
Auri sudah berdandan dengan sangat cantik. Gaun hitam melekat dengan baik di badannya yang ramping dan bagai gitar spanyol. Tidak lupa denga make up yang terlihat pas di wajah canti wanita itu. Sedangkan Antara menatap sebal adiknya yang berniat diner dengan sahabatnya. Sejak tadi dia hanya membaringkan badannya di tempat tidur adiknya sambil menatap setiap pergerakan adiknya itu. Sungguh dia tidak pernah melihat seorang Auri berdandan seperti ini. Sangat cantik dan menggoda iman. Dia jadi tidak rela membiarkan adiknya pergi dengan sahabatnya yang menyebalkan itu.
“Tidak bisakah kamu batalakan rencanamu malam ini atau ganti pakaianmu itu. Bukankah kamu tidak suka dengan pakaian sexy yang membentu badan. Kenapa kamu sekarang menggunakan gaun seperti itu.” Protes Antara yang entah sudah ke berapa kalinya dalam beberapa jam ini. Sungguh Auri sudah bosan mendengar segara jenis kritikan kakaknya yang berubah menjadi cerewet seperti bibir lambeh turah ini.
“Berhenti protes kak aku bosan mendengarnya.” Ucap Auri yang sekarang sedang menatap kakaknya dengan jengah. Kenapa akhir-akhir ini kakaknya lebih suka merecokinya dan Marcello. Dia jadi rindu kakaknya yang gila kerja. Kemanakah jiwa gila kerja kakaknya selama ini. Auri ingin itu kembali jadi kakaknya itu tidak mengikutinya terus saat bersama kekasihnya. Dia seperti setan yang menjadi orang ketiga saja.
“Kakak seperti ini karena sayang padamu. Kamu kalau menggunakna pakain seperti itu berbahaya. Apalagi berduaan dengan marcello. Pria itu pikirannya selalu saja kotor bila ada kesempatan. Jadi kamu harus mengantisipasinya.” Ucap Antara yang membuat Auri terkejut mendengarnya. Dia tidak menyangka kakaknya akan mengatakan hal seperti itu. Sebegitunya kakaknya ingin Auri mengganti gaunnya itu.
“berhenti mengganggu adikmu.” Ucap seorang wanita yang tidak lagi muda. Awalnya dia ingin melihat anaknya. Tapi dia malah mendengar berbagai protes dari anak sulungnya.
“kamu tidak perlu ikut campur. Auri sudah bagus berdanda seperti itu. Jangan kamu rusak diner adikmu. Sebaiknya kamu mencari wanita saja di sana. Masa kamu kalah dengan marcello dan Edgar yang sudah memiliki kekasih. Bahkan mahlika saja sudah memiliki kekasih. Hanya kamu saja yang masih sendiri.” Ucap mami Antara yang tidak sadar membuat hati anaknnya itu terluka. Sedangkan Auri malah tertawa mendengarkan omelan sang mami untuk kakaknya. Dia sangat mendukung ucapan sang mami.
“Benar mami, kakak antara doang yang masih sendiri. Dia sering mengganggu pasangan yang sedang melepas rindu.”Ucap Auri yang makin memanasi omelan maminya. Sedangkan Antara menatap tajam sang adik yang malah dihadiahi sebuah juluran lidah dari sang adiknya itu.
__ADS_1
“Tapi papi juga setuju dengan kakakmu, Auri. Papi tidak rela kamu menggunakan gaun seperti itu untuk berkencan.” Ucap papi Auri yang entah sejak kapan berada di depan pintu. Sedangkan Antara senang mendapat dukungan dari ayahnya.
Mereka berdua memang sangat overprotectif pada Auri. Ayah dan kakak komplek. Sedangkan mami dan Auri menatap jengah pada kedua pria yang berada di keluarga Alaksana. Selalu saja mereka seperti itu. Beruntungnya sekarang sang mami berpihak padanya. Tentu saja sangat mudah membuat papinya tidak berkutik dengan ucapan maminya.
“Kamu tidak usah ikut campur, Auri sebaiknya kamu pergi sekarang. Marcello sudah menunggu di bawah.” Ucap mami yang langsung dianggukkan oleh Auri.
Sedangkan papi tidak suka dengan ucapan sang istri. Sayangnya istrinya itu sangat cuek dan tidak memperdulikannya. Dia lebih memilih mengikuti anak gadisnya turun ke ruang tamu. Jadinya kedua pria keluarga Alaksana tidak bisa memprotes kedua bidadari mereka.
“kita memang tidak akan pernah bisa menang.” Ucap papi yang langsung dianggukan oleh Antara. Kedua pria itu memang tidak bisa melakukan apapun.
“Sayang sebaiknya kamu ganti baju, aku tidak suka kamu menggunakan gaun sexy yang bisa dinikmati oleh orang lain selain aku.” Ucap marcello yang membuat wajah senang pada Antara dan papi Auri. Mereka senang menemukan orang yang mendukung pemikiran mereka.
Sedangkan mami dan Auri kesal mendengar permintaan marcello. Apa pria itu tidak sadar dia sengaja berdandan seperti ini untuknya. Sayangnya kekasihnya memang bukan orang yang mendukungnya dengan penampilan sexy.
__ADS_1
“Tapi sayang aku..” ucap Auri langsung dipotong dengan kata-kata marcello.
“aku bukan tidak suka dengan penampilanmu. Hanya saja aku lebih suka kamu menggunakan penampilan yang tidak membentuk badan. Aku tidak ingin ada pria lain yang menatapmu dengan lapar.”Jelas Marcello yang langsung dianggukkan oleh Auri. Wanita muda itu tidak lagi ingin berdebat dengan kekasihnya. Dia sadar kalau niat Marcello baik untuknya. Dia hanya ingin melindunginya dari pria belang yang akan menatapnya.
Papi Auri langsung berjalan mendekati calon menantunya. Dia langsung merangkuh bahu kekasih anaknya. Dia suka dengan cara pikir pria yang sebentar lagi akan berubah status menjadi menantunya. Ternyata tidak salah istrinya menjodohkan anak gadisnya dengan anak sahabatnya ini.
“saya suka dengan cara pikirmu. Memang wanita itu terkadang tidak sadar sudah membuat para pria di luar sana tergiur.” Ucap papi yang tidak sadar menyindir mami Auri.
“kalau berani gak usah nyindir. Ngomong langsung di depan orangnya. Dasar munafik kamu, kalau wanita lain berpenampilan sexy saja suka. Kalau istri sendiri ajah dilarang dasar laki-laki.” Ucap Mami dengan muka kesal pada suaminya. Hal itu membuat papi ketar-ketir sendiri. Dia takut tidak akan mendapatkan jatah karena istrinya ngambek.
“Mungkin maksud marcello baik tante. Kalau marcello sendiri tidak akan peduli wanita yang diluar sana berpenampilan sexy untuk menarik lawan jenis. Tapi marcello tidak akan bisa membiarkan wanita yang berharga bagi marcello menjadi tontonan para pria lain. Cukup marcello saja yang menikmatinya dan menjaganya.” Ucap Marcello yang membuat wanita tua itu tidak jadi marah meskipun hanya pada calon menantunya tidak pada suaminya.
“Aku masih marah padamu.” Ucap mami pada papi yang membuat Antara harus menahan tawa karena melihat wajah pucat sang papi. Dia sudah tahu seberapa berengsek papinya dulu sebelum bertemu dengan mami. Semua berubah setelah papi bertemu mami yang secara terang-terangan menolak sang papi.
__ADS_1
“Sayang kamu kok begitu, akukan hanya mencintaimu saja dan tidak tertarik pada wanita lain.” Ucap papi yang mencoba merayu istrinya ini. Dia sangat sadar dulu dia pria yang suka menikmati wanita dengan menggunakan sexy. Tapi itu dulu sekarang semua itu tidak menarik. Karena duniannya sudah sepenuhnya berisi wanita yang sudah melahirkan anak-anaknya. Dia sudah tidak tertarik dengan wanita lain selain Fio, wanita yang menolakknya dengan tegas.