Rahim 1 Milyar

Rahim 1 Milyar
Eps 136 Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Di sebuah rumah, tepatnya dl kediaman David Bramantyo, pria itu yang tak lain adalah David sendiri, tengah duduk merenung di kursi empuknya. Sejak tadi dia memandangi kontak bertuliskan my dear itu, hanya memandangi tanpa berniat menghubungi.


Ya itu kontak calon tunangannya beberapa tahun lalu yang masih David simpan di ponselnya. Sudah sekian lama dia tidak menghapus nomor wanita itu, sengaja karena sebenarnya dia masih penasaran. Entah apa yang dirasakan David saat ini, dia juga tidak mengerti apa itu rindu atau hanya sekedar penasaran saja.


Siapa yang tidak penasaran dengan kabar masa lalu yang begitu berpengaruh dalam hidupnya itu, karena memiliki Monita sudah tidak mungkin lagi, pikiran David justru terfokus pada wanita yang berasal dari masa lalunya.


Gagal dua kali dalam percintaan membuat David enggan menikah hingga kini, bukan tidak ada yang meliriknya, banyak wanita yang menaruh rasa padanya namun sama sekali tidak ia tatap.


Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya pria itu nekat menghubungi kontak wanita itu, namun bukan melalui aplikasi hijau di ponselnya.


Berdering? Bukan main tak menyangkanya David, ternyata dia tidak merubah nomornya batin David.


Disaat David tengah menghubungi kontak lama masa lalunya, di sisi lain Rosa hampir pingsan karena terendam lama dalam air yang sejak tadi hampir memenuhi kotak tersebut. Tubuhnya lemas, tangannya bahkan keriput dan seluruh tubuhnya terasa kebas. Wajahnya pucat dengan bibir yang sudah membiru. Sefatal ini kesalahannya hingga Ilham menyiksanya sedemikian rupa. Rosa membatin dan berjanji dalam hatinya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama jika seandainya Tuhan izinkan dia bernapas setelah ini.


Rosa sudah putus asa, ponselnya berada di sofa dan jauh dari jangkauannya. Dia tidak punya kuasa lagi untuk meraih ponselnya, sangat mustahil rasanya dengan tangan dan kaki yang terikat untuk keluar dari sini. Hingga sepersekian detik berlalu, dewi fortuna tengah berpihak padanya, ponsel Rosa yang ada dalam tasnya berdering.


Rosa tidak ingin menghilangkan kesempatan yang ada, beberapa jam di ruangan ini membuat Rosa hidup segan, mati pun tak mau. Benar-benar moment yang mencekam, sejak dulu Ilham tak menghukumnya hingga membuat Rosa melunjak dan semakin menjadi-jadi. Kini wanita itu jerah, dia tidak berbohong, dia bersumpah jika berhasil dibebaskan dia tidak akan mengusik Ilham lagi.


Doni yang sejak tadi gusar karena dering ponsel Rosa mengganggu tidurnya sontak menjawab telpon tanpa nama tersebut.

__ADS_1


“Halo!”


“Aku disekap dan hampir mati! Siapapun di sana tolong selamatkan aku!” Pekik Rosa tak kehabisan akal sementara Doni segera mengakhiri panggilan telpon di ponsel Rosa dan melempar asal benda pipih itu di sofa.


“Diam! Berisik tau nggak!”


“Tolong keluarkan aku dari sini, aku kedinginan.” Imbuh Rosa dengan suara serak.


“Baiklah.” Sahut Doni kemudian mengeluarkan Rosa dari kotak tersebut, bukan karena iba melainkan sudah lama dia merendam Rosa di malam hari saat cuaca sedingin itu.


Begitu dikeluarkan tubuh Rosa melemah dengan mata yang sudah sayu dan tubuh yang menggigil kedinginan serta bibir yang membiru. Sepertinya Rosa mulai hipotermia, karena Doni mengingat pesan Ilham untuk tidak membunuhnya, maka Doni segera menghangatkan tubuh Rosa dengan selimut yang sudah mereka siapkan. Begitu matang mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk menyiksa Rosa lalu kemudian membantu menangani rasa sakit yang wanita itu rasakan sebelum kemudian disiksa lagi.


Doni dan Roy tak menggubris, mereka membiarkan Rosa sendirian di tempat duduk tersebut tanpa melepas ikatan pada tangan dan kaki Rosa, namun tubuh Rosa tetap diselimuti, masih sedikit manusiawi sebenarnya.


Hingga sepersekian detik berlalu, begitu dua pria itu hendak beranjak, tiba-tiba seseorang mendobrak pintu ruangan itu. Doni dan Roy sampai terperangah, bagaimana mungkin tempat mereka diketahui David? Ya pria yang berhasil mendobrak pintu tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah David Bramantyo. Lantas ada hubungan apa dia dan Rosa? Beribu tanya mengitari otak keduanya.


Tak hanya Doni dan Roy, Rosa juga sama iyanya. Dia terkejut dengan kehadiran David yang begitu mendadak itu, apa mungkin si penelepon tadi adalah David? Namun Rosa sejenak menepikan rasa kagetnya berganti dengan rasa senang seperti sedang kedatangan seorang dewa penolong.


“Kalian apakan dia hah?!” Bentak David meninggi. Melihat keadaan Rosa yang memprihatinkan membuat David sontak berpikir ke arah yang tidak-tidak. Terlebih begitu melihat tubuh Rosa yang dibalut selimut sampai sebatas leher membuat David semakin overthinking.

__ADS_1


“Kau pikir apa? Kami hanya memberi pelajaran dengan merendamnya di kotak berisi air itu karena dia hampir meracuni nona Monita dan calon anaknya.”


Mendengar penuturan Doni, pria itu menatap Rosa dengan raut wajah kecewa, namun bukan saatnya untuk kecewa mengingat kondisi Rosa yang sepertinya kena hipotermia.


David bergegas menghampiri Rosa namun Doni dan Roy menghalangi langkahnya.


“Mau kemana kau?”


“Aku mau menyelamatkannya brengsek! Kau tidak lihat dia hipotermia! Kalau dia mati bagaimana?! Dia harus segera dibawa ke rumah sakit. Kalian mau bos kalian dijuluki pembunuh kalau sampai Rosa mati di sini!”


Dua anak buah Ilham itu saling pandang, terlebih mereka mendapat warning dari Ilham agar tidak sampai membunuh Rosa.


“Baiklah! Bawa dia ke rumah sakit tapi harus dibawah pengawasan kami. Kami akan membebaskan dia setelah memastikan dia benar-benar tobat dan tuan Ilham mengizinkan kami untuk melepaskan dia.”


Tanpa menggubris, David segera menghampiri Rosa, sejenak pandangan mereka terkunci. David kembali menatap manik indah itu setelah sekian lama dia tidak menatapnya. Ada perasaan lain yang berdesir dalam hatinya begitu dia kembali menatap sepasang netra itu. David masih sama tampannya, bahkan lebih tampan lagi, batin Rosa. Meski kesadarannya hampir hilang, dia masih bisa melihat dengan jelas wajah itu.


Hingga akhirnya, tanpa pikir panjang lagi David segera membopong tubuh Rosa dan membawanya ke mobil. Selama dalam dekapan David, Rosa masih tak menyangka peristiwa penyanderaan ini berimbas pada pertemuannya dengan David.


Ya mantan tunangan David yang pergi meninggalkan dia di pesta pertunagan itu adalah Rosa. Takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang tak terduga, setelah sekian lama Rosa pergi meninggalkan David, mereka kembali dipertemukan dengan cara yang tak biasa.

__ADS_1


Bahkan sepanjang perjalanan, Rosa malu bukan main karena harus bertemu David dalam keadaan yang berantakkan seperti ini, tidak ada cantik-cantiknya sama sekali. Tanpa Rosa sadari, entah perasaan apa itu, dia sempat-sempatnya memikirkan penampilan di depan David.


__ADS_2