
Khusus untuk chapter ini bagi yang belum cukup umur sebaiknya skip ajah deh. heheheh.
Antara masih terdiam di tempatnya. Rasa bersalah mulai melingkupi hatinya. Saat dia melihat seorang wanita menangis karena dirinya. Tidak pernah di dalam hidupnya untuk melukai perasaan seorang wanita. Sekarang dia merasa sudah salah memandang wanita itu.
Flash back
Kaila sudah tidak bisa menahan amarahnya saat dia dianggap sebagai wanita yang munafik. Dia memang tidak tertarik dengan harta keluarganya kalau bukan karena semua itu milik sang ibu yang telah pergi dari hidupnya. Masih ada amarah yang tertinggal karena ayahnya memilih untuk meninggalkan ibunya.
“Anda tidak bisa berpikirkan hal itu. Aku hanya ingin menjaga milik ibuku dari keluarga yang dengan tidak tahu dirinya merebutnya. “ ucap Kaila sebelum meninggalkan Antara dalam diam.
Pria itu terkejut mendengar ucapan dari wanita yang pergi meninggalkannya. Dia memang tidak tahu tentang wanita yang mengajaknya menikah. Karena tidak ada niat untuk menjalin hubungan. Tapi sekarang dirinya merasa telah melakukan kesalahan pada wanita yang tidak bersalah.
Back to now
Acara pernikahan Marcello dan Auri selesai lebih cepat karena tokoh utamanya malah membawa istrinya keluar dari ballroom. Tidak ada yang berniat melarang kepergian marcello. Sedangkan kedua orang tua dari penganti baru itu hanya tersenyum senang. Mereka sudah tidak bisa menunggu cucu yang akan hadir dalam waktu dekat.
“Bukankah anakmu terlalu agresif.” Ucap papi Auri pada besannya yang dijawab kekehan oleh dad Marcello. Dia merasa sangat bangga dengan anaknnya.
“Tentu saja dia sepertiku pria yang sangat jantan.” Ucap dad marcello dengan bangga.
__ADS_1
“Kita hanya bisa menunggu kabar bahagia.” Ucap papi Auri yang malas meladeni sahabatnya ini. Walaupun dia sebenarnya tidak kalah mesum dengan sahabatnya itu. Tapi dia merasa anak laki-lakinya kalah dengan menantunya itu.
“Kapan Antara akan menyusul.” Ucap dad yang membuat perasaan kesal muncul di hati papi Auri. Dia tidak suka mendengar pertanyaan itu. Dia tahu anak sulung sedang patah hati. Dia bukan ayah yang tidak sadar kalau anaknya punya perasaan pada sahabat anak gadisnya itu.
“Mungkin sebentar lagi akan ada kabar baik dari anak sulungku.” Ucap papi asal saja dia tidak ingin meladeni sahabatnya yang sedang dalam mode sombongnya itu.
Sedangkan Marcello meletakkan istrinya di atas tempat tidur dengan sangat lembut. Wajah Auri sangat buruk karena sikap egois dari suaminya. Walaupun dia sudah merasa lelah tapi meninggalkan acara sebelum selesai. Bukan menunjukkan pemilik acara yang baik bukan.
“Jangan cemberut seperti itu, aku jadi tidak sabar melakukan ronda denganmu.” Ucap Marcello yang mendekati istrinya. Sedangkan Auri masih sulit mencerna kata-kata suaminya.
Sebenarnya apa maksud dari kata meronda yang dibicarakan suaminya dengan kakaknya. Dia sedang tidak berniat melakukan ronda di hotel ini. Bukankah hotel ini berbintang lima jadi sudah pasti memiliki keamanan yang baik bukan.
“Apa maksudmu dengan kata meronda. Hotelmu tidak sepertinya sedang kekurangan petugas keamanan bukan.” Ucap Auri dengan polos yang membuat marcello tidak bisa menahan tawannya. Niat hati untuk menerkam sang istrinya sepertinya harus di tunda beberapa saat karena sikap polos dari istrinya.
Marcello sudah berhenti tertawa, dia mendekati istrinya yang duduk di kasur mereka. Kedua mata mereka saling bertemu. Auri tidak sadar kalau pria di depannya sedang menahan gejolak.
“Kamu selalu tahu cara untuk mempermainkan hatiku sayang.” Ucap Marcello pada istrinya. Tanpa berniat membiarkan istrinya bertanya. Marcello langsung mempertemukan kedua bibir mereka. Tentu saja hal itu membuat Auri terkejut kedua matanya melotot karena mendapatkan serangan dadakan.
Marcello gemas dengan wajah terkejut kekasihnya itu. Dia benar-benar mendapatkan wanita polos. Tapi dia senang karena tidak sia-sia dirinya menjaga perjakanya selama ini untuk diberikan pada wanita yang paling dicintainya. Orang itu adalah gadis kecil yang sudah menarik perhatiannya sejak pertemuan pertama mereka.
__ADS_1
Auri belum membalas ciuman dari suaminya itu. Hal itu membuat Marcello gemas sendiri. Pada akhirnya dia menggigit bibir bawah istrinya itu yang membuat Auri tidak sadar memberikan jalan untuk lidah Marcello masuk. Sungguh Auri masih dalam kondisi pasif. Meskipun perlahan-lahan terdengar suara yang dari wanita itu. Tentu saja hal itu membuat gaira*h marcello semakin menjadi.
Tangan Marcello semakin menjelajahi badan sang istrinya. Sesekali dia memijak gundukan milik Auri yang menyebabkan suara keluar bersamaan. Dia semakin gemas saja memainkan benda yang menjadi favoritnya setelah ini.
Tangan Marcello mulai turun kebawah sebelum itu dia menarik seleting yang membungkus badan istrinya. Dengan sekali tarikan gaun Auri jatuh dan menampilkan badan polos sang istri yang hanya dilapisi dengan dua bahan untuk menjaga asetnya.
Wajah Auri sudah bersemu merah saat sadar badannya hanya belapis kain untuk menutupi dua asetnya. Tanpa sadar kedua tangannya mencoba untuk menutupi tubuhnya. Tapi langsung dicegah dengan marcello. Pria itu menarik kedua tangan istrinya keatas. Auri bisa melihat tatapan suaminya yang sudah diliputi oleh gairah.
Marcello kembali menempelkan kedua bibir mereka. Sekarang Auri membalas pergerakan lidah suaminya. Walaupun tidak handal tapi hal itu cukup untuk membuat marcello senang. Sedikit gemas dengan gerakan yang masih kaku.
Kedua mata mereka sekarang bertemu. Auri juga sudah dilingkupi oleh gairah seperti dengan suaminya. Keduanya kembali melanjutkan asik saling memuaskan. Tentu saja orang yang paling banyak aktif adalah marcello. Mungkin karena isting laki-lakinya yang membuat marcello handal dalam setiap gerakan yang membuat gairah istrinya meningkat.
Dia membuka kaitan yang menutupi kedua gundukkan suaminya. Auri berniat menutupinya tapi marcello langsung menahan. Pria itu sesaat menatapa takjub pandangan di depannya.
“Sangat indah.” Ucap Marcello yang membuat seluruh wajah Auri bersemu merah. Kedua tangan marcello bergerak untuk memberikan pijitan yang menggugah gairah istrinya. Auri merasakan sesuatu yang pernah dirasakannya.
Sesekali kedua bibir mereka bersentuhan dan bibir marcello mulai turun menjelajahi leher jenjang milik Auri. Tidak lupa dia memberikan beberapa tandanya. Tentu saja dia sangat bangga bisa memberikan beberapa tanda. Setelah puas dia mengarahkan tangannya ke kain yang tersisa. Sebelum itu dia mengelus kedua paha sang istrinya yang menimbulkan suara dari bibir sexy sang istrinya.
“Sepertinya kamu sudah menikmatinya. “ goda Marcello yang membuat Auri hanya bisa membuang wajahnya karena malu.
__ADS_1
Marcello menarik kain yang tersisa, tentu saja Auri hanya bisa menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Dia sangat malu. Tapi tidak sampai disitu rasa malunya.
“Sayang kenapa kamu berdarah?”tanya marcello yang membuat Auri terkejut. Seluruh gairahnya menghilang dalam waktu sekejap saja. Dia mendorong badan sang suami dan berlari menuju kamar mandi.