
Miris, pengusaha sukses kota A menggait daun muda.
Pengkhianatan terkejam tahun ini, istri pertama dipaksa merestui hubungan terlarang Ilham Adhitama bersama Monita Maheswari Kusuma.
Ilham Adhitama merayakan ulang tahun putranya dari wanita simpanannya.
Bahagia di atas penderitaan istri sah! Suami dan istri siri tampak mesra di depan mata Naomi Ratu.
Berita terkini : Ilham Adhitama menikah lagi tanpa sepengetahuan istri sah, kemandulan Naomi Ratu jadi alasan?
Gila harta! Monita Maheswari Kusuma rela jadi simpanan Ilham Adhitama demi uang.
Rumit! Monita Maheswari Kusuma menjual dirinya pada pengusaha sukses kota A demi uang
Media ibu kota diramaikan dengan isu miring yang melibatkan istri kedua Ilham dan juga Ilham sendiri. Selain dunia enterteint, seluruh media juga ikut meliput isu panas tersebut.
Ilham benar-benar terganggu dengan berita tak sedap ini, dia tidak panik karena berita itu tidak benar adanya. Monita memang istri keduanya, tapi mereka menikah atas permintaan Naomi. Dan lagi, Monita bukan simpanan melainkan istri sah nya sekarang. Media sialan itu sudah melebih-lebihkan beritanya.
“Ilham, kau sudah baca berita hari ini?” tanya Shaka yang saat ini tengah makan siang bersama Ilham.
“Iya, ulah siapa ini Ka?”
__ADS_1
Baru juga makan siang mereka tiba, tapi Ilham sudah hilang nafsu makan, Ilham enggan menyentuh makanannya, ia hanya duduk sembari mengacak rambutnya.
“Apa Monita sudah tau?”
“Dia belum tau, aku tidak mau berita ini sampai ke telinganya.”
Ilham mengetahui hal tersebut dari ponsel Monita. Tadi pagi istrinya sibuk menyiapkan sarapan, sementara Ilham yang mengecek ponsel Monita seketika dibuat kaget bukan kepalang. Tak hanya di ponsel, isu tersebut juga sudah disiarkan di televisi.
“Baguslah tuan! Tapi tuan yakin bisa menahannya? Seluruh media isinya nona semua, nona muda jadi seleb dadakan_”
“Andre! Ini bukan suatu pencapaian dan sama sekali tidak ada yang lucu!”
Shaka hanya bungkam kala Ilham membentak Andre, dia tau emosi Ilham tak terbendung saat ini. Bagaimana tidak bencana yang menimpa istrinya dianggap hal lucu bagi Andre.
“Untuk sekarang hanya itu yang bisa aku lakukan Ndre, ponselnya aku sita, dan aku bisa pastikan dia tidak akan menonton televisi.”
Meski sempat menimbulkan tanya, tapi Monita tidak melawan saat Ilham menyita ponselnya dengan alasan, David kedapatan mengirim pesan pada Monita dan Ilham tidak ingin mereka saling berbalas pesan. Sedangkan Monita, ia hanya pasrah karena tidak mau suaminya hilang kepercayaan padanya. Setelah ulang tahun Dikta selesai, Ilham memang mendapati pesan David di ponsel Monita yang menanyakan kabarnya. Saat itu Ilham memang sangat geram, namun itu bisa menjadi alasan paling tepat untuk Ilham menyita ponsel sang istri.
“Jangan khawatir tuan, saya akan segera menyelidikinya. Jangan gegabah dan tetap jaga nona, pastikan nona tidak keluar rumah agar dia tidak bertemu siapa pun yang akan membocorkan isu miring tersebut, bila perlu perketat penjagaan dan tambah bodyguard di rumah kedua. Saya harap sebisa mungkin tuan dapat meredam mulut para pelayan di rumah itu agar tidak buka suara soal berita ini. Saya permisi dulu tuan, saya akan segera menemui Doni untuk membicarakan hal ini.” terlalu mendalami peran, Andre sampai tidak sadar sudah mengatur-ngatur bosnya sendiri.
“Sialan! Kenapa kau menyuruh-nyuruhku hah?!” Bentak Ilham namun Andre segera berlalu dari hadapannya demi menghindari amukan sang atasan, begitu ia sadar atas apa yang ia ucapkan.
__ADS_1
“Sabar dulu Ham, tenang lah aku juga sudah meminta Kevin untuk menyelidiki isu sialan itu.”
Ilham mengusap wajahnya kasar dan kembali mendudukkan diri di kursi tersebut.
“Tapi kenapa harus istriku yang jadi tumbalnya? Kalau memang ada masalah denganku, kenapa tidak diselesaikan secara jantan saja.”
“Bukan soal jantan atau tidak, tapi dengan adanya Monita, sepertinya orang itu pandai membaca situasi. Dia ingin menghancurkan karirmu dan juga merusak mental istrimu sepertinya.”
“Tapi siapa? Apa mungkin Rendy?”
“Belum bisa dipastikan Ham, pasalnya sampai detik ini Rendy hilang bak ditelan bumi, tapi kalau memang dalangnya adalah dia, artinya dia masih berkeliaran di sekitar sini.”
“Aku harus mencari tau keberadaan badjingan sialan itu secepatnya Ka, belum selesai urusannya denganku karena kematian ibu mertuaku. Kini dia sudah menghilang seenaknya.” cetus Ilham sembari mengepalkan tangannya.
“Tapi sepertinya aku mencurigai satu orang, apa mungkin dia? Biarlah aku cari tau sendiri.” gumam Shaka dalam hati, belum mau mengutarakan apa yang bersemayam dalam benaknya saat ini.
“Ka, aku pulang dulu, aku tidak bisa diam saja di sini, aku khawatir dengan keadaan Naomi di rumah utama. Aku ingin memastikan Naomi sudah membaca berita ini atau belum. Karena dalam isu tersebut, nama Naomi juga terseret.” ujar Ilham sembari beranjak dari duduknya tanpa menyentuh makan siangnya sama sekali.
“Baiklah Ham, hati-hati di jalan.” jawab Shaka paham betul kegundahan hati sahabatnya ini.
Ilham berlalu begitu saja tanpa membayar makan siangnya, Shaka yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepala. Begitulah kalau punya dua istri, jadi lupa-lupa ingat dengan makanannya. Untung tidak makan sendirian, pikir Shaka.
__ADS_1
Akhirnya Shaka membayar makan siang Ilham dan juga Andre sekaligus, bos dan anak buah sama saja. Sama-sama pelupa. Namun walau begitu, Shaka tidak menyesal, toh uangnya juga tidak langsung habis hanya karena membayar makan siang dua orang itu. Harga makanan di situ hanya seperti harga permen untuknya. Jadi gampang-gampang saja kalau memang harus dia yang bayar.