
Rencana Marcello untuk pergi mengikuti kencan buta pada malam itu gagal. Dia lebih memilih kembali ke rumahnya dan menunggu kabar dari Edgar. Rasanya dia terlalu malas untuk bertemu wanita asing pilih sang ibu. Padahal dia tahu akibat karena tidak datang keacara perjodohan.
Sekarang dia sedang duduk di kursi kebesarannya di ruang kerjanya. Entah apa yang dia pikirka sudah hampir sejam dia hanya menatapi rangkaian bunga buatan Auri. Rasanya rangkaian bunga yang di depannya sangat indah dan sayang jika harus diberikan pada wanita lain.
Pada akhirnya dia memanggil kepala pelayan untuk mengambilkan satu vas bunga yang sudah di isi air. Sekarang bunga itu berada di meja kerjanya. Sangat aneh untuk orang sekejam marcello tertarik untuk menghias ruangannya denga satu buket bunga.
Kalau dipikir lagi banyak perubahan yang tidak dia sadari sejak pertemuan pertamanya dengan Auri. Gadis yang dengan mudah masuk ke dalam kediamannya dan mengalahkan Edgar sang tangan kanan yang kekuatannya tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Auri. Nama yang cocok untuknya.” Gumam Marcello tanpa sadar.
Sunggu selama beberapa minggu ini fokus seorang marcello hanya pada gadis pencuri. Beberapa kali Edgar harus kena amukan dari marcello yang kesal karena belum juga mendapatkan kabar mengenai gadis pencuri itu.
Padahal dulu dia paling tidak peduli dengan namanya wanita. Tapi berbeda dengan gadis kecilnya yang sangat jago kabur dan menyelinap. Dia pastikan saat dia membawa gadis itu ke dalam kediamannya. Tidak ada lagi cara untuk gadis kecil itu kabur darinya.
Suara ketukan pintu menyadarkan lamunan marcello.
“Masuk”
Ternyata orang yang mengetuk pintu adalah orang yang sejak tadi di nanti oleh marcello. Siapa lagi kalau bukan Edgar. Sang ketu mafia itu sudah tidak sabar mendengar informasi mengenai gadis kecil yang membuatnya seketika tertarik dengan bunga.
Edgar terkejut saat melihat sebuah rangkaian bunga di atas meja sang atasan. Apa dia tidak salah lihat melihat benda itu di dalam ruangan ini. Sebenarnya apa yang telah terjadi dengan marcello. Beberapa hari setelah seorang wanita mencuri barang seorang marcello. Perubahan pria itu semakin membuat Edgar tidak bisa menerimannya.
__ADS_1
“Apa kamu sudah mendapatkan yang aku inginkan.” Tanya marcello yang sama sekali tidak menatap wajah Edgar.
Tatapannya hanya pada buket bunga. Edgar sangat takut dengan yang dilakukan oleh atasannya. Kalau kata orang di asian sikap marcello bisa dikatakan keserupankan. Apa dia harus memanggil seseorang untuk menyadarkan atasannya di depannya.
Edgar memberikan map yang dibawanya. Marcello tanpa sekali berniat untuk membukannya. Sekarang marcello malah menatap Edgar. Tangan kanannya mencoba memahami tatapan sang atasannya sekaligus sahabatnya ini. Sungguh dia tidak mengerti jika hanya diberikan tatapan apalagi ini bukan tatapan tajam seperti yang biasa marcello gunakan pada orang yang membuatnya kesal.
“bacakan aku sedang malas membacanya.” Ucap marcello.
Marcello kembali menatap bunga yang berada di meja kerjannya. Edgar sudah tidak ingin memperdulikan kelakuan aneh dari majikannya saat ini. Sekarang dia ingin menyelesaikan tugasnya secepatnya dan pulang saja. Rasanya satu hari sudah membuatnya gila dari amukan marcello tadi pagi karena dia belum menemukan mengenai wanita itu. Sekarang kegilaan marcello yang seperti jatuh cinta pada bunga di depannya.
“Auristela Maizah berusia 24 tahun. Dia merupakan warga negara indonesia yang pindah satu tahun lalu ke amerika. Dia memiliki dua sahabat yaitu Mahlika Zoe Orianthi dan Lyra Sada Ginela. Dia bekerja di toko bunga Lyra flower sudah 1 tahun. Dia pernah memenangkan kontes merangkai bunga yang diadakan beberapa bulan lalu di balai kota. Dia mendapatkan juara satu dari kontes itu. Auristela atau sering di panggil Auri memiliki banyak penggemar yang dominan pria. Mereka sering membeli buket Auri. Hal itu yang membuat keuntungan dari toko sahabat Auri meningkat setelah dia bekerja di tempat itu.”
Edgar kaget mendengar sang atasan memanggil nama pada seorang wanita. Biasanya dia tidak sekali mau memanggil nama pada wanita. Pasti dia memanggil mereka “hey”,”kau”, “Wanita itu”. Sungguh wanita bernama Auri bisa merubah seorang ketua mafia.
“Ada satu informasi yang baru saya sadar Tuan.”
“Apa?”
“Auri memiliki wajah yang sama dengan pacar saya.” Ucap Edgar yang membuat marcello langsung menatap tajam pada tangan kanannya.
Dia sangat tahu tentang pacar sang sahabat yang meninggal satu tahun lalu. Kematian yang membuat sang sahabat depresi selama satu bulan. Edgar menjadi anjing gila yang membunuh para tawanan di penjara. Beberapa kali dia menyerang para musuh tanpa izin darinya.
__ADS_1
“Tidak mungkin, dia jelas sudah meninggal. Kamu melihat sendiri bukan kondisinya waktu itu.”
“Aku baru ingat kalau dia memiliki kakak kembar. Malam itu sebenarnya Aura ingin mengenalkan kakaknya. Tapi masalah di perusahaan keluarganya membuat Aura meminta kakaknya untuk kembali hari itu.” Jelas Edgar.
Dia juga tidak menyangka melihat dengan jelas wajah wanita itu. Warna mata yang sama dan bentuk muka yang sangat sama. Tentu saja kalau sang kekasih berarti adalah kembarannya. Tapi apa yang dilakukan kembarannya selama 1 tahun ini.
“Kalau begitu kenapa dia menjadi seorang pencuri barang antik dan menerima pekerjaan sebagai pembunuh bayaran. Kalau benar dia adalah kembaran Aura yang merupakan adik dari sahabat kita Antara. Dia bukan orang yang kekurangan uang kalau untuk mengerjakan pekerjaan berbahaya itu.”
“Saya sudah mencari informasi Auri di negara asalnya. Tapi sebuah data mengenai Auri menghilang begitu saja. Bahkan Auri tidak tercantup dalam kartu keluarga Alaksana.” Jelas Edgar.
“Hal itu bisa dilakukan oleh Antara. Dia memiliki kekuasaan yang besar di negaranya. Tidak sulit untuk menghilangkan jejak sang adik di negarannya. Kita harus tahu alasan Auri masuk ke dalam dunia hitam.”
Edgar juga bepikir sama seperti marcello. Seorang Auri yang diceritakan oleh Aura adalah seorang yang sangat pintar. Dia bahkan mendapatkan tawaran dari perusahaan-perusahaan besar. Tapi dia memilih bekerja di perusahaan keluarganya. Setelah Auri masuk ke dalam perusahaan keluargannya mengalami peningkatan yang sangat baik tiap bulan.
Selain itu Antara bukanlah orang yang begitu mudah membiarkan sang adiknya lepas dari pengawasannya. Tapi Auri seperti di buang oleh sang keluarganya dan tidak ada kontak antara keduanya setelah satu tahu semenjak Auri tiba di negara ini.
“Sepertinya mainanku semakin menarik bukan Edgar? Banyak hal yang wanita itu sembunyikan. Rasanya sangat menarik kalau kita dapat mengetahui semuanya.” Ucap marcello dengan senyuman yang membuat Edgar tertegun.
Edgar sangat tahu kalau senyuman itu selalu ditunjukkan pada hal yang menarik perhatian seorang marcello. Sekarang masalahnya jika Auri benar adalah adik dari Antara. Marcello semestinya tidak bermain-main dengan adik sahabatnya.
Dia sangat mengenal sikap Antara yang tidak beda jauh dengan marcello. Mereka dua orang paling tidak suka diganggu. Walaupun Antara tidak berkecimpung di dunia mafia. Tapi Antara sangat di segani oleh para pembinis atau pejabat pemerintahan. Kedua pria itu memiliki kekuasaan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
__ADS_1