
Marcello tidak menyangka wanita yang dulu sempat menggantayanginya seperti hantu dan selalu mengikutinya kembali. Padahal dia sudah memastikannya kalau wanita tidak akan lagi berkeliaran di sekitarnya. Bukan karena ada luka yang pernah ditinggalkan oleh wanita itu. Sungguh alasannya hanya karena marcello tidak suka dengan keberadaanya dan tingkahnya yang sering mengaku kalau dia adalah kekasih marcello.
Sayang keberuntungan tidak berpihak padanya. Wanita itu malah mendekatinya di saat tangan kanannya tidak ada di sampingnya. Hari ini Marcello sudah berniat untuk mendatangi toko istrinya. Tentu saja dia tidak ingin membiarkan pria lain semakin gencar mengejar istrinya itu.
Karena itu dia sengaja mengerjakan pekerjaanya secepat mungkin. Tidak begitu memperdulikan kedatangan orang yang masuk begitu saja kedalam kantornya. Dia pikir orang yang masuk ke dalam kantornya adalah istrinya.
Selama ini hanya Auri saja yang masuk tanpa mengetuk pintu ruang kerjanya. Tentu saja Dia tidak mempermasalahkan hal itu. Karena Auri adalah istrinya dan dia berhak menemuainya kapan saja.
“Marcello aku kangen kamu.” Ucap suara wanita yang terdengar asing di telinganya. Tadinya dia tidak berniat menghilaukannya. Tapi instingnya berkata untuk menjauh dari sumber suara itu.
Benar saja dugaan istirngnya saat melihat seorang wanita di depannya adalah sosok yang sengaja dia asingkan dari sampingnya. Bukan kekasih atau teman. Sungguh tidak ada hubungan apapun antara keduannya. Wanita itu hanya penggemar gila yang memaksakan dirinya berada di samping marcello.
Alasan dia tidak menghabisi wanita ini karena kedua orang tua dari wanita ini adalah salah satu dari kliennya yang sangat royal. Padahal kliennya itu sudah berjanji untuk menjaga anaknya agar tidak lagi berkeliaran di sekitar marcello. Sebuah ancaman yang langsung diberikan respon positif oleh nasabahnya itu.
“Kenapa kamu bisa ada di sini?”tanya marcello dengan wajah dinginnya. Tapi tidak membuat wanita itu mundur. Sejak awal dia sudah tertarik dengan sikap dingin pria di depannya. Wanita yang memiliki paras cantik khas brazil dengan kulit sedikit gelap tapi terlihat indah.
__ADS_1
Sayangnya kecantikannya tidak bisa meluntuhkan pertahan marcello. Pria itu sama sekali tidak tertarik dengan wanita di depannya. Tentu alasannya karena sejak awal hatinya sudah dimiliki oleh Auri. Sudah dari pada saat dia remaja hingga saat ini.
Selain itu dia tidak suka wanita agresif seperti wanita di hadapannya. Wanita yang dengan rela menyodorkan badannya pada pria. Dia tidak suka dengan wanita seperti itu. Karena itu dia menatap muak pada sosok di hadapannya.
“Kenapa kamu menataku seperti itu? Aku datang karena merindukanmu marcello.” Ucap wanita yang berjalan mendekati pria pujaanyanya. Tanpa ada rasa canggung wanita itu dengan santainya duduk di pangkuan marcello. Berniat untuk menarik dagu pria itu mendekatinya.
Sungguh dia tidak bisa menerima saat tahu pria ini sudah ada yang memiliki. Dia tidak bisa melepaskan marcello pada wanita manapun di dunia ini. Karena sejak awal marcello hanya miliknya.
Bersamaan itu pintu ruang kerja marcello terbuka. Wajah pria itu terkejut melihat sosok istrinya yang berdiri di depan pintu. Dia tahu kalau akan terjadi salah paham. Sedangkan wanita yang duduk di pangkuannya malah semakin senang saja.
“Aku tidak menyangka suamiku malas bermesraan dengan wanita lain ketika istrinyas sedang kesusahan.” Sindir Auri yang menyadarkan keterkejutan marcello. Tanpa memperdulikan wanita yang berada di pangkuannya. Dia berdiri dan berjalan mendekati sang istri.
Tentu saja dia tidak ingin ada salah paham diantara keduannya. Karena wanita yang datang dan dengan tidak tahu dirinya duduk di pangkuannya itu. Hanya seekor hama yang semestinya dia hilangkan dari kehidupannya bersama sang istri. Wajah Marcello masih pucat saat medekati istrinya yang malah tersenyum lebar.
“Sepertinya ada wanita gatel yang mendekati suami tampanku.” Ucap Auri yang membuat wajah wanita yang bernama Nathasia. Sekarang mukannya sudah berubah merah padam setelah mendengar hinaan yang dilontarkan oleh istri dari marcello. Dia tidak menyangka istri dari pria pujaannya lebih mempercayai suaminya itu.
__ADS_1
“I think you must go away from my husband’s side, *****. Before I give you some punishments that make you regret.” Ucap Auri yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping wanita itu. Suarannya terdengar sangat dingin dan menakutkan. Tapi Nathasia mencoba untuk tidak takut pada istri marcello.
“I don’t listen to your advice. Because from beginning Mr. Marcello is mine.” Balas Nathasia sebelum memilih untuk keluar dari ruang kerja marcello. Sebelum itu dia berniat menghinggapi pria itu sayang langsung mendapat penolakan dari pria itu.
“aku tidak penah memberikan kesempatan dua kali jadi menjauhlah sebelum aku benar-benar menghancurkanmu.” Saran marcello yang dijawab senyuman oleh Nathasia. Dia tidak peduli dengan peringatan pria itu. Karena apapun yang sudah diatas namakan menjadi miliknya itu tidak penah dilepaskan.
“Jadi kamu bisa menjelaskan wanita itu? Aku sebenarnya ingin sekali memberikan hukuman pada suami yang malah bermesraan dengan wanita lain padahal istrinya sudah mencoba mengenyahkan godaan yang menghinggapinya.” Sindir Auri yang sudah duduk di salah satu sofa di ruang kerja marcello.
Pria itu duduk di samping sang istri. Langsung membawa badan kecil Auri ke atas pangkuannya. Tidak ada penolakan dari sang istrinya. Sejak awal Auri sudah berjanji untuk menjaga hubungannya dengan sang suami. Dia percaya kalau marcello tidak akan mengkhianati perasaannya.
“Dia wanita yang sudah mengejarku selama 5 tahun. Salah satu anak dari klienku yang pernah diperkenalkan padaku. Tapi sudah 2 tahun belakangan aku meminta klienku itu untuk mengawasi wanita itu dan jangan membiarkannya berkeliaran di sekelilingku. Entah apa yang terjadi hingga wanita itu bisa berada di kantorku saat ini.” Jelas Marcello yang membuat perasaan Auri bisa tenang. Wajahnya tidak lagi dingin. Sekarang dirinya butuh sandaran setelah lelah mengurusi Alan yang tidak berhenti mengejarnya.
Bukan karena hatinya lemah dan ingin berpaling ke sisi lain. Sayang dia tidak semudah itu untuk berparing dari sisi sang suami. Sejak ijab kobul di ucapkan saat itu Auri tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan hubungan sucinya dengan marcello.
“Aku lelah.” Ucap Auri yang sekarang sudah bersandar di dada suaminya. Tentu saja marcello tidak mempermasalahkan sikap manja dari istrinya itu. Bukankah dia memang seharusnya seperti ini apdanya. Dia tahu apa yang membuat Auri lelah.
__ADS_1
Tidak salah dia memilih Auri menjadi pendampingnya. Karena istrinya itu sangat menjaga harkat martabatnya dengan sangat baik. Dia tahu seberapa giat alan sahabat Auri mengejar istrinya itu. Tapi dengan sangat tegas Auri menolak keberadaan pria yang sudah membantunya di masa lalu itu. Hal itu yang membuat marcello bisa menahan rasa cemburunya selama ini.