Rahim 1 Milyar

Rahim 1 Milyar
Eps 137 Sekilas Tentang Kisah Cinta Segiempat


__ADS_3

“Apa? Jadi David menyelamatkan Rosa?” Pria itu menarik sudut bibirnya sangat tipis bahkan nyaris tak terlihat.


“Iya tuan, mulanya David menelepon Rosa dan perempuan ini berteriak minta pertolongan sehingga David mendengarnya, dan kemungkinan besar David melacak keberadaannya hingga bisa dengan mudah menemukan alamat markas kita.” Jelas Doni dari balik sambungan telepon.


“Lalu bagaimana? Kalian masih di rumah sakit kan? Jangan lupa, tetap awasi dia meski pun ada David di sana.”


“Siap tuan!”


Ilham pun mematikan sambungan telepon lalu melirik sang istri yang sedang menatapnya demi menantikan sebuah penjelasan.


“Gimana mas? Bagaimana keadaan Rosa?” Dia masih saja mengkhawatirkan keadaan wanita itu, bukan tanpa alasan, Monita seperti itu karena takut suaminya terlibat kasus pembunuhan.


“Dia sudah baikkan, David datang menyelamatkannya dan membawanya ke rumah sakit.” Jawab Ilham sesantai mungkin hingga membuat Monita bernapas lega namun ada satu pernyataan Ilham yang menimbulkan beribu tanya di benak Monita.


Dari awal sebenarnya Monita tidak setuju kala suaminya meminta anak buahnya untuk menyekap Rosa. Kalau menurut saran Monita, lebih baik kedatangan Rosa dibatasi saja, toh dia dan calon anaknya juga tidak apa-apa. Namun Ilham terlalu posesif dan menghadapi Rosa dengan cara yang tak biasa. Ingin marah, namun Ilham tidak bisa dilarang.


“Tapi mas, kenapa David yang menolong Rosa?”


“Kamu belum tau ya sayang? David dan Rosa dulunya adalah pasangan, bahkan hampir menikah.”


“Hah?! Apa iya mas?”


“Iya, mereka berpacaran selama enam tahun lamanya, bahkan mereka hampir bertunangan, tapi bodohnya Rosa malah meninggalkannya di hari pertunangan bahkan di saat pesta pertunangan sudah hampir dimulai dan para tamu sudah hadir.” Ucap Ilham yang membuat cerita ini semakin menarik di pendengaran Monita.


“Lalu?” Tanya Monita penasaran, sedalam itu kah luka yang dirasakan David dahulu. Dua kali patah dalam cinta, pantas saja dia tidak mau menikah sampai sekarang.


“David sangat terpukul kala itu, bahkan dia sampai stres dan tidak keluar rumah selama satu bulan lamanya. Sebegitu cintanya dia pada Rosa, namun Rosa dengan bodohnya melepaskan David dan memilih mengejar cintaku yang kala itu aku abaikan karena aku sudah menikahi Naomi.”


“Jauh sebelum dia mengusik hidupmu, dulu dia juga sering mengusik Naomi. Mereka sering terlibat perang batin, dan Naomi tak segan-segan membalasnya jika dia berbuat keterlaluan.”


Monita mendengarkan kisah cinta segiempat itu dengan seksama. Monita sudah tidak menjawab lagi, seakan sudah kehabisan kata-kata, Monita terdiam seraya menatap lekat manik indah suaminya. Hingga sepersekian detik berlalu, Monita terkejut kala Ilham menjentikkan jari di depan matanya.


“Kenapa diam?” Terlihat diam memang, tapi otak Monita berpikir keras, serumit itu hubungan mereka, bahkan sempat-sempatnya dia khawatir, bagaimana jika David mengetahui profesi Rosa sebagai wanita panggilan. Dia merasa gamang, bagaimana kalau David tidak terima?

__ADS_1


“Bagaimana kalau David tidak terima dengan profesi yang tengah Rosa geluti sekarang? Bisa-bisa dia akan pergi lagi dan tidak mau menerima Rosa.”


“Cinta David ke Rosa itu sebesar cintanya padamu sayang. Dia itu bucin akut, lagi pula yang pertama memerawani Rosa adalah David,”


“Hah? Sejauh itu hubungan mereka mas?”


“Iya, itulah sebabnya kenapa dulu aku sangat tidak suka kalau David mendekatimu. Dia penjahat kelamin Mon.”


Cih penjahat kelamin katanya? Rupanya Ilham lupa berkaca, bukan kah dia juga sama iyanya. David mungkin hanya melakukannya dengan Rosa, sementara dia? Dengan Naomi dan Monita sendiri. Tapi kalau soal kesetiaan, keromantisan dan tanggung jawab, Ilham lah ahlinya.


****


“Kamu sudah bangun?” Tanya David begitu dia baru masuk ke ruang rawat Rosa sembari membawa paper bag berisi makanan dan buah-buahan serta baju ganti untuk Rosa.


Entah apa yang dia rasakan sehingga bisa sepeduli itu pada Rosa. Bagaimana tidak, darah David hampir tumpah setengah kala melihat kondisi Rosa semalam, hampir saja dia mati gara-gara hipotermia.


Rosa hanya tersenyum tipis dengan bibir yang masih terlihat pucat. Entah kenapa, melihat David di sini menemani, hatinya menghangat. Dia hendak bangkit, namun David segera membantunya duduk.


“Gimana? Masih menggigil?” Tanya David begitu dia mendudukkan diri di kursi samping tempat tidur. Jika dilihat-lihat, keadaannya sudah lumayan membaik, bibirnya sudah tidak biru lagi meski masih tampak pucat.


Begitu pun dengan Rosa, wanita itu juga merasakan hal yang sama. Perasaan cintanya untuk Ilham yang selama ini dia sadari nyatanya bukan cinta tulus melainkan obsesi. Bagaimana tidak, dulunya Rosa dan Naomi adalah rival berat di kampus, Rosa iri terhadap mendiang Naomi karena wanita itu adalah idola kampus. Setiap kali Rosa tertarik pada lawan jenis yang ia temui, mereka pasti menyukai Naomi dan tidak akan meliriknya sedikit pun.


Dulunya dua wanita itu adalah teman, pertemuan mereka dengan Ilham berawal saat mereka sedang makan disebuah cafe bersama Sinta dan juga David. Sejak saat David memang sudah menyukai Rosa, tapi dia belum jua mengutarakan perasaannya. Hingga tiba saatnya Ilham muncul, Naomi sontak terpukau, namun bukan dirinya yang suka melainkan ingin dia jodohkan dengan Rosa yang kala itu masih jomblo.


Ya, antara mereka bertiga hanya Rosa saja yang jomblo, sementara Naomi sudah berpacaran dengan Rendy dan Sinta juga sudah punya pacar. David yang menyapa Ilham tertangkap oleh Naomi, sontak dia memanggil David dan menawarkan agar David mau mengenalkannya pada Rosa. Mendapat penawaran Naomi, Rosa jelas senang karena saat itu dia juga sudah jatuh hati pada pandangan pertama.


Bagaimana pun David sangat gusar, dia yang menyukai Rosa tapi Ilham yang malah hendak dipasangkan dengan pujaan hatinya itu. Namun karena David tidak punya keberanian untuk mengakui rasa cintanya, terpaksa mengiyakan saja permintaan Naomi. David dengan langkah gontai berjalan menghampiri Ilham yang kala itu tengah duduk di meja sebelah bersama teman-temannya dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung bangirnya kemudian mengutarakan niat Naomi.


Begitu Ilham melirik ke arah tiga wanita itu, ada satu wanita yang membuat Ilham tertarik karena kecantikannya yang begitu menonjol hingga dia bersedia mau berkenalan dengan Rosa.


Begitu Ilham sudah ada di tengah-tengah mereka, pria itu mulai berkenalan dengan tiga wanita itu termasuk wanita yang membuat hatinya berdesir sejak awal pertama melihatnya.


Kala itu Sinta memberikan nomor Rosa agar Ilham bisa menghubunginya. Namun begitu tiga wanita itu berlalu, tinggalah David dan Ilham di sana. Ilham secara gamblang menyatakan kalau dia malah tertarik pada satu wanita bersurai indah dengan hidung bangir tersebut, ya siapa lagi kalau bukan Naomi.

__ADS_1


David yang mendengar itu merasa dapat angin segar, artinya dia masih punya kesempatan untuk memiliki Rosa. Begitu pulang ke rumah, David segera melakukan panggilan virtual bersama dua wanita yang sejak tadi bersamanya di cafe dan mengutarakan keinginan Ilham yang menyatakan bahwa dia malah tertarik pada Naomi.


Bak dihantam bongkahan batu besar, Rosa merasakan sakit dan tak berharga. Raut wajahnya berubah dan tentu saja hal itu membuat Naomi tak enak hati, tanpa pikir panjang, wanita itu mengakhiri panggilan virtual itu secara sepihak.


“Vid, apa tidak keterlaluan kamu mengatakan itu secara terang-terangan pada Rosa? Aku tidak enak hati sumpah.” Ujar Naomi begitu tinggal mereka berdua yang melakukan panggilan virtual itu.


“Biar dia tau aja sekalian Mi, dari pada dia berharap terlalu jauh dalam waktu yang lama kan semakin tidak baik.”


“Iya tapi tidak perlu dipertegas juga.” Sesal Naomi menyayangkan tindakan David.


“Sudah, tidak apa-apa, tidak perlu disesali memangnya kamu tidak tertarik padanya?”


“Tertarik sih, tapi kan aku sudah punya Rendy Vid, sedangkan Rosa masih jomblo, masa aku embat juga.”


“Lah itu kamu tertarik, lagi pula Rendy itu tidak baik untuk kamu Mi, beberapa kali dia sering menduakan cintamu, apa kamu masih mau? Dan asal kamu tau, sebenarnya aku menyukai Rosa.” Ungkap David yang sontak membuat mata Naomi membulat sempurna.


“Hah?! Apa tadi? Kamu menyukai siapa?” Entah kenapa untuk perkara ini Naomi mendadak tuli.


“Aku menyukai Rosa.” Tegas David kemudian.


“Kenapa tidak bilang dari awal Vid? Tau begitu kan aku tidak perlu menjodohkan Rosa dengan pria itu.”


“Karena aku tidak punya keberanian Mi, tapi begitu aku melihat antusias kamu untuk menjodohkan Rosa dan Ilham, hatiku ketar ketir, makanya begitu Ilham mengatakan kalau kamu yang sebenarnya dia suka, aku serasa mendapat jackpot. Sekalian aja aku katakan pada kalian, biar dia sadar.”


“Tapi kamu keterlaluan kalau seperti itu.”


“Sudah, lagi pula perasaan tidak bisa dipaksakan, Ilham tidak menyukainya dan malah menyukaimu, tidak ada yang salah kan?”


Naomi menghela napas kasar, seraya mengusap wajahnya. Kalau dipikir-pikir, penawaran David lumayan juga, tapi apa ia dia harus melepas Rendy? Lagi pula hubungannya bersama pria itu sedang tidak baik-baik saja, mengingat Rendy yang selalu menyakitinya. Tapi bagaimana dengan Rosa?


Kebimbangan Naomi ternyata tidak berbuntut panjang. Keesokan harinya, dia langsung menerima cinta Ilham begitu Ilham mengutarakan perasaannya di sebuah restoran mewah di ibukota. Bahkan secepat itu dia mengakhiri hubungannya bersama Rendy sebelum dia kembali menerima Rendy setahun sebelum Ilham menikahinya. Dua insan itu resmi berpacaran, dan kabar resminya hubungan Naomi dan Ilham itu terdengar sampai ke telinga Rosa. Saat itu juga Rosa langsung menghindari Naomi.


Rasa bersalah kian menyeruak ke dalam batin Naomi. Hubungannya bersama Rosa renggang hanya karea seorang pria, namun Naomi kembali meyakinkan diri kalau dirinya tidak bersalah, toh Ilham belum jadi milik Rosa seutuhnya.

__ADS_1


Seketika Rosa menganggap Naomi sebagai pengkhianat dan tak punya pendirian. Padahal dia yang sudah menjodohkan Rosa dengan pria itu, tapi dia juga yang memacari pria itu. Mengingat itu Rosa tersenyum miris, ironis sekali, hingga tanpa pikir panjang dia menerima cinta David.


Seiring berjalannya waktu Rosa mulai mencintai David, namun begitu hubungan mereka menuju ke jenjang serius, dia malah meninggalkan David karena obsesinya kepada Ilham kembali muncul mengingat rasa irinya pada Naomi yang semakin membuncah melihat kemesraan wanita itu bersama Ilham.


__ADS_2