
Sebuah ruangan terlihat beberapa orang berdiri dengan posisi menundukkan kepalanya.Seorang pria menatap kepada bawahannya. Sedangkan dia terbaring di tempat tidur dengan perban membalut perutnya.
“Kenapa kalian membiarkan wanita itu tetap hidup?” tanya pria yang menggunakan topeng harimau.
“Semua orang yang berada di markas black knife tidak ada yang selamat.”
“shit kenapa semua orang yang berada di sekitarnya sangat sulit dihancurkan.” Ucap pria itu.
“kalian coba cari keberadaan wanita itu sekarang juga. Pasti marcello membawa ke salah satu rumah sakit miliknya.” Jelas pria yang menggunakan topeng tiger.
“baik tuan.” Ucap tangan kanannya.
Akhirnya mereka semua meninggalkan pria itu di dalam kamarnya. Dia membuka topengnya terlihat wajah tampan dengan rambut pirang dan mata birunya.
“Sangat sulit membuatnya hancur.” Gumam pria itu. Dia mengambil sebuah bingkai photo di sampingnya. Pada photo itu terdapat dua pria yang memiliki perawakan yang sama. Tapi kedua orang itu memiliki beda ekspresi.
“Aku akan membalaskan kematianmu pada marcello.” Ucap pria itu sebelumnya dirinya terlelap karena pengaruh obatnya.
****************
Auri senang melihat marcello dan mahlika tidak lagi saling bertengkar. Setidaknya Auri bisa tidur dengan tenang. Karena dua orang itu sangat berisik saat saling berdebat.
“Apakah kamu ingin buah sayang?” tawar marcello yang melihat Auri sedang menatapnya.
“Tidak.”
“apakah badan kamu sudah enakan sayang?”
“iya, sepertinya aku sudah bisa pulang hari ini.” Ucap Auri.
“TIDAK.” Teriak marcello dan mahlika bersamaan.
__ADS_1
“Ayolah aku malas berdiam di rumah sakit terus.”
“Tidak ada bantahan sayang.” Ucap marcello.
Auri menatap sahabatnya berharap mahlika akan membantunya. Tapi pria itu menggelengkan kepalanya.
Beberapa hari lalu kedua orang itu selalu bertentangan. Sekarang saat mereka sudah aku rasanya hidupnya semakin tertekan. Keduanya ternyata sangat kompak untuk mengatur hidup Auri.
Auri membuang nafas kasar. Padahal dia ingin segera mencari pelaku pembunuh Aura. Agar dia bisa terlepas dari dendamnya.Setidaknya dia bisa kembali kehidupan normalnya. Mungkin semua itu karena keberadaan Marcello. Dia ingin menikmati hubungannya dengan pria itu setelah semua masalah selesai.
Dia tersadar sesuatu yang harusnya dirinya ceritakan pada Marcello. Tentang pria bertopeng tiger itu. Dia sudah melihat wajahnya. Sepertinya Auri pernah melihatnya di rumah marcello. Sebuah photo yang terdapat marcello, Edgar, Oskar, dan kakaknya Antara.
“Apa yang sedang kamu pikirkan sayang?” tanya marcello sambil mengelus kelurutan yang tiba-tiba muncul di dahi Auri. Wanita itu langsung menatap kekasihnya.
“Marcello ada yang ingin aku ceritakan.”
“Ceritakan saja.”
Edgar langsung mendekati Auri. Dia sangat ingin mengetahui dalang pembunuh Aura. Sepertinya sebentar lagi dia bisa membalas dendamnya pada orang itu. Setelah itu Edgar bisa bertemu lagi dengan sang kekasihnya.
“Kenapa kamu baru menceritakannya sekarang?” tanya Edgar dengan nada tinggi yang membuat marcello menatap tajam pada sahabatnya. Oskar sadar kalau bossnya bisa saja memberikan hukuman atas perbuatan Edgar. Dia langsung melakukan tindakan.
Akhirnya Edgar bisa menenangkan dirinya saat Oskar mengelus punggungnya. Dia hampir saja melakukan kesalahan. Apalagi melihat tatapan tajam dari Marcello.
“maaf aku membentakmu.” Ucap Edgar yang dijawab sebuah senyuman oleh Auri. Bukannya dia merasa tenang tapi Edgar semakin berdebar-debar karena tatapan marcello semakin tajam.
“Kenapa dai malah tersenyum pada Edgar atau dia suka dengan orang itu.” Ucap marcello dalam hati.
“jangan cemburu buta.” Ucap Auri yang sadar dengan wajah cemas Edgar. Siapa lagi membuat pacar adiknya berwajah seperti itu. Hanya satu orang saja yaitu kekasihnya sendiri.
“santai saja Edgar aku juga akan sepertimu. Maaf aku lupa untuk mengatakannya. Tapi aku tidak tahu namanya pria itu. Hanya saja kalian pernah dalam satu photo yang sama. Photonya ada di rumah kamu marcello.” Jelas Auri yang membuat marcello dan kedua sahabatnya saling terkejut.
__ADS_1
Mereka sangat tahu orang yang dimaksud oleh Auri karena hanya satu orang saja yang tidak berada di sekitar mereka. Kenapa mereka tidak menyadari hal itu. Tidak mungkin orang yang tidak ada hubungan mereka bisa tahu masuk kedalam markas mereka. Apalagi hanya orang itu yang bisa berada di dalam markas dan menyerang Auri.
“Tidak mungkin marcello, dia sudah meninggal sejak 5 tahun lalu.” Ucap Edgar yang sangat dengan kematian sahabat mereka itu. Pria yang sangat ramah dan baik hati tapi takdir memanggilnya terlebih dahulu.
“Tapi Auri tidak mungkin berbohong pada kita.” Ucap marcello.
“bagaimana kalau kalian menunjukkan photo kalian saja. Aku bisa mengkonfirmasi orangnya. Walaupun pria itu memiliki tai lalat di bawah matanya berbeda dengan yang berada di photonya.” Ucap Auri.
“Auri maksud kamu photo ini bukan.” Ucap Mahlika yang menunjukkan sebuah photo yang terpanjang di kamar marcello. Dia memberikan hpnya pada Auri
Ketiga pria itu tidak terkejut dengan mahlika yang bisa mempunyai photo mereka. Tentu saja tidak sulit untuk wanita itu meretas cctv kediaman marcello. Dia bisa mendapatkan potret phot dari cctv yang diretasnya.
Auri melihat potret yang ada di hp sahabatnya. Ternyata benar yang dipikir olehnya. Pria itu memang memiliki bentuk wajah yang sama. Hanya tai lalat saja yang membedakan pelaku pembunuhan Aura dengan pria yang berada di potret itu.
“Dia memang mempunyai wajah yang sama tapi tai lalatnya terdapat di wajahnya.”
“jangan bilang dia adalah Royce kembaran dari Racye.” Ucap Edgar.
“Kamu lupa kalau Royce sangat lemah. Tidak mungkin dia bisa masuk ke dalam dunia mafia.” Jelas marcello yang masih tidak percaya pada ucapan Edgar.
Marcello sangat mengenal Royce. Dia sekarang menjadi patner bisnisnya. Royce masih tetap lemah dan sering bulak balik rumah sakit karena penyakit keluarganya. Tidak mungkin orang seperti Royce bisa bertarung dengan Auri. Bahkan marcello melihat seberapa handal dia dalam bela diri dan menggunakan senjata.
“Kamu tahu Marcello, Royce berpisah dengan Rayce saat mereka umur 10 tahun. Sudah bertahun-tahun mereka berpisah.Bahkan saat kematian Rayce dia tidak hadir.” Jelas Edgar.
“Benar Royce juga balu muncul beberapa tahun ini setelah kematian Rayce. Dia tiba-tiba muncul menjadi pembisnis yang tidak bisa dipandang sebelah mata.” Jelas Mahlika yang sudah mendapatkan informasi tentang Royce sebelumnya.
“Bagaimana kamu bisa tahu itu?” tanya Marcello pada Mahlika.
“Royce sudah membuat kehidupan mahlika hancur.” Jelas Auri.
Dia ingat sekitar 5 tahun lalu Mahlika harus merasakan seluruh hidupnya perlahan hancur karena kedatangan pria itu. Royce membuat seluruh bisnis keluarga mahlika hancur. Tapi bukan itu yang menjadi masalahnya. Pria itu adalah pria berengsek yang hampir saja melakukan hal buruk pada sahabatnya. Beruntungnya saat itu Auri sempat menyelamatkan sahabatnya. Karena pria itu sahabatnya harus mengalami depresi berat.
__ADS_1