Rahim 1 Milyar

Rahim 1 Milyar
Eps 124 Hampir Saja!


__ADS_3

Rendy mematung di tempat, ia tak berfikir kalau Ilham akan menghadirkan orang yang sudah dia sewa untuk bekerja sama dengannya dulu.


“Bagaimana? Apa kau tau siapa dia?” Ilham bertanya dengan senyum seringainya.


“Sial! Kenapa orang itu justru ada di sini? Padahal aku sudah membayarnya mahal untuk menghilangkan rekaman cctv itu.”


Karena tak ada tanggapan dari Rendy, pria itu berinisiatif untuk menyapanya lebih dulu.


“Hei tuan, apa kabar? Akhirnya kita bertemu kembali.” Sapa pria tersebut dengan senyum yang dibuat-buat.


“Siapa kau? Aku tidak mengenalimu!” Ujar Rendy pura-pura tidak mengenal orang tersebut.


“Rupanya kau sudah tidak ingat padaku ya. Apa perlu aku ceritakan di sini bagaimana percakapan kita dulu? Atau sekalian ku perlihatkan saja video rekaman percakapan kita?”


“Brengsek! Dia sudah menipuku, rekaman cctv itu tidak dihilangkan ternyata. Bisa gawat ini! Lagi pula kenapa aku bisa termakan omongan penipu kelas kakap seperti dia dulu?” Rendy terus membatin di tengah kepanikannya.


Bulu kuduknya meremang, tubuhnya sudah bergetar. Jika sampai rekaman percakapan mereka masih ada, otomatis dia akan tamat malam ini.


“Tuan Ilham, sepertinya saya saja yang menjelaskan semuanya. Sebab yang saya lihat, sejak tadi tuan Rendy tidak sanggup bicara.”


“Coba ceritakan semuanya, aku ingin mendengarnya darimu.” Jawab Ilham.


“Dulu tuan Rendy menghubungi saya dan meminta saya mengintai gerak gerik nona Monita. Pada saat itu saya memang sering mengabari tuan Rendy tempat-tempat berkunjung nona Monita, hingga tibalah hari di mana tuan Rendy akan melancarkan aksinya, dia kembali menyuruh saya untuk menghilangkan cctv di tempat kejadian. Saya mendapat imbalan karena sudah menuruti perintah tuan Rendy yang pada sebenarnya, saya tidak benar-benar melenyapkan cctv itu, sehingga pada saat kejadian, tuan Rendy dengan percaya dirinya menabrak bu Rahayu waktu itu. Tanpa dia ketahui bahwa cctv tersebut masih ada di tempatnya dan saya tidak menghilangkannya sama sekali.” Jelas pemuda tersebut.


Kemudian pemuda itu menayangkan video percakapan mereka dahulu, dan benar saja dalam video tersebut terpampang jelas wajah Rendy.


Rendy benar-benar sudah berada di ujung tanduk. Mau mundur juga tidak bisa, karena saat ini, polisi sudah berdiri tepat di belakangnya.


“Kalian kami tangkap!” Ucap salah satu polisi lalu segera memborgol Rendy dan juga Naomi.


“Kenapa saya juga ditangkap! Lepaskan! Saya tidak terlibat pembunuhan bu Rahayu!” Naomi berusaha memberontak namun polisi tetap memborogol tangannya.


“Kau ditangkap karena kau sudah merencanakan pembunuhan bersama badjingan ini untuk melenyapkan istriku.” Jelas Ilham sembari menatap Naomi dengan tatapan yang luar biasa tajam, sudah bukan tatapan cinta lagi seperti dulu. Saat ini, sudah tidak ada lagi rasa cinta maupun rasa bersalah yang bersemayam dalam hati pria itu.


“Mas! Kenapa kau tega melakukan ini padaku hanya karena wanita ini?! Dia baru saja hadir dalam hidupmu, sementara aku? Aku yang sudah menemanimu selama belasan tahun ini.” Teriak Naomi menunjukkan protesnya.


“Heh Naomi! Seharusnya kau sadar diri, apa selama hubungan kalian berjalan, kau setia dengan anakku? Bahkan kau berselingkuh dengan badjingan ini! Dasar wanita murahan!” Hardik mama Nancy saking geramnya.


“Dasar penipu! Seharusnya saat itu kau kulenyapkan juga!” Sungut Rendy berapi-api pada pria tersebut seraya memberontak dari cekalan polisi.

__ADS_1


Pria tersebut tak takut sama sekali, dia hanya tersenyum sinis. Terserah Rendy mau mengatainya apa, yang jelas saat ini dia sudah mengantongi uang dari Ilham dengan jumlah yang tak main-main.


“Awas kau Ilham! Aku akan membalasmu!” Ancam Rendy.


“Mau membalas dengan apa? Kau sudah tidak punya apa-apa lagi sekarang, semua saham yang kau miliki sudah dialihkan atas nama asisten pribadimu. Aset-asetmu juga sudah atas nama asistenmu, kau sudah tidak ada kedudukan dan kuasa lagi sekarang. Kau sudah tamat Rendy! Ini balasan karena kau berani bermain-main denganku. Ini memang tidak setimpal atas apa yang dialami ibu mertuaku, tapi kau akan terpuruk dengan semua hartamu yang menghilang!” Ujar Ilham secara detail.


Rendy kemudian menatap asistennya dengan tatapan kecewa.


“Kau juga mengkhianatiku?” Tanya Rendy.


“Maaf tuan, semua saham dan aset-aset tuan sudah diberikan pada saya, dan itu semua tuan yang menandatanganinya.”


“Brengsek! Kalian semua kejam! Kembalikan semua hartaku!” Rendy berteriak sembari terus memberontak dari cekalan polisi itu.


“Terima saja semua perbuatanmu! Semoga betah di tempat tinggalmu yang baru!” Ujar Shaka menimpali.


Polisi membawa paksa Rendy menuju ke mobil. Namun sebelum Rendy dibawa, Monita meminta waktu sebentar untuk berbicara dengannya.


Plak! plak!


Rendy mendapat dua kali tamparan di kedua sisi pipinya.


Monita dan Eden marah, kecewa sekaligus bersedih. Gara-gara pria ini mereka kehilangan wanita yang sangat berharga dalam hidup mereka. Mereka tidak menyangka Rendy berbuat sekejam ini. Mama Nancy yang tak kuasa melihatnya, segera menghampiri dua wanita tersebut, dan memeluk mereka secara bersamaan demi menyalurkan ketenangan untuk dua bersaudara itu.


“Jika kau bertanya kenapa aku tega? Itu karena aku cemburu kau lebih memilih menikah dengan Ilham dibanding hidup bersamaku. Dulu sudah berapa kali aku meminta mami Bela untuk membayarmu, tapi dia tidak pernah memberiku kesempatan karena kau banyak yang membooking. Hingga akhirnya, rasa penasaran itu berubah menjadi rasa cinta, yang terus tumbuh hingga membuat aku berpikir, lebih baik kau mati agar aku dan Ilham sama-sama tidak memilikimu. Tapi sayangnya, aku salah sasaran, bukannya kau yang mati tapi malah ibumu!” Jelas Rendy dan sukses membuat semua yang ada di sana terkejut.


Gosip yang sudah terkubur kini terbuka kembali, Monita yang digosipkan adalah wanita malam ternyata benar. Ilham mau pun Naomi sama-sama terkejut oleh ungkapan Rendy, satu fakta terkuak, Rendy mencintai Monita dan itu sama-sama membuat dua mantan suami istri itu tak terima. Naomi berpikir kalau Rendy hanya mencintai dia ternyata malah mencintai Monita sedangkan Ilham yang mengirah kalau pria itu hanya penasaran saja pada istri mudanya ini nyatanya menyimpan perasaan yang begitu dalam pada wanita ini.


“Brengsek!” Ilham menghadiahkan bogem mentah tepat di wajah Rendy, polisi yang ada di sana tentu tak tinggal diam, polisi mau pun Andre beserta Shaka menahan Ilham saat ia kembali ingin melayangkan pukulan kedua di wajah Rendy.


“Lepaskan aku Shaka!”


“Ilham tenang lah! Biar polisi yang urus semuanya jangan main hakim sendiri.” Shaka mencoba menasehati Ilham agar tidak gegabah.


“Tapi dia sudah lancang berani membuka aib masalalu istriku dan juga menyimpan perasaan sedalam itu padanya!” Ilham benar-benar murka, sewaktu Rendy meniduri Naomi dia tidak semurka ini, namun kepada Monita, hanya marena Rendy mencintainya Ilham sampai meradang begini. Dia benar-benar sudah secinta itu pada Monita, hingga hatinya terbakar kala mendengar pria lain mencintainya.


“Aku mohon tahanlah! Kamu mau mendengarkan aku kan?” Shaka berusaha menenangkan Ilham seraya menatapnya serius.


Ilham mencoba menarik napas dalam sembari memejamkan matanya. Ini benar-benar membuatnya sesak, Rendy tidak jerah juga ternyata.

__ADS_1


“Apa benar itu Ilham?” Mama Nancy tiba-tiba bersuara.


“Ma! Tolong jangan percaya pria ini. Pak polisi, tolong seret pria ini sekarang juga! Aku ingin menjelaskan semuanya pada ibuku dan juga para tamu yang ada di sini.” Ujar Ilham yang kemudian mendapat anggukan dari polisi tersebut dan terus menyeret Rendy dan juga Naomi dari tempat itu.


Tak hanya mama Nancy, Eden juga sama terkejutnya. Pasalnya dia tidak tau selama ini kakaknya bekerja di rumah bordil. Dia menatap kakaknya dengan raut wajah penuh tanya, dan mendapat gelengan pelan dari Monita dengan berurai air mata.


“Pantas selama ini kakak selalu mengirimku banyak uang. Apa karena pekerjaan itu? Aku sudah menikmati uang haram?” Lirih Eden dengan buliran kristal yang sudah menggenang di pelupuk matanya.


“Den tolong jangan hakimi kakakmu seperti itu. Aku akan menjelaskan semuanya di sini, tunggu lah sebentar.” Ucap Ilham meraih tangan Monita dan membawanya ke depan lalu meraih mic yang ada di sana dan mulai menyampaikan sesuatu. Monita yang sudah terlanjur malu, hanya menunduk, ia tak punya keberanian lagi untuk mengangkat wajahnya.


Terlebih, sejak tadi dia mendengar bisik-bisik yang secara nyata menjatuhkannya dan menghinanya serendah itu. Monita jadi semakin tidak percaya diri.


“Para hadirin sekalian! Mungkin semua yang ada di sini sudah mendengar ucapan Rendy tadi. Di sini saya akan menjelaskan yang sebenarnya, Monita Maheswari Kusuma, dulu memang bekerja di rumah bordil. Tapi dia adalah wanita yang suci, selama bekerja di sana, dia tidak pernah dijamah oleh pria mana pun. Mereka tidak berhasil menjamahnya, karena istriku ini begitu pandai menjaga kesuciannya dan lagi dia bekerja di sana bukan karena kemauan diri sendiri, melainkan karena ingin menyelamatkan ibunya yang saat itu sedang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Mungkin semuanya sulit untuk percaya dengan apa yang ku katakan ini, tapi kalian yang ada di sini tentu tau kan? Saya Ilham Adhitama terkenal dengan kejujuran dan ketangkasan saya dalam bekerja. Saya selalu menerapkan kejujuran di segala aspek kehidupan saya. Istri saya ini, adalah wanita yang suci dan saya sudah membuktikannya sendiri, tak perlu saya jelaskan secara detail di sini, saya rasa kalian semua paham maksud dari perkataan saya ini.” Jelas Ilham sebelum semuanya terlambat.


Dia tidak ingin akan ada lagi gosip yang dibuat-buat untuk menjatuhkan istrinya seperti sebelumnya.


Tak lupa semua kejadian dari awal hingga akhir penjelasan Ilham ini sudah terekam kamera para wartawan untuk mereka tuangkan dalam berita, karena hal itu merupakan kabar terhangat bulan ini dan mereka tidak ingin melewatkannya.


Tidak ada berita buruk yang tertuang di media seperti tempo hari. Semua hanya berita positiif mengenai keluarga Adhitama dan berita buruk mengenai Naomi dan Rendy.


Monita yang mendengar penjelasan suaminya, mendongak dengan air mata yang sudah tumpah ruah sejak tadi. Dia benar-benar merasa jadi wanita yang paling beruntung, karena sudah diratukan seorang Ilham Adhitama. Ilham membelanya di depan khalayak ramai, dan mengembalikan nama baiknya.


“Tidak perlu menangis lagi, semua bisa ku atasi, tak ada lagi yang akan merendahkanmu sekarang.” Ujar Ilham dengan lembut, seraya mengusap air mata Monita, lalu saking terharunya, Monita sontak memeluk erat tubuh suaminya di depan banyak orang dan sontak riuh tepukan tangan dari para tamu di sana terdengar.


Para tamu di sana semuanya percaya dengan ucapan Ilham dan mereka sudah tidak lagi berpikir yang tidak-tidak mengenai Monita. Tautan tubuh mereka terlepas, dan Ilham mengecup kening istrinya dengan dalam. Sementara mama Nancy dan Eden segera menghampiri Ilham dan Monita lalu memeluk Monita seraya meminta maaf padanya pada saat Ilham sudah melepaskan kecupannya dari kening Monita.


“Mama minta maaf ya sayang, mama sempat termakan omongan badjingan itu. Maafkan mama sayang. Mama menyesal sudah sempat berpikir yang tidak-tidak tentangmu.”


“Eden juga minta maaf ya kak, sebagai adik, tidak seharusnya Eden mudah percaya omongan orang lain. Apa lagi omongan itu berasal dari mulut pria yang sudah dengan teganya melenyapkan ibu kita.”


Monita melepaskan pelukannya, lalu menatap mertua dan adiknya secara bergantian dengan senyum teduhnya.


“Mama dan Eden tidak perlu minta maaf. Ini bukan salah kalian, tapi salahku yang tidak berfikir panjang dan menerima saja saat ditawarkan bekerja di sana hanya karena ingin menyelamatkan ibu. Untungnya ada mas Ilham, dia bagaikan dewa penolong yang berhasil membawaku keluar dari lingkaran hitam itu.”


“Iya ma, percayalah Ilham lelaki pertama yang menerobos gawang Monita, Ilham yang sudah mendapatkan keperawanannya.”


Lihatlah! Omongan Ilham benar-benar frontal, ucapannya tidak difilter sama sekali. Monita mau pun mama Nancy sontak membeliak dan melayangkan tepukan di pundaknya secara bersamaan.


“Awww sakit!” Keluh Ilham menatap dua wanita kesayangannya ini yang kalau di lihat-lihat sama garangnya.

__ADS_1


__ADS_2