Rahim 1 Milyar

Rahim 1 Milyar
Eps 78 Cemburu Menguras Hati


__ADS_3

“Hai mamaaa.” Seru Naomi sembari berjalan mendekati ibu mertuanya lalu memeluk bu Nancy dengan girang, jangan lupa dengan perut buncit palsunya.


Nancy pun tak kalah girangnya dan menyambut pelukan Naomi dengan hangat.


“Oh ya Monita mana?” Tanya bu Nancy celingak celinguk sana sini, begitu ia melepas tautan tubuh mereka.


“Lagi di perjalanan ma, sama suaminya.”


Tak lama yang ditanyakan pun muncul dari balik pintu.


“Itu dia.” Semua menoleh ke arah Monita begitu pun dengan Ilham, ia terpukau melihat aura kecantikan istrinya yang begitu terpancar, senyum tipis menghiasi wajah tampannya.


Detik berikutnya, senyuman itu hilang bersamaan dengan munculnya David yang menyusul dari belakang Monita lalu langsung merangkul pundak istri keduanya itu.


Monita yang menerima rangkulan dari David merasa risih, dia menatap Ilham dengan raut wajah sungkan.


Nancy pun menghampiri Monita dan memeluk menantu tersembunyinya itu dengan hangat, sedangkan pak Agam bersalaman dengan David.


“Bagaimana kabarmu nak?” Tanya Nancy begitu ia melepas pelukannya.


“Baik ma.”


Nancy pun beralih menatap David dan tersenyum hangat, sedangkan David bersalaman dan mencium tangan Nancy dengan sopan.


“Ma, pa, ini David Bramantyo suami Monita.” Kali ini Naomi yang bersuara.


Mendengar penuturan Naomi, sontak mengundang geram di hati seseorang lainnya, Ilham mengepalkan tangannya saking jengkelnya, apalagi melihat David yang sejak tadi menggenggam tangan Monita dengan erat, Ilham jadi seperti kebakaran jenggot.


Namun Naomi yang sadar akan ekspresi suaminya sontak menggenggam tangan Ilham sebagai isyarat agar Ilham bisa tenang.


Makan malam pun di mulai, Nancy mulai menunjukkan perhatiannya pada Monita, ia mengambilkan salad sayur kesukaan Monita.


“Wah mama tau saja makanan kesukaan Monita.” Seru Monita tersenyum senang.


“Iya sayang, waktu itu mama lihat kamu suka sekali salad sayur, jadi mama buatkan khusus untuk kamu, sisanya bisa kamu bawa pulang.”


“Makasih ma, mama Nancy baik sekali.”


“Kan sudah mama katakan, mulai sekarang, kamu adalah bagian dari keluarga Adhitama, jadi mama akan menyayangi kamu sebagaimana mama menyayangi Ilham dan Naomi.”


Melihat itu hati Naomi berdenyut, bagaimana tidak, mertuanya lebih perhatian pada Monita dibanding dirinya, seketika ia merasa posisinya akan terancam, bukan hanya sudah menguasai hati Ilham tapi Monita juga sudah mulai menguasai hati mertuanya.


Beberapa menit kemudian makan malam pun berakhir dengan damai.

__ADS_1


“Gimana Monita, salad sayurnya enak tidak?” Tanya bu Nancy begitu melihat Monita menghabiskan salad sayur disuapan terakhirnya.


“Iya ma enak sekali, terimakasih ya ma.”


“Iya, kalau kamu mau makan salad sayur lagi kamu jangan sungkan sungkan ya bilang sama mama, nanti mama buatkan lalu mama antar ke rumah kamu.”


“Iya ma, tapi ini saja masih banyak kok.”


“Iya nanti kalau kapan-kapan, oh ya kamu bawa yang lain sisanya ya, bi’ tolong kamu isi sisa salad ini di tupperware terus kamu kasih ke non Monita ya.”


“Baik nya.” Jawab bibi’ yang kebetulan sudah berada di ruang makan untuk membereskan meja makan.


****


“Kak Monita kok lama sekali ya, aku kan takut di apartemen sendirian.” Gerutu Eden yang berjalan mondar mandir di balkon kamarnya, sembari melirik ke arah bawah untuk menunggu mobil Ilham yang akan datang mengantar Monita, Eden tidak tau kalau Monita pergi bersama David, karena tadi Monita mengatakan kalau dia akan dinner ke rumah mertuanya bersama Ilham, Monita tidak berani mengatakan yang sebenarnya pada Eden, takut nanti dia kepikiran.


Eden pun masuk ke dalam kamarnya dan mengetik nomor Andre untuk melakukan panggilan video call, tak butuh waktu lama sambungan telepon pun terhubung.


“Langsung diangkat aja nih, kak Andre sedang menunggu kabar dariku ya?” Celetuk Eden sambil duduk berselonjor di atas ranjang dan menyandarkan punggungnya di headboard.


“Iya, memang aku sedang menunggu kabar darimu, ada apa? Kamu kesepian ya karena kakak kamu belum pulang dari dinnernya.”


“Lebih tepatnya ketakutan.”


“Ketakutan kenapa?”


“Hahaha… ternyata kamu penakut juga ya, mau aku temani?”


“Ini aku video call kak Andre, supaya punya teman berbincang.”


“Aku temani langsung di sana.”


“Hmmm… mulai deh kak, kalau sampai kak Ilham dan kak Monita tau aku di sini berdua dengan kak Andre di jam segini, di apartemen kosong seperti ini, yang ada kita bakal dinikahin sekarang juga.”


“Bagus dong, biar kita cepat jadi suami istri.”


Eden pun tersipu, rona merah di pipinya semakin nampak begitu mendengar gombalan Andre padanya.


“Aduh stop ya kak, aku itu mau jadi sarjana, amit-amit kalau sampai aku pas habis nikah cuma di rumah aja beres-beres rumah dan urus anak, aku kan juga ingin jadi wanita karir.”


“Eden, kalau kita nikah nanti, aku tidak akan membebankan semua urusan rumah tangga padamu, kamu akan aku jadikan ratu dalam hidupku.”


“Are you serious?” Eden mulai tersenyum malu.

__ADS_1


“Yes sure, i promise.”


“Tapi kak, apa nama hubungan kita ini? Dari awal aku tidak mendengar pernyataan cinta kakak padaku, at least aku harus mendengar pengakuan dulu baru aku bisa memeprcayaimu.”


Andre pun terdiam, pasalnya dia sudah berjanji pada Ilham untuk tidak memacari Eden dulu sampai Eden lulus SMA, dia tidak ingin membuat atasannya itu kecewa dan menganggap dia sebagai orang yang tidak bisa memegang janji, selama ini Andre adalah orang kepercayaan Ilham, Andre belum pernah mengkhianati Ilham sedikit pun.


Dan diamnya Andre, membuat Eden semakin sangsi, dia merasa Andre belum serius padanya, senyum manis yang sedari tadi ia tampilkan, berubah jadi senyum getir, dia tidak ingin berharap lebih, takutnya suatu hari nanti Andre akan meninggalkannya.


****


“Ma, pa, kita pamit ya.” Pamit Naomi pada kedua mertuanya.


“Iya hati-hati ya kalian, Monita jangan lupa kabari mama kalau sudah sampai rumah, mama takut kamu kenapa-kenapa.” Ucap Nancy sembari mengusap lembut bahu Monita.


“Iya ma, begitu sampai rumah Monita pasti akan langsung mengabari mama.”


“Ada apa ini? Kenapa hanya Monita yang diminta kabarnya? Sedangkan aku? Mama sudah tidak meminta kabar dariku lagi.” Gumam Naomi dalam hati dengan perasaan yang gusar.


“Ya sudah ayo sayang.” Panggil David sembari mengulurkan tangannya di depan Monita.


Melihat itu hati Ilham semakin terasa panas, dia mendelikkan mata pada David, begitu David tak sengaja melirik singkat ke arahnya, rupanya David sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan, dari tadi David sudah sangat gusar melihat Ilham yang tak berdaya jika bersama istri pertamanya, jadi dari pada Monita makan hati, lebih baik David mencoba mendampinginya.


Agar kedua mertuanya tidak curiga, Monita meraih uluran tangan itu dan tangan mereka pun saling bertaut.


Begitu sudah ada di tempat parkir, Ilham buru-buru memanggil David dan menghampirinya, berhubung Naomi dan Monita sedang menunggu di taman depan, hal itu jadi kesempatan besar bagi Ilham untuk memberi warning pada David, agar David tidak berlebihan dalam memperlakukan istrinya.


“Heh David!”


David pun menoleh dengan senyuman sinis yang terpampang di wajah tampannya.


“Ada apa?”


“Apa maksudnya tadi? Seenaknya merangkul dan menggenggam tangan istri saya di depan saya?!” Ketus Ilham sembari menarik kerah kemeja David.


“Kenapa? Bukan kah aku adalah suaminya? Dan kamu adalah suami Naomi?”


“Kamu…”


“Kenapa? Mau memukul saya? Silahkan saja kalau kau ingin mengundang curiga dan tanda tanya besar dari kedua orang tuamu.” Jawab David memotong ucapan Ilham namun masih dengan nada tenang.


Ilham terdiam dan melepas cengkraman tangannya dari kemeja David, lalu David merapikan kembali kemejanya yang sempat kusut karena cengkraman Ilham barusan.


“Kamu tidak bisa membantah? Saya hanya menjalankan sandiwara yang dirancang sendiri oleh kamu dan Naomi, jadi jangan salahkan saya karena saya hanya menjalankan aba-aba.”

__ADS_1


“Lagipula, kamu tidak bisa melakukan apa pun kan ketika bersama Naomi? Kamu hanya menahan cemburu dan amarahmu, sudah berapa kali saya katakan Ilham, serahkan saja Monita pada saya, saya akan menjadikan dia satu-satunya wanita dalam hidup saya, dan saya akan membesarkan anakmu dan menyayanginya setulus hati.” Papar David panjang lebar.


Emosi Ilham semakin tersulut, apa maksudnya mengatakan ingin merebut istri dan juga anaknya? Namun tak bisa dipungkiri, Ilham benar-benar tak berdaya saat ini, terlebih jika di depan Naomi, apabila dia menunjukkan langsung perasaan cemburunya itu, yang ada Naomi akan bersedih dan marah tentunya, dia tidak ingin ada keributan lagi.


__ADS_2