itu. Tapi buat apa nona ingin mencari tentang penjualan obat-obat di toko roti?| tanya Oskar yang sangat penasaran dengan isi pikiran wanita di depannya.


“Aku hanya berpikir sedikit aneh saja. Kenapa Selena selalu mengomsumsinya sebelum pergi ke markas tiger. Ada hal aneh saja. Selain itu kenapa dia tidak membeli di markas Tiger saja.” Ucap Auri yang sedikit aneh dengan tingkah Selana. Bahkan saat di markas, Selena seperti sangat mencurigakan. Dia lebih banyak berada di samping seorang pria berambut pirang dan Selena tidak melakukan apapun selain mengikuti pria itu.


__ADS_2