
Zifa dan Tania akhirnya ikut makan malam bersama keluarga Bimo. Sedari tadi Lia hanya diam, gadis itu hanya akan menjawab ketika ditanya. Entah karena ia canggung berada di sekeliling orang baru atau ada sesuatu yang ia sembunyikan.
"Oh ya Kak, aku hampir lupa. Kak Lia ini lulusan di Sekolah SMP yang sama dengan Kakak loh! Seangkatan malah"
Bita sedikit terkejut "Oh yah? tapi Kayaknya kita nggak pernah ketemu. Mungkin karena banyaknya jumlah murid kali yah" jawab Bita.
Wajah Lia seketika menyendu, gadis itu tertunduk 'Ternyata dia benar-benar melupakan aku' batinnya sedih.
"Iya juga sih!" gumam Zifa. Ia menatap ke arah Lia yang di sampingnya, alisnya menyatu saat melihat gadis itu yang menunduk. "Kak?!" panggil Zifa menyadarkan. Lia langsung mendongak, dan sedikit salah tingkah. "Kakak kenapa?" tanya Zifa khawatir.
"Enggak apa-apa" bohongnya. "Yakin? Terus kenapa Kakak nunduk gitu?" tanya Zifa lagi. Ia yakin kalau ada sesuatu dengan Lia. "Emm...Bibir aku tadi nggak sengaja kegigit, jadi yah kamu tahukan gimana sakitnya" ujarnya beralasan. Zifa menghela nafas legah, ia kira Lia tadi tidak merasa nyaman di sini. Akhirnya mereka makan dan sesekali di selingi obrolan ringan.
"Kak, aku mau ngomong sama Kakak yah bentar" pinta Zifa pada Bita saat mereka selesai makan.
Bita mengangguk "Oke. Kita ngomongnya di taman aja kali yah!" usulnya yang langsung diangguki Zifa.
"Kak, aku pamit mau ngobrol bentar dengan Kak Bita yah?!" izinnya pada Lia dan gadis itu mengangguk.
Zifa dan Bita berjalan beriringan menuju taman di kediaman Bimo yang letaknya ada di samping rumah tersebut. Keduanya kemudian duduk di gazebo yang ada di sana.
"Kamu mau ngomong apa sampai-sampai ngajak menjauh kayak gini?" tanya Bita heran.
__ADS_1
"Lah, kan Kakak yang minta ngomongnya di sini"
"Itu karena aku merasa pembicaraan kamu sedikit privasi. Ada apa emang? Jangan bilang kamu masih mau bahas tentang diar.."
"Stop! Bukan itu" potong Zifa kesal. Apa Bita tidak bisa untuk tak mengingatkannya tentang diary tersebut?
"Lalu apa?" desak Bita karena penasaran.
"Kakak benaran nggak kenal Kak Lia?" tanya Zifa serius. Bita mengangguk "Kakak yakin? Coba dong ingat-ingat lagi. Masa teman seangkatan sendiri nggak kenal"
Bita menyentil jidat Zifa. "perasaan kamu pintar deh,kenapa jadi bodoh gini sih? Kan kamu tahu kalau jumlah siswa di sana tiap angkatannya itu banyak. Ditambah lagi kita selalu di pisah menjadi beberapa kelas, jadi wajar aja aku nggak kenal dia"
"Tapikan Kak Lia itu cantik banget. Masa nggak terkenal sih?" keluhnya.
"Emang kenapa sih, kamu ngotot banget nyuruh Kakak ngingat dia?" tanya Bita sedikit penasaran. Nggak mungkin kan Zifa bertingkah nggak jelas begini nggak ada alasannya.
Zifa berpikir sebentar, apa dia jujur aja yah ke Bita tentang permasalahan antara ia, Bima dan Lia?
"Cerita aja, siapa tahu Kakak bisa bantu!" tawar Bita. Zifa dengan sedikit ragu menceritakan semuanya pada Bita membuat pria itu mengerti.
"Jadi kamu bermaksud mencari tahu siapa mantan si Lia itu?"
__ADS_1
Zifa mengangguk membenarkan. "Kalau itu sih aku rasa cukup sulit juga. Tapi daripada susah-susah, Kakak bisa bantu kamu dengan cara lain"
Zifa tersenyum senang, nggak salah ia menceritakan semuanya pada Bita. Cowok itu begitu cerdas, pasti banyak jalan keluar yang akan hinggap di otaknya.
"Gimana caranya?"
"Membuat dia move on dan berpindah hati ke orang lain" jawab Bita.
"Terus orangnya itu siapa?" tanya Zifa.
"Aku"
Zifa melotot, ia langsung memukul bahu Bita "Serius Kak, nggak usah bercanda!" marahnya.
Bita menatap Zifa serius "Siapa yang bercanda sih Zi? Aku serius!"
Zifa menggeleng tegas "Enggak. Aku nggak mau gara-gara hubungan aku sama Bima Kakak jadi maksain perasaan Kakak dan kak Lia. Entar kalian sama-sama tersakiti gara-gara kami. Aku nggak mau egois" tolaknya mentah-mentah.
"Siapa yang maksain sih Zi? Aku bisa dekatin Lia pelan-pelan. Lagipula, kayaknya aku sedikit tertarik dengan dia" jelas Bita. Zifa ragu, namun melihat tatapan serius Bita akhirnya ia menghela nafas pelan dan berucap "Ya udah kalau gitu. Ingat, jangan dipaksakan okey?"
"Udah dibilang aku tertarik sama dia!" bantah Bita.
__ADS_1
Jejak....jejak......jejak😊