
Wajah Marcello sangat tidak enak di pandang beberapa hari ini. Alasannya karena kedua wanita tua yang membuatnya sulit untuk menghubungi kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan mom dan mami-nya Auri. Kedua wanita itu benar-benar membuatnya sulit untuk menghubungi kekasihnya.
Bahkan handphone milik Auri dipegang oleh calon mertuanya. Pada akhirnya dia hanya bisa menahan rasa rindu beberapa hari ini. Tinggal 2 hari lagi menunggu pernikahannya. Tapi dia merasa sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan Auri.
Edgar menatap sebal pada kedua pria yang sedang menekuk wajahnya. Kalau tuannya dia tahu alasan seorang marcello uring-uringan beberapa hari ini. Tapi Antara kenapa ikut seperti calon adik iparnya. Diakan pria jomblo yang tidak punya kekasih. Tidak alasan untuknya untuk stress seperti ini.
“Kenapa kamu ada di sini?”tanya Edgar pada Antara yang mendapatkan tatapan tajam dari pria itu. Dia sebal dengan sahabatnya ini. Kenapa dia memiliki sahabat yang menyebalkan semua. Tidak marcello saja, Edgar maupun Oskar sama-sama menyebalkan.
“Apakah aku membutuhkan alasan untuk datang ke tempat in?”tanya Antara yang membuat Edgar menatap jengah sahabatnya ini. Kalau bukan kakak dari sahabat kekasihnya atau sahabatnya. Sudah dia buang Antara dari gedung ini.
Sedangkan marcello yang sedang melamun tersadar saat mendengar suara kakak iparnya. Sejak kapan Antara ada di ruanganya. Seharusnya dia tidak ada kantornya. Tapi dia terdiam saat ingat ide menarik untuk bisa menghubungi kekasihnya melewati sahabatnya itu.
“Antara telepon Auri sekarang.” Ucap Marcello yang membuat Antara menatap sebal. Apakah mereka tidak ingin menanyakan kabarnya dahulu. Edgar secara harus mengusirnya. Sedangkan marcello malah memanfaatkannya. Kedua sahabatnya ini memang sangat kurang adab.
“Kalian memang sahabat yang menyebalkannya. Bukannya menanyakan kabarku dahulu.” Ucap Antara sambil mengambil telepon selulernya dari saku jasnya. Lalu dia melemparkannya pada sahabatnya.
“Adik tersayangku.” Ucap Antara yang membuat Marcello menatap tajam padanya. Dia tidak suka orang lain memanggil adiknya dengan kata sayang.
“Apa?”tanya Antara yang tidak suka dengan tatapan dari sahabatnya itu.
“Jangan memanggil wanitaku dengan tersayangku.” Ucap Marcello yang membuat Antara menatap sebal sahabatnya. Bukankah dia paling berhak mengenai adiknya. Harusnya dia senang karena Antara menyangi kekasihnya itu.
__ADS_1
“Berhenti berlebihan, dia adikku. Jadi sah-sah saja aku menyangi adikku.” Ucap Antara pada sahabatnya. Bukannya menerima dengan lapang dada. Marcello semakin menatap tajam sahabatnya.
“Baiklah, sekarang kamu telepon saja adikku itu.” Ucap Antara yang lebih memilih mengalah pada sahabatnya yang sedang kasmaran. Dia pasti selalu kalah jika berdebat dengan marcello kalau sekarang. Biarkan dia menikmati waktu kasmarannya.
“BTW kamu kenapa datang ke kantor ku?”tanya Marcello pada sahabatnya.
“TELAT MARCELLO.” Teriak Antara yang sebal dengan sahabatnya. Bisa-bisa dia bertanya hal itu setelah mengajaknya berantem terlebih dahulu. Sahabat menyebalkan ini sungguh membuat darahnya naik terus.
“Kamu ingat wanita yang aku temui di amerika.” Ucap Antara yang membuat marcello dan Edgar menatapnya. Dengan wajah terkejut tapi hal itu membuat Antara sebal. Kenapa mereka semenyebalkan itu hari ini.
“Biasa saja menatapnya dong.” Ucap Antara ketus.
“Aku hanya terkejut kamu masih berhubungan dengan wanita itu.” Ucap marcello yang sekarang menatap wajah kekasihnya yang berada di layar hp milik sahabatnya. Auri menempatkan jarinya di bibirnya. Hal itu meminta marcello menganggap kalau Auri sedang tidak mendengar pembicanangan mereka. Pria itu mengikuti permintaan kekasihnya. Apa sih yang tidak di wujudkan oleh marcello untuk Auri.
“APA”teriak Auri bersamaan dengan marcello. Hal itu mengejutkan Antara. Dia tidak menyangka adiknya akan mendengarkan pembicanangannya. Sialan marcello memang tidak bisa diandalkan. Selalu saja di membongkar rahasianya pada adiknya itu.
“Auri.” Panggil Antara yang dijawab dengan tawa dari telepon seluler miliknya.
“Sialan kamu marcello.” Umpat Antara sambil menatap tajam sahabatnya. Sedangkan pelakunya malah seperti tidak melakukan kesalahan apapun. Dia lebih memilih menatap wajah kekasihnya yang dilayar. Sungguh menyebalkan sahabatnya satu ini. Untung Auri sayang padanya kalau tidak sudah di buang saja.
“Kakak harus jelaskan.” Perintah Auri yang baru saja tiba.
__ADS_1
Antara ditahan oleh marcello di kantornya. Dia tidak tahu cara adiknya bisa kabur dari sangkar milik maminya. Satu hal yang pasti setelah kegiatan introgasi padanya. Pasti terjadi pertengkaran yang hebat adiknya dan sahabatnya. Terlihat dari wajah marcello menekuk sejak adiknya menyatakan akan pergi ke sini.
Tentu saja marcello kesal karena selama ini adiknya sangat sulit dihubungi atau diajak keluar. Tapi sekarang semudah itu dia keluar dari rumah. Siapa yang tidak marah pada kekasihnya yang malah melakukan hal itu padanya. Pasti setiap orang akan kesal bukan jika jadi marcello saat ini.
“Nanti aku jelaskan, sekarang kakak harus menjelaskan semuanya.” Ucap Auri dengan tatapan tajam. Adiknya duduk dihadapannya dengan marcello di sampingnya sedang memainkan rambut. Sepertinya untuk kali ini Auri lebih baik mengalah pada kekasihnya. Dia tidak ingin menambah kekesalan marcello padanya.
“Wanita itu menjadi sekretarisku dan untuk kesekian kalinya dia mengajakku menikah dengannya.” Jelas Antara pada adiknya yang membuat Auri terkejut. Dia menutup mulut saking terkejut dengan hal yang baru diucapkan kakaknya.
“Kakak jawab apa?”tanya Auri pada kakaknya yang dijawab gelengan kepala. Tentu saja dia akan menolak ajakan gila itu. Tidak mungkin dia menikah dengan wanita asing seperti wanita itu. Hal paling gila jika dia melakukannya.
“KAKAK GILA KENAPA MENOLAKNYA.”teriak Auri sambil berdiri dari posisi duduknya. Hal itu mengejutkan untuk para pria yang berada di sana. Terutama marcello yang tadi sedang asik menghirup aroma kekasihnya yang sangat dirindukannya.
“Tentu saja aku menolaknya, kami tidak saling mengenal dan tidak mencintai juga.” Ucap Antara yang tidak kalah keras. Meskipun tidak berteriak seperti adiknya.
“duduklah.” Ajak marcello yang membuat Auri bisa kembali duduk di sampingnya.
“Terimalah kakak. Auri yakin wanita itu terbaik untuk kakak. Dia bukan wanita yang buruk.” Ucap Auri yang membuat Antara terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa adiknya bisa tahu hal itu.
“Bagaimana kamu bisa tahu kalau dia wanita yang tidak memiliki niat buruk?”tanya Antara pada adiknya. Auri membuang nafas kasar. Tentu saja dia tidak akan membiarkan sembarang orang berada di sekitar keluarganya. Wanita itu sudah melewati seleksinya terlebih dahulu hingga bisa berada di posisi itu.
“kakak pikir aku bisa dengan mudah membiarkan sembarang orang berada di samping kakakku sendiri. Tentu saja tidak. Aku sudah mencari seluruhnya tentang wanita itu. Jadi dia sudah mendapatkan restuku. Sebaiknya kakak pikirkan lagi. Tidak buruk menerima tawarannya untuk melupakan mahlika. Dia wanita yang pas untuk istri kakak.” Ucap Auri yang membuat Antara marah. Dia tidak suka ada orang yang mengaturnya meskipun itu adiknya sendiri.
__ADS_1
“AURI KAMU SUDAH KETERLALUAN.” Teriak Antara pada adiknya tapi tidak membuat Auri terkejut. Dia seperti sudah tahu respon dari kakaknya itu. Sedangkan Marcello berbeda, dia tidak suka ada orang berteriak pada kekasihnya.
“Tidak usah berteriak Antara. Aku tidak suka dengan sikapmu itu.” Peringat marcello yang menyadarkan Antara atas kesalahannya.