
Seorang pria sedang menatap potret yang sedang di pegangnya. Seorang gadis berusia 5 tahun yang sedang tersenyum dengan pria disampingnya. Pria itu tersenyum sambil melihat potret gadis yang sudah dicari selama ini.
“Akhirnya aku menemukanmu Rara-ku. Aku pasti kita tidak akan terpisah lagi.” Ucap pria itu yang tidak lain adalah Edgar. Pria itu sedang bahagia karena bisa menemukan cahaya kehidupannya yang telah hilang sejak Raranya hilang. Mungkin dia sempat juga tidak memiliki semangat hidup saat Aura pergi. Tapi sekarang dia sadar kalau itu hanya rasa bersalah yang menghinggapinya.
“Akhirnya kamu melepaskan beban itu.” Ucap seorang pria yang sedang berdiri di pintu. Orang itu adalah marcello yang sedang menatap dinding kamar sahabatnya. Tidak ada lagi potre wanita yang membuat rasa bersalah melingkupi hidup Edgar. Potret Aura sudah tidak lagi dipanjang di kamar Edgar.
“Ya. Aku sadar kalau selama ini terlalu berlarut di dalam rasa bersalahku. Bagaimanapun aku sadar memang tidak pernah bisa mencintainya. Karena itu aku merasa menjadi orang yang sangat buruk.” Jelas Edgar sambil menatap wajah di photo yang sedang dia pegang.
“Antara juga sudah tahu itu bukan? Kamu tidak pernah mencintai adiknya. Tapi dia senang karena kamu masih bertahan demi kebahagian adiknya itu.” Ucap Marcello yang memang tau alasan sahabatnya itu tidak marah pada Edgar. Meskipun dia tidak bisa membalas perasaan adiknya.
Karena mereka bertiga saling tahu siapa yang pria itu cintai. Aura sejak awal tidak pernah masuk dalam hati Edgar. Pria itu baik karena tahu Aura adalah adik sahabatnya. Tapi wanita itu tidak sadar kalau Edgar hanya menganggapnya seperti adik perempuannya sendiri.
“Sepertinya Antara sudah menceritakan padamu.”
“Tidak, aku tahu karena tidak sulit menebak jalan pikiran si Antara itu. Dia terlalu sayang dengan adiknya. Dia pasti akan memberikan yang terbaik pada adiknya. Meskipun dia harus melepaskan adiknya kepada pria yang tidak mencintai adiknya juga. Karena dia tahu kalau Aura hanya bahagia bila bersamamu.” Jelas marcello yang membuat Edgar terdiam. Dia ingat sahabatnya malah meminta maaf padanya karena harus bertahan di samping Aura.
“Kamu benar Antara memang tidak marah padaku. Tapi akan beda ceritanya padamu marcello. Dia tidak akan mudah merestuimu menjadi pasangan adik kesayangannya itu.” Jelas Edgar pada sahabatnya yang dijawab dengan angguka kepala. Marcello sudah tahu tentang itu.
__ADS_1
Walaupun Aura dan Auri kembar. Tapi ketiga pria itu tahu kalau Antara lebih sayang pada Auri dibandingkan Aura. Meskipun tidak terlihat oleh kedua adik kembarnya. Alasannya Antara seperti itu karena rasa bersalah pada sang adik. Makanya Antara selalu tidak bisa menolak permintaan Auri. Dia juga selalu memastikan Auri aman.
“Dia sudah memberikan aku peringatan tadi pagi.” Ucap marcello yang membuat Edgar terkejut mendengarnya. Antara memang bukan orang yang bisa dipandang sebelah mata. Meskipun dia tidak langsung bergerak melindungi adiknya. Tapi pria itu selama ini mengawasi Auri.
“Lalu apa yang dia ucapkan?”tanya Edgar yang sangat penasaran peringatan sahabatnya itu pada marcello.
“Dia memintaku untuk tidak terlalu berdekatan dengan Auri. Selain itu dia memberikanku peringatan untuk menjauh Auri dengan Royce.” Jelas Marcello.
“Antara tahu pelaku pembunuhan adiknya?”tanya Edgar yang sedikit terkejut pada sahabatnya itu.
Tentu saja Aura adalah orang yang sangat terkenal di keluarga pembisinis. Banyak pemuda yang mencoba mendekati wanita itu. Berbeda dengan Auri yang tidak bergitu diketahui keberadaanya. Karena wanita itu tidak pernah mengikuti acara bisnis keluarganya.
“Sekarang aku mengerti kenapa Royce berani membunuh salah satu anggota keluarga Alaksana yang sangat disegani. Ternyata dia menggeretak Antara agar tidak mengganggunya. Tapi tindakannya malah membawanya keterpurukan.” Ucap Edgar yang sudah memperkirakan rencana gila sahabatnya itu. Antara memang bukan pria yang memiliki bisnis gelap seperti marcello. Tapi relasi Antara sangat berbahaya karena pria itu manta mata-mata dunia saat dia remaja. Tidak sulit untuknya menemukan bukti kejahatan orang lain.
“Tapi kenapa dia belum juga bergerak saat tahu pelaku pembunuhan adiknya?”tanya Edgar yang masih tidak mengerti jalan pikiran Antara yang sangat sulit ditebak bahkan dibandingkan marcello. Antara lebih misterius dan lebih berbahaya. Bukan pria yang pendiam lebih berbahaya.
“Dia membiarkan adiknya bermain.” Ucap Marcello yang masih tidak menyangka saat mendengar ucapan sahabatnya itu. Dia sengaja membiarkan Auri mencari sendiri pelakunya pembunuhan adiknya. Apakah dia tidak sadar hal itu berbahaya untuk adiknya.
__ADS_1
“Dia membiarkan adiknya kesayangannya dalam bahaya?”Edgar tidak menyangka hal gila yang dilakukan Antara. Sudah dia duga pria itu sangat sulit ditebak.
“Tentu saja dia tidak membiarkan begitu saja. Tapi aku tidak tahu cara dia melindungi adiknya. Antara hanya mengatakan kalau bawahannya gagal melindungi adiknya sebanyak dua kali. Kalau begitu salah satunya adalah saat Auri mendapatkan tikaman dari Royce.” Jelas marcello pada Edgar.
“Lalu kita bisa bekerja sama dengan Antara agar nona Auri tidak berdekatan dengan royce bukan?”tanya Edgar yang membuat marcello membuang nafas. Sebenarnya dia kesal dengan sahabatnya Antara. Dia bisa saja melarang Auri untuk menjadi sekretaris pria itu. Tapi Antara memintanya untuk membiarkannya saja.
“Si antara sialan itu memintaku untuk membiarkan adiknya itu pergi kekandang buaya selama satu minggu saja. Karena itu aku akhirnya menyetujui permintaan Auri.” Jelas marcello yang membuat Edgar turut sedih dengan nasib kekasihnya yang tidak bisa menolak perkataan calon kakak iparnya.
“Ya sudah aku kembali ke kamarku. Aku hanya mengatakan kalau besok pagi kamu harus pergi menemui Antara. Pria itu ingin membicarakan sesuatu denganmu.” Ucap marcello sebelum meninggalkan Edgar.
Dia berjalan keluar dari kamar Edgar tapi dia terkejut saat menemukan Auri sedang berdiri di samping pintu. Dia sedang melipat tangannya di dada dan menatap tajam padanya.
“Sayang.”panggil marcello pada Auri.
“kenapa kamu tidak memberi tahu kalau kakak-ku sudah mengetahui tentang Royce. ?” tanya Auri dengan wajah dingin. Dia kesal saat mendengar perbincangan kedua pria itu.
Saat itu dia sedang berjalan menuju kamarnya yang berada tidak jauh dari kamar edgar. Tapi dia harus melewati kamar tangan kanan kekasihnya. Tapi saat itu dia malah mendapatkan hal yang mengejutkan tentang sang kakak.
__ADS_1