Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 92


__ADS_3

Auri sudah selesai dengan kegiatannya memilih pakaian yang cocok untuk bekerja. Dia sudah lama tidak bekerja di kantor. Rasanya sedikit gugup walaupun sekarang dia hanya untuk melaksanakan rencananya. Karena dia sadar ada bahaya yang menantinya jika dia sampai gagal.


Auri sekarang menggunakan rok span di atas lutut yang memperlihatkan kaki jenjangnya yang terlapisi oleh stocking. Kemeja warna hijau muda terpasang di badannya dengan balzer melapisinya. Rambutnya hanya digulung asal tapi masih terlihat rapih dan formal.


Dia keluar dari kamarnya menuju meja makan yang sudah berisi banyak orang. Marcello menatap tajam pada Auri. Tapi wanita itu tidka memperdulikannya. Ternyata bukan hanya kekasihnya, kakaknya juga ikut menatap tajam. Seperti kedua orang itu sudah kembali kompak.


“Kamu tidak ada pakaian lagi adikku.” Ucap Antara.


“Kamu ganti pakaianmu itu.” Ucap marcello yang sama sekali tidak diperdulikan oleh Auri. Sedangkan Mahlika harus menahan tawa melihak kedua pria menyebalkan itu sedang kesal dengan penampilan Auri.


“Ganti sekarang Auri, aku tidak suka kamu memperlihatkan kaki jenjang kamu itu. Hanya aku saja yang boleh menikmatinya.” Uca marcello yang membuat Antara mendengus sebal pada sahabatnya yang seenaknya sudah menyatakan adiknya sebagai miliknya. Padahal mereka hnya sebatas pacar saja belum melanjut ke jenjang yang lebih tinggi.


“Sekarnag aku setuju padamu marcello. Kamu ganti jangan pakai pakaian yang minim seperti ini. Biasanya kamu tidak suka berpenampilan seperti. Kamu tidak berniat ingin mendekati boss barumu itu.” Ucap Antara yang berakhir dnegan timpukan sendok dari Auri dan marcello.


“kalian menyebalkan.” Ucap Antara.


“aku melakukan ini untuk membuat pria itu semakin tergoda. Bukankah rencana kita menjadi lebih mudah. Aku pastikan kita tidak membutuhkan waktu lama untuk merebut bukti kejahatannya selama ini.” Ucap Auri dengan santai sambil menikmati kopi hitamnya. Sedangkan orang-orang terkejut mendengar ucapannya. Bahkan marcello dan Antara seperti sudah siap untuk meledak. Mereka tidak akan membiarkan Auri melakukan hal itu.

__ADS_1


“Ganti atau tidak pergi.” Ucap kedua pria itu secara bersamaan. Oskar ingin sekali bertepuk tangan melihat kekompakan kedua sahabatnya yang biasa tidak pernah angkur itu. Hanya nona Auri saja yang bisa menyatukan air dan minyak itu.


“aku tidak akan ganti.” Ucap Auri .


“AURI.” Panggil kedua pria itu bersamaan lagi. Auri terkejut sekaligus senang melihat kekompakan kedua orang pria itu. Padahal tadi malam kakaknya menunjukkan ketidak sukaan pada marcello. Tapi lihat saat ini mereka bedua kompak memintanya untuk mengganti baju. Padahal dia sudah senang dengan penampilannya. Jarang-jarang dirinya mengunakan rok.


Dia tidak sadar kalau marcello sangat iri pada Royce. Bagaimana pria itu bisa melihat sisi feminim kekasihnya. Padahal Auri biasanya lebih suka menggunakan celana dibandingkan rok. Marcello tidak akan membiarkan pria itu melihat kecantikan kekasihnya. Hanya seorang marcello yang diizinkan untuk menikmati kekasihnya yang cantik jelita.


“Kenapa kalian jadi sekompak ini jika berurusan dengan penampilanku saat ini?”tanya Auri yang terlihat mulai kesal pada kakaknya dan kekasihnya. Tapi mereka tidak peduli. Sekarang tujuan mereka sama yaitu membuat Auri mengganti pakainnya yang sangat minim itu.


“Auri penampilanmu itu terlalu berlebihan sayang, ganti dengan celana bahan saja. Agar kamu lebih mudah melindungi kamu jika Royce melakukan sesuatu padamu.” Ucap Marcello pada Auri. Wanita sepertinya memikirkan ucapan kekasihnya. Marcello benar menggunakan penampilan seperti terlalu berbahaya. Dia tidak bisa bergerak sangat bebas menggunakan rok pendek dan stocking di kakinya.


“Ternyata kamu sudah memperlajari hal itu.” Ucap mahlika yang kagum pada kekasih sahabatnya. Biasanya hanya dirinya yang bisa membuat pikiran seorang Auri berubah. Sedangkan Antara yang notabennya kakaknya tidak bisa melakukan hal itu pada adiknya.


“Tentu saja, aku harus pintar sepertimu agar kamu tidak membodohi kekasihku.” Ucap marcello yang melemparkan tatapan sinis pada sahabat kekasihnya. Sedang wanita itu tidak peduli. Dia tidak ingin membuat masalah. Seluruh uangnya sudah berpindah pada Auri. Tidak ada lagi yang dia miliki.


“Kenapa wajahmu sedih seperti itu sayang?”tanya Oskar pada mahlika. Sedangkan Marcello dan Antara saling melemparkan tatapan lelah. Mereka tidak kuat kalau harus melihat adegan picisan murahan dari pasangan yang berada di meja makan.

__ADS_1


“Aku miskin sayang.” Ucap Mahlika yang membuat oskar tersenyum. Dia senang karena kekasihnya akan semakin bersandar sekarang karena dia tidak mempunyai apapun lagi. Sepertinya dia harus berterima kasih pada sahabat kekasihnya itu sekaligus calon nyonyanya.


“Kalian bisa berhenti membuat drama di meja makan. Aku muak melihatnya. Cukup tadi malam yang membuat mataku tidak bisa lagi melihat dunia ini.” Ucap Antara yang membuat mahlika mendengus sebal. Dia menatap tajam pada pria itu. Sayangnya pria yang ditatapnya seperti tidak takut padanya.


“Berhenti menatapku seperti itu. Kamu sama sekali tidak menyeramkan. Kamu harus belajar dulu dari adikku untuk bisa mengintimidasiku.” Ucap Antara yang membuat wanita hanya bisa membuang nafas kasar. Dia selalu kalah jika berdebat dengan pria yang merupakan kakak dari sahabatnya itu.


Sedangkan Auri yang sudah mengganti penampilan. Rok sepan itu sudah berganti dengan celana bahan hitam. Tetap terlihat bagus dan indah di badanya. Bahkan dia baru sadar kalau penampilan saat ini lebih baik dari sebelumnya. Auri akan memberikan hadiah pada kekasihnya yang sudah mengusulkannya sebelumnya. Dia lupa kalau kakaknya juga ikut membujuknya.


Auri keluar dari kamar dan marcello kembali kesal. Kenapa kekasihnya tetap cantik meskipun berpenampilan sedikit tomboy dengan celana bahan. Sekarang dia jadi tidak ikhlas untuk membiarkannya bersama pria lain.


“Jangan lakukan rencana gila di otakmu atau auri akan marah padamu.” Peringatan Antara yang sudah hafal dengan jalan pikiran sahabatnya. Walaupun dia juga berpikir sama dengan sahabatnya. Tidak mungkin dia membiarkan adiknya berlama-lama bersama si Royce.


“2 hari.” Ucap Antara yang membuat Auri bingung dengan ucapan kakanya. Apa yang dua hari tanpa ada penjelasan selanjutnya.


“1 hari.” Ucap marcello yang membuat mereka semua tidak mengerti. Hanya dirinya dan Antara saja yang memahami maksud keduanya.


“Apa yang kalian bicarakan?”tanya Auri yang sudah berdiri di samping kekasihnya. Dia memberikan kecupan di pipi kiri marcello. Hal itu membuat Antara dan kedua orang lainnya terkejut. Sungguh saat ini kakaknya Auri sedang kebakar cemburu karena dia tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh adiknya. Sedangkan Marcello tersenyum lebar saat mendapatkan kecupan.

__ADS_1


“Hadiah untuk usulanmu. Kamu benar aku lebih cantik menggunakan celana dan bebas bergerak.” Ucap Auri yang membuat Antara kesal, Karena dia juga ikut memberikan usualan. Tapi kenapa hanya dia yang tidak mendapatkan hadiah dari adik tercintanya ini.


__ADS_2