Rahim 1 Milyar

Rahim 1 Milyar
Eps 123 Inilah Saatnya!


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, akhirnya Ilham berhasil menjalin kerja sama bersama dengan Rendy. Naomi maupun Rendy sama-sama tidak mengetahui bahwa Ilham sudah mengendus hubungan mereka. Mereka pikir, hingga saat ini Ilham tidak tau siapa pria yang sudah berselingkuh dengan istri pertamanya itu. Namun mereka melupakan satu hal, Ilham bukan sembarang Ilham, dia adalah pria yang amat sangat cerdik.


Kini Ilham fokus dengan kerja samanya bersama Rendy yang sebentar lagi akan launching. Selain mempersiapkan acara agar lancar, pria itu juga mempersiapkan rencana untuk membuka aib Rendy di depan umum.


Rendy yang memang sudah diberitahu Naomi tentang rencana Ilham dahulu yang akan meringkusnya, dengan bodohnya percaya begitu saja pada Ilham dan juga Andre. Pria itu mengirah, Andre mau pun Ilham tidak punya bukti mengenai hal itu jadi dia terima-terima saja begitu Ilham mengajaknya bekerja sama.


Untungnya dulu Ilham tidak mengatakan detailnya pada Naomi, terkait bukti rekaman cctv itu, Naomi tidak tau menahu. Yang dia tau, Ilham hanya menyelidiki pelakunya tanpa mengantongi bukti satu pun.


“Bersenang-senanglah kau badjingan! Kau sudah tidak bisa lagi mengelak, sudah cukup kau bebas dan bersenang-senang di luar sana. Sebentar lagi kesengsaraan akan datang padamu.” Ucap Ilham sambil menyalin video rekaman cctv tabrak lari yang Rendy perbuat dulu.


Tak hanya rekaman cctv, Ilham juga menyalin video rekaman rencana pembunuhan yang dirancang Naomi dan Rendy tempo hari, yang Andre dapatkan dari rekaman cctv perusahaan Rendy. Dalam rekaman tersebut, Rendy tampak berbicara dengan Naomi lewat telpon membahas rencana pembunuhan itu. Tidak sulit bagi Andre untuk mendapatkan rekaman cctv dari perusahaan Rendy, karena Andre punya kolega yang bekerja di kantor pria itu.


“Benar tuan, aku juga tidak sabar menunggu kehancuran badjingan itu.” Sahut Andre yang juga berada di ruangan Ilham.


“Aku sangat berterima kasih padamu Ndre. Kau berhasil menemukan bukti lengkapnya, entah bagaimana caraku membalasnya.”


“Caranya cukup tuan ijinkan aku menikah dengan adik ipar anda tuan.” Jawab Andre dengan santainya hingga pulpen Ilham sontak mendarat di keningnya.


“Awww.” Andre meringis sembari memegangi dahinya.

__ADS_1


“Maaf tuan tapi aku tidak akan menyerah.” Sahut Andre bergegas bangkit dari duduknya, dan berlari keluar dari ruangan atasannya dengan wajah tengilnya.


“Awas kau ya!” Ilham benar-benar gemas sendiri, rasanya dia ingin mengacak-acak otak sahabat sekaligus bawahannya itu.


****


Hari launching pun tiba, Ilham mengajak mama Nancy, papa Agam, Eden, Monita dan juga si gembul Dikta. Dia ingin keluarganya menyaksikan sebuah kebenaran yang terjadi. Walau pun mereka sudah tau tapi Ilham ingin memperlihatkan video tersebut secara langsung.


“Para hadirin sekalian, terima kasih sudah bersedia hadir dalam acara launching hotel baru saya. Saya berdiri di sini untuk memperlihatkan filosofi dari nama hotel ini, serta pasang surutnya dalam proses pembuatan gedungnya.” Ucap Ilham sembari memperlihatkan video di sebuah layar proyektor.


Dalam layar proyektor tersebut, terlihat sebuah gambar yang mendeskripsikan arti dari filosofi nama hotel. Semua mata yang melihat itu takjub akan artinya. Setelah itu, yang seharusnya muncul video tentang hotel, justru malah muncul video Rendy yang menabrak ibu mertua Ilham secara brutal.


Perbuatan Rendy itu sukses membuat semua orang terkejut, berbeda halnya dengan Rendy, ia justru bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Apa ada yang salah dengan video yang ia tampilkan? Kemudian, ia melihat video yang ditayangkan dan…


Ilham, Andre dan Shaka tersenyum penuh arti. Ketiganya berjalan ke arah Rendy yang masih berdiri dengan terkejutnya.


“Apa kau suka kejutan dariku?” Tanya Ilham pada Rendy dengan tatapan tak bersahabat.


“Maksudmu apa? Kau mau memfitnahku yang telah menabrak ibu Rahayu dengan sengaja?”

__ADS_1


“Aku tidak mengatakan demikian, tapi kau lah yang mengatakannya, apa jangan-jangan memang benar?”


Rekaman video itu terus berlanjut, di dalam video tersebut Rendy berkata “Naomi sayang, demi kamu apa pun akan kulakukan, bahkan membunuh Monita sekali pun! Tapi kau harus berjanji agar setelah ini kau tinggalkan Ilham dan menikahlah denganku. Kita akan hidup bahagia selamanya, aku juga cukup kaya untuk bisa menuruti semua keinginanmu.”


Setelah kata-kata itu selesai, muncul lah video rekaman Naomi yang sedang berbicara dengan Rendy membahas rencana pembunuhan untuk Monita. Naomi yang juga berada di sana amat sangat terkejut, matanya membulat sempurna dengan mulut yang menganga. Sama sekali di luar dugaannya, semua aibnya terbongkar di depan khlayak ramai.


“Mas, mengenai video itu aku sudah minta maaf padamu, kenapa kau malah menayangkannya di sini?” Ujar Naomi yang juga berdalih. Wanita itu benar-benar malu bukan main, dia seakan tak punya muka lagi, dia tidak pernah membayangkan ada di posisi ini. Beberapa orang juga menghujatnya, suara hujatan itu santer terdengar dan semua mengutuk perbuatan Naomi yang dengan tega mengkhianati seorang Ilham Adhitama.


“Ma, pa, tolong maafkan aku, aku masih ingin menjadi menantu kalian, aku tidak sanggup jika harus kehilangan kalian.” Naomi memohon pada kedua mertuanya seraya menangkup kedua tangan di depan dada. Ilham yang menatap itu semakin muak, bagaimana tidak, meski sudah resmi diceraikan, tapi Naomi masih menganggapnya sebagai suami. Benar-benar muka tembok.


“Saya sudah tidak bisa memberi toleransi apapun lagi padamu Naomi! Perbuatanmu ini sangat fatal, kami tidak sudi punya menantu licik sepertimu.” Kali ini pak Agam yang bersuara, pria yang terkenal pendiam dan seakan masa bodoh itu kini buka suara. Tak bisa dipungkiri, sama halnya dengan Nancy, dia juga benar-benar kecewa.


“Apa kalian masih mau berdalih juga? Semua bukti sudah jelas, Rendy telah membunuh ibu mertuaku dan berselingkuh denganmu Naomi!” Cecar Ilham mengeluarkan segala emosinya.


Sementara Eden dan Monita menatap Rendy dengan tatapan permusuhan. Rasanya Eden ingin mencakar wajah pria itu, tapi Ilham sudah peringatkan agar tidak semakin runyam, Eden dan Monita harus bersabar, biarlah semua jadi urusannya. Dua kakak beradik itu memilih patuh, dan menunggu apa yang akan Ilham lakukan pada badjingan itu.


“Kau licik Ilham! Aku tidak mungkin melakukan hal itu! Pasti kau mengada-ngada video itu kan? Dengan mengatakan itu adalah suaraku dan juga wajahku! Aku tidak berada di desa istrimu saat itu! Mana aku tau istrimu tinggal di desa itu!” Kesal Rendy yang terus saja mengelak.


Jika sudah marah, Ilham tidak akan memberi ampun pada siapa pun yang sudah berani bermain-main dengannya. Jika biasanya dia ingin melumpuhkan musuhnya dengan tangannya sendiri, kini dia menyerahkan semuanya pada pihak yang berwajib. Dia enggan mengotori tangannya dengan membunuh orang yang sama sekali tidak berhati ini.

__ADS_1


“Aku sudah menduga kalau kau akan mengelak Rendy! Oleh karena itu, aku hadirkan orang ini untuk menjelaskan semuanya. Come here please!”


Seseorang yang diminta Ilham segera masuk dan sontak membuat Rendy dan Naomi terbelalak seketika. Siapakah dia?


__ADS_2