
Antara menatap pasangan di depannya. Kenapa hanya dirinya saja yang tidak memiliki kekasih sejak kecil. Sekarang sahabat-sahabatnya sudah memiliki kekasih. Bahkan adiknya saja sudah.
“Bisa tidak kalian tidak bermesraan di depan aku.” Ucap Antara yang membuat kedua orang itu menatap sebal padanya. Selalu saja Antara mengganggu kebersamaan mereka.
“Kakak saja yang suka mengikutiku. Makanya tidak usah tolak ajakan wanita yang waktu itu.” Ucap Auri yang membuat Antara terkejut sedangkan Marcello tersenyum tipis. Antara sebal sahabatnya malah senang di atas penderitaanya. Memanga adik maupun sahabatnya sama saja.
“Kalian berdua sangat menyebalkan.” Ucap Antara pada keduanya.
“kakak lebih menyebalkan kalau kakak harus tahu.” Ucap Auri yang membuat kakaknya kaget sekali. Adiknya berbuaha menjadi adik yang menyebalkan setelah berhubungan dengan sahabatnya.
“marcello apa yang sudah kamu lakukan pada adikku. Auriku tidak pernah seperti ini padaku. Kamu membuat adikku berubah.”protes Antara pada sahabatnya yang membuat kedua orang itu jengah dengan pria itu. Sekarang Antara seperti anak kecil yang beru saja direbut mainannya.
“kakak berhentilah tidak ada yang berubah dariku, kakak saja yang sekarang sering merajuk. Jadi kakak lebih baik mencari wanita saja biar tidak suka merajuk padaku maupun marcello.” Ucap Auri yang membuat Antara tidak bisa menahan kesal.
“kamu memang adik durhaka.” Ucap Antara sebelum meninggalkan keduanya.
“Kamu tidak seharusnya seperti itu pada kakakmu sayang. Dia hanya seorang kakak yang tidak ingin kehilangan adiknya. Bagaimanapun kamu adalah adik satu-satunya setelah kepergian Aura.” Ucap Marcello pada kekasihnya. Auri tersenyum mendengar ucapan kekasihnya. Apa yang dikatakna oleh marcello tidak sepenuhnya salah.
Tapi dia tidak ingin kakaknya terlalu lama sendiri. Dia harusnya segera menemukan wanita yang bisa menggantikan posisi mahlika di hatinya. Auri tidak bisa selalu bersama kakaknya. Jadi dia ingin kakaknya sadar kalau dengan keadaannya sekarang. Sayangnya sifat kakaknya yang seperti kekanakan itu tidak pernah hilang. Dia hanya berharap kakaknya selalu bahagia saja meskipun dia masih sendirian.
“Aku hanya ingin kakak bisa melupakan lukanya. Bagaimanapun kakak akan sering bertemu dengan mahlika. Aku hanya mendorong kakak untuk menemukan sosok wanita lain sebagai sandarannya. Aku tidak mungkin selalu bersamanya.” Ucap Auri pada marcello.
__ADS_1
“kamu benar tapi jangan terlalu kejam pada kakakmu itu. Antara sejak kecil memang selalu seperti. Dia sulit untuk melepaskanmu padaku. Sejak kecil Antara selalu protes kalau aku mendekati kamu.”Ucap Marcello yang membuat auri terdiam. Dia mencoba mencerna ucapan kekasihnya. Bukankah hal itu menunjukkan kalau marcello sudah memiliki ketertarikan dengannya sejak kecil.
“Jangan bila kamu,,” ucap Au.ri terpotong oleh marcello.
“Aku memang sudah suka denganmu sejak melihat anak kecil wanita yang sangat usil pada kakaknya itu. Kamu tahu sudah berapa tahun aku menunggumu. Hingga aku tahu kalau kamu berubah menjadi sosok yang berbeda dari Auri aku kenal. Aku tetap menyukaimu meskipun aku hanya bisa melihatmu dari jauh.” Ucap Marcello yang membuat Auri semakin terkejut. Dia tidak menyangka kekasihnya sudah sejak lama menaruh perasaan padanya.
“Kenapa kamu tidak pernah mengatakannya?”tanya auri.
“Buat apa? Aku yakin kamu tidak akan mengingatnya. Aku juga tidak bisa bertemu kamu karena sikap prosessif Antara padamu. Saat aku menginjak remaja aku juga harus terbang ke amerika untuk melanjutkan studi di sana. “ jelas Marcello pada kekasihnya.
Kalau dipikir-pikir dulu dia sangat aneh menyukai anak kecil yang baru berusia 3 tahun. Bukankah aneh sekali sayangnya perasaan itu ikut hingga dia menginjak dewasa. Tanpa Auri sadari Marcello selalu menjaganya dari jauh dan memantau dari jauh. Tidak ada yang tahu itu bahkan Edgar. Hanya dia saja yang mengetahuinya selama ini dia sembunyikan.
Marcello selalu mencari waktu yang tepat untuk bisa bertemu dengan gadis kecilnya. Hingga takdir mempertemukan mereka dengan misi yang diberikan oleh musuhnya pada Auri. Saat itu dia sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi. Dia tidak akan membiarkan Auri lepas dari cengkramannya.
Dia tidak menyangka segara keinginannya untuk bisa bersama Aurinya. Akhirnya terwujud tentu saja dia sangat senang, Karena dia harus menahan perasaanya selama beberapa tahun. Beruntungnya Auri tidak pernah dekat dengan pria lain selama ini. Jadi dia bisa bernafas lega meskipun tidak bisa bersama Auri.
“Aku tidak menyangka akan memiliki seorang fans yang sudah menyukaiku dalam waktu yang sangat lama.” Ucap Auri yang membuat marcello tertawa mendengatnya. Memang terlihat menggelikan karena dia mencintai seorang wanita dalam waktu yang sangat lama. Bukan satu atau dua tahun tapi dia hampir dua puluh tahun dia menyukai kekasihnya.
“Aku juga tidak menyangka perasaan ini tidak pernah berpindah. Meskipun aku dikelilingi oleh banyak wanita. Tapi hanya kamu saja yang aku inginkan. Jadi jangan pernah meninggalkanku karena kamu sangat berharga untukku.” Ucao Marcello pada kekasihnya yang langsung membawa badan Auri kedalam pelukannya.
“Tentu saja, terima kasih sudah mencintaiku dan menungguku dalam waktu yang cukup lama. Aku senang bisa dicintai selama itu olehmu. Jangan berubah marcello.” Ucap Auri pada kekasihnya. Marcello mengeratkan pelukan mereka.
__ADS_1
“Tentu saja tidak akan ada yang berubah meskipun rambut kita berdua sudah berubah menjadi putih. Tidak ada alasan aku untuk berhenti mencintaimu sayang.” Ucap Marcello yang membuat Auri sangat bahagia. Rasanya kedua pipinya sudah merona karena kata-kata yang manis sekali.
Mereka berdua tidak menyadari ada dua orang wanita tua yang sedang mendengarkan pembicangan pasangan muda yang sedang mengumbar kemesraan. Mereka merasa sangat senang dan terharu mendengar pengakuan dari marcello. Rasanya mereka ikut terbawa perasaan.
“Aku tidak menyangka anakmu bisa seromantis itu.” Ucap mami Auri pada sahabatnya.
“aku juga terkejut, padahal ayahnya itu jauh dari kata romantis.” Ucap mami Marcello yang membuat mami Auri tertawa kecil.
“Apakah aku tidak seromantis itu sayang?” tanya seorang pria tua yang entah sejak kapan sudah berada di belakang kedua wanita tua. Mami Olive menatap takut pria yang berdiri di belakangnya dengan kedua tangan dilipat.
“papi kapan pulang?”tanya olive pada sang suaminya.
“Sepertinya aku harus mengingatkan kenangan kita, aku pinjang sahabatmu ini dulu Fio. Olive sepertinya harus diberikan sedikit hukuman.” Ucap Hank pada sahabat istrinya.
“Tentu saja Olive harus sedikit diberi hukuman.” Ucap Fio yang membuat sahabatnya menatap tajam padanya. Tapi bukan Fio kalau begitu saja takut dengan sahabatnya.
“Fio kamu sahabat siapa sih? Jahat banget sama aku.” Ucap Olive pada sahabatnya yang malah membuang wajah. Dia kesal dengan sahabatnya yang sangat menyebalkan ini. Sedangkan dia pasrah sudah diangkut seperti kalung beras oleh suaminya.
“kamu masih sangat kejam pada sahabatmu sayang.” Ucap Fernand yang merupakan ayah dari Auri dan Antara.
“Sayang sejak kapan kamu ada di sini?”tanya wanita itu pada suaminya. Sentilan mendarat di dahi Fio.
__ADS_1
“Sejak kamu melihat anakmu yang sedang bermesraan. Sepertinya kita sudah lama tidak bermesraan bukan.” Ucap Fernand yang langsung membawa istrinya keluar dari kediaman keluarga Fellardo.