Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 77


__ADS_3

Wajah Edgar semakin ditekuk saja saat melihat kemesraan dari kedua sahabatnya. Apakah mereka tidak kasihan pada Edgar yang sindirian saja. Tapi marcello dan Oskar bukannya berhenti. Mereka semakin menjadi, apalagi keduanya sedang menyuapi kekasihnya. Sungguh siksaan bagi Edgar. Dia jadi rindu dengan kekasihnya.


“Kalian bisakah tidak melakukan hal ini di depanku.” Ucap Edgar yang membuat keempat orang itu berhenti.


“Itu salah sendiri kamu tidak sadar dengan orang yang selama ini menantimu.” Ucap Oskar yang membuat hati Edgar sakit. Kenapa sahabatnya  itu selalu saja mengatakan hal itu terus menerus.


“Move on Edgar, Jangan kamu berlarut dengan hal yang sudah tidak bisa kamu temui lagi. Jangan sampai wanita berhenti untuk menunggumu.” Ucap marcello yang dianggukan oleh oskar maupun Auri.


Di tempat itu hanya mahlika saja yang tidak tahu siapa yang sedang mereka bicarakan. Sedangkan Edgar kesal dengan kedua sahabatnya yang terus menyindirnya tanpa berniat membantunya.


“Sebenarnya yang kalian maksud siapa?” tanya Edgar pada marcello dan Oskar.


Tapi kedua sahabatnya tidak berniat menjawab. Mereka malah kembali asik dengan kegiatan menyuapi kekasihnya. Walaupun Mahlika maupun Auri sebenarnya tidak suka dengan perlakuan mereka. Tapi kedua pria itu terlalu kerasa kepala. Selain itu Mahlika dan Auri malah berdebat dengan kekasih mereka.


Setidaknya mahlika maupun Auri tidak perlu cape-cape menyuapkan satu senduk makanan ke dalam mulutnya. Karena tugas itu sudah dilakukan oleh kekasih mereka. Sedangkan kedua pria itu melarang kekasihnya untuk menyuapi mereka.


Edgar yang sudah tidak kuat memlih untuk meninggalkan meja makan. Dia tidak bisa terus menerus melihat keromantisan dari kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta. Dia bisa mati karena iri.


“Edgar, mungkin kamu tidak ingat dengan orang itu. Tapi kamu bisa coba kembali mengingat seorang wanita yang selalu berada di sisimu sebelum kamu bersama Aura. Kamu pasti tahu orang itu.”Ucap Auri yang membuat Edgar terdiam. Dia mencerna ucapan dari kekasih sahabatnya.

__ADS_1


Wanita yang selalu ada untuknya sebelum kedatangan Aura. Tentu adalah rara tapi gadisnya itu sudah lama pergi darinya. Kenapa ketiga orang itu tidak langsung menyebutkan nama wanita itu. Mereka seperti sengaja membuat Edgar frustasi sendiri.


Setelah kepergian Edgar, mahlika yang sudah tidak kuat menahan penasarannya. Akhirnya mengutarakan hal itu di meja makan.


“Sebenarnya kalian sedang membicarakan siapa?” tanya mahlika dengan wajah polosnya. Hal itu membuat oskar gemas sendiri. Sedangkan marcello menatap sebal pada sahabat kekasihnya itu. Dasar wanita itu selalu kurang peka pada sekitarnya bahkansahabatnya sendiri.


Bagaimana bisa Auri memiliki sahabat seperti mahlika yang hidupnya hanya seperti parasit. Sekali bergunapun tidak terlalu memberikan banyak perbedaan. Dia ingin sekali menjauhi Auri dari mahlika. Wanita itu lebih sering membawa pengaruh buruk terhadap hubungannya dengan Auri.


“Dasar wanita tidak peka.” Ucap marcello yang membuat Mahlika kesal mendengarnya. Sedangkan Auri membuang nafas kasar. Dia sudah menduga tidak akan pernah ada kedamaian saat kekasihnya dan sahabatnya dipertemukan.


Lihatlah mahlika dengan beraninya melempar roti tawar ke wajah marcello karena kesal. Sedangkan Oskar terkejut dengan keberanian kekasihnya pada tuannya. Apa dia tidak takut marcello membalasnya dengan hukuman yang lebih kejam.


“Tunggu saja kamu mahlika.” Ucap marcello dengan tatapan tajam. Bukannya takut, mahlika malah semakin menjadi saja.


“Siapa takut tuan marcello.” Ucap mahlika yang menantang marcello.


“Sudah kalian cukup. Aku lelah mendengarkan perdebatan kalian yang seperti anak kecil saja. Mahlika kamu sampai sekarang masih belum sadar dengan wanita yang tadi kita bicarakan?”tanya Auri yang dijawab dengan gelengan kepala.


Auri membuang nafas dengan kasar. Butuh seribu tahun sepertinya untuk membuat sahabatnya peka pada orang sekitarnya. Padahal dia sering menanyakan potret yang dipajang di kamar sahabatnya. Tapi dia tidak sadar dengan kemiripan wajah photo itu dengan Edgar.

__ADS_1


“wanita yang sedang kita bicarakan adalah Lyra, Mahlika.” Ucap Auri yang membuat mahlika terkejut. Sampai dia tidak sengajak menggebrak meja makan dengan keras. Hal itu membuat ketiga orang itu terkejut. Marcello menatap tajam sahabat kekasihnya itu. Rasanya dia ingin menendangnya dari rumahnya kalau bukan atas permintaan kekasihnya untuk menjaga mahlika dari Royce.


“Lyra nikung adik kamu Auri. Ini tidak bisa dibiarkan.” Ucap mahlika yang membuat mereka terkejut. Mereka tidak menduga akan seperti ini reaksinya. Bukankah harusnya mahlika sadar dari pembicaraan mereka. Kalau Lyra lebih dulu mengenal Edgar. Jadi secara tidak langsung orang yang menikung adalah adiknya.


“Mahlika, aku sudah lelah dengan otakmu yang sangat lemot itu. Lyra itu teman masa kecilnya Edgar. Hal itu menunjukkan kalau mereka sudah berhubungan sejak lama. Hanya saja Lyra itu sengaja menyembunyikan identitas aslinya selama ini.” Ucap Auri yang membuat mahlika sekarang baru mengerti.


Auri bisa tahu semua itu karena Lyra yang menceritakannya saat di rumah sakit. Lyra menceritakan dari awal pertemuannya dengan Edgar. Tangan kanan kekasihnya hingga dia harus menelan pil pahit saat tahu sahabatnya menyukai laki-laki yang dicintainya.


Lyra dengan hati besarnya melepaskan Edgar untuk sahabatnya. Karena saat itu dia melihat kalau Edgar bahagia bersama dengan Aura. Dia tidak akan memaksakan kehendakannya. Mencintai seseorang itu tidak selalu harus memlikinya. Melihat orang yang kita cintai bahagia saja sudah membuat Lyra senang.


“Wanita itu sangat bodoh.” Ucap mahlika yang membuat marcello tidak habis pikir dengan otak wanita di depannya. Dia masih bisa mengumpat sahabatnya sendiri. Bukankah dia harusnya kasihan pada Lyra. Sahabatnya itu memilih untuk mengalah pada sahabatnya sendiri.


“kenapa dia masih mencintai pria seperti itu? Kalau aku jadi dia sudah aku pastikan mencari pria lain. Pria di dunia ini tidak hanya satu. Selain itu buat apa menunggu pria yang tidak sadar keberadaan kita selama beberapa tahun.” Ucap mahlika yang sekarang disetujui oleh ketiga orang itu.


Apa yang diucapkan mahlika sekarang terdengar lebih masuk akal. Dibandingkan perkataan sebelumnya. Lyra memang wanita yang terlalu butak dengan cinta. Dia membiarkan dirinya terus terluka selama ini. Hanya untuk menjaga perasaan cintanya pada pria yang tidak sadar keberadaanya.


Tanpa mereka sadari, Edgar mendengar perbincangan mereka. Saat Edgar sadar lupa tidak membawa kunci mobil. Dia berniat untuk mengambil kunci mobil yang ada di kamarnya. Tapi dia malah mendengar cerita tentang wanita yang selama ini dicarinya.


“kenapa kalian tidak mengatakannya padaku? Kalau aku tahu wanita itu Lyra. Sudah pasti aku akan langsung menemuinya. Dia wanita yang berarti untukku di masa lalu.” Ucap Edgar yang tiba-tiba muncul. Hal itu membuat orang-orang yang berada di meja makan terkejut.

__ADS_1


“Buat apa aku memberi tahumu? Bukankah kamu bilang Lyra hanya wanita yang berharga di masa lalu.  Bukankah itu menunjukkan kalau kamu tidak memiliki perasaan pada sahabatku. Edgar.” Ucap Auri dengan suara yang tinggi. Terlihat wajah kesal yang ditunjukkan pada Edgar. Dia sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya pada pria bodoh di hadapannya. Ternyata Edgar lebih bodoh dari mahlika.


__ADS_2