
Oskar menatap tidak suka pada royce. Apalagi pria itu sekarang memeluk wanita yang disukainya. Mungkin orang lain tidak menyadari kalau mahlika ketakutan dipeluk oleh Royce. Dia ingin menarik Mahlika dari pria itu tapi Oskar harus menahan atau rencana mereka akan hancur.
“Aku tidak menyangka adikku masih hidup. Bukankah kamu harusnya mati dengan kenikmatan bersama orang-orang yang aku suruh untuk memuaskanmukan adikku.” Ucap Royce dengan suara pelan saat mereka berpelukan.
Lebih tepanya Roycelah yang memeluk badan adik tirinya. Sedangkan mahlika sama sekali tidak berniat untuk memeluk badan orang yang paling dirinya benci.Apalagi dengan ucapan pria itu menunjukkan kalau dia adalah pelaku pencurikan yang terjadi beberapa tahun lalu.
Royce langsung melepaskan pelukannya. Dia menunjukkan ekspresi senang yang membuat para tamu terkejut melihat interaksi keduanya. Oskar menarik tangan Mahlika. Benar saja badan wanita itu bergetar karena berdekatan dengan pria di depannya.
“Adikku sayang, bukankah kamu harusnya pulang agar ayah dan ibu tidak khawatir.” Ucap Royce dengan senyuman manis yang sengaja dirinya tunjukan. Hal itu membuat para tamu berpikir hubungan keduanya sangat harmonis.
“Aku akan kembali setelah membersihkan para hama yang menggerogoti kelurgaku kakak. Aku pastikan akan memberikan pada para hama itu.” Ucap mahlika yang tidak kalah dengan Royce.
Beberapa saat wajah royce berubah menjadi kesal. Tapi dia segera kembali menjadi sosok pria baik yang sangat ramah. Dia berniat untuk menarik tangan adik tirinya. Tapi dihadang oleh Oskar.
“Siapa kamu?” tanya Royce pada Oskar.
“Saya kekasih adik tiri anda.Oskar Gerek anda bisa memanggil saya Oskar. Tuan Royce.” Ucap Oskar sambil menjabat tangan pria itu. Royce menatap tidak suka dengan Oskar. Dia merasa orang yang berada di samping adiknya akan menghalangi rencananya.
Royce memang tidak akan menyingkirkan lagi mahlika. Karena dia membutuhkan untuk mengalihkan seluruh perusahaan atas namanya. Karena tua bangka itu tidak memberikannya hak sepenuh. Bahkan jika ayah tirinya berakhir dengan kematian, seluruh kekayaannya akan disumbangkan. Sedangkan Royce dan ibunya hanya akan mendapat aset sebuah rumah mewah saja.
__ADS_1
“Salam kenal tuan Oskar, saya menitipkan adik saya. Dia memang bukan wanita yang mudah diatur. Kamu harus berhati-hati dengannya.” Ucap Royce yang mencoba mencuci otak Oskar.
Sayangnya Oskar sudah tahu busuknya Royce. Jadi dia tidak akan mendengar setiap ucapan pria itu. Karena semua yang diucapkan oleh Royce hanya omong kosong belaka.
“Tentu saja saya akan melindungi wanita yang saya cintai. Selain itu Nona Mahlika adalah wanita yang baik. Dia tidak mungkin menyakiti saya. Bukankah anda kakak yang kurang mengenal adiknya sendiri.” Sindir Oskar pada Royce yang membuat pria itu kesal. Dia tidak menyangka ada orang lain yang berdiri menjadi perlindung adiknya. Selama ini hanya Auri saja yang selalu bersama mahlika. Bahkan wanita itu saja termakan dengan ucapannya.
“Kalau begitu saya permisi. Mahlika jangan lupa hubungi kakakmu ini. Kita harus menyelesaikan masalah yang lalu.” Ucap Royce pada sang adik tirinya. Mahlika sudah tidak lagi menatap ramah pada pria yang di depannya. Sedangkan Royce menatap mahlika dengan senyuman yang mengejek.
“Aku tidak ada kepentingan untuk menghubungi kakak. Tapi untuk masalah yang lalu bukankah aku lebih baik menyelesaikannya dengan hukum. Agar pelakunya langsung terjerak ke dalam penjara.” Ucap Mahlika yang membuat Royce menatap tajam sebelum meninggalkan mahlika.
Oskar langsung menuntun badan mahlika keluar dari ruang pesta. Pasti wanita itu sedang membutuhkan udara segar untuk menenangkan pikirannya. Terlihat wajah kelelahan tergambar pada mahlika. Mungkin berbincang dengan orang yang dibencinya membuat mahlika harus ekstra kerja untuk mengontrol ketakutan dan amarahnya di waktu bersamaan.
Keduanya sekarang berada di root top. Tempat yang hanya bisa dikunjungi oleh beberapa orang saja. Diantaranya Oskar karena dia diberika akses bebas untuk semua hotel milik marcello.
Oskar menatap sedih pada wanita di depannya. Dia tidak bisa melakukan apapun kecuali menemaninya di tempat ini. Tanpa diberitahu saja, dia tahu seberapa buruk perlakuan yang di dapatkan oleh mahlika sebelunmnya.
Mungkin bagi sebagaian orang perlakuan Royce terlihat sangat baik dan manis pada mahlika. Tapi pria itu seperti sebuah ular berbisa. Dia sangat berbahaya karena memiliki racun yang dapat membunuh korbannya.
“Kenapa aku harus bertemu dengannya? Pria itu semestinya tidak pernah meninggalkan negara itu.” Rancu mahlika.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian datang Auri dan marcello yang menyusul. Sejak awal Auri sudah mengawasi interaksi kedua adik kakak itu. Dia sudah menduga kalau mahlika pasti bisa bertahan. Sebenarnya ada rasa bersalah yang menghinggapi Auri. Bagaiamanapun dia sudah membuat sahabatnya membuka kenangan yang tidak pernah dirinya ingin kembali buka.
“Mahlika, maafkan aku.” Ucap Auri yang sudah berada di depannya. Wanita itu menangis karena rasa bersalah sudah membuat sahabatnya terluka.
Mahlika langsung memeluk badan sahabatnya. Dia mencurahkan perasaan yang ditahannya sejak bertemu dengan Royce.
“Bersahabarlah, hanya dengan beberapa langkah lagi. Aku pastikan pria itu akan berakhir menyedihkan. Aku juga tidak akan membiarkannya terus bahagia di atas penderitaan orang lain.” Ucap Auri sambil menepuk punggu sahabatnya.
“Auri aku takut, dia akan mengejarku. Sekarang aku tidak tahu harus berlindung di mana?” ucap Mahlika sambil menatap Auri dengan wajah ketakutan.
Mungkin apartement Auri dan mahlika tidak akan mudah diketahui sebelumnya. Tapi sekarang mereka tidak bisa memastikan tidak ada satu orang dari bawahan royce yang mengejarnya saat mereka kembali.
Royce pasti tidak akan melepaskan mahlika begitu saja. Bagaimanapun dia membutuhkan adik tirinya untuk melancarkan rencananya. Bukankah sebuah keburuntungan saat mengetahui mahlika masih hidup. Dia bisa membuat harta dari keluarga tirinya menjadi miliknya.
“Kalian bisa tinggal di kediamanku.” Ucap marcello pada kedua wanita yang saling berpelukan. Marcello tidak bisa tenang jika kekasihnya kembali ke rumahnya.
Dia bisa melihat seberapa tertariknya Royce pada Auri. Tentu saja pria itu terlihat sangat berobsesi untuk memiliki kekasihnya. Karena itu Marcello tidka akan membiarkan Auri jauh dari pandangannya. Selain itu Pria gila itu bisa saja mengirimkan seseorang untuk mengawasi gerak gerik kedua wanita di depannya.
Tapi saat mereka di kediaman marcello. Royce pasti harus berpikir dua kali untuk mengganggu secara terang-terangan. Apalagi dia masih memiliki luka yang diberikan oleh mahlika.
__ADS_1
“Untuk usulan kali ini aku setuju denganmu marcello.” Ucap Auri yang membuat marcello senang. Tentu saja dia bahagia karena bisa menghabiskan waktu dengan kekasihnya. Sedangkan mahlika menatap sinis pada marcello. Dia tahu kalau pria itu hanya ingin berduaan dengan sahabatnya.
Tapi dia juga tidak bisa menjamin kalau tinggal di apartemennya akan aman. Dia tahu seberapa berbahaya Royce untuknya maupun Auri. Apalagi pria itu sudah melihat sahabatnya. Pasti Royce akan gencar mendekati Auri.